Articles

Found 19 Documents
Search

FISHING TECHNOLOGY CONVERSION, DIFFERENTIATION, AND SOCIAL MOBILITY OF FISHERMAN IN LAGASA VILLAGE OF MUNA REGENCY Hamzah, Awaluddin; Limi, Muhammad Aswar; La Nalefo, La Nalefo; Gafaruddin, Abdul
International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.74 KB)

Abstract

The modernization through the improvement, the application of technology of fishing utility, the funding support which affects on the activity and organization of fisherman and eventually causes the transformation in the society. The aim of this research was to analyze the impact of fishing technology conversion to social structure of Bajo tribe fisherman. The methods used to collect the primer and secondary data from informant were: completed questionnaire, deep interview with both informants and respondents, and live observation (participate observation). Analysis of data was performed descriptively which is concept development, collect the evidences but did not perform the hypothesis trial, and analyze the variable relationship for hypothesis testing by applying the quantitative and qualitative tabulation. The results of this research was the fishing technology conversion in fisherman society brings up many impacts on various aspects in fisherman’s life. The application of every type old technology affected on the consequences or impacts such as the work pattern, social structure, and the fisherman prosperity level. The relationship between the ponggawa as the owner of production utility and the sawi as the worker is not the exploitative characteristic, because both of them still apply the cultural values which help each other not only in teamwork but also in relationship pattern in their daily life. So that the characteristic of the relationship pattern is not exploitative and require each other. The difference does not show the polarization indication because the Bajo tradition to help each other is still applied.
ANALYSIS OF POTENTIAL DEVELOPMENT OF INLAND FISHERY IN THE DISTRICT OF EAST KOLAKA Yunus, Lukman; Ramli, Muhammad; Yusnaeni, Yusnaeni; Limi, Muhammad Aswar
International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.849 KB)

Abstract

ABSTRACTThe existence of Fishery Potential resources in the county of East Kolaka is a comparatif advantage that will be valuable if it is supported by analysis of potency about inland fishery development according to the area characteristics. The objectives of this research are to analyze the strategies and potencies of inland fishery in East Kolaka. The research location was focused on the center of inland fishery development in all districts areas. The method of data analyses were consist of qualitative, quantitative and spatial analyses. From the result of this research, it can be concluded that: (a) The district of Ladongi and Mowewe are considerably accepted as the center of fish breeding, (b) the center of fish maturation in the development of inland fishery is divided into five subclusters, (ponds, rawa, bendungan/waduk, river and persawahan, (c) the center of inland fish pocessing consists of two subclusters which are cullinary and fishery product diversivication.Keywords: potency, development, inland fishery.
CONTRIBUTION OF MICRO BUSINESS WOMEN TO THEIR FAMILIES IN SOUTHEAST SULAWESI COASTAL AREA Batoa, Hartina; Zani, Munirwan; Arimbawa, Putu; Limi, Muhammad Aswar; Sidu, Dasmin; Arif, La Ode Kasno
International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.833 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to analyze the contribution of micro businesses women (MBW) to their business and families. This research was conducted in five districts / cities were determined purposively with consideration of its regional characteristics and business community that generally involved in fisheries subsector. Those five districts are West Muna, South Konawe, Kolaka, Baubau city, and Kendari city. MBW contribution to their business then analyzed using descriptive analysis. MBW contribution to their business also studied by using the amount of working time devoted by MBW in managing and running their business every day approach. Besides that, their contribution also seen by the amount of the capital invested to the business from the revenue. MBW contribution to the families analyzed using MBW revenue contribution to total household income.MBW has a major contribution to the business of the MBW family itself. It can be seen from the amount their working time, that most of MBW routinely do business every day, and only small fraction of MBW that don’t do it daily,with working hours reached 6.35 hours per day and to take care of the household ie 4, 13 hours per day, business activity of MBW is highly dependent on the availability of raw materials such as fresh fish and processed fish, including the availability of capital venture. Related to venture capital factors, there are still few of MBW that have financial capital less than 1 million, but in a big scale there are MBW who have financial capital more than 20 million.Keywords: Women Contribution; Micro business; coastal Area.
Pengembangan Pusat Informasi Komoditas Unggulan Kakao Dan Lada Berbasis Masyarakat Untuk Menunjang Keberhasilan Penyebaran Informasi Di Sulawesi Tenggara La Ola, Taane; Suriana, Suriana; Limi, Muhammad Aswar; Arimbawa, Putu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL EKONOMI KAKAO (Meningkatkan Daya Saing Kakao untuk Mewujudkan Kesejaht
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.284 KB)

Abstract

Salah satu kendala yang dihadapi petani kakao dan lada di Sulawesi Tenggara adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam usahataninya. Penyebab utama adalah kurangnya akses terhadap sumber informasi, mulai dari penyebaran dan penggunaan bibit unggul, teknik pengendalian hama penyakit, sampai pada pemasaran. Dari permasalahan di atas, dipandang perlu ada wadah yang dapat membantu petani dalam menemukan informasi dan solusi bagi usahataninya. Salah satu wadah yang dianggap dapat menjadi solusi adalah pendirian pusat informasi. Dengan demikian, dapat dianalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari pusat informasi perbenihan kakao dan lada, serta pengaruh dari dibentuknya pusat informasi terhadap kecepatan penyebaran informasi pertanian. Metode yang digunakan adalah melakukan kegiatan Focus Group Disscusion (FGD), kemudian didesain pusat sistem informasi dan media penyebaran informasi, selanjutnya dilakukan uji coba sistem informasi dan media. Dari data yang diperoleh, dianalisis menggunakan analisis SWOT. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa dua komponen penting dalam sistem informasi penyebaran informasi perbenihan lada dan kakao, yakni sumber dan penerima. Berbagai media yang diuji menunjukkan bahwa ketiga media (radio, baliho dan folder) cukup efektif untuk menjadi media dalam proses penyebaran informasi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengembangan pusat informasi di Desa Mowila dapat dilakukan dengan cara: a) memberikan kesempatan dan kemudahan kepada petani untuk dapat mengakses informasi guna peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani;b) meningkatkan peran stakeholder dalam berbagi informasi; c) sosialisasi dan promosi kepada khalayak tentang peran dan fungsi pusat informasi;d) pengembangan pusat informasi berbasis masyarakat; dan e) pembimbingan masyarakat dalam mengelola pusat informasi.
Analisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Perempuan Usaha Mikro (PUM) Di Kawasan Pesisir Sulawesi Tenggara Batoa, Hartina; Arimbawa, Putu; Zani, Munirwan; Hamzah, Awaluddin; Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanju
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.459 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Perempuan Usaha Mikro Di Kawasan Pesisir Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakukan pada lima kabupaten/kota yang ditentukan secara purposive dengan pertimbangan karakteristik wilayah dan usaha masyarakat yang umumnya bergelut pada subsektor perikanan. Kelima kabupaten ktersebut adalah Kabupaten Muna Barat, Konawe Selatan, Kolaka, Kota Baubau, dan Kota Kendari. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil wawancara dengan PUM dan data sekunder berasal dari literatur yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada dua macam, yaitu observasi dan wawancara. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga PUM dilakukan dengan penentuan skor berdasarkan indikator kesejahteraan. Selanjutnya dari skor tersebut dilakukan penentuan tingkat kesejahteraan yaitu kurang sejahtera (skor < 52), cukup sejahtera (skor 52 – 60) dan sejahtera  (skor > 60)   Hasil analisis dan mengacu pada tujuan penelitian maka dapat diketahui bahwa kesejateraan PUM masih tergolong rendah. PUM di Sulawesi Tenggara yang telah menikmati hasil usahanya dan telah tergolong sejahtera baru sekitar 9%, sedangkan yang tergolong cukup sejahtera yakni 40%. Jumlah yang lebih besar adalah PUM yang dikategorikan kurang sejahtera diamana angkanya mencapai 51%.
Analisis Potensi Dan Permasalahan Penanggulangan Daerah Tertinggal Di Pesisir Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Limi, Muhammad Aswar; Yunus, Lukman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanju
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.255 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan Potensi dan Permasalahan Penanggulangan Daerah Tertinggal Di Pesisir Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Lokasi penelitian diarahkan pada wilayah Kecamatan pesisir yang termasuk kategori daerah tertinggal dengan mengacu pada SK Bupati Konawe tentang Penunjukan/Penetapan Lokasi Program Kampung Perisai di Wilayah Kabupaten Konawe Tahun 2015 dan yang menjadi desa sampel yaitu Desa Saponda dan Desa Telaga Biru. Metode analisis data menggunakan pendekatan analisis kualitatif dan kuantitatifBerdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa di Desa Saponda memiliki potensi yang meliputi potensi perekonomian masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, jumlah penduduk usia kerja yang tinggi yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, mayoritas kepala keluarga telah memiliki perumahan, infrastruktur wilayah yang cukup memadai yang diusahakan secara swadaya serta potensi ekonomi desa yang berasal dari hasil perikanan tangkap. Desa Telaga Biru memiliki potensi meliputi potensi perekonomian masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, jumlah penduduk usia kerja yang tinggi, mayoritas kepala keluarga telah memiliki perumahan, infrastruktur wilayah yang telah memadai, nilai celah fiskal yang berasal dari PBB mencapai Rp.3.988.555,- potensi ekonomi desa berasal dari hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Permasalahan yang ditemui di Desa Saponda yaitu kurangnya sarana prasarana yang mendukung kegiatan budidaya perikanan dan penangkapan ikan sehingga beberapa masyarakat menggunakan bom untuk menangkap ikan, lapangan usaha baru yang terbatas sehingga masih terdapat penduduk yang menganggur, jumlah penduduk yang bersekolah masih rendah karena tidak terdapatnya sarana pendidikan berupa SD, SMP dan SMA di desa serta tingginya angka putus sekolah yang juga disebabkan oleh faktor ekonomi, tidak adanya infrastruktur PLN, telekomunikasi, sanitasi, kesehatan serta MCK, tidak adanya sarana transportasi umum serta tidak adanya pasar desa yang mendukung perekonomian masyarakat. Permasalahan yang ditemui di Desa Telaga Biru yaitu kondisi tanah yang kurang subur untuk mendukung kegiatan pertanian, produksi perkebunan yang rendah, banyak ternak yang terserang penyakit, sarana prasarana perikanan budidaya dan penangkapan yang minim, lapangan usaha baru tidak tersedia sehingga jumlah penduduk menganggur yang tinggi, tidak adanya SD, SMP dan SMA di desa sehingga jumlah penduduk yang tidak bersekolah masih tinggi, tidak adanya infrastruktur, sanitasi, kesehatan serta MCK, tidak adanya pasar desa yang mendukung perekonomian masyarakat.
Strategi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Kakao Arimbawa, Putu; Iskandar, Iskandar; Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanju
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.409 KB)

Abstract

Keberadaan kelompok tani kakao diharapkan berperan bagi peningkatan kesejahteraan petani kakao. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kemampuan kelompok tani dalam pengelolaan usahatani kakao; (2) menganalisis kemampuan sumberdaya manusia yang dimiliki kelompok tani dalam pengelolaan usahatani kakao; (3) menganalisis motivasi petani untuk terus mengembangkan usahatani kakao sebagai usaha yang berkelanjutan; dan (4) menyusun strategi dan model penguatan kelembagaan kelompok tani kakao dalam menunjang kesejahteraan petani kakao. Lokasi penelitian yaitu: Kabupaten Kolaka Timur pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Dangia dan Kecamatan Lambandia. Pada masing-masing kecamatan dipilih satu kelompok tani kakao sampel dengan jumlah anggota kelompok  40 orang petani. Sehingga jumlah petani sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 petani. Analisis data secara deskriptif dengan pendekatan indept interview dan focus group discussion (FGD).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keberadaan kelompok tani kakao di wilayah studi belum mampu menunjang kemampuan anggota kelompok dalam kegiatan usahatani kakao; (2) Peran kelompok yang dirasakan oleh anggota kelompok tani adalah sebagai pusat informasi. Sedangkan kelompok belum berperan sebagai lembaga pembiayaan dan penyedia sarana produksi; (3) Sebagian besar petani anggota kelompok tani termotivasi dalam pengembangan tanaman kakao karena sebagai berikut: (a) hasil kakao (biji) mudah dijual; (b) kondisi lahan yang dimiliki petani sesuai untuk budidaya tanaman kakao; (c) petani telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman kakao; (d) kebutuhan kakao dunia terus meningkat; (e) harga kakao relatif tinggi; (f) memiliki keunggulan komparatif; (g) proses panen kakao mudah; dan (h) efisien dalam penggunaan tenaga kerja; dan (4) Strategi penguatan kelompok tani meliputi: (a) Mengembangkan kelompok menjadi kelompok usaha bersama dalam menunjang pengelolaan sumberdaya lahan untuk pengembangan kakao;  (b) Memupuk kemampuan modal usaha dalam meningkatkan usaha kelompok yang produktif yang dapat memberikan keuntungan bagi anggota kelompok; (c) Menjalin kerjasama dan kemitraan kelompok dengan pihak ketiga dalam peningkatan hasil, mutu dan pemasaran; (d) Aktif menjalankan peran kelompok dalam memberikan bimbingan dan pelatihan petani yang bergabung dalam kelompok; (e) Membantu kebersamaan kelompok tani untuk terus saling percaya, senasib dan gotong royong agar menjadi kekuatan dalam penguatan kelompok.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Di Sulawesi Tenggara Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL (Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal) Tahun 2015
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.939 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan pada bulan Desember 2014 menggunakan data sekunder dari buku literature, BPS, BPS Sulawesi Tenggara, BPS Kabupaten/Kota, dan data terbitan Bulog untuk 12 kabupaten/kota selama tahun 2011 – 2014. Variabel penelitian terdiri dari rasio ketersediaan beras/ketahanan pangan (Y) sebagai dependent variabeldan luas panen padi (X1), produktivitas (X2), stok beras di tiap kabupaten/kota (X3), dan jumlah konsumsi beras (X4), sebagai independen variabel. Analisis data menggunakan metode regresi data panel teknik Common Effect model logaritma natural. Model regresi harus terbebas dari gejala multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas, sehingga diuji sesuai asumsi klasik namun hanya uji heteroskedastisitas saja yang relevan dipakai pada model data panel, dengan formula sebagai berikut : Yit = αi + β1 X1it +β2 X2it + +β3 X3it +β4 X4it +β5 X5it + εit.  Hasil penelitian menunjukan bahwa model persamaan luas panen, produktivitas, stok beras dan jumlah konsumsi beras bebas dari gejala multikolinearitas, autokorelasi dan heteroskedastisitas, dengan nilai R2sebesar 90.1315 persen sehingga diketahui bahwa ketahanan pangan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independent dalam model sedangkan 9.8685 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Hasil uji F serta uji t diketahui bahwa luas panen, produktivitas, stok beras dan jumlah konsumsi beras secara keseluruhan berpengaruh terhadap variabel ketahanan pangan dimana variabel stok beras berpengaruh positif dan signifikan serta jumlah konsumsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketahanan pangan sedangkan variabel luas panen dan produktivitas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara.
Analisis Dampak Pengembangan Wisata Pulau Bokori Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Bajo (Studi Kasus di Desa Mekar Kecamatan Soropia) Fyka, Samsul Alam; Yunus, Lukman; Limi, Muhammad Aswar; Hamzah, Awaluddin; Darwan, Darwan
HABITAT Vol 29, No 3 (2018)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bokori merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang menjadi tempat tujuan pariwisata di Sulawesi Tenggara. Pengembangan Pulau Bokori yang dilakukan pemerintah daerah secara langsung akan memberikan pengaruh bagi masyarakat sekitar. Masyarakat Bajo di Desa Mekar adalah masyarakat yang mendiami daerah sekitar pulau bokori dengan mata pencaharian sebagai nelayan dengan tingkat kemiskinan yang sangat tinggi yakni seluruh masyarakatnya tergolong masyarakat miskin. Keberadaan wisata pulau bokori ini akan memberikan perubahan pada kondisi sosial seperti perubahan gaya hidup dan ekonomi seperti perubahan mata pencaharian, peningkatan pendapatan, perubahan pemilikan asset dan kondisi rumah masyarakat Bajo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak pengembangan wisata pulau Bokori terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Bajo di Desa Mekar. Analisis data yang digunakan di penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh sosial berupa gaya hidup melalui cara berpakaian masyarakat Bajo akibat adanya wisata Pulau Bokori sangat kecil, yaitu sebesar 10,34 % saja. Sedangkan gaya hidup melalui cara berkomunikasi dengan menggunakan handphone, terjadi perubahan yaitu sebesar 65,52%. Dampak ekonomi terhadap penambahan mata pencaharian akibat adanya wisata pulau bokori bagi masyarakat Bajo terlibat dalam usaha di sektor wisata, seperti jasa penyeberangan, pedagang kaki lima, penyewaan tikar, penjual makanan sate pokea dan tenaga kerja banana boat. Sehingga terjadi perubahan pendapatan masyarakat dari sector wisata.
The Effect of Social Capital on Decision Making for Welfare of Micro Business Women in Korem Kendari Market Jamaluddin, Nurrahmah; La Ola, Taane; Limi, Muhammad Aswar
On Process
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.552 KB)

Abstract

The aim to be achieved in this study was to determine the effect of social capital on decision making for the welfare of micro-business women in the Kendari Korem Market. Location of research at Kendari Korem Market. The population in this study were all Micro Business Women who work as vegetable sellers at Kendari Korem Market, which numbered 115 people and the sample determination used Slovin formula as many as 50 people. The method used in sampling is done by Simple Random Sampling. The variables observed in this study were the identity of the respondents in this study, namely age, education level, number of family dependents, business experience. Social capital variables that include trust (trust), network (social network), norms (norms) that exist in the community/self someone. Data analysis in this study used covariant-based structural equation modeling analysis. Based on the results of the study it can be concluded that the trust and network of micro businesswomen in the Kendari Korem Market directly influence the decision making and norms of micro-business women not to have an influence on decision making. Based on the results of the study, it is recommended that micro businesswomen in the korem kendari market increase the values of social capital in decision making to improve their welfare