Sulistiorini Indriaty, Sulistiorini
Academy of Pharmacy Muhammadiyah Cirebon

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Bahaya Kosmetika Pemutih yang Mengandung Merkuri dan Hidroquinon serta Pelatihan Pengecekan Registrasi Kosmetika di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon Indriaty, Sulistiorini; Hidayati, Nur Rahmi; Bachtiar, Arsyad
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.976 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.8-11

Abstract

Skin whitening products are one of the cosmetic products that contain active ingredients that can suppress or inhibit the formation of melanin or eliminate melanin that has been formed so as to give a whiter skin tone. Limitations of knowledge about various whitening cosmetic products make people do not know the negative effects that arise if not careful. Mercury and hydroquinone are some active substances that are often misused by illegal cosmetics manufacturers. But in fact the abuse of mercury and hydroquinone is still common in whitening products. This activity was carried out with the aim of providing knowledge and skills to the community, especially waiting room patients in the outpatient clinic at Gunung Jati Cirebon Hospital in terms of checking the registration number for cosmetics. This activity was carried out with counseling methods and question and answer about the material hazards of using whitening cosmetics containing mercury and Hydroquinone is followed by training in checking the registration number for cosmetics using an Android cellphone. From this activity it can be concluded that patients are more aware of the dangers of mercury and hydroquinone and can directly check cosmetic products that are commonly used everyday.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK AIR AKAR MANIS (Glycyrrhiza glabra L.) SEBAGAI PENYUBUR RAMBUT PADA KELINCI JANTAN Indriaty, Sulistiorini; Sulastri, Lela
Medical Sains Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Medical Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.249 KB) | DOI: 10.1234/ms.v1i1.11

Abstract

ABSTRAK Akar manis (Glycyrrhiza glabra L.) mengandung glisirisin dan flavonoid sebagai penyubur rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak air akar manis dapat menyuburkan rambut pada kelinci jantan dengan membuat enam area: area I kontrol normal, area II kontrol negatif, area III kontrol positif, area IV dioleskan ekstrak air akar manis konsentrasi 2,5%, area V dioleskan ekstrak air akar manis konsentrasi 5%, dan area VI dioleskan ekstrak air akar manis konsentrasi 7,5%. Pengolesan dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore 1 ml pada tiap daerah pengolesan. Pengamatan dilakukan selama 35 hari dengan mengambil enam helai rambut kelinci pada tiap area setiap tujuh hari sekali yaitu hari ke-7, 14, 21, 28 dan ke-35. Rambut diambil dengan cara dicukur dan diukur dengan menggunakan jangka sorong. Pada hari ke-35, rambut pada tiap area dipotong dan ditimbang beratnya. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan metode ANOVA Penelitian dilakukan dengan mengukur laju pertumbuhan rambut dan bobot rambut selama 35 hari. Dari penelitian ini disimpulkan konsentrasi ekstrak air akar manis 2,5% memiliki efek sebagai penyubur rambut dengan laju pertumbuhan rambut terbaik yaitu 2,19 cm dalam 35 hari, dan konsentrasi 5% memiliki bobot rambut terbesar yaitu 0,12 gram dalam 35 hari.
FORMULASI DAN UJI IRITASI DARI KRIM YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urban) Sulastri, Lela; Indriaty, Sulistiorini; Pandanwangi, Siti
Medical Sains Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Medical Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.653 KB) | DOI: 10.1234/ms.v1i2.17

Abstract

ABSTRAK Herba pegagan (Centella asiatica (L) Urban) mengandung triterpenoid yang bersifat sebagai antibakteri. Pada penelitian ini herba pegagan konsentrasi 10% dibuat sediaan krim dengan basis tipe m/a. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mengetahui stabilitas dan indeks iritasi sediaan krim ekstrak etanol herba pegagan. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus dengan pengamatan organoleptis, homogenitas, uji daya sebar, viskositas, pH dan tipe krim. Uji iritasi menggunakan metode draize dengan teknik patch test yang dilakukan pada 4 ekor kelinci , pengamatan eritema dan edema pada jam ke 24 dan 72. Sampel yang digunakan adalah Sodium Lauril Sulfas, basis formula krim, dan formula krim. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim tipe m/a dengan stabilitas krim formula 1 dan 2 memiliki bau khas ekstrak, homogen, pH berkisar 5 – 7 , tipe krim M/A, dan daya sebar untuk formula 1 yaitu 4,44 – 6,1 cm dan formula 2 yaitu 4,41 – 6,1 cm dengan nilai viskositas berkisar formula 1 55.333 cps-76.000 cps dan formula 2 64.000 – 50.333cps. Untuk hasil uji iritasi krim tersebut berpotensi menyebabkan iritasi dengan nilai indeks iritasi pada formula 1 sebesar 0,249 dan formula 2 sebesar 0,438.
FORMULASI DAN UJI DAYA HAMBAT KRIM EKSTRAK ETANOL TEH HIJAU TERHADAP Propionibacterium acnes Rizikiyan, Yayan; Sulastri, Lela; Indriaty, Sulistiorini
Medical Sains Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Medical Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.389 KB) | DOI: 10.1234/ms.v2i2.44

Abstract

Teh hijau merupakan tanaman yang kaya akan senyawa katekin, yang merupakan kandungan utama pada polifenol yang dimiliki teh yang berperan sebagai antioksidan. Pada penelitian ini ekstrak etanol teh hijau dengan konsentrasi 7% diformulasikan dalam dua formula. Formula I menggunakan elmugator Trietanolamin 2% dan formula II menggunakan emulgator trietanolamin 1%. Sedian krim diuji stabilitasnya dengan menggunakan metode cycling test , sebanyak 6 siklus. Evaluasi yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan uji tipe krim. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0 dan setiap setelah 1 siklus. Uji daya hambat dilakukan dengan dengan metode difusi cakram yaitu penentuan dengan cakram kertas yang dicelupkan ke dalam sediaan krim kemudian ditempatkan di atas permukaan media yang telah ditumbuhi bakteri kemudian diamkan selama 2 jam. Cawan petri diinkubasi pada suhu 37ᵒC selama 24 jam kemudian zona hambat yang terbentuk diukur. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula I dan formula II memiliki kestabilan yang baik dalam parameter uji homogenitas dan tipe krim sedangkan dalam parameter organoleptik, pH, dan daya sebar tidak stabil. krim ekstrak etanol teh hijau dengan konsentrasi 7% mempunyai daya hambat yang ditunjukkan dengan rata-rata diameter hambat 1,35 cm terhadap Propionibacterium acnes . Secara statistik diameter hambat krim ekstrak teh hijau tidak berbeda signifikan dengan klindamisin gel 1% yaitu 1,76 cm.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS GEL ANTIAGING DARI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) DAN LENDIR BEKICOT (ACHATINA FULICA) DENGAN VARIASI GELLING AGENT CARBOMER 940 1%, 1,25%, 1,5%DAN 1,75% Indriaty, Sulistiorini
Journal of Pharmacopolium Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : P3M STIKes Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.383 KB)

Abstract

Ekstrak etanol kulit buah naga merah dalam konsentrasi 1% memiliki aktivitas sebagai antioksidan karena kaya akan senyawa polifenol dan vitamin E. Lendir bekicot dalam konsentrasi 3% memiliki aktivitas sebagai pelembab kulit dan pengencang kulit karena memiliki senyawa allantoin dan Glycosaminoglycan. Sehingga penulis tertarik untuk membuat sediaan kosmetika dengan bahan aktif lender bekicot dan kulit buah naga. Produk kosmetika antioksidan untuk perawatan wajah salah satunya yaitu sediaan bentuk gel Tujuan penelitian ini untuk mengetahui stabilitas sediaan gel dari lendir bekicot konsentrasi 3% dan ekstrak etanol kulit buah naga merah konsentrasi 1% dengan gelling agent carbomer 940 konsentrasi 1%,1,25%,1,5% dan 1,75% menggunakan metode cycling test. Parameter uji yang diamati adalah organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, sifat alir dan sineresis. Hasil penelitian menunjukkan keempat formula stabil pada uji organoleptis dengan warna gel merah muda,bening,dan bentuk sediaan semisolida,homogen,dengan pH sesuai dengan pH kulit, daya sebar masuk kategori semistiff, dan sifat alir menunjukkan aliran plastis tiksotropik. Keempat formula menunjukkan stabil pada pengujian organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, sifat alir dan pengujian sineresis.
Bahaya Kosmetika Pemutih yang Mengandung Merkuri dan Hidroquinon serta Pelatihan Pengecekan Registrasi Kosmetika di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon Indriaty, Sulistiorini; Hidayati, Nur Rahmi; Bachtiar, Arsyad
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.8-11

Abstract

Skin whitening products are one of the cosmetic products that contain active ingredients that can suppress or inhibit the formation of melanin or eliminate melanin that has been formed so as to give a whiter skin tone. Limitations of knowledge about various whitening cosmetic products make people do not know the negative effects that arise if not careful. Mercury and hydroquinone are some active substances that are often misused by illegal cosmetics manufacturers. But in fact the abuse of mercury and hydroquinone is still common in whitening products. This activity was carried out with the aim of providing knowledge and skills to the community, especially waiting room patients in the outpatient clinic at Gunung Jati Cirebon Hospital in terms of checking the registration number for cosmetics. This activity was carried out with counseling methods and question and answer about the material hazards of using whitening cosmetics containing mercury and Hydroquinone is followed by training in checking the registration number for cosmetics using an Android cellphone. From this activity it can be concluded that patients are more aware of the dangers of mercury and hydroquinone and can directly check cosmetic products that are commonly used everyday.