Ela Minchah Laila Alawiyah, Ela Minchah Laila
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Magelang

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Kepemimpinan Kenabian untuk Meningkatkan Komitmen Mengajar Guru Alawiyah, Ela Minchah Laila; Sukarti, Sukarti; Rachmahana, Ratna Syifa’a
JIP : Jurnal Intervensi Psikologi Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : JIP : Jurnal Intervensi Psikologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah Pelatihan Kepemimpinan Kenabian dapat meningkatkan komitmen mengajar guru, 22 subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru di SDIT “H” Yogyakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah The one Group Pretest-postest Design. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian yaitu pelatihan kepemimpinan kenabian dapat meningkatkan komitmen mengajar guru SDIT “H”, ditunjukkan dari perbandingan komitmen mengajar guru sebelum pelatihan (pretest) dan setelah setelah pelatihan (pascates) diketahui nilai Sig 0,000 (nilai sig < 0,05). Hal ini berarti hipotesis diterima yaitu ada perbedaan komitmen mengajar guru yang signifikan antara sebelum pelatihan (pretest) dan setelah pelatihan (pascates), kemudian komitmen mengajar guru dilihat lagi hasilnya satu bulan setelah pelatihan (follow up) diketahui nilai Sig 0,006 (nilai Sig < 0,05). Hal ini berarti hipotesis diterima yaitu ada perbedaan komitmen mengajar guru yang signifikan antara sebelum pelatihan (pretest) dan satu bulan setelah pelatihan (follow up). Komitmen mengajar guru setelah pelatihan kepemimpinan kenabian (pascates) dan satu bulan setelah pelatihan (follow up) diketahui nilai Sig 0,426 (nilai Sig > 0,05). Hal ini berarti hipotesis ditolak yaitu tidak ada perbedaan komitmen mengajar guru yang signifikan setelah pelatihan (pascates) dengan satu bulan setelah pelatihan (follow up). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelatihan kepemimpinan kenabian dapat meningkatkan komitmen mengajar guru SDIT “H”.
MANAJEMEN MUTU KERJASAMA KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PENINGKATAN KUALITAS DAN AKREDITASI SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN-KOTA MAGELANG Mardiana, Tria; Rasidi, Rasidi; Alawiyah, Ela Minchah Laila
WARTA WARTA LPM Volume 20, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.133 KB)

Abstract

Tujuan program ini adalah mengetahui langkah-langkah pelatihan mutu kerjasama dan mengoptimalkan pelatihan manajemen mutu kerjasama. Hal ini didasari pada permasalahan yang terjadi pada mitra yaitu kurangnya perhatian Kepala Sekolah dalam kerjasama lembaga, Bentuk kerjasama-kerjasama yang dimiliki oleh sekolah kurang maksimal, dan terbatasnya sumber dana yang dimiliki sekolah dalam peningkatan mutu.Target luaran dalam pengabdian ini adalah Modul Pelatihan Manajemen Mutu   Kabupaten dan Kota Magelang Kepala Sekolah Sebagai  Penunjang Kualitas Dan Akreditasi  Sekolah Dasar. Target ini meliputi beberapa aspek: 1) Model pelatihan manajemen sebagai penunjang mutu dan akreditasi sekolah dasar di Kabupaten-Kota Magelang. 2) Pemahaman Kepala Sekolah tentang pentingnya dan manfaat dari manajemen mutu kerjasama. 3) Kemampuan menyusun rencana strategis, dan tindak lanjut kerjsama Sekolah Dasar.Pelatihan yang diikuti oleh 25 kepala Sekolah Dasar di Kabupaten dan Kota Magelang ini, menggunakan model pelatihan yang tertutup dengan  keuntungan penggunaan model ini yaitu: 1) Menerangkan beberapa aspek dari perilaku manusia dan interaksi, 2) Mengintegrasikan apa yang akan diketahui dengan observasi, 3) Penyederhanaan proses hubungan antar manusia yang kompleks, 4) Membimbing observasi. Pelatihan dalam program pengabdian ini memiliki aspek yaitu, mengidentifikasi kebutuhan organisasi, penilaian dan umpan balik, spesifikasi pekerjaan, identifikasi kebutuhan peserta pelatihan, menentukan tujuan, membuat kurikulum, memilih strategi pengajaran, dan pengadaan sumber–sumber pengajaran, pelaksanaan pelatihan. Efektifitas pelatihan  dilihat pengkuruan awal yaitu menggunakan pretest diperoleh skor pemahaman awal dengan persentase 67,4% dan pengukuran akhir dalam bentuk postest dengan persentase 82,95%. Terjadi peningkatan pemahaman tentang manajemen mutu kerjasama sekolah sebesar, terjadi peningkatan 15,55% dalam tahap pelatihan. Hal ini menunjukan efektifitas model pelatihan mutu kerjasama.