Articles

Found 27 Documents
Search

KAJIAN SPEKTRA FTIR PADA MEMBRAN KOPOLI (EUGENOL-DIVINILBENZENA), CO-EDVB SEBAGAI SENYAWA PEMBAWA UNTUK TRANSPOR FENOL Kiswandono, Agung Abadi; Girsang, Ermi; Pulungan, Ahmad Nasir; Sihombing, Juniva Laila; Siswanta, Dwi; Aprilita, Nurul Hidayat; Santosa, Sri Juari; Hayashita, Takashi
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Telah dilakukan kajian transpor fenol melalui membran berbasis senyawa divinil benzena (DVB)tertaut silang dengan metode PIM.Kajian transpor fenol ini menggunakan chamber sebagai alat transpor yang memisahkan fasa sumber dan fasa penerima. Beberapa evaluasi yang mempengaruhi transpor menggunakan membran PIMtelah dilakukan diantaranya adalah uji stabilitas membran, umur membrandan pemakaian berulang kemudian membran PIM sebelum dan setelah transpor dikarakterisasi menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran PIM yang mengandung senyawa tertaut silang co-EDVB ini, kecepatan pengadukan, jenis agen tertaut silang, konsentrasi plasticizer dan garam NaNO3 berpengaruh terhadap hilangnya komponen penyusun membran (ML loss). Berdasarkan hasil FT-IR, didapatkan bahwa membran yang mengandung senyawa pembawa dienaini, komponen penyusun membran yang hilang didominasi oleh senyawa pembawanya sedangkan indikasi hilangnya komponen penyusun membran dapat terlihat pada hasil FT-IR setelah digunakan untuk transpor, yakni hilangnya puncak ‒OH pada spektra FT-IR.
SERBUK BIJI SALAK (Salacca zalacca ) SEBAGAI BIOSORBEN DALAM MEMPERBAIKI KUALITAS MINYAK GORENG BEKAS Girsang, Ermi; Kiswandono, Agung Abadi; Aziz, Hermansyah; Chaidir, Zulkarnain; Zein, Rahmiana
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pemurnian minyak goreng bekas penggorengan ayam dan lele telah dilakukan dengan memanfaatkan biosorben serbuk biji salak (Salacca zalacca). Penelitian ini dilakukan dengan cara memasukkan serbuk salak ke dalam  minyak goreng bekas dengan beberapa variasi. Setelah itu serbuk biji salak sebelum dan sesudah perendaman dikarakterisasi menggunakan spektroskopi inframerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan waktu perendaman selama dua minggu total kolesterol, trigliserida, MDA (Malondialdehydes), dan LDL (Low Density Lipoprotein)terendah terdapat pada berat biosorben serbuk biji salak 20 g yakni berturut-turut 109,88 mg/dL, 261,06 mg/dL, 7,91 nmol/mL, dan 17,1 mg/dL. Rendahnya nilai tersebut disebabkan karena sisi aktif pada biosorben berfungsi secara efektif dalam mengikat gugus fungsi yang terdapat pada minyak jelantah, hal ini juga diperkuat dengan spektra infrared. Gugus  hidroksil dan metil pada biosorben diduga berperan penting dalam pengikatan gugus-gugus fungsi pada minyak jelantah.
Uji Perbandingan Antibakteri Antara Ekstrak Daun Mangkok (Nothopanax scutellarium) dengan Antibiotik Ciprofloxacin Terhadap Staphylococcus aureus Wijaya, Imelia; Valerian, Axel; Purba, Mikhael Haposan; Dalmasius, Dalmasius; Girsang, Ermi; Nasution, Sri Wahyuni
SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 2 (2018): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.41 KB)

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang paling sering ditemukan pada manusia. Infeksi oleh Staphylococcus aureus beragam, mulai dari diare, infeksi kulit ringan, hingga sindrom syok toksik. Pengobatan yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri adalah antibiotik. Sekarang ini maraknya penggunaan antibiotik dalam dosis yang tidak tepat telah meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Masyarakat Indonesia pun lebih suka untuk menggunakan pengobatan tradisional dalam pengobatan penyakit. Tanaman mangkokan (Nothopanax scutellarium) banyak tumbuh di pekarangan rumah maupun tumbuh liar di tepi sungai. Tanaman mangkokan diduga memiliki berbagai khasiat mulai dari menyembuhkan luka hingga mempercepat pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas antibakteri daun mangkok dengan antibiotik Ciprofloxacin terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorik. Daun mangkok dijadikan ekstrak dengan metode maserasi dan uji antibakteri dilakukan dengan metode disc diffusion. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak daun mangkok memiliki efektivitas antibakteri dalam kategori sedang dan antibiotik Ciprofloxacin dalam kategori kuat terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.
HUBUNGAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA PERAWAT DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT SWASTA TIPE C DI KOTA BATAMTAHUN 2018 Liester, I Nyoman Ehrich; Girsang, Ermi; Nasution, Sri Lestari Ramadhani; Erda, Roza
SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 2 (2018): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.78 KB) | DOI: 10.5281/scj.v7i2.138

Abstract

Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tidak bisa lepas dari upaya peningkatan mutu keperawatan. Oleh sebab itu perawat sebagai tim pelayanan kesehatan   yang   terbesar   dituntut   untuk   meningkatkan   mutu   pelayanan keperawatan. Mutu pelayanan di rumah sakit ditinjau dari sisi keperawatan meliputi aspek jumlah dan kemampuan tenaga profesional, motivasi kerja, dana, sarana, dan perlengkapan penunjang, manajemen rumah sakit yang perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Untuk kepentingan produktifitas dan efisiensi maka tingkah laku yang mempengaruhi tenaga kerja perlu mendapat perhatian, seperti keterangan yang menggambarkan jumlah hari kerja yang hilang karena sakit, kecelakaan industri, kepuasan kerja. Permasalahan yang didapat pada survey di lokasi penelitian maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang  hubungan motivasi terhadap produktifitas kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Suwasta Tipe C di Kota Batam. Diketahui   bahwa   dari   84   orang   perawat   yang   menjadi   responden penelitian, terdapat 66 perawat yang memiliki motivasi rendah (78.6%). Diketahui  bahwa  perawat  yang  memiliki  motivasi  kerja  positif  dan produktifitas kerja baik 49 dari 66 perawat. Sedangkan  yang memiliki motivasi kerja negatif dan produktifitas kerja baik terdapat 5 dari 18 perawat. Setelah dilakukan uji Chi-Square, diketahui bahwa P value < α (0.05).   Hal   tersebut   menunjukkan   bahwa   terdapat   hubungan   yang bermakna antara motivasi kerja dengan produktifitas kerja perawat.
HUBUNGAN KOMPENSASI DENGAN KEINGINAN PINDAH KERJA (TURNOVER INTENTION) TENAGA PERAWAT DI RUMAH SAKIT SWASTA TIPE C KOTA BATAM TAHUN 2018 Suyono, Tan; Girsang, Ermi; Nasution, Ali Napiah; Gusnawati, Gusnawati
SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 2 (2018): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.143 KB) | DOI: 10.5281/scj.v7i2.137

Abstract

Menurut  WHO  (World  Health  Organization),  Rumah  sakit  adalah  bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pela- yanan  paripurna  (komprehensif),  penyembuhan  penyakit  (kuratif)  dan  pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik (World Health Organization, 2010). Fenomena intensi turnover di Indonesia disadari benar oleh akademisi maupun prakti- si. Banyaknya rumah sakit baru yang didirikan, turut memberikan angin segar kepada para perawat untuk mencoba sebuah peruntungan baru dan turut mendorong tingginya intensitas turnover di sebuah rumah sakit (Andini, 2006). Hasil survey awal yang dilakukan pada 2 (dua) Rumah Sakit Swasta Tipe C di Kota Batam yaitu Rumah Sakit Harapan Bunda dan Rumah Sakit Camatha Sahidya pada bulan Mei 2018 kepada 20 perawat rawat inap didapatkan bahwa 60% perawat menyatakan keinginan untuk pindah kerja. Hal ini disebabkan oleh faktor kompensasi yang kurang sesuai (60%), kepuasan kerja (65%), stress kerja (50%), lama kerja (35%) dan usia perawat (45%). Berasarkan data dari Bagian Sumber Daya Manusia RS Hara- pan Bunda, jumlah perawat yang bekerja pada tahun 2017 sebanyak 157 perawat dan terdapat 32 perawat yang keluar atau apabila dipersentasekan berjumlah 21% ter- jadinya turnover perawat dari jumlah total perawat. Turnover perawat di rumah sakit memang bukan hal yang mudah. Diperlukan perhatian yang lebih karena turnover dapat merugikan organisasi, baik dari segi biaya, sumber daya, maupun efektifitas keperawatan itu sendiri. Dari segi biaya, rumah sakit harus mengeluarkan biaya untuk merekrut perawat-perawat baru, dan melakukan train- ing  untuk  perawat-perawat  baru.  Dari  segi  sumber  daya,  rumah  sakit  kehilangan perawat yang sudah lebih lama bekerja di rumah sakit, itu berarti rumah sakit ke- hilangan sumber daya yang kompeten, dan tidaklah mudah untuk mencari perawat baru yang dapat menggantikan perawat kompeten yang mengundurkan diri tersebut. Turno- ver juga merugikan efektifitas dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di rumah sakit. Perawat-perawat baru tentunya membutuhkan waktu untuk beradaptasi, dan mem- bangun kerjasama tim yang baik dalam bekerja. Hal tersebut tentunya akan mengu- rangi efektifitas keperawatan itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian yang telah dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 84  perawat di Rumah Sakit Tipe C di Kota Batam  pada tanggal  12 September – 15 Oktober 2018 dapat disimpulkan bahwa Mayoritas perawat adalah berjenis kelamin perempuan (77.4%), belum menikah (67.9%), berpendidikan Diploma III  Keperawatan (85.7%),  Masa Kerja Baru (60,7%), berusia 20 – 29 tahun (79.8%),   kompensasi tidak sesuai (58.3%), tidak puas dalam bekerja (53.6%) dan tidak mengalami stress kerja (54.8%). Ada  hubungan antara kompensasi dengan keiginan pindah kerja perawat  (nilai p = 0.006 < 0.05).    
IDENTIFIKASI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) DI SAYURAN SELADA YANG TERDAPAT PADA MAKANAN BURGER DI KOTA MEDAN girsang, ermi; Silalahi, Marlinang I.; Khoironissa, Analita
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.894 KB)

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) masih merupakan endemik di banyak daerah di dunia, terutama di negara yang sedang berkembang dengan sanitasi lingkungan dan kebersihan diri yang sangat kurang. Berdasarkan data dari World Health Organization, lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% dari populasi dunia terinfeksi STH. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan eksperimental untuk mengetahui identifikasi hasil analisa jenis dan prevalensi telur Soil Transmitted Helminths (STH) di selada yang terdapat pada makanan burger. Dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia Medan. Waktu penelitian pada bulan November tahun 2017. Objek penelitian adalah selada yang terdapat pada makanan burger yang diperoleh dari 11 pedagang burger di Kecamatan Medan Petisah Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 sampel sayur selada yang diperiksa, ditemukan 4 sampel (36,36%) positif mengandung telur Soil Transmitted Helminths (STH). Kontaminasi telur STH pada sayur selada dipengaruhi oleh proses pencucian dan penyimpanan selada. Selada tidak dicuci satu per satu terutama di air mengalir, tetapi hanya direndam saja. Penyimpanan juga ada yang disimpan di dalam lemari pendingin dan ada yang hanya diletakkan di luar lemari pendingin. Jika disimpan di lemari pendingin selada tidak tersimpan dalam wadah yang baik, memungkinkan terjadinya kontaminasi silang dengan bahan pangan lain yang disimpan di lemari pendingin. Untuk itu kepada penjual burger dan masyarakat agar dalam melakukan pencucian sebaiknya dilakukan dengan cara melepaskan satu per satu daun selada dari batangnya dan mencucinya dibawah air yang mengalir agar telur cacing dan kotoran lainnya yang melekat pada sayur selada dapat terbuang bersama aliran air tersebut. Bagi konsumen burger, agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi burger yang menggunakan selada karena selada yang tidak dicuci dengan bersih memungkinkan masih terdapatnya telur cacing di sayur selada sehingga dapat menyebabkan kecacingan.
HUBUNGAN KEHANDALAN TERHADAP PELAYANAN DOKTER SPESIALIS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH EMBUNG Vonikartika, Arie -; Girsang, Ermi; Nasution, Ali Napiah; Nasution, Sri Lestari Ramadhani
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.288 KB)

Abstract

Hakikat dasar dari Rumah Sakit yaitu pemenuhan kebutuhan dan tuntutan pasien yang mengharapkan penyelesaian masalah kesehatannya pada rumah sakit. Pasien mengharapkan pelayanan yang siap, cepat, tanggap dan nyaman dengan keluhan penyakit pasien dalam memenuhi kebutuhan pasien tersebut, pelayanan prima menjadi hal utama dalam pelayanan di Rumah Sakit. Untuk dapat menerapkan etika kedokteran dalam praktek sehari-hari kita perlu meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan menimbulkan rasa empati. Komunikasi yang menimbulkan rasa empati merupakan tiang penyangga yang penting untuk meningkatkan etika kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kehandalan terhadap pelayanan dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota Batam tahun 2018. populasi penelitian adalah seluruh pasien Rawat jalan di Poliklinik Spesialis Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Kota  Batam tahun 2018, dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden, yang diambil secara stratified sampling. Berdasarkan uji statistik tabel di atas dapat dilihat bahwa pada 37 pasien yang merasa kurang puas di antaranya 11 pasien mendapat pelayanan kurang baik dan 26 pasien mendapat pelayanan baik. Pada 32 pasien yang merasa puas di antaranya 10 pasien mendapatkan pelayanan kurang baik dan 22 pasien mendapatkan pelayanan baik. Pada 26 pasien di antaranya 10 pasien mendapat pelayanan kurang baik dan 16 pasien mendapatkan pelayanan baik. Penilaian yang dilakukan oleh pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh dokter spesialis mayoritas sudah baik, untuk itu diharapkan dokter tetap mempertahankan pelayanan yang diberikan serta terus ditingkatkan ke arah yang lebih baik. Kata Kunci : Kehandalan, Pelayanan Dokter Spesialis.
Hubungan Sanitasi dan Personal Higiene dengan Kandungan E-Coli pada Penjual Es Doger di Kecamatan Medan Amplas Apriany, Dwi; Siregar, Santy Deasy; Girsang, Ermi
Jurnal Kesehatan Global Vol 2, No 2 (2019): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v2i2.4264

Abstract

 Derajat kesehatan dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor yaitu faktor sanitasi dan personal higiene. Dari kedua faktor tersebut, dinegara berkembang, faktor sanitasi dan personal higiene mempunyai peran yang sangat besar terhadap peningkatan derajat kesehatan. Budaya jajan minuman es doger menjadi bagian dari keseharian semua kelompok usia,kelas sosial, dan termasuk anak sekolah. Disambing praktis dan menyegarkan minuman es doger juga mudah didapat salah satunya di Kecamatan Medan Amplas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi penjual dengan kandungan bakteri Eschericha coli dan personal hygiene penjual dengan kandungan bakteri Eschericha pada es doger di Kecamatan Medan Amplas tahun 2018. Penelitian ini adalah  penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian pendekatan cross sectional. Polulasi dalam penelitian ini adalah semua sampel  pedagang es doger di Kecamatan Medan Amplas yang berjumlah 10 pedagang. Data diperoleh dari hasil kuesioner dan pemeriksaan keberadaan Eschericha coli pada es doger yang dijual di Kecamatan Medan Amplas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square p: 0,05). Hasil temuan penelitian terdapat keberadaan Eschericha coli pada es doger sebanyak 8 sampel (80,0%) dan tidak ditemukan keberadaan Eschericha coli pada es doger 2 sampel(20,0%). Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan sanitasi makanan (p :0,002) dan personal hygiene (p :0,002) dengan keberadaan Eschericha coli pada es doger di Kecamatan Medan Amplas tahun 2018. Saran yang diberikan untuk pedagang es doger untuk memperhatikan dan melakukan hidup bersih dan sehat dalam menangani es doger seperti menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan sebelum memasak, menggunakan celemek dan memakai penutup mulut supaya saat menangani tidak terkontaminasi oleh bakteri Eschericha coli.
Faktor yang Memengaruhi Pemanfaatan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala Kecamatan Medan Tembung Kota Medan Nisa, Widiya; Ginting, Rapael; Girsang, Ermi
Jurnal Kesehatan Global Vol 2, No 2 (2019): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v2i2.4252

Abstract

Insiden kanker serviks di dunia menurut WHO tahun 2015 diperkirakan sekitar 445.000 kasus baru pada tahun 2012 dengan jumlah kematian sekitar 270.000 orang. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanganan kanker serviks adalah melakukan program deteksi dini melalui metode inspeksi visual asam asetat (IVA). Menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2015, program IVA telah berjalan pada 1.986 Puskesmas di 304 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Medan Tahun 2015, Wilayah kerja Puskesmas Mandala merupakan salah satu dari lima wilayah kerja Puskesmas terendah untuk cakupan wanita usia subur yang melakukan deteksi dini kanker serviks sebanyak 69 orang dari 10.579 WUS atau hanya sekitar 0,65%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Mandala Kecamatan Medan Tembung Kota Medan tahun 2018. Jenis Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Mandala berjumlah 22.259 orang dengan jumlah sampel 50 responden dengan cara pengambilan sampel penelitian yaitu menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis univariat dengan teknik distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan rumus Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang memiliki pengaruh yaitu variabel dukungan suami/keluarga dengan nilai ρ=0,044, informasi dengan nilai ρ=0,000, dan dukungan petugas kesehatan dengan nilai ρ=0,000), sedangkan variabel yang tidak memiliki pengaruh yaitu variabel sikap dengan nilai ρ=0,086 yang artinya variabel dengan nilai p-value <0.05 memiliki hubungan dengan pemanfaatan IVA di Puskesmas Mandala. Peran  petugas  kesehatan  lebih  aktif melakukan  penyuluhan atau memberikan KIE kepada Wanita Usia Subur tentang deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Kepada petugas  IVA diharapkan untuk melakukan pendekatan secara personal kepada wanita pasangan usia subur agar mau melakukan pemeriksaan IVA.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kinerja Bidan di Ruang Kebidanan RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun 2018 Noviana, Amelia; Girsang, Ermi; Nst, Sri Wahyuni
SCIENTIA JOURNAL Vol 8 No 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menusia sukses adalah manusia yang mampu mengatur, mengendalikan diri yang mneyangkut pemgaturan cara hidup dan mengatur cara kerja. Matra erat hubungannya antara manusia sukses dengan pribadi disiplin, eratnya hubungan disiplin dengan produktivitas maka disiplin mempunyai peran sentral dalam membentuk pola kerja dan etos kerja produktif. Kinerja yang baik dapat dipengaruhi oleh kecakapan dan motivasi. Kecakapan tanpa motivasi atau motivasi tanpa kecakapan, keduanya tidak dapat menghasilkan keluaran yang tinggi. Untuk melihat efektivitas kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kinerja Bidan di Ruang Kebidanan RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh bidan ruang kebidanan RSUD Raden Mattaher Jambi sebanyak 37 responden. Data dianalisis dengan menggunakan Chi-Squere dan Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara motivasi (p – value = 0,023), kedisipilinan (p – value = 0,008), kondisi lingkungan (nilai&nbsp;&nbsp; p – value = 0,020 ), dan tingkat penghasilan (p – value = 0,015)terhadap produktivitas kinerja Bidan di Ruang Kebidanan RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun 2018. Dan setelah melakukan uji logistic berganda dari 3 model didapatkan bahwa faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap produktivitas kerja adalah tingkat penghasilan dengan nilai exponen B 4.548 dengan nilai p = 0,043.