Articles

Found 7 Documents
Search

Uji Kualitas Biogas Hasil Landfill Pada Tempat Pembuangan Akhir Bagedung Caturwati, Ni ketut; Pinem, Mekro
JURNAL TEKNIKA Vol 12, No 1: Juni 2016
Publisher : JURNAL TEKNIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.896 KB)

Abstract

Penumpukan sampah dengan metode landfill selain mencegah pencemaran lingkungan juga dapat menghasilkan biogas dengan kandungan metana (CH4) sebagai sumber energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kualitas biogas dengan instalasi yang telah terpasang sebelumnya pada tumpukan sampah dengan metode landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bagendung. Pengukuran dilakukan pada pusat terminal grid dengan pompa hisap untuk zona 1A – 1C (tahap 1). Hasil pengukuran menunjukkan kualitas biogas yang ditunjukkan dengan kandungan gas metana meningkat sejalan dengan meningkatnya temperatur lingkungan. Kandungan gas metana tertinggi diperoleh saat temperatur lingkungan berkisar pada 35 – 36 ◦C mencapai 13,89 %. Nilai ini masih sangat rendah untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar. Melihat kondisi dilapangan dugaan terbesar adalah terjadinya kebocoran pada pipa-pipa riser yang terpasang pada instalasi tersebut.
Pemanfaatan Saluran Lindi TPA Begendung untuk Menghisap Biogas dari Sampah Kota Cilegon Pinem, Mekro Permana; Caturwati, Ni Ketut; Septian, Yudi; Mawardi, Aminullah
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.924 KB)

Abstract

Pemanfaatan TPA telah terbukti efektif untuk menjadi sumber energi terbarukan. Sampah Kota Cilegon dengan karakterisstik lebih besar komposisi sampah organiknya seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas dalam hal ini metana (CH₄). Produksi metana dari sampah organik terjadi karena aktifitas mikroba tertentu yang menguaraikan sampah organik. Seperti makhluk hidup lainnya, mikroba ini juga keberlangsungan hidupnya sangat tergantung terhadap kondisi alam sekitar untuk mikroba dapat berkembang dan beraktifitas dengan optimum. Metode yang digunakan untuk menangkap biogas dari TPA Begendung dengan pemanfaatan saluran lindi menunjukkan kadar metana yang dihasilkan hanya berkisar 14%-15%. TPA yang dapat dimanfaatkan biogasnya paling tidak mempunyai kadar metana lebih dari 50%, sehingga saluran lindi saja tidak cukup untuk memnafaatkan biogas dari sampah kota. Pengujian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa produksi metana dipengaruhi oleh temperatur lingkungan dimana kondisi lingkungan TPA Begandung temperaturnya berkisar 28°C-34°C. Pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa produksi biogas stabil pada temperatur 30°C.
Studi Awal Pengolahan Sampah Kota sebagai Energi Baru Terbarukan dengan Anaerobic Biodigester Caturwati, Ni Ketut; Pinem, Mekro Permana; Angga, .
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2051.17 KB)

Abstract

Sampah merupakan hasil samping kegiatan manusia yang seringkali dikesampingkan karena dianggap tidak berguna dan menjadi sumber pencemaran lingkungan. Sebaliknya dunia saat ini mengalami krisis energi akibat cadangan energi fosil yang semakin menipis. Hal ini menuntut dilakukannya pengembangan teknologi pengolahan sampah sebagai sumber energi seperti teknologi anaerobic biodigester. Paper ini menampilkan hasil eksperimen pengolahan sampah organik dengan anaerobic biodigester dengan starter kotoran sapi, kotoran  kambing dan air lindi. Hasil penelitian menunjukkan biogas yang dihasilkan dari starter kotoran kambing memiliki kadar gas metana sebesar 64,3%. Nilai sangat baik mendekati nilai maksimal standar biogas menurut Energy Resources Development Series No. 19 Esca, Bangkok dengan kisaran kandungan metana sebesar 55-65%
Rancang Bangun Alat Destilasi Air Laut menjadi Air Tawar meggunakan Tenaga Surya Haryadi, .; Rosyadi, Imron; Caturwati, Ni Ketut; Maulana, Ana
TEKNIKA Vol 12, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.014 KB)

Abstract

Pada sistem destilator surya merupakan alat pengubah air laut menjadi air tawar yang murah serta ramah lingkungan, karena alat ini tidak membutuhkan peralatan seperti listrik, generator ataupun bahan bakar lainnya. Alat Destilator merupakan alat yang mengandalkan pasokan energi dari matahari karena kita tahu bahwa posisi Indonesia di daerah khatulistiwa pancaran sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat destilasi air laut dengan menggunakan tenaga surya. Destilator terdiri dari 3 buah alat yang divariasikan berdasarkan permukaan absorbernya, tujuannya adalah untuk mengetahui absorber yang paling baik menyerap dan menyimpan radiasi matahari. Absorber pertama dari bahan dasar plat yang di cat dengan warna hitam, yang kedua berwarna putih dan yang ketiga adalah dengan bahan kaca. Sudut kaca dirancang pada 30o , nilai ini berdasarkan riset yang telah ada sebelumnya. Penelitian dilakukan didepan halaman Gedung Center Of Excellence (COE) Industri Petrokimia Fakultas Teknik Universitas Ageng Tirtayasa Cilegon – Banten. Waktu penelitian dari perancangan dan pembuatan sampai penyelesaian laporan direncanakan selesai selama 5 bulan. Adapun waktu pelaksanaan pengambilan data dilaksanakan selama 2 bulan pada pukul 09:00 – 17:00 WIB dengan pengambilan data setiap 1 jam sekali. Setelah melakukan pengujian dan pengambilan data kemudian hasil air destilasi tersebut akan dilakukan pengujian komposisi kimia di Dinas Kesehatan di Kota Serang. Pada pengujian ini untuk mengetauhi komposisi kimia dari hasil air destilasi, sehingga layak atau tidak untuk dikonsumsi.
Uji Kualitas Biogas Hasil Landfill Pada Tempat Pembuangan Akhir Bagedung Caturwati, Ni Ketut; Pinem, Mekro Permana; Haryanto, Heri; Sudrajad, Agung; M., Aminullah
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.356 KB)

Abstract

Penumpukan sampah dengan metode landfill selain mencegah pencemaran lingkungan juga dapat menghasilkan biogas dengan kandungan metana (CH4) sebagai sumber energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kualitas biogas dengan instalasi yang telah terpasang sebelumnya pada tumpukan sampah dengan metode landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bagendung. Pengukuran dilakukan pada pusat terminal grid dengan pompa hisap untuk zona 1A – 1C (tahap 1). Hasil pengukuran menunjukkan kualitas biogas yang ditunjukkan dengan kandungan gas metana meningkat sejalan dengan meningkatnya temperatur lingkungan. Kandungan gas metana tertinggi diperoleh saat temperatur lingkungan berkisar pada 35 – 36 ◦C mencapai 13,89 %. Nilai ini masih sangat rendah untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar. Melihat kondisi dilapangan dugaan terbesar adalah terjadinya kebocoran pada pipa-pipa riser yang terpasang pada instalasi tersebut.
PENGATURAN WAKTU PRODUKSI BIOGAS DARI LIMBAH PADAT ORGANIK DENGAN AIR LINDI SEBAGAI STARTER DALAM ANAEROBIC DIGESTER UNTUK MENDAPATKAN PRODUKSI YANG KONTINYU Caturwati, Ni Ketut; Sudrajat, Agung; Haryanto, Heri; Permana Pinem, Mekro; Reza, Reza
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume III Nomor 1, April 2017
Publisher : FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.23 KB)

Abstract

Terbatasnya sumber energi fosil menuntut upaya pencarian sumber  energi lain khususnya yang bersifat baru dan terbarukan. Salah satu sumber energi yang layak untuk diperhitungkan adalah biogas yang berasal dari sampah padat. Teknik pengolahan sampah padat melalui anaerobik digester dapat dipergunakan untuk menghasilkan sumber energi baru seperti biogas disamping dapat membantu penanganan masalah penumpukan sampah kota.  Dalam penelitian ini digunakan 4 buah digester untuk memproduksi biogas dari sampah organik dengan menggunakan starter dari air lindi dimana selang masa awal produksi dibuat beda 14 hari antara satu digester dengan digester berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan masa produksi biogas dengan kandungan gas metana diatas 10 % dihasilkan rata-rata selama 10 hari yaitu hari ke 20 sampai hari ke 30. Untuk itu selang waktu awal produksi hendaknya dibuat 10 hari agar produksi biogas dapat bersifat kontinyu.
Analisa Parameter Hidrodinamika Remotely Operated Vehicle (ROV) Kelas Obervasi Satria, Dhimas; Wiryadinata, Romi; Caturwati, Ni Ketut; Haryadi, Haryadi; Rosyadi, Imron
ROTASI Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.589 KB)

Abstract

Remotely Operated Vehicle (ROV) teknologi observasi bawah laut di perairan selat Sunda yang telah dikembangkan memiliki keterbatasan dari segi manuver, yaitu hanya dapat bergerak vertical dengan kedalaman yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan parameter hidrodinamika yang terbaik, yaitu matriks inersia, matrik coriolis, dan redaman hidrodinamika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode fixed mesh, dimana diasumsikan fluida bergerak pada kecepatan dimana ROV bergerak dan model ROV diam (statik). Representasi gerak ROV dengan mengubah kemiringan ROV terhadap arah aliran fluida. Hasil dari penelitian adalah parameter hidrodinamika, yaitu  (matriks inersia benda tega ROV),  (Matriks koefisien untuk benda tega Coriolis),  (inersia hidrodinamika),  (matriks koefisien untuk hidrodinamika dengan Coriolis dan nilai sentripetal) memberikan koefisien inersia badan ROV kerangka rotasi terhadap titik pusat bumi. Sedangkan parameter hidrodinamika yaitu redaman hidrodiniamika menggambarkan gaya redaman hidrodinamika dan momen berkerja terhadap gerak relatif antara badan kendaraan dengan fluida