Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pencahayaan Ruang Kerja: Studi Kasus Pada Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Batik Tulis di Yogyakarta Handayani, Dwi; Fathimahhayati, Lina D.; Suhendrianto, Suhendrianto; Pinangki, Selly; Dharma, I.G.B. Budi
Dinamika Rekayasa Vol 9, No 2 (2013): Dinamika Rekayasa - Agustus 2013
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.548 KB)

Abstract

A good workspace significantly affects on work productivity. Therefore, in designing a workspace, it is necessary to put much concern on lighting condition. A good condition on it can make workers comfortable during their activities and further increase productivity.This research shows data taken from real-lighting condition in small-medium handmade Batik industry,namely Batik Sogan which is located in Yogyakarta. The object of this research is a workspace with some working activities for example sewing, over edge sewing, and buttons attachment. With Dialux 4.8 software, the research is conducted to compare between direct measurement and lighting simulation result, as well as giving recommendation to improve lighting condition which fits in standards. The result shows that the lighting condition in Sewing-room in Batik Sogan is below standard, i.e., 91 – 125 lux. Therefore, sewing-room condition must be improved, so that the lighting condition may meet the standardized lighting for working conditions which is 500-1000 lux. Simple and cheap improvement to it are to replace the type of the lamp into Philips 4MX091 TL as many as 4 items and to change the colour of the rooms and the desks into white, so it can achieve the maximum lighting 693 lux, which has met the minimum standards for rather- soft working lighting.
Pemodelan Tarif Rumah Sakit Berdasarkan Intangible Factors Pinangki, Selly; Subagyo, Subagyo
Tekinfo | Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Study Programme of Industrial Engineering, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.311 KB)

Abstract

Tarif rumah sakit merupakan suatu elemen yang amat esensial bagi rumah sakit yang tidak dibiayai penuh oleh pemerintah atau pihak ketiga. Pada prinsipnya, tarif yang ditetapkan harus dapat menutup semua biaya baik biaya materiil dan non materiil, serta memberikan keuntungan yang wajar bagi rumah sakit. Dalam penentuan tarif, banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penentuan tarif rumah sakit adalah biaya-biaya serta nilai intangible rumah sakit. Ruangan rawat Inap yang digunakan untuk penelian adalah VIP dan VVIP. Pemodelan tarif rumah sakit ini menggunakan beberapa bentuk umum yang diurutkan sesuai dengan intangible yang ada. Metode pembangunan model yang digunakan adalah metode regresi linier berganda. Bentuk umum model yang paling sederhana melibatkan dua parameter, sedangkan yang paling kompleks melibatkan lima parameter. Penentuan parameter dilakukan dengan metode minimasi total kuadrat jarak. Kebaikan model ditentukan berdasarkan kriteria total kuadrat jarak (SSres), koefisien determinasi (Adjusted R2), dan jumlah paramater yang terlibat. Penelitian ini menghasilkan beberapa model, dari beberapa intangible rumah sakit yang digunakan, yaitu jumlah dokter spesialis yang ada, jumlah ruangan VIP/VVIP, tahun swadana, dan BOR, yang menghasilkan model terbaik Y = -5,598 + 1,300X1 + 1,123X2 – 1,528X3 – 3,017X4 + 0,004 X5, dengan adjusted R2sebanyak 0,81 dan SSres sebanyak 0,0228.