Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan

UJI TOKSISITAS DETERGEN CAIR TERHADAP KELANGSUNGANHIDUPIKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Novitasari, Eliza; ., Rachimi; Prasetio, Eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.778 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i2.716

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  menentukan  nilai ambang  batas  deterjen  cair terhadap kelangsungan hidup ikan tengadak selain itu menentukan  konsentrasi deterjen cair berpengaruh buruk terhadap kerusakan insang  dan  hati ikan tengadak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan  A   0%  dari   uji   Median    Lethal   Concentration, Perlakuan  B  10%  dari  uji   Median    Lethal   Concentration Perlakuan  C  20%  dari   uji   Median    Lethal   Concentration,Perlakuan   D  30%  dari   uji   Median    Lethal   Concentration, Perlakuan   E  40%  dari   uji   Median    Lethal.   Hasil penelitian menunjukkan dengan uji   median  lethal  consentration bahwa ambang batas dari   LC50  selama   96 terdapat pada perlakuan  B  dengan kadar deterjen  25,10 mg/l dan ditemukan nilai tengah 31,29 mg/l, pertumbuhan mutlak sebesar 0,39±0,09, perlakuan B yaitu 10 %, dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 73,33±5,77, dan perlakuan B uji kronis pada insang dan hati kerusakan ringan Kata Kunci :IkanTengadak, Pertumbuhan, KelangsunganHidup, UjiKronis
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis L.) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii Blkr.) YANG DIINFEKSI DENGAN BAKTERI Aeromonas hydrophila fauzi, arini resti; hasan, hastiadi; prasetio, eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): JURNAL RUAYA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.411 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1316

Abstract

 Ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii Blkr.) merupakan ikan lokal yang mulai dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Masalah yang sering muncul dalam budidaya ikan jelawat adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Penggunaan antibiotik untuk mengobati ikan sakit dapat menimbulkan resistensi patogen, pencemaran lingkungan, dan berbahaya jika di konsumsi manusia. Salah satu pengobatan alternatif pada ikan yaitu menggunakan daun kembang sepatu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik daun kembang sepatu pada ikan jelawat. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Ekstrak daun kembang sepatu dihasilkan dari proses maserasi menggunakan etanol pro-analisis. Ikan jelawat diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophila dengan kepadatan 108 cfu/ml. Pengobatan ikan jelawat menggunakan ekstrak daun kembang sepatu yang telah dicampur ke dalam pakan. Masing-masing pakan diberi konsentrasi ekstrak daun kembang sepatu yang berbeda, perlakuan A (0%) B (5%), C (10%), D (20%), dan E (40%). Dari hasil penelitian yang dilakukan, ekstrak daun kembang sepatu memberi pengaruh terhadap immunostimulan ikan jelawat. Ekstrak daun kembang sepatu juga mampu menyembuhkan luka pada ikan jelawat pasca uji tantang bakteri Aeromonas hydrophila. Konsentrasi terbaik ekstrak daun kembang sepatu pada ikan jelawat yaitu 40% dengan kelangsungan hidup sebesar 83,33±5,77. Kata kunci: Ikan Jelawat, Daun Kembang Sepatu, Bakteri Aeromonas hydrophila, Etanol
PENGARUH SERBUK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP HEMATOLOGI IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) YANG DIUJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila Prasetio, Eko; Fakhrudin, Muhammad; Hasan, Hastiadi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.736 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i2.721

Abstract

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab Morile Aeromonad Sepricemia (MAS). Pada penelitian ini, pakan yang mengandung serbuk lidah buaya diaplikasikan sebagai imunostimulan untuk mengobati penyakit MAS pada ikan jelawat (Lebtobarbus hoeveni). Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (KN 0 g/kg pakan serbuk), B (KP 0 g/kg pakan serbuk), C (10 ppt 10 g/kg pakan serbuk), D (20 g/kg pakan serbuk) dan E (40 g/kg pakan serbuk). Ikan uji diberikan pakan perlakuan selama 14 hari setelah uji tantang. Uji tantang tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri Aeromonas hydrophila dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular. Sedangkan variabel pengamatan meliputi gejala klinis, respon makan, pertambahan bobot, organ dalamdan kelangsungan hidup.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gambaran sel darah merah, sel darah putih, hematokrit dan haemoglobin menunjukan hasil terbaik perlakuan serbuk lidah buaya  40 ppt. Sedangkan pakan yang mengandung serbuk lidah buaya sebanyak 10, 20, dan 40 g/kg dapat mengurangi tingkat mortalitas dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Pemberian serbuk lidah buaya melalui pakan memeberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan jelawat pasca infeksi. Dosis serbuk lidah buaya 40 g/kg menunjukkan hasil terbaik dan berbeda sangat nyata dengan dosis yang lain.  Kata kunci: Lidah buaya, Ikan Jelawat , Aeromonas hydrophila,Organ Dalam, Kelangsungan Hidup
FREKUENSI PEMBERIAN CACING TUBIFEX SP YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN SEMAH (Tor douronensis) fikri, rilo al; Raharjo, Eka Indah; Prasetio, Eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): JURNAL RUAYA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.011 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.931

Abstract

Ikan semah (Tor douronensis) tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan frekuensi pemberian cacing tubifex yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan semah yang terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan A, frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari B, frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari C, frekuensi pemberian pakan 6 kali sehari D, frekuensi pemberian pakan 8 kali sehari. Variabel pengamatan meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, tingkat kelangsungan hidup.Rata-rata pertumbuhan bobot dan panjang mutlak adalah perlakuan C (1,237±0,015) dan (2,970±0,062).Tingkat kelangsungan hidup 100%.
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN SUNGAI AMBAWANG DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG, KABUPATEN KUBU RAYA UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN Hasan, Hastiadi; prasetio, eko; Muthia, Siti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.405 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.698

Abstract

ABSTRAK Air merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat di alam dengan jumlah besar akan tetapi ketersediaan air yang memenuhi syarat bagi kehidupan ikan relatif sedikit karena dibatasi oleh berbagai faktor.Usaha budidaya perikanan saat ini semakin berkembang, mulai dari keragaman jenis komoditas hingga teknologi budidayanya serta pemanfaatan tempat atau lahan budidaya. Salah satu wilayah perairan Kalimantan Barat yang belum termanfaatkan secara optimal dari segi perikanan yaitu sungai Ambawang yang merupakan anak dari sungai Landak yang bermuara di sungai Kapuas.Penelitian ini dilaksanakan di perairan Sungai Ambawang  Kecamatan Sungai Ambawang Kabupatan Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, yang dilakukan dalam 4 titik lokasi pengambilan sampel. Sedangkan analisis sedimen dan plankton dilakukan dilingkungan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak. Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung maupun hasil uji laboratorium didapat nilai suhu rata-rata berkisar antara 26-280 C, kecerahan 11-15, kecepatan arus 0,30-0,61 m/det, nilai TSS 60 – 70 mg/ L, nilai TDS 60-70 mg/L, DO 3 – 4,5 mg/L, nilai pH 3,3 – 4,6. Hasil analisis skoring masing-masing stasiun saat pasang yaitu di stasiun 1senilai 65 masih tergolong sesuai untuk dilakukan kegiatan budidaya sedangkan pada stasiun 2, stasiun 3 danstasiun 4 senilai 63 digolongkan tidak sesuai untuk dilakukan kegiatan budidaya. Skor saat surut yaitu padastasiun 1dan stasiun 2 senilai 59, pada stasiun 3 dan stasiun 4 senilai 54. Dan semua stasiun tersebut tidak sesuai digunakan untuk kegiatan budidaya perikanan. Rata-rata hasil analisis kesesuaian kualitas air di sungai Ambawang menunjukan bahwa perairan tersebut tidak sesuai atau tidak dapat digunakan sebagai media budidaya perikanan secara langsung di lapangan. Kata Kunci: Analisis, parameter air, kelayakan perairan
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BANDOTAN (Ageratum Conyzoides L) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA SEBAGAI ANESTESI DALAM TRANSPORTASI CALON INDUK IKAN BANDENG (Chanos-Chanos Forskal) mukminin, darol; rachimi, .; prasetio, eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): JURNAL RUAYA Memajukan Perikanan Dengan Penerapan Teknologi Terbarukan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.139 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Pemberian Ekstrak Daun Bandotan untuk memberikan Dosis yang berbeda pada calon induk ikan bandeng. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Desa Sebangkau yang ditransportasi kan ke pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan metode 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan dosis ekstrak daun bandotan antara lain adalah perlakuan A (kontrol), B (3 ml/L), C (4 ml/L), D (5 ml/L). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah Tingkah laku ikan bandeng, masa induksi, masa sedatif, perubahan bobot tubuh ikan, kelangsungan hidup (SR) dantan  kualitas air. Hasil dari pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak daun bandotan pada konsentrasi 3 ml/l dapat meningkatkan kelangsungan hidup ikan bandeng yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan daun bandton dapat memberi dosis berbeda dan mengandung metabolite sekunder pada ikan.
PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoeveni) Prasetio, Eko; Raharjo, Eka Indah; ., Ispandi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.028 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.722

Abstract

Ikan jelawat adalah ikan asli indonesia yang terdapat di Kalimantan dan Sumatra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah padat tebar yang tepat yang menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup terbaik. Penelitian ini dilaksanakaan di laboratorium basah Universitas Muhammadiyah Pontianak pada bulan Maret sampai April 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Variabel pengamatan selama penelitian meliputi Laju pertumbuhan panjang dan berat harian, rasio kenversi pakan, kelangsungan hidup dan kualitas air. Rata-rata laju pertumbuhan panjang harian yang terbaik pada perlakuan A (1.28% ± 0.10), B (0.85% ± 0.06) and C (0.72 % ± 0.06). Rata-rata laju pertumbuhan berat harian yang terbaik (3.35% ± 0.16), B (2.29% ± 0.08) and C  (1.79% ± 0,09). Rasio konversi pakan yang terbaik adalah pada perlakuan A (1.43 ± 0.10), B (1.99 ± 0.15) and C (2.63 ± 0.20). Kelangsungan hidup yang terbaik yaitu perlakuan A (82.50% ± 2.89), B (70.00% ± 2.04) and C (58.33% ± 3.04). Kata kunci: padat tebar,jelawat, panjang harian, berat harian, rasio konversi pakan kelangsungan hidup
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BIAWAN (Helostoma teminchii) YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila wati, rika; raharjo, eka indah; prasetio, eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): JURNAL RUAYA Memajukan Perikanan Dengan Penerapan Teknologi Terbarukan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.59 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1010

Abstract

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab Motile Aeromonad Septicemia (MAS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) terhadap kelangsungan hidup ikan biawan (Helostoma teminchii) yang di infeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (KN 0 g/l), B (KP 0g/l dan tanpa injeksi bakteri), C (0,2 g/l larutan temulawak), D (0,4 g/l larutan temulawak) dan E (0,6 g/l larutan temulawak). Ikan uji dilakukan perendaman selama 7 hari sebelum uji tantang dan di amati selama 14 hari setelah uji tantang. Uji tantang tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri Aeromonas hydrophila dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular. Sedangkan variabel pengamatan meliputi patogenitas (gejala klinis), perubahan bobot, dan kelangsungan hidup.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gejala klinis ikan pasca infeksi diantaranya radang, radang dan hemoragi, tukak, dan sembuh. Pemberian larutan temulawak melalui perendaman  memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan biawan pasca infeksi, yaitu  pada perlakuan (E) dengan dosis 0,6 g/l dengan nilai perubahan bobot 1,97 gram dan kelangsungan hidup 93,33 %.
EFEKTIFITAS MADU LEBAH TERHADAP JANTANISASI (MASKULINISASI) DENGAN METODE PERENDAMAN PADA LARVA IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) ningsih, hefni wahyu; rachimi, rachimi; Prasetio, Eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): JURNAL RUAYA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.776 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.933

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan ekonomis tinggi yang telah lama di kenal oleh masyarakat indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi madu lebah pada perendaman larva ikan nila merah yang dapat menghasilkan persentase larva ikan jantan yang terbaik. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 4 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (kontrol), B (20 ml/l), C (40 ml/l), D (60 ml/l). Perendaman dilakukan selama 10 jam, pada larva umur 5 hari. Lama penelitian dilakukan selama 75 hari. Variabel pengamatan meliputi persentase nisbah kelamin ikan, pertumbuhan, kelangsungan hidup dan kualitas air. Persentase nisbah kelamin jantan terbaik ada pada perlakuan C  C (40 ml/l) 70.56%   dan perlakuan D (60ml/l) yaitu 80.79%. Pertumbuhan mutlak didapatkan hasil tidak berpengauh nyata antar perlakuan. Persentase kelangsungan hidup terbaik ada pada perlakuan A 65% dan perlakuan B 80%.
PENGARUH PEMBERIAN JENIS CACING YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN GABUS ( Channa Striata ) ., hendy; raharjo, eka indah; prasetio, eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): JURNAL RUAYA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.786 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1304

Abstract

Salah satu hasil dari perairan umum (rawa, sungai dan danau) yang tergolong ikan komersial dan digemari oleh masyarakat Kalimantan Barat adalah ikan Gabus (Channa striata Blkr). Penelitian ini bertujuan menentukan jenis pakan alami yang terbaik untuk pertumbuhan untuk benih ikan gabus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan setiap perlakuan diulang empat kali. Pakan diberikan dengan dosis adlibitum frekuensi tiga kali sehari. Perlakuan A, Benih ikan gabus diberikan pakan cacing sutera, Perlakuan B : Benih ikan gabus diberikan pakan cacing tanah, Perlakuan C : Benih ikan gabus diberikan pakan cacing nipah, adapun variabel pengamatan adalah Laju pertumbuhan spesifik (SGR), Kelangsungan Hidup, Kualitas Air, perlakuan A memiliki nilai rata-rata panjang tertinggi sebesar2,244±0,234, dilanjutkan perlakuan B sebesar 2,100±0,240dan paling rendah perlakuan C sebesar 2,022±0,067. Kata kunci: perbedaan pakan, ikan gabus, pertumbuhan