Naniek Sulistya Wardani, Naniek Sulistya
Program Studi S1 PGSD FKIP Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

Implementasi Pakem Melalui Model Pembelajaran Aktif Dalam Perkuliahan Konsep Dasar IPS SD Berbasis Pendidikan Kecakapan Hidup Wardani, Naniek Sulistya
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan  Pakem  melalui model pembelajaran  aktif dalam  perkuliahan Konsep Dasar IPS SD berbasis pendidikan kecakapan hidup pada mahasiswa S1 PGSD FKIP UKSW pada Semester 1 Tahun 2014-2015’. Hasil implementasi pakem dalam model pembelajaran IK, jigsaw dan  TPS dengan mengembangkan pendidikan kecakapan hidup menunjukkan hasil capaian mahasiswa dengan  skor tertinggi yang dicapai mahasiswa 90 dan skor terendah 70. Kompetensi dosen Konsep Dasar IPS dalam menerapkan pakem cukup memadai. Cara penerapan pakem nampak dalam silabus dan RPP, yakni dengan langkah yang berbeda untuk model pembelajaran IK, jigsaw dan TPS. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok (IK) yakni pemilihan topik;  perencanaan kooperatif; implementasi; analisis dan sintesis; presentasi hasil final; dan evaluasi.  Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah mahasiswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim, tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda, tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan, anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka, setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh, tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi, dosen memberi evaluasi dan penutup. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe pendekatan struktural (PS) yaitu Think-Pair-Share (TPS) adalah dosen menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai, mahasiswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan dosen, mahasiswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing, dosen memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya, berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para mahasiswa, dosen memberi kesimpulan dan penutup.
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI BUDAYA SEKOLAH BERKARAKTER Wardani, Naniek Sulistya
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p12-22

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui nilai-nilai budaya apa sajakah yang berkembang di SD Negeri Blotongan 3 Salatiga; 2) untuk mengetahui karakteristik nilai budaya berkarakter yang berkembang di SD Negeri Blotongan 3 Salatiga; 3) mengetahui pola pendidikan budaya karakter yang telah diterapkan, dan 4) menemukan pola pendidikan nilai budaya yang efektif di SD Negeri Blotongan 3 Salatiga. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian yakni siswa SD Negeri Blotongan 3 Salatiga. Teknik pengumpul-an data melalui observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai–nilai budaya berkembang di sekolah melalui: a) simbol-simbol tertulis seperti: Visi sekolah, pajangan penuntun berperilaku, dan slogan pesan; b) Sikap siswa berupa tingkat kedisiplinan mengikuti pelajaran mencapai 100 %, kesehatan 97,04 % (164 dari 169 siswa), keberbersihan; kecerdasan yang ditunjukkan oleh tingkat kelulusan siswa selama 3 tahun mencapai 100 % dan tingkat kenaikan kelas 97,40% (dari keseluruhan 192 siswa); keterampilan siswa unggul dalam bermain drum band; berbudi luhur dalam bertutur kata dan kejujuran; bertaqwa kepada Tuhan melalui pelajaran agama, upacara bendera dan kegiatan pengajian bersama; c) Kepercayaan yang tertanam ditunjukkan oleh kepercayaan orang tua dan siswa kepada sekolah; 2) Karakteristik nilai budaya berkarakter yang berkembang di sekolah meliputi nilai kesopanan, nilai kepedulian terhadap sesama dan nilai kerjasama mencapai 84,22%, 87,52% dan 84,81%; 3) Pola pendidikan budaya karakter mengikuti pendekatan komunikasi persuasif, pendekatan kontak pribadi dan pendekatan bermain peran berturut-turut sebesar 84,61%; 84,02% dan 65,68%; 4) Pola Pendidikan Nilai Budaya terlaksana dengan efektif melalui membiasakan bertingkah laku, pemberian contoh dan penciptaan suasana harmonis.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA BERBAGAI PEKERJAAN MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS 4 SDN KUTOHARJO 01 PATI KABUPATEN PATI SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2014-2015 Rumini, Rumini; Wardani, Naniek Sulistya
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p19-40

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar tema berbagai pekerjaan dapat diupayakan melalui pendekatan discovery learning siswa kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati semester 1 tahun ajaran 2014-2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK yang digunakan model spiral dari C. Kemmis & Mc Taggart dengan menggunakan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni, 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan tindakan dan observasi dan 3) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati Kabupaten Pati yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data adalah teknik tes dan teknik non tes. Instrumen penelitian dengan menggunakan butir soal dan lembar observasi.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif yakni membandingkan hasil belajar tema berbagai pekerjaan berdasarkan ketuntasan belajar, skor minimal, skor maksimal dan skor rata-rata pra siklus, siklus 1dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar tema Berbagai Pekerjaan dapat diupayakan melalui pendekatan discovery learning siswa kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati Kabupaten Pati semester 1 tahun ajaran 2014-2015 terbukti. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya hasil belajar tema berbagai pekerjaan dari pra siklus, siklus 1 ke siklus 2. 1) Hasil belajar berdasarkan ketuntasan belajar dengan KKM ≥ 80 meningkat dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni dari 0%, 69,23% dan 88,46%; 2) Hasil belajar berdasarkan skor minimal dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni dari 20: 53: 66; 3) Hasil belajar berdasarkan skor maksimal dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni 45; 92; 100; 4) Hasil belajar berdasarkan skor rata-rata dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni dari 37,1: 78,5: 88,0. PTK ini dikatakan berhasil, yang ditunjukkan oleh besarnya persentase siswa yang mencapai hasil belajar tema berbagai pekerjaan tuntas belajar dengan KKM ≥ 80, mencapai 88,46% lebih tinggi dari 80 % dari 26 siswa yang ditetapkan dalam indikator keberhasilan PTK.
UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS MELALUI PS-CIRC Arumdani, Agnesita Sekar; Wardani, Naniek Sulistya; Prasetyo, Tego
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan ketrampilan menulis dapat diupayakan melalui PS-CIRC dan bagaimanakah langkah-langkah PS-CIRC yang dapat meningkatkan ketrampilan menulis siswa kelas V SD. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian minimal 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Teknik penelitian adalah teknik observasi dengan instrumen lembar observasi yang dilengkapi dengan rubrik ketrampilan menulis. Teknik analisis data adalah teknik persentase untuk membandingkan ketrampilan menulis antar siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase ketrampilan menulis dengan klasifikasi sangat tinggi yakni sebesar 40 % dari seluruh siswa pada siklus I dan 87 %  dari seluruh siswa pada siklus II melalui pembelajaran PS-CIRC. Pembelajaran PS-CIRC  terdiri dari 10 langkah yaitu : 1) membentuk kelompok yang anggotanya terdiri dari 5 orang, 2) menyimak teks tentang tokoh Proklamasi, 3) merumuskan masalah  tentang tokoh Proklamasi,  4) menyampaikan jawaban sementara tentang tokoh Proklamasi, 5) memberi tanggapan tentang contoh sikap persatuan, 6) mengumpulkan informasi tentang peristiwa setelah Proklamasi 7) mendiskusikan tentang peristiwa setelah Proklamasi 8) menuliskan laporan tentang peristiwa setelah Proklamasi 9) mengomunikasikan hasil diskusi tentang peristiwa setelah Proklamasi 10) menyimpulkan hasil diskusi tentang peristiwa setelah Proklamasi
EFEKTIVITAS MODEL NHT & PPBL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS 4 SD Syafiatun, Yeni; Wardani, Naniek Sulistya; Prasetyo, Tego
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine whether there is effectiveness of Numbered Heads Together (NHT) model and Problem Based Learning (PPBL) approach to the motivation of thematic learning of grade 4 elementary school students. The type of research used is quasi experimental research. The sampling technique used purposive stratified disproportionate sampling technique. This data analysis technique using average difference test (t test). The normality of the experimental group is 0.243> 0.05 and the control group is 0.438> 0.05, the two groups are normally distributed. The homogeneity of the experimental group and the control group was 0.595> 0.05, the experimental group and the control group were homogeneous. The results showed t count 8.564> t table 1.997, then Ha accepted means there is the effectiveness of NHT and PPBL models on the motivation of thematic learning 4th grade elementary school students. Significance of 0.000 <0,05, then Ha accepted means there is effectiveness of NHT model and PPBL to motivation of thematic learning of 4th grade elementary school students meaningful. The mean of experimental learning motivation of experiment group is 49,88 and control group equal to 41,38. The average difference between thematic motivation of experimental group and control group is 8.5. The advice given is that teachers are expected to use the NHT and PPBL models in designing the lesson, so that the thematic learning motivation can be improved.Keywords: Model of NHT and PPBL, Thematic Learning Motivation, Thematic Learning
Pengembangan Nilai-Nilai Budaya Sekolah Berkarakter Wardani, Naniek Sulistya
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p12-22

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui nilai-nilai budaya apa sajakah yang berkembang di SD Negeri Blotongan 3 Salatiga; 2) untuk mengetahui karakteristik nilai budaya berkarakter yang berkembang di SD Negeri Blotongan 3 Salatiga; 3) mengetahui pola pendidikan budaya karakter yang telah diterapkan, dan 4) menemukan pola pendidikan nilai budaya yang efektif di SD Negeri Blotongan 3 Salatiga. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian yakni siswa SD Negeri Blotongan 3 Salatiga. Teknik pengumpul-an data melalui observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai–nilai budaya berkembang di sekolah melalui: a) simbol-simbol tertulis seperti: Visi sekolah, pajangan penuntun berperilaku, dan slogan pesan; b) Sikap siswa berupa tingkat kedisiplinan mengikuti pelajaran mencapai 100 %, kesehatan 97,04 % (164 dari 169 siswa), keberbersihan; kecerdasan yang ditunjukkan oleh tingkat kelulusan siswa selama 3 tahun mencapai 100 % dan tingkat kenaikan kelas 97,40% (dari keseluruhan 192 siswa); keterampilan siswa unggul dalam bermain drum band; berbudi luhur dalam bertutur kata dan kejujuran; bertaqwa kepada Tuhan melalui pelajaran agama, upacara bendera dan kegiatan pengajian bersama; c) Kepercayaan yang tertanam ditunjukkan oleh kepercayaan orang tua dan siswa kepada sekolah; 2) Karakteristik nilai budaya berkarakter yang berkembang di sekolah meliputi nilai kesopanan, nilai kepedulian terhadap sesama dan nilai kerjasama mencapai 84,22%, 87,52% dan 84,81%; 3) Pola pendidikan budaya karakter mengikuti pendekatan komunikasi persuasif, pendekatan kontak pribadi dan pendekatan bermain peran berturut-turut sebesar 84,61%; 84,02% dan 65,68%; 4) Pola Pendidikan Nilai Budaya terlaksana dengan efektif melalui membiasakan bertingkah laku, pemberian contoh dan penciptaan suasana harmonis.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Tema Berbagai Pekerjaan Melalui Model Discovery Learning Siswa Kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati Kabupaten Pati Semester 1 Tahun Ajaran 2014-2015 Rumini, Rumini; Wardani, Naniek Sulistya
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p19-40

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar tema berbagai pekerjaan dapat diupayakan melalui pendekatan discovery learning siswa kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati semester 1 tahun ajaran 2014-2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK yang digunakan model spiral dari C. Kemmis &amp; Mc Taggart dengan menggunakan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni, 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan tindakan dan observasi dan 3) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati Kabupaten Pati yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data adalah teknik tes dan teknik non tes. Instrumen penelitian dengan menggunakan butir soal dan lembar observasi.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif yakni membandingkan hasil belajar tema berbagai pekerjaan berdasarkan ketuntasan belajar, skor minimal, skor maksimal dan skor rata-rata pra siklus, siklus 1dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar tema Berbagai Pekerjaan dapat diupayakan melalui pendekatan discovery learning siswa kelas 4 SDN Kutoharjo 01 Pati Kabupaten Pati semester 1 tahun ajaran 2014-2015 terbukti. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya hasil belajar tema berbagai pekerjaan dari pra siklus, siklus 1 ke siklus 2. 1) Hasil belajar berdasarkan ketuntasan belajar dengan KKM ≥ 80 meningkat dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni dari 0%, 69,23% dan 88,46%; 2) Hasil belajar berdasarkan skor minimal dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni dari 20: 53: 66; 3) Hasil belajar berdasarkan skor maksimal dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni 45; 92; 100; 4) Hasil belajar berdasarkan skor rata-rata dari pra siklus ke siklus 1 dan siklus 2 yakni dari 37,1: 78,5: 88,0. PTK ini dikatakan berhasil, yang ditunjukkan oleh besarnya persentase siswa yang mencapai hasil belajar tema berbagai pekerjaan tuntas belajar dengan KKM ≥ 80, mencapai 88,46% lebih tinggi dari 80 % dari 26 siswa yang ditetapkan dalam indikator keberhasilan PTK.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IV SD Simarmata, Nada Naviana; Wardani, Naniek Sulistya; Prasetyo, Tego
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan produk instrumen penilaian sikap toleransi dalam pembelajaran tematik siswa kelas IV SD, (2) menentukan tingkat validitas instrumen penilaian sikap toleransi dalam pembelajaran tematik siswa kelas IV SD. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan atau  Research and Development (R&D). Penelitian terdiri dari tiga tahap (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan produk, (3) pengujian produk. Subjek penelitian siswa kelas IV SD. Teknik pengumpulan data adalah angket dengan instrumen skala guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat produk instrumen penilaian sikap toleransi dalam pembelajaran tematik kelas IV SD  (2) tingkat  validitas instrumen penilaian sikap toleransi dalam pembelajaran tematik kelas IV SD mempunyai validitas rendah sebesar 3,70%, validitas cukup 63%, dan validitas tinggi 33,3% dari 27 butir pernyataan.Saran yang diberikan kepada guru adalah guru diharapkan untuk melakukan pengukuran sikap toleransi siswa dengan menggunakan instrumen yang dihasilkan dalam penelitian ini
UPAYA PENINGKATAN SIKAP TOLERANSI MELALUI PS-TGT SISWA KELAS IV SDN SIDOREJO LOR 03 SEMESTER II TAHUN AJARAN 2018/2019 Ikaningrum, Tanti Reyulita; Wardani, Naniek Sulistya
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.112

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah peningkatan sikap toleransi siswa kelas IV SDN Sidorejo Lor 03 Salatiga dapat diupayakan melalui pendekatan saintifik model TGT dan bagaimanakah langkah-langkah pendekatan saintifik model TGT yang diupayakan dapat meningkatkan toleransi siswa kelas IV SDN Sidorejo Lor 03 Salatiga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan model S. Kemmis dan Mc Taggart dengan prosedur penelitian minimal 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan & pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian kelas IV yang berjumlah 37 siswa. Teknik pengumpulan data adalah observasi. Instrumen penilaian yang digunakan yaitu lembar observasi. Teknik analisis data adalah teknik persentase untuk membandingkan peningkatan sikap toleransi antar siklus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan sikap toleransi melalui pendekatan saintifik model TGT. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai pada setiap indikator ketuntasan sikap toleransi yaitu pada siklus I sebesar 70% meningkat siklus II sebesar 97%. Saran yang dapat diberikan yaitu diharapkan kegiatan pembelajaran PS-TGT dilaksanakan agar sikap toleransi siswa meningkat.
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR TEMATIK MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MODEL TPS KELAS III SEKOLAH DASAR Alfiah, Siti Nur; Wardani, Naniek Sulistya
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 11 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi November
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah langkah-langkah pendekatan scientific dan model Think Pair Share dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas III SD. Dan mengetahui bagaimanakah pendekatan scientific dan model think pair share dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas III SD. Jenis Penelitian Tindakan kelas ini menggunakan model spiral Kemmis dan Taggart dengan prosedur penelitian minimal 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data adalah teknik persentase. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan motivasi belajar tematik melalui pendekatan scientific dan model TPS kelas III SD terbukti. Hal ini ditunjukan oleh hasil perbandingan berdasarkan peningkatan motivasi belajar tematik melalui pendekatan scientific dan model TPS pada siklus satu dan dua. Rata-rata motivasi intrinsic dan ektrinsik masing-masing sebesar 82,61% dan 92,39%. Penelitian ini menunjukkan peningkatan aktivitas belajar dan motivasi dengan meningkatnya hasil belajar peserta didik sesuai KKM yang dimasksud.