Articles

Found 16 Documents
Search

Metode permukaan respon dan aplikasinya pada pengolahan air limbah lindi hitam dengan menggunakan reaksi Fenton Sari, Ajeng Arum; Muryanto, Muryanto; Yasin, Hasbi
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3404.625 KB) | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p23-34

Abstract

Pembuatan bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit menghasilkan lindi hitam dengan karakteristik nilai COD tinggi dan nilai oksigen terlarut rendah. Lignin sebagai senyawa utama dalam lindi hitam dapat didegradasi dengan menggunakan oksidasi tinggi dari sistem radikal OH seperti metode Fenton. Setelah itu, lindi hitam tersebut dapat didekolorisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum variabel pH, konsentrasi FeSO4, dan konsentrasi H2O2 untuk mendekolorisasi lindi hitam dengan menggunakan metode desain komposit pusat. FeSO4 dan H2O2 digunakan untuk reagen Fenton. Proses pengadukan dilakukan di jar test dengan kecepatan 200 rpm selama 10 menit, kemudian kecepatan pengadukan diturunkan hingga 50 rpm selama 2 jam, dan disedimentasi 24 jam. Dekolorisasi tertinggi lindi hitam diperoleh sebesar 53% pada pH 13 dengan perbandingan volume H2O2 dan FeSO4 1: 1. Metode Fenton mampu mendekolorisasi air limbah lindi hitam dari proses bioetanol sebesar  52% pada pH 13 dengan rasio volume Metode permukaan respon merupakan metode yang baik untuk mengoptimasi variabel-variabel sehingga mampu meningkatkan efisiensi dekolorisasi air limbah lindi hitam. Dekolorisasi air limbah lindi hitam dapat ditingkatkan hingga mencapai 73% apabila pH, konsentrasi FeSO4, dan konsentrasi H2O2 yang digunakan masing-masing sebesar 6,64; 0,1 mM, dan 3,68 mM. Hal ini menunjukkan bahwa metode Fenton mempunyai potensi dalam mengatasi permasalahan air limbah lindi hitam pada proses pembuatan bioetanol.
Biomass Production Chlorella Vulgaris Buitenzorg Using Series of Bubble Column Photo Bioreactor with a Periodic Illumination Wijanarko, Anondho; Dianursanti, Dianursanti; Muryanto, Muryanto; Simanjuntak, Josia; Wulan, Praswasti; Hermansyah, Heri; Gozan, Misri; Soemantojo, Roekmijati
Makara Journal of Technology Vol 12, No 1 (2008)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/mst.v12i1.138

Abstract

Chlorella vulgaris Buitenzorg cultivation using three bubble column photo bioreactors arranged in series with a volume of 200 mL for 130 hours shows an increase of biomass production of Chlorella vulgaris Buitenzorg up to 1.20 times and a decrease of the ability of CO2 fixation compared to single reactor at a periodic sun illumination cycle. The operation conditions on cultivation are as following: T, 29.0oC; P,1 atm.; UG, 2.40 m/h; CO2, 10%; Benneck medium; and illumination source by Phillip Halogen Lamp 20W /12V/ 50Hz. Other research parameters such as microbial carbon dioxide transferred rate (qco2), CO2 transferred rate (CTR), energy consumption for cellular formation (Ex), and cultural bicarbonate species concentration [HCO3] also give better results on series of reactor.
Alkaline Pretreatment of Sweet Sorghum Bagasse for Bioethanol Production Sudiyani, Yanni; Triwahyuni, Eka; Muryanto, Muryanto; Burhani, Dian; Waluyo, Joko; Sulaswaty, Anny; Abimanyu, Haznan
International Journal of Renewable Energy Development Vol 5, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.456 KB) | DOI: 10.14710/ijred.5.2.113-118

Abstract

Lignocellulosic material, which consist mainly of cellulose, hemicelluloses and lignin, are among the most promising renewable feedstocks for the production of energy and chemicals.   The bagasse residue of sweet sorghum can be utilized as raw material for alternative energy such as bioethanol.  Bioethanol production consists of pretreatment, saccharification, fermentation and purification process.  The pretreatment process was of great importance to ethanol yield.  In the present study, alkaline pretreatment was conducted using a steam explosion reactor at 1300C with concentrations of NaOH  6, and 10% (kg/L) for 10, and 30 min.  For ethanol production separated hydrolysis and fermentation (SHF) and simultaneous saccharification and fermentation (SSF) process were conducted with 30 FPU of Ctec2 and Htec2 enzyme and yeast of Saccharomyces cerevisiae.   The results showed that maximum cellulose conversion to total glucose plus xylose were showed greatest with NaOH 10% for 30 min.  The highest yield of ethanol is 96.26% and high concentration of ethanol 66.88 g/L were obtained at SSF condition during 48 h process. Using SSF process could increase yields and concentration of ethanol with less energy process. Article History: Received January 16th 2016; Received in revised form May 25th 2016; Accepted June 28th 2016; Available onlineHow to Cite This Article: Sudiyani, Y., Triwahyuni, E., Muryanto, Burhani, D., Waluyo, J. Sulaswaty, A. and Abimanyu, H. (2016) Alkaline Pretreatment of Sweet Sorghum Bagasse for Bioethanol Production. Int. Journal of Renewable Energy Development, 5(2), 113-118.http://dx.doi.org/10.14710/ijred.5.2.113-118 
PENINGKATAN PEMAHAMAN TROUBLESHOOTING KELISTRIKAN ENGINE PGM-FI DENGAN ALAT PERAGA KELISTRIKAN ENGINE Muryanto, Muryanto; Rahardjo, Winarno Dwi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah peningkatan hasil belajar siswa jika menggunakan alat peraga pada proses pembelajaran troubleshooting kelistrikan engine PGM-FI. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pola pre test-post test control group design. Populasinya adalah siswa Kelas XII Jurusan Teknik Sepeda Motor SMK Muhammadiyah Kudus yang terdiri dari satu kelas dengan jumlah sebanyak 35 siswa. Keseluruhan anggota populasi menjadi sampel penelitian yang kemudian dibagi dalam dua kelompok sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil penelitiaan menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar. Hal ini ditunjukkan dengan t-test dua pihak menghasilkan thitung > ttabel yaitu thitung 4,56 dan nilai ttabel sebesar 1,69. Pengujian peningkatan hasil belajar dilakukan dengan uji t dan cara deskriptif prosentase yaitu membandingkan selisih antara nilai awal rata-rata hasil belajar dengan nilai akhir rata-rata hasil belajar tiap kelompok. Ini memberikan bukti bahwa pembelajaran dengan menggunaan alat peraga meningkatan nilai post test siswa yang lebih besar.
Carcass Evaluation of Crossbred Betweeen Cockerel Kampung Chicken and Layer Hen Muryanto, Muryanto; PS, Hardjosworo; R, Herman; H, Setijanto
ANIMAL PRODUCTION Vol 4, No 2 (2002): May
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.15 KB)

Abstract

The research was conducted to the characteristics of carcass evaluate crossbred between cockerel of kampung chicken and Lohman layer hen. Sixteen crossbred chickens and 16 kampung chickens were reared under a similar management from 2 - 12 weeks old. The chickens were given a commercial feed which contains 21% crude protein at 2 - 4 week old, and 14% crude protein and metabolizable energy 2800 kcal/kg at 4 - 12 weeks old. The data of carcass weight, rear back weight, fore back weight, breast weight, and thigh weight were collected. Meat and bone on breast and thigh were separated. The results showed that with under similar management and feeding, the carcass values of crossbred chicken were not significantly different with kampung chicken. The crossbred chickens have meat production rate of 2.83 times as compared to kampung chicken. Higher crude protein than 14% with a balance metabolizable energy will increase the quantity and quality of crossbred chicken carcass. (Animal Production 4(2): 71-76 (2002) Key Words : Carcass, Crossbred Kampung Chicken
Sistem Usahatani Integrasi Tanaman Pangan dengan Kerbau Lumpur (Bubalus bubalus) di Kabupaten Brebes Prasetyo, Prasetyo; Muryanto, Muryanto
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 5, No 2 (2007): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The upland agro ecosystem wet climate and lowland agro ecosystem succulence on riverside that occur Brebes Regency potential for sector food plant and livestock development. The destination of survey for knows farming contribution buffalo into food plant farming system in upland and lowland agro ecosystem. The study application with survey method used questioner. The central livestock each village sample collected on district all over buffalo population. The based result debriefing to respondent know farming that application farmer largely is rice’s, corns, onions and buffalos. The Brebes Regency having wide rice’s land is 63.266 Ha. The feed capacities rice waste to livestock is 1.064.38,87 tons digested dry matter/livestock unit. The capacities corns waste to livestock is 78.386,01 tons digested dry matter/livestock unit and the capacities onions waste to livestock is 43.551,51 tons digested dry matter/livestock unit. The conclusion of study that buffalo breeding application as side effort (land plow, save, married child, house repaired) so that traditional bred management. The main farm is rice plants, corns and onion. The value of R/C ratio output more than one, farmer application farming system still reasonable for effort. The farming on lowland agro ecosystem big contribution in onions farm is 75,78%. At upland agro ecosystem big contribution in buffalo farm is 57,78%. Key words: integrated, food plants, buffalo, agroecosystem
Optimasi Proses Perlakuan Awal NaOH Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk menjadi Bioetanol Muryanto, Muryanto; Sudiyani, Yanni; Abimanyu, Haznan
Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry) Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.05 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.37

Abstract

Bioetanol dari bahan baku limbah lignoselulosa menjadi energi alternatifyang mulai dikembangkan. Perlakuan awal merupakan tahap awal dariproses konversi lignoselulosa menjadi bioetanol. Perlakuan awal kimiaNaOH dilakukan dengan memasukkan TKKS berukuran 3 mm dan larutanNaOH 10 % pada reaktor bersuhu sedang dan tekanan 4 bar. Pada penelitianakan diketahui pengaruh suhu dan waktu proses pada perlakuan awal TKKS.Variasi suhu proses dimulai dari suhu 140, 150 dan 160 ˚C, sedangkan variasiwaktu proses dimulai dari 20, 30 dan 40 menit. Hasil perolehan biomassatertinggi didapatkan pada proses perlakuan awal dengan suhu 140 ˚C, 20menit sebesar 42,83 % (basis berat kering), delignifikasi tertinggi pada suhu160 ˚C, 40 menit yaitu sebesar 86,92 %. Namun kondisi optimal perlakuanawal TKKS untuk menghasilkan bioetanol tertinggi diperoleh pada suhu 150˚C, 30 menit yaitu perolehan biomassa sebesar 35,97 %, delignifikasi sebesar76,74 % dan yield etanol terhadap TKKS awal sebesar 15.17 % (b/b).
Pemanfaatan Limbah Biogas Sapi sebagai Media Tanam Perbenihan Jambu Biji Kusumasari, Aryana Citra; Muryanto, Muryanto
Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi Vol 21, No 2 (2019): Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agsjpa.v21i2.34128

Abstract

Cow biogas waste can be used as guava organic fertilizer. The objective of this research was to determine the composition of the planting media from biogas waste for the best guava seedling. This research was conducted in Ungaran Barat, Semarang, Central Java from July-December 2015. The method used was Randomized Complete Block Design (RCBD) one factor that is the ratio of media compositions of 5 treatments, 4 replications and 10 plants per treatment (200 polybag seedlings of citrus plants). The treatments tested were biagas waste at 0%, 11%, 20%, 27% and 33%. Parameters observed were plant height, stem diameter, number of leaves, number of fruits. The results showed that the higher the use of biogas waste as guava seedling media, the better the plant performance. The best media composition of biogas waste for guava seedling is 33% biogas waste organic fertilizer.
KARAKTERISASI PASIR BERLAPIS OKSIDA BESI SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PENYISIHAN BESI DALAM AIR TANAH Barlianti, Vera; Muryanto, Muryanto; Triwahyuni, Eka
Jurnal Ecolab Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2014.8.2.85-95

Abstract

Air tanah merupakan sumber air minum utama bagi masyarakat yang berdomisili di daerah yang belum terjangkau layanan air bersih dari PDAM. Salah satu masalah pada kualitas air tanah adalah kandungan besi dalam air tanah di atas 0,3 mg/l, melebihi standar baku mutu Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001. Sebagai contoh kandungan besi pada air tanah di Bandung mencapai 3-4 mg/l dan di Medan sebesar 4-5 mg/l. Pada penelitian sebelumnya telah diketahui bahwa adsorben dari pasir kuarsa yang dilapisi oksida besi (goethite) mampu menyisihkan kan­dungan besi dalam air tanah hingga 74,20%. Makalah  ini melaporkan karakteristik dan potensi pasir sungai dan pasir pantai yang dilapisi oksida besi sebagai adsorben untuk menyisihkan kandungan besi dalam air tanah. Pasir yang digunakan adalah pasir yang berasal dari sungai Cisadane, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia (PC), pasir pantai dari daerah Tangerang, Banten, Indonesia (TP), dan pasir yang berasal dari salah satu pantai di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia (UJ). Pasir dicuci dengan air, kemudian dikeringkan selama 24 jam. Selanjutnya dilakukan pengayakan untuk memisahkan pasir berdasarkan ukurannya. Pasir yang mempunyai ukuran antara 425-710 um direndam dalam larutan HCl selama 24 jam, lalu dicuci dengan air dan dikeringkan. Hasil percobaan mengindikasikan terbentuknya senyawa lepidocrocite pada permukaan pasir pantai.  Uji kinerja yang dilakukan terhadap adsorben ini menunjukkan efisiensi penyisihan besi dalam air tanah sebesar 61,65%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING, DIRECT INSTRUCTION DAN KEMAMPUAN AWAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNIK KERJA BENGKEL KELAS X TAV SMK NEGERI 7 SURABAYA Muryanto, Muryanto
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Januari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.763 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning, pembelajaran langsung dan kemampuan awal dengan mata pelajaran teknik kerja bengkel. Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki nilai tugas yang kurang bagus untuk mata pelajaran teknik kerja bengkel. dan peneliti memakai model contextual teaching and learning untuk menyempurnakan nilai tugas para siswa. Model pembelajaran berbasis konteks adalah model pembelajaran yang menitikberatkan siswa melakukan tugas conteks sebagai penilaian tugas akhir. Model pembelajaran contextual teaching and learning berbasis tugas dan model pembelajaran langsung juga berbasis tugas siswa menghasilkan skor yang baik, dan Model tersebut terkait dengan kemampuan awal siswa dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di dua sekolah SMK Negeri 7 Surabaya.  Penelitian ini menggunakan teknik sampel penuh untuk semua anggota responden dengan total 72 siswa dengan rancangan penelitian paradigma ganda dengan dua variabel independent Penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test. Hasil penelitian ini diperoleh dengan data sebagai berikut: skor tertinggi kemampuan awal ctl adalah 84,89 yang dapat mempengaruhi hasil belajar. skor terendah kemampuan awal pembelajaran langsung 74,50. Hasilnya adalah peningkatan signifikan model pembelajaran berbasis contextual teaching and learning dan model pembelajaran direct instruction.