Articles

Found 6 Documents
Search

EFEK ADITIF FeMo DAN PROSES KALSINASI PADA SERBUK MAGNETIK BaFe12O19 Sari, Ayu Yuswita; Safira, Cut Hani; Setiadi, Eko Arief; Simbolon, Silviana; Kurniawan, Candra; Sebayang, Perdamean
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 3: April 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.844 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, telah dilakukan investigasi efek aditif FeMo dan proses kalsinasi pada pembuatan magnet permanen bariumheksaferit (BaFe12O19). Proses pembuatan magnet bariumheksaferit dilakukan denganmetode mechanical alloying. Serbuk hasil mixing antara BaFe12O19dan FeMo dikalsinasi dengan variasi suhu kalsinasi 1000 oC dan 1200 oC. Karakterisasi yang dilakukan meliputi sifat fisis dan magnetik, dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan piknometeruntuk mengetahui fasa dan nilai densitas magnet, serta menggunakanVibrating SampleMagnetometer (VSM) pada pengukuran sifatmagnetikmagnet bariumheksaferit. Dari hasil eksperimen, dapat diketahui bahwa penambahan aditif FeMo dapat menaikkan nilai densitas pada serbuk bariumheksaferit. Hasil analisis sifat magnetik, dapat diketahui bahwa penambahan aditif FeMo secara keseluruhan menurunkan sifat magnetik magnet. Namun penambahan %wt FeMo menaikkan nilai remanensi, saturasi dan energi produk maksimum (BHmax) magnet barium heksaferit, meskipun nilai koersivitas magnet tetap menurun. Sedangkan kenaikan suhu kalsinasi mampu menaikkan nilai remanensi, dan BHmax, namun menurunkan nilai koersivitas dan saturasi dari magnet barium heksaferit. Hal ini menunjukkan penambahan zat aditif FeMo mampu mengubah struktur material magnet permanen barium heksaferit dari hard magnetik menjadi soft magnetik material. Nilai optimumdihasilkan pada komposisi penambahan 5 %wt aditif FeMo dengan nilai densitas serbuk 3,71 g/cm3 sebelum dikalsinasi, dan memiliki sifat magnetik seperti: saturasi 2,12 kG, remanensi 1,15 kG, koersivitas 0,45 kOe dan BHmax0,145 MGOe setelah dikalsinasi pada suhu 1000 oC.
Pengaruh Ukuran Butir (garin size) pada pembuatan Bonded Magnet NdFeB Ritawanti, Arjuna; Muljadi, Muljadi; Febrianto, Erfin Yundra; Setiadi, Eko Arief
Jurnal Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ikatan Alumni Fisika Unimed Edisi Januari 2016
Publisher : Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.573 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan magnet permanen bonded NdFeB dengan polimer bakelit dilakukan dengan mencampurkan serbuk magnet Neodymiun Iron Boron (NdFeB) komersil tipe MQP-B+ dengan perekat menggunakan cetakan (moulding).Sebelum serbuk NdFeB di campur dilakukan pengayakan terhadap kedua serbuk .Komposisi bakelit sebesar 0, 2,5%,  5% dan 7,5 % berat dari massa total sampel 8 gram. Campuran ini kemudian dicetak dengan metode dry compression moulding dengan tekanan sampel 5 tonforce/cm² demgan menggunakan suhu hot press sebesar 120°C,140°C,160°C dan 180°C selama 30 menit.Disini untuk mengetahui pengaruh grain size di lakukan pengayakan dalam serbuk dalam ukuran 100 Mesh dan 200 Mesh. Setelah di dapatkan hasil sampel dalam bentuk pelet di simpan dalam ruang vakum  Desicator untuk menghindari dari pengaruh oksidasi.Uji fisis  dilakukan dalam penelitian ini  dengan  mengukur Bulk density dan melihat mikrostrukur dengan menggunakan SEM.Selanjutnya uji magnetisasi dilakukan untuk mengetahui sifat magnet yang terbaik dan karakterisasi magnet dilakukan  magnet dilakukan dengan mengunakan Permagraph C untuk mengetahui nilai  induksi remanensi (Br) dalam suatu medan magnet , koersivitas (Hc) dan Energi Produksi Maksimum (BH)max.Hasil penelitian di peroleh sifat magnet yang terbaik pada ukuran 100 Mesh Bakelit 2,5%wt pada suhu  Hot  press 160 °C menghasilkan nilai kuat magnet 1.633 Gauss, Br =3,72 kG,Hci = 7,557 KOe dan BHmax = 2,85 MGOe.
Sintesis Nanopartikel Cobalt Ferrite (CoFe2O4) dengan Metode Kopresipitasi dan Karakterisasi Sifat Kemagnetannya Setiadi, Eko Arief; Shabrina, Nanda; Budi Utami, Hesti Retno; Fahmi, Nur Fadhilah; Kato, Takeshi; Iwata, Satoshi; Suharyadi, Edi
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 3, No 01 (2013): IJAP VOLUME 03 ISSUE 01 YEAR 2013
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnetic nanoparticles of cobalt ferrite (CoFe2O4) have been synthesized by co-precipitation method with various synthesis temperature and concentration of NaOH. The structural characteristics and particle size of CoFe2O4 were determined by X-ray diffraction (XRD) and Transmission Electron Microscopy (TEM), its showed that nanoparticles well crystallized with various grain size which depend on synthesis parameters. The grain sizes estimated using the Scherrer formula were found that the grain size increased with increasing temperature synthesis and decreasing concentration of NaOH. Magnetic characterization of CoFe2O4 nanoparticles was investigated by using a Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Sample with various concentration of NaOH showed that coercivity was decrease with the decrease of particle size. In other hand, samples with various synthesis temperature found that sample withsmallest grain size have high coersivity. The saturation magnetization increase when crystallinity increase. Based on the results, it can be concluded that magnetic characterization of CoFe2O4 was influenced by grain size and crystallinity.
CHARACTERIZATION OF NATURAL IRON SAND FROM KATA BEACH, WEST SUMATRA WITH HIGH ENERGY MILLING (HEM) Rianna, Martha; Sembiring, Timbangen; Situmorang, Marhaposan; Kurniawan, Candra; Setiadi, Eko Arief; Tetuko, Anggito P; Simbolon, Silviana; Ginting, Masno; Sebayang, Perdamean
Jurnal Natural Volume 18, Number 2, June 2018
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.577 KB)

Abstract

Iron sand is one of the natural resources in West Sumatra that has not been optimally utilized. One of the potential locations to get this iron sand deposits is the coast of Kata. This study aims to analyze the content and size of the iron grains found on the coast of Kata Padang Beach, West Sumatera Province. Coastal sand samples are extracted using permanent magnets to separate magnetic and non-magnetic materials. Characterization of iron sand using Scanning Electron Microscopy with Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX) and Vibrating Sample Magnetometer (VSM). The result of characterization using SEM-EDX shows that iron sand samples contain Fe and O elements derived from Phase Magnetite (Fe3O4).  Keywords: iron sand, magnetic materials, SEM-EDX, VSM
Efek Penambahan Fe3Mn7 Terhadap Sifat Fisis dan Mekanik α-Fe2O3 Setiadi, Eko Arief
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017): PISTON VOL 1 NO 1 JULI 2017
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.482 KB)

Abstract

Abstrak: Preparasi dan karakterisasi pellet α-Fe2O3 dengan penambahan 0, 2, 5 dan 10 %wt. Fe3Mn7 berbasis pada materialalam telah berhasil dilakukan. Proses pencampuran serbuk α-Fe2O3 dan Fe3Mn7 dilakukan dengan menggunakan HEM. ºKemudian campuran serbuk dikasinasi pada suhu 1000C, dikompaksi pada 69 Pa hingga menjadi pellet dan disinter padasuhu 1000 ºC. Karakterisasi XRD menunjukkan adanya fasa dominan α-Fe2O3 dan fasa baru MnO2 dan Fe3O4. Densitas dankekerasan sampel meningkat secara linier seiring dengan kenaikan komposisi Fe3Mn7 yang ditambahkan. Sampel optimum3diperoleh pada sampel α-Fe2O3/10 %wt. Fe3Mn7 dengan nilai bulk density dan kekerasan masing-masing 4,98 g/cm and994,94 HV. Sampel ini termasuk dalam klasifikasi hard magnet dengan nilai magnetisasi saturasi, remanen dan koersivitasmasing-masing sebesar 24,0 emu/g, 10,3 emu/g dan 571,8 Oe.Kata kunci:. α-Fe2O3, Fe3Mn7, densitas, kekerasan, sifat magnetikAbstract: Preparation and characterization of α-Fe2O3 pellet with the addition of 0, 2, 5 and 10 %wt. Fe3Mn7 based on naturalmaterials have been successfully carried out. The process of mixing powder of α-Fe2O3 and Fe3Mn7 was performed usingºHEM. Then, the mix powders were calcined at temperature of 1000 C. After that, the powders were compacted at 69 Pa intopellet and sintered at temperature of 1000ºC. Characterization of XRD shows that the samples have major phase of α-Fe2O3and new phases of MnO2 and Fe3O4. The density and hardness samples increase linearly with increasing of Fe3Mn73composition. The optimum sample with α-Fe2O3/10 %wt. Fe3Mn7 has bulk density and hardness value of 4.98 g/cm and 994.94HV respectively. This sample is classified as semi-hard magnet with magnetization saturation, remanence and coercivity valueof 24.0 emu/g, 10.3 emu/g dan 571.8 Oe respectively.Keywords: α-Fe2O3, Fe3Mn7, density, hardness, magnetic properties
Pembuatan dan Karakterisasi Mullite Berbasis Abu Vulkanik dan Alumina Setiadi, Eko Arief; Karimullah, M. Hasan Abdul Malik; Lisa, Isamatul; Sulanjari, Sulanjari; Sebayang, Perdamean
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 2 (2018): PISTON: JOURNAL OF TECHNICAL ENGINEERING
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.403 KB)

Abstract

Telah berhasil dibuat keramik berbasis mullite dari abu vulkanik dan Al2O3 dengan metode paduan mekanik dan sintering. Preparasi dimulai dengan proses milling abu vulkanik dan Al2O3. Ukuran diameter rata-rata serbuk hasil milling diperoleh nilai 3,54 µm. Serbuk hasil milling kemudian dikompaksi dan disinter dengan variasi suhu 900, 1000 dan 1100 °C. Hasil uji densitas dan porositas menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu sintering maka nilai densitas akan semakin tinggi sedangkan porositasnya semakin rendah. Hasil analisa XRD menunjukkan bahwa terdapat tiga fasa sampel yaitu mullite sebagai fasa dominan serta hematit dan SiO2 sebagai fasa sekunder. Hasil nilai kekerasan sampel menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu sintering maka nilai kekerasannya juga semakin tinggi. Nilai optimum sampel diperoleh pada sampel yang disinter pada suhu 1100 °C dengan nilai densitas, porositas dan kekerasan masing-masing sebesar 2,54 g/cm3, 5,21% dan 283,16 HV.