Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Operasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Menggunakan Linear Programming Dengan Batasan Ketersediaan Air

Dinamika Rekayasa Vol 9, No 2 (2013): Dinamika Rekayasa - Agustus 2013
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.379 KB)

Abstract

One of hydro power plant operational problem is how to maximize available water resouces to gather optimal electric power generation. Water availability which is limited and can be stored in a reservoir will influence electrical energy generated by the plant. This paper present a new approach of short term optimization of hydro power plant operation. The objective function is to maximize energy which is produced by power plant on scheduling operation period, with consider water resource availability in reservoir as operational constraint. The optimization problem is formulated in Linear Programming Method, in which this method is a commonly used to solve optimization problem in hydro power plant. Based on simulation results on Ketenger Hydro Power Plant using water flow data on June 1st 2013 shows that this method can be used to solve hydro power plant operation optimization problem well. Electrical energy as main objective function is maximized and all prevailing constrain is satisfied. On this short term operation (24 hour) simulation, total energy can be produced is 96121,55 kWh, or 1427 kWh (1,51%) greater comparing with real generation condition with 96694 kWh.

Performa Metode Aliran Daya Fast Decoupled di Jaringan Distribusi

JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.911 KB)

Abstract

Makalah ini menyajikan suatu performa metode aliran daya fast decoupled di jaringan distribusi. Karakteristik jaringan distribusi diantaranya rasio saluran R/X tinggi, struktur radial, saluran terdiri dari 1, 2, dan 3 fasa, serta beban tidak seimbang. Permasalahan mengenai kompleksnya karakteristik jaringan tersebut menuntut para peneliti untuk mengembangkan metode aliran daya konvensional agar dapat diterapkan. Metode aliran daya fast decoupled dapat bekerja dengan baik di jaringan transmisi. Karakteristik jaringan distribusi dengan rasio saluran R/X yang tinggi mengurangi kemampuan konvergensinya dan bahkan terjadi divergensi. Oleh karena itu, makalah ini mengajukan pengembangan metode fast decoupled berupa rotasi sumbu yang dilakukan di setiap bus. Pengujian dilakukan pada standar jaringan distribusi IEEE 13 dan 34 bus. Performa pada jaringan distribusi 13 bus membutuhkan 3,5 iterasi dengan waktu komputasi 0,049 detik dan sudut rotasi optimal -43,4°, sedangkan performa pada jaringan distribusi 34 bus membutuhkan 4 iterasi dengan waktu komputasi 0,152 detik dan sudut rotasi optimal -61,4°. Ketika dibandingkan dengan metode Backward-Forward Sweep (BFS) yang merupakan metode favorit dalam melakukan perhitungan aliran daya di jaringan distribusi radial, menunjukkan bahwa keduanya memiliki performa yang sama baiknya. Oleh karena itu, metode rotasi sumbu fast decoupled layak diterapkan dengan variasi karakteristik jaringan distribusi. Selain itu, metode ini dapat diterima secara umum karena tidak hanya dapat diterapkan dengan baik di jaringan transmisi, tetapi di jaringan distribusi.

Optimalisasi Jangka Menengah PLTA Memperhatikan Ketersediaan Air Menggunakan Linear Programming

Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.636 KB)

Abstract

Abstact—Hydro power plant is kind of electric power generation which utilize energy from water fall to produce electricity. One of its operational problem is limited water supply and available water which can be stored in reservoir. This limitation will affect the electrical energy can be generated by the hydro power plant. This paper present a methodology of medium term optimization of hydro power plant operation to maximize its energy production with considering water availability in reservoir as operational constraint. Operation optimization problem is formulated in Linear Programming model and then solved using Tomlab optimization software. Simulations using water flow data of Ketenger Hydro Power Plant on June 2013 show that this method can be used to solve hydro power plant operation optimization problem well. Based on the simulation results with a period of 720 hours (1 month) the total electrical energy that can be generated is equal to 2990.8 MWh. This value is 69,6 MWh (or 2,3%) greater when compared to the real condition of electrical power generated in June with ammount of 2921,2 MWh.Intisari—Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan jenis pembangkit yang memanfaatkan tenaga jatuh air untuk menghasilkan energi listrik. Salah satu masalah operasi PLTA adalah pasokan air dan ketersediaan air yang terbatas dan dapat disimpan dalam reservoir atau kolam tando. Keterbatasan ini akan mempengaruhi energi listrik yang dapat dibangkitkan oleh PLTA. Penelitian ini menyajikan metodologi optimalisasi operasi jangka menengah PLTA untuk memaksimalkan energi yang dihasilkan PLTA dengan memperhatikan ketersediaan air di reservoir sebagai batasan operasinya. Permasalahan optimasi operasi PLTA ini diformulasikan ke dalam model Linear Programming dan diselesaikan dengan software optimasi Tomlab. Simulasi menggunakan data debit PLTA Ketenger Baturaden pada bulan Juni 2013 menunjukkan bahwa metode ini dapat memecahkan permasalahan optimalisasi operasi PLTA dengan baik. Berdasarkan hasil simulasi dengan periode 720 jam (1 bulan) energi listrik total yang dapat dihasilkan adalah sebesar 2990,8 MWh. Nilai ini lebih besar 69,6 MWh (2,3%) jika dibandingkan dengan kondisi real energi listrik di bulan Juni sebesar 2921,2 MWh.Kata Kunci— optimalisasi, jangka menengah, ketersediaan air, PLTA, Linear Programming.