0.252
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sistem Kesehatan Dharmakarya
Articles
2
Documents
‚Äč
GAMBARAN MOTIVASI MENJADI DOKTER PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokter adalah profesi yang luhur dan dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pendidikan kedokteran merupakan pendidikan yang tidak mudah dan membutuhkan motivasi yang kuat untuk menyelesaikannya. Motivasi internal maupun eksternal telah diketahui dapat memengaruhi proses belajar maupun hasil belajar mahasiswa. Dengan mengetahui motivasi mahasiswa maka program studi dapat merancang kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi mahasiswa kedokteran memilih pendidikan dokter dan persepsinya terhadap profesi dokter. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Seluruh mahasiswa yang masuk tahun 2014, pada bulan pertamanya ditugaskan menuliskan motivasi memilih program pendidikan dokter. Esai tersebut lalu dianalisis untuk mendapatkan kesamaan tema. Seluruh mahasiswa sebanyak 281 orang (209 perempuan, 72 laki-laki) menyatakan bahwa motivasi menjadi dokter terutama adalah untuk menolong dan menjaga kesehatan masyarakat. Motivasi lain adalah ingin mempelajari tubuh manusia lebih mendalam. Yang lain menyatakan faktor agama dan dorongan keluarga. Hampir semua mahasiswa memandang profesi kedokteran adalah profesi yang selalu dibutuhkan. Beberapa mahasiswa memandang profesi dokter masih menjanjikan kesejahteraan secara finansial. Data ini menunjukkan bahwa mahasiswa tahun pertama masih memiliki motivasi yang luhur untuk menjadi dokter. Hal ini akan dapat membantu mereka dalam menempuh pendidikan. Penelitian lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan motivasi mereka setelah lulus dokter.Kata kunci: motivasi, mahasiswa, profesi dokter

PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER YANG SERING TERJADI PADA WANITA DI DESA SUKAMANAH DAN DESA CIHAURKUNING, KECAMATAN MALANGBONG KABUPATEN GARUT

Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya
Publisher : DRPM Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan bahwa wanita usia subur (WUS) rentan terhadapkematian akibat kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara. WHO menempatkan Indonesiasebagai negara dengan jumlah penderita kanker leher rahim terbanyak di dunia dan Kanker jenis iniadalah penyebab kematian nomor satu pada wanita di Indonesia. Setiap hari sekitar 20 wanita Indonesiameninggal karena kanker leher rahim. Saat ini, jumlah penderita kanker payudara di Indonesia terbanyakkedua setelah kanker leher rahim. Tingginya angka kematian dan angka kesakitan kanker leher rahim dankanker payudara di negara-negara berkembang termasuk Indonesia antara lain disebabkan terbatasnyaakses penapisan dini (screening) dan pengobatan. Hal lain yang menjadi penyebab adalah kurangnyapengetahuan masyarakat tentang gejala kanker dan gejala awal yang kadang juga sulit terdeteksi sehinggamayoritas penderita datang berobat dalam stadium lanjut. Oleh karena itu, kami memandang pentinguntuk melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan untuk membentuk kader kesehatan. evaluasi yangdilakukan Dari hasil kuisioner yang dikumpulkan tersebut, diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatanpengetahuan responden mengenai penyakit kanker payudara dan kanker leher rahim. Pengetahuan yangdimaksud meliputi jinak atau ganasnya, faktor resiko, gejala, cara pengobatan, kesembuhan penyakit,upaya deteksi dini, dan cara pencegahan kedua penyakit tersebut. Sebagai tindak lanjut kegiatan, kamimenyarankan agar penyuluhan mengenai kedua penyakit ini dan pelatihan SADARI dilakukan lagi ditingkat RT (Rukun Tetangga) agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui. Selain itu, juga kerjasama dengan pihak puskesmas untuk melakukan tes IVA secara berkala sebagai upaya deteksi dinikanker leher rahim. Dengan kedua upaya ini, diharapkan angka kesakitan dan angka kematian akibatpenyakit kanker payudara dan kanker leher rahim dapat diturunkan.Kata kunci: Kanker leher rahim, dan payudara dan tingginya angka kematian, penyuluhan dan pelatihanSADARI-kader kesehatan