Achmad Djunawan, Achmad
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh jaminan kesehatan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan primer di perkotaan Indonesia: adilkah bagi masyarakat miskin? Djunawan, Achmad
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.902 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37474

Abstract

Tujuan: Studi ini memberikan gambaran pengaruh jaminan kesehatan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan primer perkotaan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menganalisis data (IFLS 5) dengan rancangan penelitian cross sectional menggunakan uji regresi logistik. Sampel penelitian adalah penduduk kota di 13 provinsi Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas. Hasil: Total responden yang didapat sebesar 2.563 responden, 35% responden menggunakan pelayanan kesehatan pemerintah. 39,72% responden belum memiliki jaminan kesehatan. Jaminan kesehtatan mempunyai pengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan (p<0,05). Simpulan: Perlu adanya kebijakan untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan milik pemerintah sebagai fasilitas kesehatan propoor dan meningkatkan cakupan jaminan kesehatan yang berkeadilan ke seluruh masyarakat khususnya masyarakat miskin.
CORRELATION OF MIDWIFE’S COOPERATION, MOTIVATION, ATTITUDE AND PERFORMANCE ON ANTENATAL CARE Djunawan, Achmad; Haksama, Setya
Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v3i1.1484

Abstract

ABSTRACTAntenatal care in last three years at Kecamatan Kejayan did not reach the target, 100% for K1 and 95% for K4. This research aims to analyze the correlation of midwife’s cooperation, motivation, attitude, and performance on antenatal care in non insurance and insurance patients group. This is a quantitative research with cross sectional design. Spearman Correlation and Coeficient Contingency were used in this research to analyze the data. 36 midwifes were interviewed to obtain data.The results show that majority midwifes has cooperation with primary health care. Midwife’s motivation was high and attitude was positive. Midwife’s performance to non insurance and insurance patients was very high. There was moderate correlation (r=0,446) between cooperation (midwife with primary health care) and the performance to non insurance patients. There was very weak correlation (r=0,111) between cooperation (mindwife with doctor) and performance to insurance patients, and weak correlation (r=0,311) to non insurance patients. There was weak correlation (r=0,086) between motivation and performance to insurance patients, whereas correlation to non insurance was moderate (r=0,521). There was strong correlation (r=0,707) between attitude and performance to non insurance patient. The conclusion, attitude has most significant with performance in non insurance patient group. Keywords: antenatal care, attitude, cooperation, motivation, performance
Hubungan Kerjasama, Motivasi, Sikap, dan Kinerja Bidan Dalam Pelayanan Antenatal Djunawan, Achmad; Haksama, Setya
Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.659 KB) | DOI: 10.20473/jaki.v3i1.2015.11-20

Abstract

ABSTRACTAntenatal care in last three years at Kecamatan Kejayan did not reach the target, 100% for K1 and 95% for K4. This research aims to analyze the correlation of midwife’s cooperation, motivation, attitude, and performance on antenatal care in non insurance and insurance patients group. This is a quantitative research with cross sectional design. Spearman Correlation and Coeficient Contingency were used in this research to analyze the data. 36 midwifes were interviewed to obtain data.The results show that majority midwifes has cooperation with primary health care. Midwife’s motivation was high and attitude was positive. Midwife’s performance to non insurance and insurance patients was very high. There was moderate correlation (r=0,446) between cooperation (midwife with primary health care) and the performance to non insurance patients. There was very weak correlation (r=0,111) between cooperation (mindwife with doctor) and performance to insurance patients, and weak correlation (r=0,311) to non insurance patients. There was weak correlation (r=0,086) between motivation and performance to insurance patients, whereas correlation to non insurance was moderate (r=0,521). There was strong correlation (r=0,707) between attitude and performance to non insurance patient. The conclusion, attitude has most significant with performance in non insurance patient group. Keywords: antenatal care, attitude, cooperation, motivation, performance
Benarkah Subsidi Jaminan Kesehatan Meningkatkan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Primer oleh Penduduk Miskin Perkotaan Djunawan, Achmad
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.765 KB) | DOI: 10.22146/jkki.41833

Abstract

Latar Belakang: Pemerintah telah menetapkan peraturan tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jaminan kesehatan untuk penduduk miskin disubsidi sepenuhnya oleh dana kesehatan pemerintah. Berdasarkan data badan pusat statistik, pada maret 2017 menunjukkan jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta jiwa (10,64%) sedangkan 10,67 juta jiwa berada di perkotaan. Pada awal diberlakukannya JKN jaminan kesehatan idealnya penduduk miskin lebih banyak memanfaatkan pelayanan kesehatan milik pemerintah dari pada pelayanan kesehatan milik swasta. Tujuan: Dengan asumsi jaminan kesehatan menghilangkan hambatan biaya bagi penduduk miskin perkotaan, maka penelitian ini ingin membuktikan hipotesis bahwa penduduk miskin perkotaan yang memiliki jaminan kesehatan lebih menggunakan pelayanan kesehatan milik pemerintah. Selain itu membuktikan bahwa penduduk miskin perkotaan dengan jaminan kesehatan bersubsidi lebih menggunakan pelayanan kesehatan pemerintah dibandingkan dengan yang tidak. Metode: Penelitian ini menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS5) dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah penduduk miskin perkotaan di 13 provinsi Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan pemerintah tetap menjadi pilihan bagi masyarakat miskin ketika merasakan gejala tetapi penduduk miskin masih lebih kecil kemungkinan untuk terjamin oleh asuransi kesehatan dibandingkan penduduk kaya. Jaminan kesehatan terbukti meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan pemerintah terutama saat adanya pemberian subsidi terhadap penduduk miskin perkotaan. Kesimpulan: Perlu adanya peningkatan cakupan jaminan kesehatan ke seluruh masyarakat khususnya masyarakat miskin. Harus ada subsidi bagi masyarakat miskin untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Perlu adaya penelitian lebih lanjut tentang mekanisme pembayaran biaya pelayanan kesehatan non-pemerintah dan penelitian tentang efektifitas jaminan kesehatan bersubsidi sebagai proteksi finansial pada rumah tangga miskin.