Jodelin Muninggar, Jodelin
Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Awal Pengaruh Pemberian Asam Boron dan Penembakan Neutron terhadap cell fibroblast dan cell lineKanker Payudara Maslebu, Giner; Muninggar, Jodelin; S. Rondonuwu, Ferdy; Trihandaru, Suryasatriya; Widarto, Widarto; Sardjono, Yohannes
Jurnal Fisika FLUX Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang mendapatkan perhatian serius oleh peneliti dan praktisi di bidang kesehatan. Penyakit kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker.Dari berbagai jenis kanker, kasus yang paling banyak terjadi pada kaum perempuan adalah kanker payudara. Teknik pengobatan kanker terus dikembangkan sehingga mampu secara selektif membunuh target sel kanker (cell targeting) dan memberikan efek yang minimal bagi sel sehat di sekitar target. Salah satu teknik pengobatan yang menjanjikan adalah Boron Neutron Captured Teraphy (BNCT). Dalam penelitian ini, sel fibroblast dan sel kanker payudara T47D dipanen pada sumuran setelah diinkubasi selama 16 jam, kemudian diberikan perlakuan  asam boron dengan dosis asam boron berjenjang 100 µM, 200 µM, 400 µM.Penembakan neutron diberikan dengan flux sebesar 1010 neutron/cm2s mengggunakan sumber neutron pada fasilitas reaktor Kartini PSTA-Batan terhadap kultur selselama 30 menit. Pada sel fibroblast tingkat kematian sel berkisar antara 2,5-21,212 % setelah pemberian asam Boron dan meningkat menjadi 24,242-71,424 % setelah penembakan neutron. Pada sel kanker payudara T47D tingkat kematian sel berkisar antara 26,761-48,76 % setelah pemberian asam Boron dan meningkat menjadi 36,585-56,25 % setelah penembakan neutron. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pemberian asam Boron dan penembakan Neutron terhadap tingkat kematian sel.
ANALISIS KAPASITAS PARU DAN ALIRAN UDARA PERNAFASAN MANUSIA YANG MEMPUNYAI KEBIASAAN MEROKOK DAN TIDAK MEROKOK Maria, Gisella; Muninggar, Jodelin; Suci, Made rai
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas paru merupakan kemampuan paru-paru untuk menampung udara. Kemampuan menampung udara ini berbeda-beda untuk setiap individu. Penelitian ini dilakukan menggunakan spirometer Vernier order code SPR-BTA dan logger pro untuk mengukur kapasitas paru laki-laki perokok dan bukan perokok. Kapasitas paru-paru manusia secara normal sangat tergantung dengan kebiasaan hidup, usia, indeks massa tubuh,dan riwayat penyakit pada saluran pernafasan. Penelitian dilakukan pada 4 sampel yang berusia 19-22 tahun dengan 2 sampel mempunyai kebiasaan merokok dan 2 sampel lain tidak merokok. Hasil menunjukkan bahwa untuk 2 sampel bukan perokok pada sampel A dan C sebesar 3,77 L dan 3,02 L. Dari nilai kapasitas paru menunjukkan bahwa pola hidup sampel memiliki kebiasaan berolah raga yang membuat kapasitas paru lebih tinggi. Perokok aktif didapatkan hasil CC dan DD memiliki kapasitas vital paru sebesar 2,24 Ldan 2,69 L. Nilai diatas menunjukkan kapasitas volume yang lebih rendah. Analisis kemudian dilakukan dengan menghitung aliran fluida dari aliran udara pernafasan. Dan didapatkan bahwa grafik aliran udara aliran pernafasan akan bernilai semakin tinggi, jika kapasitas vital paru nya rendah, semakin tinggi nilai alirannya.Kata kunci :Kapasitas paru, aliran udara pernafasan
Menentukan Karakteristik Dinamika Fluida pada Laju Aliran Pernapasan Upper Respiratory Airway Para Perokok Aktif Rahayu, Agustin E. B.; Muninggar, Jodelin; Ayub, Made R. S. S. N.
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2016
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pernapasan adalah sistem organ yang memenuhi oksigen tubuh. Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi sistem pernapasan serta gangguan aliran udara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik gangguan aliran udara pada sistem pernapasan perokok aktif, dengan analisis bilangan Reynolds. Pengukuran dilakukan menggunakan alat Spirometer Vernier Ordo SPR-BTA, yang dihubungkan ke komputer melalui aplikasi Logger-Pro untuk mengukur volume paru-paru dan menghitung flow rate (aliran udara) paru. Dari 56 sampel orang perokok aktif berusia 22 tahun yang memiliki Indek Massa Tubuh (IMT) 18-25 kg/m2, yang memiliki aktifitas olahraga antara 0-2 kali per minggu, dan jumlah konsumsi rokok perhari antara 3-24 batang. Data flow rate yang terekam dianalisis menggunakan program Matlab R2013a untuk mendapatkan bilangan Reynolds. Uji korelasi Pearson antara bilangan Reynolds dengan  flow rate dan jumlah konsumsi rokok untuk menunjukkan hubungannya.  Hasil perhitungan analisis bilangan Reynolds didapatkan karakteristik aliran dikatakan laminer jika nilai bilangan Reynolds 0-2300 dan didapatkan sebanyak 7 orang (13%) dari sampel, karakteristik aliran dikatakan transisi dengan nilai bilangan Reynolds antara 2300-4000 dan didapatkan sebanyak 47 orang (84%) dari sampel dan karakteristik aliran dikatakan turbulen dengan bilangan Reynods lebih dari 4000 dan didapatkan sebanyak 2 orang (3 %) dari sampel. Hasil uji statistik antara bilangan Reynolds dengan flow rate didapat p=0,001 dan  r =1,00 dan uji korelasi bilangan Reynolds dengan jumlah konsumsi rokok didapat p= 0,001 , r=0,960 menunjukkan ada hubungan signifikan, dengan koefisien korelasi yang kuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok menyebabkan gangguan aliran udara, namun ada faktor lain yang juga mempengaruhi yaitu aktivitas, dan lama merokok. Kata kunci : flow rate, spirometer, aliran fluida
Estimasi Resiko Radiasi Janin pada Pemeriksaan Radiografi Pelvis Maslebu, Giner; Muninggar, Jodelin; Hapsara, Satriya Ary
Jurnal Fisika FLUX Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinar-X merupakan sumber radiasi pengion yang paling banyak digunakan untuk pemeriksaan diagnostik dalam aplikasi klinik. Radiasi pengion memang memberikan manfaat yang besar dalam pemeriksaan radiodiagnostik, namun paparan radiasi memiliki resiko yang berbahaya sehingga proteksi radiasi terhadap pasien atau pekerja di sekitar daerah smber radiasi perlu diperhatikan, terutama wanita hamil karena berdampak langsung kepada janin. Dalam penelitian digunakan pesawat radiologi planar dengan filter 2 mmAl, solid water phantom dengan ketebalan sebesar 20 cm yang merepresentasikan ketebalan Pelvis, dan Multimeter X-ray untuk pengukuran dosis x-ray pada Focus to Film Distance (FFD) berturut – turut adalah 100 cm, 110 cm, 120 cm, 130 cm, 140 cm dan 150 cm. Pada setiap FFD, digunakan tegangan mulai dari 70  kVp, 73  kVp, 77  kVp, 81  kVp, 85  kVp, 90  kVp hingga 96  kVp pada beban tabung 10 mAs. Penentuan estimasi dosis janin dilakukan dengan menggunakan program Fet.Dose V5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor resiko radiasi terhadap janin sebanding dengan tegangan tabung (kVp) dan berbanding terbalik dengan jarak obyek ke sumber radiasi. Untuk satu kali iradiasi dengan pesawat sinar-x dengan pengaturan yang memungkinkan nilai faktor resiko radiasi tertinggi untuk janin diperoleh pada FFD 100 cm dan tegangan tabung 96 kVp sedangkan nilai faktor resiko radiasi terendah diperoleh saat FFD 150 cm dan tegangan tabung 70 kVp.