Anis Khoirunisa, Anis
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Uji Aktivitas Sediaan Gel Shampo Minyak Atsiri Buah Lemon (Citrus limon Burm.)

Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.405 KB)

Abstract

Ketombe merupakan gangguan yang terjadi di kulit kepala di mana salah satu penyebabnya adalah jamur. Salah satu bahan alam yang diketahui dapat digunakan sebagai antiketombe adalah buah lemon. Kandungan yang terdapat di dalam minyak atsiri buah lemon seperti flavanoid, monoterpen, dan seskuiterpen diketahui memiliki aktivitas sebagai antijamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas minyak atsiri buah lemon dalam bentuk sediaan gel sampo terhadap jamur Malassezia sp. Penelitian ini diawali dengan penetapan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dari minyak astsiri buah lemon secara mikrobiologi untuk mendapatkan konsentrasi bahan aktif dalam formulasi sediaan sampo gel. Orientasi formula meliputi variasi konsentrasi karbomer dan Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC) sebagai basis gel. Evaluasi stabilitas sediaan gel meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas. Dilakukan uji aktivitas antiketombe dari formula terbaik terhadap jamur Malassezia sp. Hasil menunjukkan bahwa Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) minyak atsiri terhadap jamur Malassezia sp. adalah 0,5%. Formula yang menunjukkan hasil terbaik setelah evaluasi sediaan adalah formula yang mengandung basis HPMC sebanyak 6%. Sediaan sampo gel terbaik memiliki aktivitas sebagai antiketombe dengan memberika diameter hambat sebesar 29,4 mm terhadap jamur Malassezia sp. Kata kunci: Minyak atsiri, buah lemon, antiketombe, gel sampo, Malassezia sp.

Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Antibakteri Kompleks Fe (III) dengan Derivat Schiff Base

Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.175 KB)

Abstract

Reaksi antara amina primer dengan karbonil menghasilkan basa Schiff (Schiff base) yang secara teori memiliki sifat antibakteri. Sifat antibakteri ini dapat ditingkatkan dengan pembentukan kompleks Schiff base dengan logam tertentu. Telah dilakukan sintesis senyawa Schiff base dan kompleksnya dari 4,4-diamino difenil eter, ortohidroksi benzaldehid dan ion logam Fe (III). Senyawa Schiff base dan kompleks yang terbentuk dikarakterisasi gugus fungsinya dengan spektrometer FT-IR. Senyawa yang terbentuk kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi agar. Spektra senyawa Schiff base mempunyai puncak pada bilangan gelombang 1620,21 cm-1 dan spektra senyawa kompleks mempunyai puncak pada bilangan gelombang 1612,49 cm-1. Puncak pada senyawa Schiff base mengindikasikan adanya ikatan CH=N, pergeseran puncak pada kompleks Schiff base menunjukkan adanya ikatan antara nitrogen dengan ion logam. Hasil pengujian senyawa Schiff base dan kompleks terhadap bakteri S. aureus menunjukkan positif sebagai antibakteri S. aureus. Kata kunci: Antibakteri, ortohidroksi benzaldehid, Schiff base, senyawa kompleks, 4,4 diaminodifenil eter 

Peningkatan Permeasi Mikroemulsi Ketoprofen

Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.418 KB)

Abstract

Penggunaan obat yang sukar larut air tidak efisien apabila kadar penetrasi obat ke dalam tubuh sangat kecil. Mikroemulsi ialah satu sistem dispersi yang dapat meningkatkan kelarutan obat. Pada penelitian ini dilakukan formulasi mikroemulsi ketoprofen menggunakan zat peningkat penetrasi mentol (0%, 1%, 3%, 5%). Asam oleat digunakan sebagai fase minyak, tween 80 sebagai komponen surfaktan, dan propilen glikol sebagai kosurfaktan. Evaluasi sediaan mikroemulsi dilakukan dengan uji permeasi mikroemulsi ketoprofen secara in vitro menggunakan sel difusi Franz terhadap membran kulit ular dengan medium dapar fosfat pH 7,4 selama 90 menit. Formula F4 (mengandung mentol 5%) menunjukkan permeasi tertinggi setelah 90 menit (16,21 ppm) dibandingkan dengan F1 (tidak mengandung mentol). Keempat formula memiliki kestabilan yang baik selama pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa mentol meningkatkan permeasi ketoprofen. Kata kunci: Ketoprofen, mentol, mikroemulsi, uji permeasi

Peningkatan Permeasi Mikroemulsi Ketoprofen

Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.418 KB)

Abstract

Penggunaan obat yang sukar larut air tidak efisien apabila kadar penetrasi obat ke dalam tubuh sangat kecil. Mikroemulsi ialah satu sistem dispersi yang dapat meningkatkan kelarutan obat. Pada penelitian ini dilakukan formulasi mikroemulsi ketoprofen menggunakan zat peningkat penetrasi mentol (0%, 1%, 3%, 5%). Asam oleat digunakan sebagai fase minyak, tween 80 sebagai komponen surfaktan, dan propilen glikol sebagai kosurfaktan. Evaluasi sediaan mikroemulsi dilakukan dengan uji permeasi mikroemulsi ketoprofen secara in vitro menggunakan sel difusi Franz terhadap membran kulit ular dengan medium dapar fosfat pH 7,4 selama 90 menit. Formula F4 (mengandung mentol 5%) menunjukkan permeasi tertinggi setelah 90 menit (16,21 ppm) dibandingkan dengan F1 (tidak mengandung mentol). Keempat formula memiliki kestabilan yang baik selama pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa mentol meningkatkan permeasi ketoprofen. Kata kunci: Ketoprofen, mentol, mikroemulsi, uji permeasi

Uji Aktivitas Sediaan Gel Shampo Minyak Atsiri Buah Lemon (Citrus limon Burm.)

Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.405 KB)

Abstract

Ketombe merupakan gangguan yang terjadi di kulit kepala di mana salah satu penyebabnya adalah jamur. Salah satu bahan alam yang diketahui dapat digunakan sebagai antiketombe adalah buah lemon. Kandungan yang terdapat di dalam minyak atsiri buah lemon seperti flavanoid, monoterpen, dan seskuiterpen diketahui memiliki aktivitas sebagai antijamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas minyak atsiri buah lemon dalam bentuk sediaan gel sampo terhadap jamur Malassezia sp. Penelitian ini diawali dengan penetapan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dari minyak astsiri buah lemon secara mikrobiologi untuk mendapatkan konsentrasi bahan aktif dalam formulasi sediaan sampo gel. Orientasi formula meliputi variasi konsentrasi karbomer dan Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC) sebagai basis gel. Evaluasi stabilitas sediaan gel meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas. Dilakukan uji aktivitas antiketombe dari formula terbaik terhadap jamur Malassezia sp. Hasil menunjukkan bahwa Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) minyak atsiri terhadap jamur Malassezia sp. adalah 0,5%. Formula yang menunjukkan hasil terbaik setelah evaluasi sediaan adalah formula yang mengandung basis HPMC sebanyak 6%. Sediaan sampo gel terbaik memiliki aktivitas sebagai antiketombe dengan memberika diameter hambat sebesar 29,4 mm terhadap jamur Malassezia sp. Kata kunci: Minyak atsiri, buah lemon, antiketombe, gel sampo, Malassezia sp.

Diuretic Activity and Acute Toxicity of Combination Eurycoma longifolia Extract and Irbesartan

Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.213 KB)

Abstract

 “Pasak bumi” (Eurycoma longifolia Jack.) has been used traditionally for aphrodisiac, antimalaria, activities as anticancer, antidiabetic, and antihypertension. E. longifolia can be used with synthetic hypertensive drugs like irbesartan. This study was to investigate the diuretic effect of E. longifolia extract and its combination with irbesartan in normal rats, determinate the LD50 value and the toxic effect that influence the organ weight and histopathology of mice.Aqueous extracts of  E. longifolia (40mg/kgBB) and its combination with irbesartan (20, 40, 80mg/kgBB) were administered orally to experimental rats strain Sprague Dawley. The concentration of sodium and potassium from urine were measured with AAS. The data was analyzed with ANOVA one way. The acute toxicity test was determinated by Weil method. The dose of combination E. longifolia extract-irbesartan were 1000mg, 2000mg, 4000mg and 8000mg/kg. The observation was carried out in 14 day including clinical signs, percentages of death and histopatology of mice organs.The result showed that all of tested group have significant diuretic activity (p<0.05)compared with control group, there’s no significant difference between single dose extract of E.longifolia (40mg/kgBB) and irbesartan (40mg/kgBB) but the combination of both have lower activity. The combination of E. longifolia extract with irbesartan have LD50 value 23.951g/kg (categorized as non toxic compound). The result of histopathological showed that there’re no significant pathologic effects in the kidney, liver and heart. Keywords: Acute toxicity, diuretic, E. longifolia, irbesartan, herb-drug interaction 

Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Antibakteri Kompleks Fe (III) dengan Derivat Schiff Base

Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.175 KB)

Abstract

Reaksi antara amina primer dengan karbonil menghasilkan basa Schiff (Schiff base) yang secara teori memiliki sifat antibakteri. Sifat antibakteri ini dapat ditingkatkan dengan pembentukan kompleks Schiff base dengan logam tertentu. Telah dilakukan sintesis senyawa Schiff base dan kompleksnya dari 4,4-diamino difenil eter, ortohidroksi benzaldehid dan ion logam Fe (III). Senyawa Schiff base dan kompleks yang terbentuk dikarakterisasi gugus fungsinya dengan spektrometer FT-IR. Senyawa yang terbentuk kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi agar. Spektra senyawa Schiff base mempunyai puncak pada bilangan gelombang 1620,21 cm-1 dan spektra senyawa kompleks mempunyai puncak pada bilangan gelombang 1612,49 cm-1. Puncak pada senyawa Schiff base mengindikasikan adanya ikatan CH=N, pergeseran puncak pada kompleks Schiff base menunjukkan adanya ikatan antara nitrogen dengan ion logam. Hasil pengujian senyawa Schiff base dan kompleks terhadap bakteri S. aureus menunjukkan positif sebagai antibakteri S. aureus. Kata kunci: Antibakteri, ortohidroksi benzaldehid, Schiff base, senyawa kompleks, 4,4 diaminodifenil eter 

Effectiveness of Internal Chemical Indicator Strips for Class IV and V

Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.141 KB)

Abstract

Infections through contaminated medical equipments are a serious threat to any patient’s safety and could be dangerous this treatment or may lead to new illness. Sterilization process was a compulsory procedure to ensure sterility of medical equipments where chemical indicators were broadly used to monitor sterilization process. The purpose of this study is to determine the development of internal chemical indicators strips of class IV and V in the steam sterilization in order to obtain good and quality products. Internal chemical indicator strips were able to provide visual verification on products that had passed through the sterilization process, with colour change on the indicator. The stages in this research had also included microbial contamination test Laminar Air Flow (LAF), dosage formulations Sodium Chloride (NaCl) 0.9% infusion, application of internal chemical indicator strips in the moist heat sterilization process and evaluation of NaCl 0.9% infusion that includes sterility test. This study was carried comprising 7 variations of time with data that showed a positive reaction for both indicators with a change of colour after 121 °C of sterilization. Sterility test showed no microbial growth starting from the sterilization time of 10.5 minutes. This research had successfully concluded that internal chemical indicator strips class IV and V were effective on steam sterilization at 121 °C for 10.5 minutes and could be used to monitor the sterilization process. Keywords:Internal chemical indicators strips of class IV and V, NaCl 0.9% infusion, steam sterilization