Adila Prabasiwi, Adila
Politeknik Harapan Bersama, Tegal

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

ASI Eksklusif dan Persepsi Ketidakcukupan ASI Prabasiwi, Adila; Fikawati, Sandra; Syafiq, Ahmad
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 9 No. 3 Februari 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.031 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v9i3.691

Abstract

Persepsi ketidakcukupan air susu ibu (PKA) adalah keadaan ibu merasa ASI-nya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya. PKA merupakan salah satu penyebab utama kegagalan ASI eksklusif di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor paling dominan berhubungan dengan PKA di Kecamatan Tegal Selatan dan Kecamatan Margadana, Kota Tegal tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian primer dengan desain studi potong lintang. Sampel berjumlah 88 ibu dari bayi berusia 0 - 6 bulan yang dipilih secara purposive sampling. Status gizi ibu dilihat dari kenaikan berat badan ibu sewaktu hamil apakah sesuai dengan rekomendasi dari Institute of Medicine. Asupan energi ibu saat laktasi diukur melalui wawancara dengan menggunakan semi-quantitative-Food Frequency Questionnaire (FFQ / Food Amount Questionnaire (FAQ)). Untuk variabel pengetahuan, digunakan kuesioner terstruktur. Uji analisis yang digunakan adalah uji kai kuadrat (bivariat) dan uji regresi logistik ganda (multivariat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51,1% ibu mengalami PKA. Variabel pengetahuan (nilai p = 0,001), asupan energi (nilai p = 0,019) dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (nilai p = 0,048) berhubungan signifikan dengan PKA setelah dikontrol variabel status gizi, paritas, rawat gabung, perlekatan menyusui, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan. Faktor pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan PKA.Exclusive Breastfeeding and Perception of Insufficient Milk SupplyPerception of insufficient milk supply (PIM) is the condition in which a mother feels that her breastmilk is insufficient to meet the needs of their babies. Such perception is one of main reasons of the exclusive breastfeeding failure in the world. This study aimed to find out the most dominant factors related to PIM in Tegal Selatan District and Margadana Sub-Districts at Tegal City in 2014. This study was a primary study with a cross sectional design. A total sample of 88 mothers of 0 - 6 months old babies selected in by purposive sampling. Mother’s nutritional status was seen from the increasing of mother’s weight gain during the pregnancy was it met the standards from Institute of Medicine. The mother’s energy intake during lactation was measured through interview using semi-quantitative Food Frequency Questionnaire (FFQ / Food Amount Questionnaire (FAQ)) form. Knowledge variable used structured questionnaire. Analysis used are chi square test (bivariate) and multiple regression logistic (multivariate). The result showed that 51.1% mothers experienced PIM. Variables knowledge (p value = 0.001), energy intake (p value = 0.019), and early initiation of breastfeeding (p value = 0.048) were significantly related to perception after controlled by nutritional status, parity, rooming-in, latch on, family support, and health practitioners support variable. Knowledge is the most dominant factor related to the PIM.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Status Menarche Pada Siswi Smp Negeri 10 Kota Tegal Prabasiwi, Adila
Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL IPTEK TERAPAN 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia menarche remaja putri cenderung mengalami percepatan selama 100 tahun terakhir. Semakin cepatnya usia menarche yang terjadi pada remaja putri perlu mendapat perhatian khusus. Remaja putri yang sedang mengalami tumbuh cepat memerlukan nutrisi yang cukup. Ketika sudah mengalami menstruasi, remaja berisiko mengalami anemia jika kebutuhan zat gizi seperti Fe tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi yaitu berdasarkan IMT/U dan persen lemak tubuh dengan status menarche. Desain penelitian yang yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2011 dengan sampel siswi kelas VII dan VIII (umur 11-15 tahun) SMP N 10 Tegal sebanyak 204 orang. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 78,9% responden sudah mengalami menarche dengan rata-rata usia menarche 12,24 ± 0,954 tahun. Variabel status gizi berdasarkan IMT/U dan persen lemak tubuh memiliki hubungan yang bermakna dengan status menarche. Penulis menyarankan agar pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Kota melakukan pemantauan status gizi secara berkala. Untuk pencegahan, pemantauan status gizi sebaiknya dilakukan pada siswi di sekolah dasar sehingga bisa mencegah terjadinya obesitas yang berisiko menarche dini dan bisa mencegah kekurusan yang berisiko menarche lambat. Kata kunci : status menarche, status gizi, persen lemak tubuh, remaja
Perilaku Merokok Guru di Sekolah (Studi Kasus SMP N 13 Kota Tegal) Prabasiwi, Adila; Putri, Anggy Rima; Kusnadi, Kusnadi
Prosiding 2nd Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2017 Vol 2, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah adalah penyelenggara proses pendidikan dan pembelajaran secara sistematis dan berkesinambungan yang seharusnya menciptakan suasana yang kondusif agar peserta didik merasa nyaman dan mengekspresikan potensinya. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah penciptaan lingkungan yang bebas asap rokok. Ketika seorang anak didik melihat perilaku guru merokok di lingkungan sekolah, dikhawatirkan akan timbul persepsi bahwa merokok adalah suatu perilaku yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kebiasaan merokok guru di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini akan dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Kota Tegal pada bulan November hingga Desember 2016.  Sampel dipilih secara purposive dengan teknik snowball sampling. Sampel sebagai sumber data penelitian yang utama adalah guru yang yang berstatus sebagai perokok. Triangulasi sumber data dilakukan dengan wawancara kepada rekan sesama guru, siswa, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat guru yang merokok di lingkungan SMP N 13 Kota Tegal. Guru merokok di sekolah pada jam istirahat dan pada saat guru tersebut tidak mengajar (jam kosong). Perilaku guru merokok di sekolah tersebut diketahui oleh siswa. Guru yang merokok mengetahui adanya aturan yang melarang untuk merokok di kawasan sekolah. Sudah ada yang menegur ketika guru merokok di sekolah, terutama dari teman sesama guru
WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI DUA PUSKESMAS KABUPATEN TEGAL Prabasiwi, Adila; Prabandari, Sari; Dewi, Arda Kusuma; Nihlatuzzahroh, Oktaviani
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v8i1.1299

Abstract

Dispensary waiting time is one of the factors that causes patient dissatisfaction. This study aims to determine the waiting time for prescription services in two selected Puskesmas in Tegal Regency.This research was included in a descriptive study with a quantitative approach. The study was conducted in two selected Puskesmas in Tegal Regency.The sample is a recipe that was served in a pharmaceutical installation in February totaling 200 recipes using the quota sampling method. Dispensary waiting time is taken using a stopwatch tool. Data analysis using univariate and bivariate analysis. Univariate analysis by describing the overall waiting time, while bivariate analysis uses a t-test to see the difference in dispensary waiting time.The results showed that there were differences in the average waiting time for non concoction recipe)and concoction recipe (p = 0,000). The average dispensary waiting time  for non concoction is 9 minutes 5 seconds, for concoction drugs 17 minutes 28 seconds. There is a difference in dispensary waiting time for non concoction and concoction drugs between Puskesmas X and Puskesmas Y (p = 0,000). The waiting time for prescription services at Puskesmas X is 14 minutes 45 seconds (non concoction recipe) and 21 minutes 3 seconds (concoction recipe). The dispensary waiting time at Puskesmas Y is 5 minutes 5 seconds (non concoction recipe) and 10 minutes 25 seconds (concoction recipe)Keywords: Dispensary waiting time, recipes, non concoction recipe, concoction recipe, puskesmas.
KAJIAN DESKRIPTIF KUANTITATIF TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINDAKAN SWAMEDIKASI DIARE PADA SISWA SMK FARMASI SAKA MEDIKA KABUPATEN TEGAL Prabasiwi, Adila; Prabandari, Sari
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan karena keterbatasan pengetahuan akan obat dan penggunaannya. Tindakan swamedikasi dilakukan untuk mengobati penyakit ringan, salah satunya yaitu diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi diare pada siswa SMK Farmasi Saka Medika Kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 90 siswa dipilih secara purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa mengenai swamedikasi diare tergolong cukup yaitu sebesar 50%, baik 37%, kurang sebanyak 13%. Alasan responden melakukan swamedikasi terbanyak adalah bahwa penyakit diare merupakan penyakit ringan (86%). Responden menggunakan sebagian besar menggunakan obat modern (92%).  Perilaku membaca label rata-rata adalah 58,2%. Sebagian besar responden (60%) mempertimbangkan efek obat dalam memilih obat diare.  Responden menyatakan menggunakan obat diare hingga responden merasa telah sembuh (33%). Sebanyak 33% responden mengalami efek samping obat berupa pusing (12%), sembelit (7%), kram perut (6%), muntah (4%), mulut kering (3%), dan gatal-gatal (1%).  Kata kunci: diare, farmasi, siswa, swamedikasi.   ABSTRACT Self-medication can be a source of medication errors because of limited knowledge of the us drug and their use. Self medication for mild disease, one of which is diarrhea. This study aims to determine the level of knowledge and self-medication of diarrhea in students of the Pharmacy Saka Medika Tegal regency.The research method used was descriptive quantitative.The sample of 90 students was selected by purposive sampling who fullfilled the criteria inclusion. The results showed that the level of students' knowledge about self-medication diarrhea is quite sufficient 50%, good 37%, less as much as 13 %. The reason for respondents to do the most self-medication is that diarrheal disease is a mild disease (86%). The average label reading behavior is 58.2%. Most respondents (60%) consider the effect of the drug in choosing diarrhea medication. Respondents stated that they used diarrhea drugs until the respondents felt they had (33%). As many as 33% of respondents experienced side effects of drugs such as dizziness (12%), constipation (7%), abdominal cramps (6%), vomiting (4%), dry mouth (3%), and itching (1%). Keyword: diarrhea, pharmacy, student, self-medication.
ASI Eksklusif dan Persepsi Ketidakcukupan ASI Prabasiwi, Adila; Fikawati, Sandra; Syafiq, Ahmad
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 9 No. 3 Februari 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.031 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v9i3.691

Abstract

Persepsi ketidakcukupan air susu ibu (PKA) adalah keadaan ibu merasa ASI-nya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya. PKA merupakan salah satu penyebab utama kegagalan ASI eksklusif di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor paling dominan berhubungan dengan PKA di Kecamatan Tegal Selatan dan Kecamatan Margadana, Kota Tegal tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian primer dengan desain studi potong lintang. Sampel berjumlah 88 ibu dari bayi berusia 0 - 6 bulan yang dipilih secara purposive sampling. Status gizi ibu dilihat dari kenaikan berat badan ibu sewaktu hamil apakah sesuai dengan rekomendasi dari Institute of Medicine. Asupan energi ibu saat laktasi diukur melalui wawancara dengan menggunakan semi-quantitative-Food Frequency Questionnaire (FFQ / Food Amount Questionnaire (FAQ)). Untuk variabel pengetahuan, digunakan kuesioner terstruktur. Uji analisis yang digunakan adalah uji kai kuadrat (bivariat) dan uji regresi logistik ganda (multivariat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51,1% ibu mengalami PKA. Variabel pengetahuan (nilai p = 0,001), asupan energi (nilai p = 0,019) dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (nilai p = 0,048) berhubungan signifikan dengan PKA setelah dikontrol variabel status gizi, paritas, rawat gabung, perlekatan menyusui, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan. Faktor pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan PKA.Exclusive Breastfeeding and Perception of Insufficient Milk SupplyPerception of insufficient milk supply (PIM) is the condition in which a mother feels that her breastmilk is insufficient to meet the needs of their babies. Such perception is one of main reasons of the exclusive breastfeeding failure in the world. This study aimed to find out the most dominant factors related to PIM in Tegal Selatan District and Margadana Sub-Districts at Tegal City in 2014. This study was a primary study with a cross sectional design. A total sample of 88 mothers of 0 - 6 months old babies selected in by purposive sampling. Mother?s nutritional status was seen from the increasing of mother?s weight gain during the pregnancy was it met the standards from Institute of Medicine. The mother?s energy intake during lactation was measured through interview using semi-quantitative Food Frequency Questionnaire (FFQ / Food Amount Questionnaire (FAQ)) form. Knowledge variable used structured questionnaire. Analysis used are chi square test (bivariate) and multiple regression logistic (multivariate). The result showed that 51.1% mothers experienced PIM. Variables knowledge (p value = 0.001), energy intake (p value = 0.019), and early initiation of breastfeeding (p value = 0.048) were significantly related to perception after controlled by nutritional status, parity, rooming-in, latch on, family support, and health practitioners support variable. Knowledge is the most dominant factor related to the PIM.