Roekmijati W. Soemantojo, Roekmijati W.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Kinetic Model For Triglyceride Hydrolysis Using Lipase:Review

Makara Journal of Technology Vol 11, No 1 (2007)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Triglyceride hydrolysis using lipase has been proposed as a novel method to produce raw materials in food and cosmetic industries such as diacylglycerol, monoacylglycerol, glycerol and fatty acid. In order to design a reactor for utilizing this reaction on industrial scale, constructing a kinetic model is important. Since the substrates are oil and water, the hydrolysis takes place at oil-water interface. Furthermore, the triglyceride has three ester bonds, so that the hydrolysis stepwise proceeds. Thus, the reaction mechanism is very complicated. The difference between the interfacial and bulk concentrations of the enzyme, substrates and products, and the interfacial enzymatic reaction mechanism should be considered in the model.

PREPARASI MEMBRAN ELEKTROLIT BERBASIS POLIAROMATIK UNTUKAPLIKASI SEL BAHAN BAKAR METANOL LANGSUNG SUHU TINGGI

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.359 KB)

Abstract

PREPARASI MEMBRAN ELEKTROLIT BERBASIS POLIAROMATIK UNTUKAPLIKASI SEL BAHAN BAKAR METANOL LANGSUNG SUHU TINGGI. Operasi sel bahan bakar metanol langsung (Direct Methanol Fuel Cell / DMFC) suhu tinggi (>120 oC) mempunyai keuntungan yaitu meningkatkan reaksi baik di anoda maupun di katoda. Saat ini membran yang banyak digunakan untuk aplikasi DMFC adalah Nafion. Kelebihan dari membran Nafion memiliki konduktivitas ionik yang tinggi tetapi kelemahannya adalah permeabilitas metanol yang tinggi, termasuk membran yang mahal dan kinerja membran menurun jika digunakan pada suhu >80 oC. Untuk hal tersebut perlu pengembangan polimer pengganti Nafion diantaranya adalah polimer aromatik yaitu polisulfon (PSf) dan polieter-eterketon (PEEK). PEEK dan PSf adalah polimer yang bersifat hidrofobik, untuk menjadi elektrolit perlu diberikan gugus sulfonat melalui proses sulfonasi. Sulfonasi PSf dilakukan setelah membuat membran terlebih dahulu, dengan memvariasikan konsentrasi asam sulfat (0,5 M dan 1 M) dan waktu sulfonasi (2 jam, 3 jam dan 4 jam) pada suhu tetap 80 oC. Sedangkan sulfonasi PEEK menggunakan asam sulfat pekat dengan variasi suhu (50 oC , 60 oC dan 70 oC) pada waktu tetap 3 jam, yang kemudian dibuat membran. Karakteristik membran elektrolit polisulfon yang tersulfonasi (sPSf) menghasilkan swelling air pada membran 10 % hingga 25 %, konduktivitas ionik sebesar 10-4 S/cm hingga 10-3 S/cm, permeabilitas metanol sebesar 10-7 cm2/detik hingga 10-6 cm2/detik dan suhu transisi glass membran PSf dan sPSf sebesar 220 oC dan 237 oC. Karakteristik membran elektrolit polieter eter keton yang tersulfonasi (sPEEK) menghasilkan swelling air pada membran 8 % hingga 28 %, konduktivitas ionik sebesar 10-2 S/cm, permeabilitas metanol sebesar 10-7 cm2/detik hingga 10-6 cm2/detik dan suhu transisi glass membran PEEK dan sPEEK sebesar 187 oC dan 266 oC. Kedua polimer tersebut berpeluang untuk aplikasi DMFC suhu tinggi, walaupun konduktivitas ionik dari sPSf perlu ditingkatkan.

MEMBRAN KOMPOSIT POLIETERETER KETON YANG TERSULFONASI ZEOLIT UNTUK APLIKASI SEL BAHAN BAKAR METANOL LANGSUNG

Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 1: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MEMBRAN KOMPOSIT POLIETERETER KETON YANG TERSULFONASI ZEOLIT UNTUK APLIKASI SEL BAHAN BAKAR METANOL LANGSUNG. Membran komposit organik-anorganik berdasarkan pada H-zeolit yang didespersikan dalam polieter-eter keton tersulfonasi (sPEEK) untuk aplikasi sel bahan-bakar metanol langsung (Direct Methanol Fuel Cell/DMFC) telah disintesis dan dikarakterisasi. Persyaratan membran elektrolit untuk DMFC adalah konduktivitas ionik yang tinggi dan permeabilitas metanol yang rendah. Pembuatan membran komposit yaitu polimer sPEEK dilarutkan dalam n-methyl-2-pyrrolidone (12,5%berat) dan ditambahkan H-zeolit pada konsentrasi tertentu (3%hingga 50%). Analisis XRD menunjukkan H-zeolit adalah berbentuk kristalin dan analisis particle size berukuran rata-rata 4 μm. Konduktivitas ionik dari membran komposit dianalisis menggunakan impedansi spektroskopi solatron 1260 berkisar 0,012 S/cmhingga 0,007 S/cm. Permeabilitas metanol membran diukur menggunakan sel difusi menghasilkan sekitar 10-7 cm2/s. Pemakaian zeolit memberikan peningkatan dalam kestabilan panas pada membran sehingga berpeluang untuk aplikasi DMFC suhu tinggi.