Tanto Hariyanto, Tanto
Unknown Affiliation

Published : 33 Documents
Articles

Found 33 Documents
Search

Sap Extract Papaya for Autolitic Debridement Chronic Wound Agus Yuswanto, Tri Johan; Hariyanto, Tanto
Jurnal Ners Vol 10, No 2 (2015): Vol. 10 Nomor 2 Oktober 2015
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.V10I22015.296-300

Abstract

Introduction: The high cost of drugs or specific wound dressings for chronic wounds can be healed at least in two weeks depending on the stage of the wound and blood sugar levels. Hence the need for an innovative processing of natural resources (NR) to produce a chronic wound care products that are accessible to all people.  One of the current trends is to use protease enzymes (sap extract papaya) that serves as autolitic debridement in the treatment of chronic wounds. The aims of this research was to indentify characteristics of protease enzyme present in sap of papaya. Method: This study was a descriptive exploratory that doing pure protease enzyme extract of papaya sap. Results: Molecular weight measurement using a kit Pre-stained Protein Markers (Broad Range) for SDS PAGE, Nacalai tesque No. 02525 showed a homogeneous molecular weight that slightly above 28 kD. Measurements of the enzyme levels using NanoDrop Spectrophotometer ND kit-1000 (with a distilled water marker) showed a relatively homogeneous enzyme level with a range between 43% - 61% and 53, 88% in average. The addition of papaya sap extract into each tube containing 7 ml gelatin obtained results: the control group there were clots perfectly on gelatin; groups with the addition of 2 drops (± 0.5 ml) obtained 50% hydrolyzed gelatin; and groups with the addition of 4 drops (± 0.5 ml) obtained 75% hydrolyzed gelatin. Discussion: The results showed that papaya sap extraction synonymous with protease enzyme. Papaya sap extraction activity (protease enzymes) on hydrolyzing gelatin shows a qualitative picture. Therefore, it can be used as autholitic debridement. Further, the following study is essential to identify structure and activity of the enzyme with a more determinant (temperature, time, and dose).Keywords: sap papaya extraction, protease enzymes
Sap Extract Papaya for Autolitic Debridement Chronic Wound Agus Yuswanto, Tri Johan; Hariyanto, Tanto
Jurnal NERS Vol 10, No 2 (2015): Vol. 10 Nomor 2 Oktober 2015
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/%oj.Ners102%y296-300

Abstract

Introduction: The high cost of drugs or specific wound dressings for chronic wounds can be healed at least in two weeks depending on the stage of the wound and blood sugar levels. Hence the need for an innovative processing of natural resources (NR) to produce a chronic wound care products that are accessible to all people.  One of the current trends is to use protease enzymes (sap extract papaya) that serves as autolitic debridement in the treatment of chronic wounds. The aims of this research was to indentify characteristics of protease enzyme present in sap of papaya. Method: This study was a descriptive exploratory that doing pure protease enzyme extract of papaya sap. Results: Molecular weight measurement using a kit Pre-stained Protein Markers (Broad Range) for SDS PAGE, Nacalai tesque No. 02525 showed a homogeneous molecular weight that slightly above 28 kD. Measurements of the enzyme levels using NanoDrop Spectrophotometer ND kit-1000 (with a distilled water marker) showed a relatively homogeneous enzyme level with a range between 43% - 61% and 53, 88% in average. The addition of papaya sap extract into each tube containing 7 ml gelatin obtained results: the control group there were clots perfectly on gelatin; groups with the addition of 2 drops (± 0.5 ml) obtained 50% hydrolyzed gelatin; and groups with the addition of 4 drops (± 0.5 ml) obtained 75% hydrolyzed gelatin. Discussion: The results showed that papaya sap extraction synonymous with protease enzyme. Papaya sap extraction activity (protease enzymes) on hydrolyzing gelatin shows a qualitative picture. Therefore, it can be used as autholitic debridement. Further, the following study is essential to identify structure and activity of the enzyme with a more determinant (temperature, time, and dose).Keywords: sap papaya extraction, protease enzymes
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI ROKOK DENGAN LAMA PROSES PENYEMBUHAN LUKA OPERASI ELEKTIF STERIL FASE INFLAMASI DI INSTALANSI RAWAT INAP II RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. SAIFUL ANWAR MALANG Hariyanto, Tanto; Herawati, Helmi; ., Wahyuningsri
Jurnal Keperawatan Vol 6, No 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Gaya hidup merupakan salah satu determinan yang relatif sulit untuk dikontrol. Salah satu gaya hidup yang dapat menghambat proses penyembuhan luka yaitu pola kebiasaan merokok. Merokok dapat menurunkan jumlah hemoglobin yang berguna untuk mengangkut oksigen. Merokok juga diindikasikan meningkatkan agregasi platelet yang dapat membentuk bekuan darah dalam sistem sirkulasi.Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan Control Group. Analisis hubungan dengan menggunakan uji “Contigency Coefficient “ada hubungan yang kuat antara kebiasaan mengkonsumsi rokok terhadap waktu penyembuhan luka. Berdasarkan hasil temuan diatas disarankan bagi peneliti yang ingin melanjutkan dapat lebih menspesifikan terhadap kuantitas dan kualitas kandungan rokok yang dikonsumsi dengan desain eksperimental semu atau laboratory test, sedangkan proses penyembuhan luka dapat ditingkatkan observasinya sampai fase akhir penyembuhan (fase maturasi).
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM DI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Inra, Inra; Hariyanto, Tanto; Adi W., Ragil Catur
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.024 KB)

Abstract

Tingkat kecemasan merupakan suatu tingkat respon dari suatu kondisi yang menimbulkan gejala penyerta baik fisiologis maupun psikologis yang bisa menurunkan kesehatan pada lansia. Penatalaksanaan kecemasan yang mudah dilakukan lansia seperti melakukan terapi relaksasi nafas dalam yang bertujuan meningkatkan konsentrasi dan memberikan ketenangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam di Kelurahan Tlogomas Malang. Desain penelitian mengunakan desain pra-eksperimental dengan one-group pra-post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 165 orang dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 30 lansia. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data yang di gunakan yaitu uji paired t-test. Hasil penelitian membuktikan sebelum melakukan terapi relaksasi nafas dalam hampir seluruhnya (76,7%) lansia mengalami tingkat kecemasan sedang dan sesudah melakukan terapi relaksasi nafas dalam hampir seluruhnya (90,0%) lansia mengalami tingkat kecemasan ringan. Hasil uji paired t test didapatkan p-value= (0,000)
ANALISIS FAKTOR RISIKO INJURY PADA ATLET FUTSAL DI CHAMPION FUTSAL TLOGOMAS MALANG Sumadi, Dedi; Hariyanto, Tanto; Candrawati, Erlisa
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan futsal merupakan permainan yang membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat sehingga berisiko menyebabkan injury. Injury olahraga secara umum berupa cedera memar, cedera ligamentum, cedera pada otot dan tendon, pendarahan pada kulit dan pingsan. Risiko atlet bola yang cedera akibat bermain futsal diperkirakan sebanyak 235 kasus dari 1.000 permainan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor risiko injury pada atlet futsal di Champion Futsal Tlogomas Malang. Desain penelitian mengunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 100 atlet futal dengan penentuan sampel penelitian menggunakan accidental sampling sehingga didapatkan 30 sampel penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah odds ratio dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan faktor kesehatan tubuh berrisiko menyebabkan injury sebanyak 1,7 kali lipat, faktor kebugaran fisik dengan melakukan permainan futsal secara berlebihan berresiko sebagai penyebab injury sebanyak 2,1 kali lipat dan faktor warming up berresiko lebih dominan menyebabkan injury sebanyak 7,5 kali lipat. Disarankan atlet futsal d tidak melakukan permainan futsal apabila merasa kesehatan tubuh terganggu seperti sakit kepala, demam, pusing dan merasa lemas; bermain futsal tidak lebih dari 60 menit, apabila badan terasa lelah segera berhenti bermain futsal dan melakukan pemanasan sebelum permainan atau pendinginan setelah permainan, sehingga mengurangi kejadian injury pada atlet.
EFEKTIVITAS PENERAPAN TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM DAN OTOT PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Pratiwi, Mira; Hariyanto, Tanto; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalahsuatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang dibawa oleh darah terhambat untuk sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya,sehingga terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari satu periode. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penerapan terapi relaksasi nafas dalam dan terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 penderita hipertensi dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga sampel yang digunakan sebanyak 30 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji paired t test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebelum diberikan terapi nafas dalam seluruh (100%) responden memiliki hipertensi tahap 2, namun setelah melakukan terapi nafas dalam separuh (50%) responden mengalami hipertensi tahap 1. Sedangkan sebelum diberikan terapi otot progresif seluruh (100%) responden mengalami hipertensi tahap 2, namun setelah melakukan terapi otot progresif kurang dari separuh (40%) responden mengalami hipertensi tahap 1. Hasil uji paired t test membuktikan terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dengan sesudah diberikan relaksasi nafas dalam dan terapi relaksasi otot progresif terhadap hipertensi dengan p value relaksasi nafas dalam = (0,000) < (0,050) dan p value relaksasi otot progresif = (0,000) < (0,050). Penderita hipertensi perlu melakukan salah satu kegiatan yang mudah seperti relaksasi nafas dalam atau terapi relaksasi otot progresif secara teraturdalam situasi yang tenang atau sebelum tidur untuk penyembuhan hipertensi. ABSTRACT Hypertension is a disorder of the blood vessels that results in the supply of oxygen and nutrients, which are carried by the blood, is hampered to the body's tissues that need it, resulting in an abnormal increase in blood pressure in the arteries continuously for more than one period. The aim of research to determine the effectiveness of the application of deep breathing relaxation therapy and progressive muscle relaxation therapy on blood pressure in patients with hypertension in the village of Malang Regency Pagersari Ngantang.The study design using a quasi-experimental design using the approach of non-randomized control group pretest posttest design. The population in this study were 60 patients with hypertension with the determination of the sample using purposive sampling so that the sample used as many as 30 people. Data collection techniques used were questionnaires. Data analysis method used is test paired t test using SPSS.The research proves before therapy is given to breath in more than half (60%) of respondents have hypertension stage 2, but after the breath therapy in the half (50%) of respondents have hypertension stage 1. While before therapy is given progressive muscle more than half (60% ) of respondents have hypertension stage 2, but after doing progressive muscle therapy less than half (40%) of respondents have hypertension stage 1. the test results paired t test to prove there is a difference in blood pressure before the given relaxation after deep breathing and progressive muscle relaxation therapy against hypertension with deep breathing relaxation p value = (0.000)
HUBUNGAN POLA KEBIASAAN MENDENGARKAN MUSIK DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FIKES UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Elaspriani, Elaspriani; Hariyanto, Tanto; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik bekerja secara simultan dalam tubuh, pikiran dan jiwa. peran musik bagi manusia adalah untuk membuat pikiran dan otot rileks, menambah motivasi, meningkatkan konsentrasi dan kemampuan mengingat, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit, mengusir rasa jenuh pada pekerjaan dan meningkatkan kreativitas yang bisa mempengaruhi proses belajar. Berdasarkan studi penelitian Abdurrahman berpendapat bahwa ”prestasi belajar adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik setelah melalui kegiatan belajar.” desain penelitian yang di gunakan yaitu korelasional dengan metode pendekatan case control. Berdasarkan data yang telah disajikan dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu 12 orang (40%) memiliki minat pada musik, dari 30 responden yang mempunyai minat pada musik yang tinggi yaitu sebanyak 8 orang (27%), yang mempunyai prestasi belajar tinggi yaitu sebanyak 20 orang (67%). Hasil analisis data dengan mengunakan uji wilcoxon signed rank test, didapatkan Sig. (2-tailed) = 0,000 < α (0,050) yang artinya ada hubungan pola kebiasaan mendengarkan musik terhadap prestasi belajar. Saran peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode penelitian yang lain untuk mendapatkan hasil perbandingan yang lebih banyak. ABSTRACT Music works simultaneously in body, mind and soul. the role of music for humans is to relax the mind and muscles, increase motivation, increase concentration and ability to remember, increase immunity, reduce pain, expel boredom at work and increase creativity that can affect the learning process. Based on research studies Abdurrahman argues that "learning achievement is the ability gained by students after going through learning activities". the research design used is correlational with the case control approach method. Based on the data that has been presented it can be seen that the majority of respondents, 12 people (40%) have an interest in music, from 30 respondents who have a high interest in music that is as many as 8 people (27%), who have a high learning achievement of 20 people (67%). The results of data analysis using the Wilcoxon signed rank test, obtained Sig. (2-tailed) = 0.000
HUBUNGAN PEMENUHAN EKONOMI KELUARGA DENGAN KECEMASAN PADA LANSIA DI LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA KOTA MALANG Hidayat, Fauzi Riki; Hariyanto, Tanto; Ardiyani, Vita Maryah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.657 KB)

Abstract

Tingginya laju pertumbuhan lansia di Indonesia, membuat kita harus mengupayakan solusi yang tepat, agar bisa menyelesaikan permasalahan lansia dengan lebih bijaksana dan manusiawi. Begitu juga dengan permasalahan veteran yang dapat dikategorikan sebagai lansia. Veteran merupakan pejuang kemerdekaan yang ikut serta dalam pertempuran untuk mewujudkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemenuhan ekonomi keluarga dengan kecemasan pada lansia di Legiun Veteran Republik Indonesia Kota Malang. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia, yang berdomisili disekitar wilayah Kota Malang, yang berjumlah 150 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pemenuhan kebutuhan ekonomi sedang sebanyak 24 orang (44%), dan sebagian besar tidak ada kecemasan sebanyak 25 orang (44,6%). Berdasarkan uji Spearman rho didapatkan nilai p value = 0,655 0.05, meaning there is no correlation of fulfillment the family economy and anxiety an elderly in Legiun veteran Republik Indonesia Malang. Recommended for the family to give support for elderly to maintain the quality of life. Keywords : Anxiety; Elderly, Family Economy
PERBEDAAN PENGETAHUAN,SIKAP SEBELUM DAN SESUDAH KONSELING PADA KLIEN INFARK MIOKARD DIRUANG RAWAT INAP DEWASA RUMAH SAKIT PANTI WALUYA MALANG Santoso, Joko; Hariyanto, Tanto; Sulasmini, Sulasmini
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.062 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i1.401

Abstract

Konseling pada infark miokard suatu aktivitas yang didalamnya terdapat satu orang yang membantu dan satu orang lain menerima bantuan untuk memecahkan masalah penyakit infark miokard.Konseling dapat mengembangkan ketrampilan dan mengadopsi pendirian atau sikap seseorang agar merasa dihargai. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah dilakukan konseling pada klien infark miokard di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Panti Waluya Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis komparatif.Populasi adalah semua klien infark miokard di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Panti Waluya Malang dengan jumlah responden sebanyak 78 responden. Sampel diambil sejumlah 30 responden dengan teknik purposive sampling.Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji t-test, dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan konseling sebanyak 19 responden(63,3%) mempunyai pengetahuan yang kurang; setelah dilakukan konseling seluruh responden yakni 30 responden (100%) mempunyai pengetahuan baik; sebelum dilakukan konseling sebanyak 19 responden(63,3%) mempunyai sikap yang kurang baik dan setelah konseling sebanyak 100% responden mempunyai sikap yang baik; ada perbedaan pengetahuan, sikap sebelum dan sesudah dilakukan konseling pada klien infark miokard di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Panti Waluya Malang.Pemberian konseling dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif klien infark miokard.
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN INTERAKSI SOSIAL PADA LANSIA Ndore, Sisilia; Sulasmini, Sulasmini; Hariyanto, Tanto
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.039 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i2.554

Abstract

Lansia telah mengalami penurunan kemampuan tubuh dan panca indera, berpengaruh pada aktivitas dan gerak dalam kehidupannya. Penurunan derajat kesehatan dan kesempatan fisik tersebut menyebabkan terjadinya penurunan interaksi sosial pada lansia. Adanya dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh lansia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepuasan interaksi sosial pada lansia di Posyandu Lansia Permadi Kecamatan Lowokwaru Malang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 211 orang dengan sampel 33 orang yang diambil dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan analisa data spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar dukungan keluarga dengan kategori baik sebanyak 25 orang ( 78,5%) ; dan sebagian besar kepuasan interaksi sosial dengan kategori tinggi yakni sebanyak 19 orang (57,5%). Hasil analisa data didapatkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepuasan interaksi sosial pada Lansia di Posyandu Lansia Permadi Kecamatan Lowokwaru Malang.