Anita Dewi Utami, Anita Dewi
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

STRATEGI GURU DALAM MEMBELAJARKAN MATEMATIKA PADA MATERI LINGKARAN KEPADA ANAK TUNAGRAHITA (Studi Kasus pada Siswa Kelas VIII SLB Muhammadiyah Cepu)

Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 2, No 8 (2014): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The aim of this study was to describe teacher’s strategy in teaching mathematics on the topic of circle to intellectual disability students in SLB Muhammadiyah Cepu. The subject of this  study was classroom mathematics teacher and all students of eighth grade of SLB Muhammadiyah Cepu. The data of this study was teacher’s strategy in teaching mathematics on the topic of circle taken from the result of recording transcription of teaching and learning process through two observations. The data validity technique used in this study was member check, a process of data checking taken by the researcher from the subject of the study to examine the possibilities of different assumptions. The result reveal that in opening activity (pre-activity) and closing activity (post-activity), teacher implemented movement and rhythm strategy by asking the students to sing circle song. While in the main activity, teacher’s strategy in teaching mathematics on the topic of circle was dealing with conceptual knowledge by implementing  Bruner’s learning theory at enactive stage, it is by introducing the concept of the form of circle with some learning media to students. Then, the teacher’s strategy in teaching mathematics on the topic of circle which deals with procedural knowledge was by implementating guided discovery model, it is by guiding the students to do activity to count the circle’s  circumference by using thread. But, because of the limitation of the mentally handicapped students’ intellectuality, the guided discovery model which was implemented by the teacher was firstly by giving some examples to the students, then asking the students to practice to find the circle’s circumference from the length of the thread by the students themselves.Keywords: teacher’s strategy, conceptual knowledge, procedural knowledge, mathematics teaching learning, student with intellectual disability.

PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBASIS KEMAMPUAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH METODE NUMERIK

JPM : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.241 KB)

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah metode numerik. Penelitian ini menerapkan model Guided Discovery Learning berbassis keterampilan proses pada maata kuliah metode numerik. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa semester 6 IKIP PGRI Bojonegoro tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/ evaluasi, dan refleksi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah observasi dan tes. Hasil tes prestasi belajar pada siklus I menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar klasikal belum memenuhi indikator keberhasilan, sedangkan hasil tes prestasi belajar pada siklus II menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar klasikal mencapai kategori baik dan memenuhi indikator keberhasilan. Karena tindakan pada siklus II ini sudah berhasil maka tidak perlu dilakukan tindakan pada siklus selanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah metode numerik melalui model Guided Discovery Learning berbasis kemampuan proses.Kata Kunci: Guided Discovery Learning berbasis kemampuan proses, hasil belajar, dan metode numerik

TIPE KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL GEOMETRI BERDASAR NEWMAN’S ERROR ANALYSIS (NEA)

Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The students ability to solve mathematical problems are affected directly or indirectly by their pattern of problem solving when they were attending primary and secondary schools. The result of observation shows that there are students who can not answer proving problem and take no action at all, thoughit is only at the step of understanding the problem. NEA is a frame work with simple diagnostic procedures, which include (1) decoding, (2) comprehension, (3) transformation, (4) process skills, and (5) encoding. Newman’s developed diagnostic method is used to identify the error categories of descriptive test answer. Therefore, the descriptive types of students’ error in proving problem solving in Geometry 1 subject based on Newman’s error Analysis (NEA), and what are the causes for the student’s mistakes in solving those proving problem, especially in Geometry1 subject is interesting to be discussed in this article. Kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika secara langsung ataupun tidak langsung dipengaruhi oleh pola penyelesaian soal pada saat mahasiswa duduk di bangku sekolah dasar maupun menengah. Hasil pengamatan peneliti menujukkan bahwa masih terdapat mahasiswa yang tidak bisa menjawab soal pembuktian dan tidak melakukan tindakan apapun, meskipun hanya pada tahapanunderstand the problem. NEA merupakan kerangka kerja dengan prosedur diagnostik sederhana, yang meliputi (1) decoding, (2) comprehension, (3)transformation, (4) processskill, dan (5) encoding. Metode diagnostik yang dikembangkan Newman ini digunakan untuk mengidentifikasi kategori kesalahan terhadap jawaban dari sebuah tes uraian. Sehingga bagaimana deskripsi jenis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal pembuktian pada mata kuliah Geometri 1 berdasarkan Newman’s Error Analysis(NEA), dan apa saja penyebab kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal pembuktian, khususnya pada mata kuliah Geometri 1, menarik untuk dibahas dalam tulisan ini. 

STRATEGI GURU DALAM MEMBELAJARKAN MATEMATIKA TERKAIT PENGETAHUAN PROSEDURAL PADA MATERI LINGKARAN KEPADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

JURNAL EDUKASI: KAJIAN ILMU PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2015): JURNAL EDUKASI
Publisher : STKIP PGRI Sidoarjo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi guru dalam membelajarkan matematika terkait pengetahuan procedural pada materi lingkaran kepada anak berkebutuhan khusus kelas VII di SLB Muhammadiyah Cepu. Anak berkebutuhan khusus dalam penelitian ini adalah anak autis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berjenis studi kasus, yaitu mempelajari secara mendalam kegiatan pembelajaran pada materi lingkaran untuk kemudian dapat digambarkan strategi yang digunakan guru dalam membelajarkan matematika kepada anak berkebutuhan khusus.Subjek penelitian ini adalah guru matematika dan seluruh siswa kelas VII SLB Muhammadiyah Cepu. Data dalam penelitian ini berupa strategi guru dalam membelajarkan matematika terkait pengetahuan procedural pada materi lingkaran yang diperoleh dari hasil transkripsi hasil rekaman kegiatan pembelajaran pada dua observasi. Hasil transkripsi tersebut direduksi untuk memperoleh percakapan dan kegiatan yang menunjukkan strategi guru dalam membelajarkan matematika pada materi lingkaran terkait pengetahuan prosedural. Teknik validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah member check, yaitu proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada subjek penelitian untuk menguji kemungkinan dugaan-dugaan yang berbeda. Hasil penelitian ini adalah strategi guru dalam membelajarkan matematika pada materi lingkaran terkait pengetahuan prosedural adalah dengan menerapkan model penemuan terbimbing yaitu membimbing siswa untuk melakukan aktivitas perhitungan keliling lingkaran dengan menggunakan benang. Akan tetapi karena keterbatasan yang dimiliki siswa autis, model penemuan terbimbing yang dilakukan oleh guru dengan cara memberi contoh siswa terlebih dahulu, baru kemudian meminta siswa mempraktekan sendiri untuk menemukan keliling lingkaran dari panjang benang.Kata Kunci: strategi guru, pengetahuan prosedural, pembelajaran matematika, siswa autis.

TIPE KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL GEOMETRI BERDASAR NEWMAN’S ERROR ANALYSIS (NEA)

JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.59 KB)

Abstract

The students ability to solve mathematical problems are affected directly or indirectly by their pattern of problem solving when they were attending primary and secondary schools. The result of observation shows that there are students who can not answer proving problem and take no action at all, thoughit is only at the step of understanding the problem. NEA is a frame work with simple diagnostic procedures, which include (1) decoding, (2) comprehension, (3) transformation, (4) process skills, and (5) encoding. Newman’s developed diagnostic method is used to identify the error categories of descriptive test answer. Therefore, the descriptive types of students’ error in proving problem solving in Geometry 1 subject based on Newman’s error Analysis (NEA), and what are the causes for the student’s mistakes in solving those proving problem, especially in Geometry1 subject is interesting to be discussed in this article.