Dwi Gusmalawati, Dwi
Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak Kalbar, Indonesia

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

STRUKTUR ANATOMI BATANG ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binnend) VARIETAS TANDO DAN TEMBAGA DI KALIMANTAN BARAT Gusmalawati, Dwi; -, Mukarlina; -, Wahdina; Khotimah, Siti
Saintifika Vol 16, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur anatomi batang ulin varietas tando dan tembaga yang terdapat di Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan anatomi batang ulin varietas tando dan tembaga adalah mempunyai sel minyak pada batang, susunan pembuluh bertipe kolateral, penyebaran pori adalah pancar dengan tipe soliter, berganda radial dan penyebaran parenkim apotrakea (sebar) dan paratrakea (aliform dan konfluen).  Perbedaan secara anatomi antara batang varietas tando dan tembaga adalah varietas tando memiliki pori berganda radial 2-5 sel dan tipe berkelompok, penyebaran parenkim apotrakea bertipe pita; varietas tembaga memiliki pori berganda radial 2-3 sel; jari-jari empulur varietas tando bertipe heteroseluler, varietas tembaga bertipe homoseluler. Rerata panjang serat, diameter lumen dan ketebalan dinding serat varietas tando berturut-turut adalah 1647,40 µm, 11,90 µm dan 11,70 µm, sedangkan rerata panjang serat, diameter lumen dan ketebalan dinding serat varietas tembaga berturut-turut adalah  1598,20 µm, 15,20 µm dan 11,20 µm.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIAWI SARI BUAH TAPUS (CURCULIGO LATIFOLIA DRYAND) DENGAN METODE EKSTRAKSI OSMOSIS Gusmalawati, Dwi; Mayasari, Eva
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1883

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menentukan perlakuan terbaik dari kombinasi proporsi buah : sukrosa dan lama ekstraksi osmosis pada sari buah tapus (Curculigo Latifolia Dryand)  terhadap parameter fisikokimiawi.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 adalah proporsi buah:sukrosa sebesar 1:0.5,  1:1,  1:1,5 dan  faktor 2 adalah lama ekstraksi osmosis yaitu 12, 24, 35 jam. Parameter pengamatan yang digunakan adalah pH, total padatan terlarut, vitamin C, dan total gula. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi penambahan buah dan semakin lama ekstraksi osmosis maka terjadi peningkatan terhadap parameter derajat keasaman (pH), peningkatan terlarut, dan total gula. Namun, terjadi penurunan terhadap parameter total vitamin C.
TUTUPAN LAMUN Thalassia hemprichii DI PERAIRAN DUSUN KARANG UTARA, PULAU LEMUKUTAN, KABUPATEN BENGKAYANG, KALIMANTAN BARAT Gusmalawati, Dwi; Sanova, Aulia Seto Sandhi
JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol 2, No 3 (2018): JFMR VOL 2 NO 3
Publisher : JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.446 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.03.7

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan habitat bagi ikan dan biota perairan lainnya.  Berbagai jenis penyu juga menjadikan daerah padang lamun sebagai daerah mencari makan, khususnya di perairan Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat. Tutupan lamun, khususnya jenis Thalassia hempricii di perairan Dusun Karang Utara, Pulau Lemukutan belum diketahui. Data mengenai tutupan lamun ini akan dijadikan sebagai acuan dalam pengelolaan wilayah perairan tersebut. Penelitian dilakukan pada 4 stasiun di perairan Dusun Karang Utara, Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat. Stasiun pengamatan memiliki panjang 50 m tegak lurus terhadap garis pantai. Setiap stasiun dibagi menjadi 5 plot transek. Pemilihan plot transek dilakukan dengan metode purposive random sampling. Transek kuadrat yang digunakan adalah berukuran 1 x 1 m dengan setiap pixelnya berukuran 20 cm x 20 cm. Hasil nilai rata-rata persentase tutupan lamun pada stasiun 1, 2, 3 dan 4 adalah 2,68%; 2,34%, 11,4% dan 9,8% secara berurutan. Kondisi persentase tutupan lamun Thalassia hempricii di Perairan dusun Karang Utara, Pulau Lemukutan ini termasuk dalam kategori sedikit. Parameter fisika-kimia air laut di Perairan Dusun Karang Utara, Pulau Lemukutan adalah arus 0,2 m/s, suhu 30,5oC, salinitas 32o/oo , kedalaman 0,5-1 m, dan pH 8,5.
ANATOMI DAN HISTOKIMIA ORGAN GENERATIF AMORPHOPHALLUS MUELLERI Gusmalawati, Dwi; Indriyani, Serafinah; Azrianingsih, Rodiyati
Floribunda Vol 4, No 7 (2013)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.833 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v4i7.2013.110

Abstract

Porang is a tuber-producing plants and can be used as foodstuffs, cosmetics, pharmaceuticals and other industries. Porang growth cycle consists of vegetative phase and generative phase. The vegetative phase, when tuber produces petiole and lamina, while the generative phase, when tuber produces flower, fruit, and seeds. The aim of this study was to characterize the anatomy and histochemistry of porang generative organs. This research was conducted on the observations of anatomical characters, with the making of semi-permanent preparations and histochemical observations using fresh preparations. The results of the study showed that the surface of the adaxial and abaxial of the spathe structure of the epidermis was different, superior ovary, hemiantropus ovule, and bilobus anthers, each consisting of two loci. Porang fruit is a berry, thin pericarp with parenchymatous tissue that has a raphide sac and druse. Porang seed has thick testa and thin tegmen, as well as have the raphide sac. Based on testing of histochemistry, porang seeds contain starch, protein and lipid.
STRUKTUR ANATOMI BATANG ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binnend) VARIETAS TANDO DAN TEMBAGA DI KALIMANTAN BARAT Gusmalawati, Dwi; -, Mukarlina; -, Wahdina; Khotimah, Siti
Saintifika Vol 16 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur anatomi batang ulin varietas tando dan tembaga yang terdapat di Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan anatomi batang ulin varietas tando dan tembaga adalah mempunyai sel minyak pada batang, susunan pembuluh bertipe kolateral, penyebaran pori adalah pancar dengan tipe soliter, berganda radial dan penyebaran parenkim apotrakea (sebar) dan paratrakea (aliform dan konfluen).  Perbedaan secara anatomi antara batang varietas tando dan tembaga adalah varietas tando memiliki pori berganda radial 2-5 sel dan tipe berkelompok, penyebaran parenkim apotrakea bertipe pita; varietas tembaga memiliki pori berganda radial 2-3 sel; jari-jari empulur varietas tando bertipe heteroseluler, varietas tembaga bertipe homoseluler. Rerata panjang serat, diameter lumen dan ketebalan dinding serat varietas tando berturut-turut adalah 1647,40 µm, 11,90 µm dan 11,70 µm, sedangkan rerata panjang serat, diameter lumen dan ketebalan dinding serat varietas tembaga berturut-turut adalah  1598,20 µm, 15,20 µm dan 11,20 µm.