Nugraheni Eko Wardhani, Nugraheni Eko
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN KOSAKATA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SAWIT BOYOLALI TAHUN AJARAN 2014/2015

BASASTRA Vol 3, No 2 (2015): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.252 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara: (1) penguasaan kosakata dan keterampilan menulis teks narasi, (2) motivasi belajar dan keterampilan menulis teks narasi, dan (3) penguasaan kosakata dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan keterampilan menulis teks narasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Sawit, Boyolali, bulan Januari hingga Juni 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai korelasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan positif antara penguasaan kosakata dan keterampilan menulis teks narasi (ry1 = 0,52 pada taraf nyata α = 0,05 dengan N = 63, r = 0,244, dan t1>tt); (2) ada hubungan positif antara motivasi belajar dan keterampilan menulis teks narasi (ry2 = 0,25 pada taraf nyata α = 0,05 dengan N = 63, r  = 0,244, dan t2>tt); dan (3) ada hubungan positif antara penguasaan kosakata dan motivasi berprestasi secara bersama-sama dengan keterampilan menulis teks narasi (Ry12 = 0,53 pada taraf nyata α = 0,05 dengan N = 63, R = 0,244, dan Fh>Ft). Dari hasil penelitian di atas dapat dinyatakan bahwa secara bersama-sama penguasaan kosakata dan motivasi belajar memberikan sumbangan yang berarti (sebesar 27,04%) pada keterampilan menulis teks narasi. Ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut dapat menjadi predikator yang baik bagi keterampilan menulis teks narasi.

PENERAPAN METODE PETA PIKIRAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

BASASTRA Vol 3, No 2 (2015): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.939 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis teks berita siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Kartasura melalui metode peta pikiran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas tiga siklus. Sumber data yang digunakan berupa peristiwa, informan, dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Uji validitas data yang digunakan adalah teknik triangulasi metode, triangulasi sumber data dan review informan. Simpulan penelitian ini adalah penerapan metode peta pikiran mampu meningkatkan metode dan keterampilan menulis teks berita. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan prosedur pembelajaran sebagai berikut: : (1) siswa diperlihatkan sebuah video berita terbaru; (2) siswa mencari unsur berita (5W + 1H) dan mencatat hal-hal yang penting berdasarkan video berita yang ditayangkan guru pada selembar kertas; (3) siswa mencari topik utama berita berdasarkan video; (4) siswa membuat pusat peta pikirandi tengah-tengah kertas berupa gambar pusat peta pikiran; (5) siswa membuat cabang utama yang memancar langsung dari pusat peta pikiran; (6) siswa menulis kata kunci diatas cabang, panjang cabang disesuaikan dengan panjang kata; (7) siswa menambahkan gambar yang sesuai dengan kata kunci pada lembar peta pikiran; dan (8) siswa mengembangkan teks berita berdasarkan peta pikiranyang dibuat siswa menjadi teks berita yang utuh.

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS VII MTs NEGERI SURAKARTA II

BASASTRA Vol 3, No 2 (2015): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.605 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan pembelajaran menulis teks cerita pendek yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia, (2) pelaksanaan pembelajaran menulis teks cerita pendek, (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis teks cerita pendek, (4) upaya-upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala-kendala yang ditemui dalam pembelajaran menulis teks cerita pendek sesuai dengan kurikulum 2013 di kelas VII MTs Negeri Surakarta II. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Simpulan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, perencanaan pelaksanaan pembelajaran menulis teks cerita pendek sesuai kurikulum 2013. Kedua, pelaksanaan pembelajaran menulis teks cerita pendek sesuai kurikulum 2013. Ketiga, kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis teks cerita pendek: (1) perencanaan, (2) bahan ajar, (3) metode pembelajaran, (4) evaluasi pembelajaran, (5) keterbatasan waktu. Kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran menulis teks cerita pendek: (1) minat siswa, (2) motivasi siswa, (3) kemampuan menuangkan ide. Keempat, upaya yang dilakukan guru: (1) berpedoman pada Permendikbud nomor 103 tahun 2014 dalam menyusun RPP, (2) membuat modul belajar untuk siswa, (3) menerapkan metode diskusi kelompok dan scientific, (4) memberikan pendampingan dan bimbingan guru-guru senior dalam menginput nilai, (5) memanfaatkan waktu yang tersedia dengan maksimal. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala siswa: (1) guru harus kreatif memilih bahan ajar yang menarik, (2) guru memajang hasil tulisan siswa di majalah sekolah, (3) melatih siswa untuk sering menulis.

LANGUAGE VARIATION BACKGROUND IN SOCIAL CONTEXT OF COMMUNITY UTTERANCES IN CENTRAL JAVA-WEST JAVA, MAJENANG

Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.246 KB)

Abstract

Variations may occur in the speech community that has two or more languages. Variations of these languages is the diversity of language and reflect the cultural diversity in the area Majenang. Of course, the diversity of language variation contained in Majenang background underlying the occurrence of a Varied language. Variations in language that will be displayed in this study is the language variation that occurs in the realm of social market, a market in which there Majenang. The purpose of this study is to describe the background of the realm of language variation terjadiya social Majenang said. This study is a qualitative approach to social and use the case study method. Collecting data in this study is observation, interview, tapping techniques, and study the documents. The validity of the data used in this study using triangulation 3, the triangulation of sources, methods, and theory.Keywords: Background, Language Variation, Social Sphere, Majenang LATAR BELAKANG VARIASI BAHASA RANAH SOSIAL MASYARAKAT TUTUR PERBATASAN JAWA TENGAH-JAWA BARAT DI MAJENANGAbstrakVariasi bahasa dapat terjadi pada masyarakat tutur yang memiliki dua bahasa atau lebih. Variasi bahasa tersebut merupakan keberagaman bahasa dan mencerminkan keberagaman budaya di daerah Majenang. Tentunya keberagaman variasi bahasa yang terdapat di Majenang mempunyai latar belakang yang melandasi terjadinya suatu variaasi bahasa. Variasi bahasa yang akan dipaparkaan dalam penelitian ini merupakan variasi bahasa yang terjadi dalam ranah sosial yakni pasar, pasar yang terdapat di Majenang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan latar belakang dari terjadiya variasi bahasa ranah sosial masyarakat tutur Majenang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik dan mengggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, teknik sadap, dan studi dokumen. Validitas data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 3 triangulasi, yakni triangulasi sumber, metode, dan teori.Kata Kunci : Latar Belakang, Variasi Bahasa, Ranah Sosial, Majenang

KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMP

BASASTRA Vol 4, No 2 (2016): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.9 KB)

Abstract

Abstract : The purposes of this study are to describe: (1) the intrinsic elements of novel Ibuk by Iwan Setyawan; (2) the psychological aspects of the characters; (3) the values of character education in the novel Ibuk; and (4) the relevance of novel Ibuk as materials in the Indonesian language and literature study in junior high school. This research was conducted with qualitative methods and contents analysis approach. Conclusions of this thesis are (1) the intrinsic structure of novel Ibuk includes theme, plot, characters, setting, point of view, dialogue, story-telling style and speeches; (2) as the human characters in the novel Ibuk have the common of goods for survival; (3) the story in the novel Ibuk contains values character education; and (4) novel Ibuk is relevant novel was made in Indonesian Language learning materials.  Keywords: novel, intrinsic, psychology aspects, relevance to the study Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Ibuk karya Iwan Setyawan; (2) aspek psikologis tokoh; (3) nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Ibuk; dan (4) kesesuaian novel Ibuk sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan analisis isi. Simpulan yang dihasilkan, yakni: (1) struktur intrinsik novel Ibuk meliputi tema, alur, penokohan, latar, sudut pandang, dialog, gaya bercerita dan amanat; (2) sebagai manusia tokoh dalam novel Ibuk memiliki kebutuhan untuk dapat bertahan hidup; (3) kisah dalam novel Ibuk mengandung nilai-nilai pendidikan karakter; dan (4) novel Ibuk merupakan novel yang relevan dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.. Kata kunci: novel, unsur intrinsik, aspek psikologi, relevansi dengan pembelajaran

KUMPULAN CERPEN MILANA, PEREMPUAN YANG MENUNGGU SENJA KARYABERNARD BATUBARA : KAJIAN STILISTIKA SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

BASASTRA Vol 5, No 2 (2017): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.761 KB)

Abstract

Abstract:This study is aims to describe stylistically study about the use of diction, figure of speech, and imagery, and its relevance as teaching material contained in a collection of Milana short stories; Women Who are Waiting for Twilightby Bernard Batubara. This research is in the form of descriptive qualitative by describing or illustrating the problems that occur, and analyze the data in the form of words or sentences. Based on the results of the study, the most common diction found was collocation. The most common figure of speech found was mesodilopsis. In addition, the most commonly seen imagery is visual imagery. A collection of Milana short stories; Women Who are Waiting for Twilight by Bernard Batubara can also be used as teaching material in XI grade class of Indonesian language in senior high school at the second semester, this is due to the short story collection in the form that use much stilistical study of diction, figure of speech, and imagery that can be used by students to learn and understand the literature. In addition, a collection of short stories of Milana; Women Who are Waiting for Twilight also match the age and stages of child development, as well as using language that is easily understood by students.  Keywords: short stories, stilistical, teaching material Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian stilistika yaitu penggunaan diksi, majas, dan citraan, serta relevansinya sebagai materi ajaryang terkandung dalam kumpulan cerpen Milana; Perempuan yang Menunggu Senja karya Bernard Batubara. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan atau menggambarkan permasalahan yang terjadi, dan menganlisis data yang berupa kata-kata atau kalimat.Berdasarkan hasil penelitian, diksi yang paling sering muncul adalah kolokasi.Majas yang paling sering muncul adalah majas mesodiplosis.Selain itu, citraan yang paling sering muncul adalah citraan penglihatan. Kumpulan cerpen Milana; Perempuan yang Menunggu Senja karya Bernard Batubarajuga dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XI semester genap,hal ini dikarenakan kumpulan cerpen tersebut banyak menggunakan kajian stilistika berupa diksi, majas, dan citraan yang dapat digunakan siswa dalam mempelajari dan memahami karya sastra. Selain itu, kumpulan cerpen Milana; Perempuan yang Menunggu Senja juga sesuai dengan usia dan tingkatan perkembangan anak, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Kata kunci: kumpulan cerpen, stilistika, materi ajar

KAJIAN STILISTIKA NOVEL ASSALAMUALAIKUM BEIJING KARYA ASMA NADIA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA DI KELAS XII SMA

BASASTRA Vol 4, No 1 (2016): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.418 KB)

Abstract

Abstract: The aims of this research are to describe the characteristic diction, sentence style, discourse style, figurative language, imagery  of Assalamualaikum Beijing by Asma Nadia, and the relevance of the results of studies as Bahasa Indonesia teaching material in the 12th grade of the Senior High School. This study is a qualitative descriptive with content analysis method. The results showed that Assalamualaikum Beijing dominated by loan word, hyperbole, personification, and visual imagery. The style of discourse consists of code mixing and code switching that involved Bahasa Indonesia, English, and Arabic is used by Asma Nadia to impress the communicative effect among the characters dialogue so that the story in the novel looks more natural and alive. The Assalamualaikum Beijing by Asma Nadia generally can be used as teaching material in Bahasa Indonesia subject in the 12th grade of senior high school, but the teachers have to consider about the students background and by guidance of the teacher to avoid misinterpretation of the story content. Keywords: novel, stylistic, figurative language Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik diksi, gaya kalimat, gaya wacana, bahasa figuratif, citraan dalam novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia, dan relevansi hasil kajian stilistika pada novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia sebagai materi ajar Bahasa Indonesia di kelas XII SMA. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia didominasi oleh kata asing, gaya kalimat hiperbola, majas personifikasi, dan citraan penglihatan. Gaya wacana berupa campur kode dan alih kode yang melibatkan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab dimanfaatkan Asma Nadia untuk menimbulkan kesan komunikatif pada dialog antartokoh sehingga cerita dalam novel terlihat lebih natural dan hidup. Novel Assalamualaikum Beijing ini secara umum dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran novel di kelas dengan mempertimbangakn latar belakang peserta didik dan dengan bimbingan dari guru untuk menghindari salah tafsir kandungan dalam cerita tersebut. Kata kunci: novel, stilistika, gaya bahasa

Values of character education in the Opera Kecoa Drama script by N. Riantiarno

HORTATORI Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): HORTATORI: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Pusat Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the values of character education contained in a drama script. This research uses descriptive qualitative method with the subject of research is drama Opera Kecoa by N. Riantiarno. Data sources are obtained from places and events, informants, drama script, and documents. Data collection using document analysis techniques. As one form of literary work, Opera Kecoa drama script contains character education values. The values of character education in this drama script are shown through characterizations and the flow of events in each round. Based on the results of the analysis found ten character education values contained in the Oera Kecoa drama script, these values include: religious, social care, tolerance, hard work, discipline, democracy, patriotic, love peace, friendly, independent, creative, and responsibility . By reason of the values of these characters, the Opera Kecoa drama script, can be used as a medium of learning in the college literature.

KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA NOVEL 9 SUMMERS 10 AUTUMNS KARYA IWAN SETYAWAN

BASASTRA Vol 6, No 1 (2018): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.112 KB)

Abstract

Abstracts: The research aims to describe (1) structure of novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan; (2) characteristic of main character personality on novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan; (3) the value of character education on novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan; and (4) the relevance of novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan as literature learning materials in SMA. This research is a qualitative studying using descriptive qualitative and document analysis. The data sources are document and informant. The technique sampling of this research using purposive sampling. Data validity test uses irangulation theory. Data analysis text use interactive method. The result shows (1) structure of novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan have a correlation; (2) Iwan as main character fill of mature personality criterias by Gordon Allport; (3) novel 9 Summers 10 Autumns have fiveteen types representation the value of character education; and (4) novel 9 Summers 10 Autumns fill criteria as a good literature learnings material. Keywords: the main character personality, the value of character education, literature learnings material Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur pembangun novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan; (2) sifat-sifat kepribadian tokoh utama yang muncul dalam novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan; (3) nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan; dan (4) relevansi novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan sebagai materi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis dokumen. Sumber data penelitian ini adalah dokumen dan informan. Teknik pengambilan subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Validitas data dilakukan menggunakan triangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) struktur pembangun novel 9 Summers 10 Autumns saling berkaitan; (2) Iwan sebagai tokoh utama memenuhi tujuh kriteria kepribadian yang sehat menurut Gordon Allport; (3) novel 9 Summers 10 Autumns terdiri atas lima belas jenis representasi pendidikan karakter; dan (4) novel 9 Summers 10 Autumns memenuhi kriteria sebagai materi pembelajaran sastra yang baik. Kata kunci: kepribadian tokoh utama, nilai pendidikan karakter, materi pembelajaran sastra

CITRA EMANSIPASI PEREMPUAN DALAM KISAH MAHABARATA: PELURUSAN MAKNA PERAN DAN KEBEBASAN BAGI PEREMPUAN MODERN

Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.174 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menemukan simbolisme dan wujud nilai emansipasi yang terdapat pada tokoh-tokoh perempuan dalam kisah pewayangan, khususnya Mahabarata. Sebagai bentuk kontruksi sosial, emansipasi memunculkan pemahaman baru pada kaum perempuan terkait dengan peran dan posisinya dalam ranah domestik maupun publik. Munculnya anggapan perempuan harus mampu tampil di depan publik mulai disetujui semua kalangan, namun di sisi lain mulai tidak diimbangi dengan pemenuhan tugas dalam ranah domestiknya. Hal tersebut dilatarbelakangi banyaknya pemahaman dan praktik yang keliru terkait makna peran dan kebebasan di kalangan perempuan, di mana semuanya terjadi dalam rangka mengusung persamaan hak, sebagai prinsip dasar dari adanya emansipasi. Fenomena ini berimplikasi pada munculnya kesenjangan antara ambisi untuk dapat totalitas berperan di ruang publik dan pemenuhan kewajiban personalnya di ranah domestik. Kajian berikut bertujuan untuk dapat menemukan nilai-nilai ideal yang berkaitan dengan peranan kaum perempuan, khususnya yang terkandung di dalam sastra Jawa klasik. Hasil dari kajian merupakan perbandingan antara makna emansipasi perempuan yang saat ini dianut di masyarakat, dengan konsep peranan perempuan yang terjabarkan dalam kisah Mahabarata. This paper aims to find the symbolism and emancipation value form found in female characters in puppet stories, especially Mahabharata. As a form of social construction, emancipation creates a new understanding for women in relation to their roles and positions in the domestic and public sphere. The emergence of women's assumption must be able to appear in public began to be approved by all circles, but on the other hand began not matched by the fulfillment of duties in the domestic realm. This is due to the many misunderstandings and misconceptions related to the meaning of roles and freedom among women, where everything happens in order to promote equality, as a basic principle of emancipation. This phenomenon has implications for the emergence of the gap between ambition to be able to play a role in the public sphere and fulfillment of personal obligations in the domestic sphere. The following study aims to find the ideal values related to the role of women, especially those contained in classical Javanese literature. The result of the study is a comparison between the meanings of women's emancipation that is currently embraced in society, with the concept of the role of women in the Mahabharata story.