Zulkarnain Husny, Zulkarnain
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

FLUKS GAS METAN (CH4) PADA BUDIDAYA PADI SECARA SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION DAN KONVENSIONAL PADA SAWAH PASANG SURUT, LEBAK DAN BERIRIGASI Husny, Zulkarnain
Jurnal Agroekoteknologi Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.457 KB)

Abstract

ABSTRACT The research was conducted  at fresh water swamp, tidal swamp and irrigated Rice field.Fresh water swamp and Tidal swamp located  countryside Betung, subdistrict Pulau Rimau  and  Sako, subdistrict Rambutan, Regency Musi Banyuasin. While irrigated lowland rice countryside at 0mangunhardjo, Subdistrict Purwodadi, Regency Musi Rawas, from June through October 2010.  The research was aimed to knowing and comprehend or understand  with  to decreased fluxe and emission methane produced and compared with three ecosystem lands  cultivated  S.R.I. The split plot design was appllied in the research. The treatment main plot consisted of  lowland rice  (T) with three factors: fresh water swamp (T1), Tidal swamp (T2) dan Irrigated rice field ( T3) and  sub plot  cultivated  (S) there were two factors: convensional (K) and  S.R.I (S).   The result showed that  the rice cultivated  S.R.I can  decreased of  flux methane  40-71% and  in the form of emission of gas metan one growing season plant may decrease 19-53 %. Being emang three ecosystem may decrease 61-66 %. Measurement of methane gases emission for the three ecosystem rice field to each other every a period of growth showed the declaned at the age 8 week after planting. Later then the total emission of methane increased before harvest.  Key Word:  Convensional, Flux and Emission,  Fresh Water Swamp, Methane, SRI, Tidal swamp. 
PENGARUH PERLAKUAN BENIH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BENIH SALAK (Salacca edulis Reinw) DI POLIBEG Husny, Zulkarnain; Hanan, Ridwan; Hendri, Hendri
JURNAL TRIAGRO Vol 1, No 2 (2016): Juli - Desember (2016)
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.011 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada benih dan media tanam yang digunakan pada perkecambahan dan pertumbuhan benih salak.  Adapun kegunaan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengetahuan serta dapat digunakan sebagai pedoman dalam membudidayakan tanaman salak. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.  Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Maret 2012.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK) dengan 12 perlakuan, yang diulang sebanyak 3 (tiga) kali.  Jadi jumlah seluruh tanaman yang digunakan sebanyak 180 polibeg. Perlakuan benih (P) terdiri :  P1 = (benih tidak direndam + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P2 = (benih tidak direndam + tanah : pasir : kotoran kambing = 2:1:1), P3 = (benih tidak direndam + tanah : pasir : kotoran ayam = 2:1:1), P4 = (benih direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P5 = (benih direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran kambing = 2:1:1), P6 = (benih direndam dalam  air + tanah : pasir : kotoran ayam = 2:1:1), P7 = (benih diasah + direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P8 = (benih diasah + direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran kambing = 2:1:1), P9 = (benih diasah + direndam dalam air + tanah : pasir : katoran ayam = 2:1:1), P10 = (benih direndam dalam larutan kimia + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P11 = (benih direndam dalam larutan kimia + tanah : pasir : kotoran kambing = 2:1:1), P12 = (benih direndam dalam larutan kimia + tanah : pasir : kotoran ayam=2:1:1).Peubah yang akan diamati pada penelitian ini meliputi waktu muncul plumula (hari), tinggi tanaman (cm), panjang akar (cm), persentase bibit tumbuh (%), berat basah akar (g), berat kering akar (g), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman. hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perkecambahan benih salak yang lebih baik diperoleh pada perlakuan benih diasah dan direndam dalam air dengan media tanah : pasir : pupuk kandang kotoran sapi dengan perbandingan (rasio) yaitu : 2 : 1 : 1 (P7). Pada perlakuan P7 tersebut ternyata munculnya  plumula  9 (sembilan) hari setelah tanam.  Sedangkan tinggi tanaman, persentase bibit tumbuh, panjang akar, berat basah akar, berat kering akar, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman dipengaruhi secara tidak nyata. 
RESPON EKSPLAN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberrosum L.) VARIETAS GRANOLA TERHADAP DOSIS PUPUK DAUN DAN 1 KONSENTRASI AIR KELAPA NAFERY, ROSTIAN; HUSNY, ZULKARNAIN; PRANATA, WENDRI
JURNAL TRIAGRO Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 No.1 Januari – Juni 2017
Publisher : JURNAL TRIAGRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.497 KB)

Abstract

Respon Eksplan Tanaman Kentang (Solanum tuberrosum L.) Varietas Granola terhadap Dosis Pupuk Daun dan Konsentrasi Air Kelapa. Penelitian ini bertujuan mencari formulasi media yang tepat untuk perbanyakan tanaman kentang (Solanum tuberrosum L.) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang mulai bulan Mei 2015 sampai bulan Juli 2015. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 (lima) perlakuan dan 5 (lima) ulangan yaitu : H1= MS (kontrol), H2 = Hyponex 2 g per liter + Air Kelapa 40 %, H3 = Hyponex 2,5 g per liter + Air Kelapa 40 %, H4= Growmore 2 g per liter + Air Kelapa 40 %, H5 = Growmore 2,5 g per liter + Air Kelapa 40 %. Setiap perlakuan diulang 5 (lima) kali. Parameter pengamatan yaitu waktu terbentuk tunas, tinggi tunas, waktu terbentuk akar, jumlah akar, panjang akar, dan persentase plantlet hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan H2 = Hyponex 2 g per liter + Air Kelapa 40 % dapat memacu pertumbuhan eksplan kentang menjadi lebih baik dan memperlihatkan hasil terbaik pada parameter waktu terbentuk tunas tercepat 3,73 hst, tinggi tunas tertinggi 8,81 cm, dan jumlah akar terbanyak 3,53 lembar.
PENGARUH PERLAKUAN BENIH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BENIH SALAK (Salacca edulis Reinw) DI POLIBEG Husny, Zulkarnain; Hanan, Ridwan; ., Hendri
JURNAL TRIAGRO Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 No.2 Juli – Desember 2016
Publisher : JURNAL TRIAGRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.358 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada benih dan media tanam yang digunakan pada perkecambahan dan pertumbuhan benih salak. Adapun kegunaan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengetahuan serta dapat digunakan sebagai pedoman dalam membudidayakan tanaman salak. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Maret 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK) dengan 12 perlakuan, yang diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Jadi jumlah seluruh tanaman yang digunakan sebanyak 180 polibeg. Perlakuan benih (P) terdiri : P1 = (benih tidak direndam + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P2 = (benih tidak direndam + tanah : pasir : kotoran kambing = 2:1:1), P3 = (benih tidak direndam + tanah : pasir : kotoran ayam = 2:1:1), P4 = (benih direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P5 = (benih direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran kambing =2:1:1), P6 = (benih direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran ayam = 2:1:1), P7 = (benih diasah + direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P8 = (benih diasah + direndam dalam air + tanah : pasir : kotoran kambing = 2:1:1), P9 = (benih diasah + direndam dalam air + tanah : pasir : katoran ayam = 2:1:1), P10 = (benih direndam dalam larutan kimia + tanah : pasir : kotoran sapi = 2:1:1), P11 = (benih direndam dalam larutan kimia + tanah : pasir : kotoran kambing = 2:1:1), P12 = (benih direndam dalam larutan kimia + tanah : pasir : kotoran ayam = 2:1:1).Peubah yang akan diamati pada penelitian ini meliputi waktu muncul plumula (hari), tinggi tanaman (cm), panjang akar (cm), persentase bibit tumbuh (%), berat basah akar (g), berat kering akar (g), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman. hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perkecambahan benih salak yang lebih baik diperoleh pada perlakuan benih diasah dan direndam dalam air dengan media tanah : pasir : pupuk kandang kotoran sapi dengan perbandingan (rasio) yaitu : 2 : 1 : 1 (P7). Pada perlakuan P7 tersebut ternyata munculnya plumula 9 (sembilan) hari setelah tanam. Sedangkan tinggi tanaman, persentase bibit tumbuh, panjang akar, berat basah akar, berat kering akar, berat basah tanaman, dan beratkering tanaman dipengaruhi secara tidak nyata.