Lisnawaty Lisnawaty, Lisnawaty
Halu Oleo Unversity

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU IBU BALITA DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU TAHUN 2015 Dodhy, Meuthya Aulia; Junaid, Junaid; Lisnawaty, Lisnawaty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.317 KB)

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah salah satu jenis pelayanan kesehatanuntuk balita yang tingkat kunjungan untuk wilayah kerja Puskesmas Mokoau tergolongrendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan faktor perilaku ibubalita dengan kunjungan ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mokoau tahun 2015.Jenis penelitian adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampelpada penelitian ini yang terdaftar di buku register dan berkunjung di posyandu diwilayah kerja puskesmas Mokoau sebanyak 392 responden. Teknik pengambilan sampelmenggunakan proportionate stratified random sampling. Variabel dalam penelitian iniadalah pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, dukungan keluarga dan bimbinganpetugas kesehatan. Data dianalisis menggunakan uji chi-Square. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat hubungan pengetahuan ibu balita dengan kunjungan keposyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau (ρValue=0,000), terdapat hubungan sikapibu balita dengan kunjungan ke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau(ρValue=0,000), tidak terdapat hubungan antara sarana dan prasarana dengan kunjunganke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau (ρValue=0,073), tidak terdapathubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kunjungan ke posyandu diWilayah Kerja Puskesmas Mokoau (ρValue=0,311), dan terdapat hubungan yang bermaknaantara bimbingan petugas kesehatan dengan kunjungan ke posyandu di Wilayah KerjaPuskesmas Mokoau tahun 2015 (ρValue=0,004).Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, dukungan keluarga, bimbinganpetugas kesehatan, kunjungan ke posyandu
STUDI TENTANG PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS BURANGA KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2016 Nurniati, Linta; Lestari, Hariati; Lisnawaty, Lisnawaty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.991 KB)

Abstract

Pengelolaan obat di puskesmas merupakan hal yang sangat penting yang perlu di  perhatikan,mengingat dengan pengelolaan yang tidak sesuai dengan prosedur yang tepat akan terjadi masalahtumpang tindih anggaran dan pemakaian yang tidak tepat guna. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengelolaan obat di puskesmas Buranga Kabupaten Wakatobi tahun 2016. Jenispenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatanfenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan observasilangsung. Untuk menjamin keabsahan data yang dikumpulkan, digunakan teknik metode triangulasiyaitu triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Hasil penelitian terkaitpengelolaan obat di Puskesmas Buranga menunjukkan bahwa perencanaan obat di puskesmasberdasarkan persediaan obat tanpa melihat pola penyakit yang terjadi di puskesmas. Pengadaan obatdilakukan setiap tiga bulan dengan membuat Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat(LPLPO). Penyimpanan obat belum masuk standar penyimpanan obat yang baik, dimanapenyimpanan obat tidak berdasarkan abjad melainkan berdasarkan kebiasaan. Pendistribusian obatke unit-unit pelayanan kesehatan dengan sistem amprah. Pencatatan dan pelaporan obat dipuskesmas dilakukan setiap hari dalam kartu stok obat kemudian diregister bulanan. Kesimpulan daripenelitian ini, terkait pendistribusian serta pencatatan dan pelaporan sudah sesuai standarpengelolaan obat di Puskesmas. Tetapi perencanaan, pengadaan, dan penyimpanan obat belum sesuai dengan pedoman pengelolaan obat yang ada.Kata kunci: pengelolaan, obat, puskesmas
STUDI PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANA UMUM DAERAH (BLUD) DI RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS TAHUN 2016 Jumiati, Jumiati; sabilu, yusuf; Lisnawaty, Lisnawaty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.489 KB)

Abstract

Pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah adalah suatu pola pengelolaan keuangan yangmemberikan fleksibilitas berupa keleluasan untuk menerapkan praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkanpelayanan kepada masyarakat dalam rangka mamajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupanbangsa sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya. Penelitian inibertujuan untuk mendapatkan informasi lebih mendalam tentang studi pengelolaan keuangan BLUD di RumahSakit Umum Bahteramas Tahun 2016 ditinjau dari aspek perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan anggaran,pendapatan dan belanja daerah, dan pengelolaan barang. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatanfenomenologis. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang, yang terdiri dari 2 orang informan kunci dan 2orang informan biasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Perencanaan dan penganggaran dalam prosespenyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA), BLUD RSU Bahteramas menyusun berdasarkan Rencana StrategiBisnis (RSB) yang dalam penyusunannya dilakukan dalam jangka waktu lima tahun sekali; (2) Pelaksanaananggaran berdasarkan ketentuan mengenai penyusunan, pengajuan, penetapan, perubahan RBA dan dokumenpelaksanaan anggaran BLU RSU Bahteramas melaksanakan sesuai RBA yang telah ditetapkan untuk mekanismepengadaannya instalasi menyesuaikan dengan kebutuhannya; (3) Pendapatan dan belanja daerah oleh RSUBahteramas Prov. Sultra pendapatan diperoleh dari jasa pelayanan kesehatan, dari APBD/APBN, dari hasilkerjasama dengan pihak-pihak lain dan pendapatan dari hibah terikat yang diperoleh dari masyarakat atau badanlain yang digunakan sesuai dengan peruntukannya, dimana pendapatan yang diperoleh RSU Bahteramas ProvinsiSultra langsung disetor ke kas daerah; dan (4) Pengelolaan barang BLUD RSU Bahteramas Provinsi SulawesiTenggara dapat disimpulkan bahwa tanah, bangunan, Peralatan-peralatan dan mesin merupakan aset tetaprumah sakit yang dikelola sendiri dengan menugaskan bidang-bidang atau seksi bagian tertentu dalam mengelolaaset rumah sakit ini, aset tetap rumah sakit di bawah naungan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.Kata kunci : Pengelolaan, Keuangan, BLUD
GAMBARAN PERENCANAAN PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI PUSKESMAS SIOMPU KABUPATEN BUTON SELATAN TAHUN 2015 Yusliati, Yusliati; Dupai, La; Lisnawaty, Lisnawaty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.432 KB)

Abstract

Komponen penting dalam mendukung salah satu upaya peningkatan pelayanan kesehatanadalah dengan pengadaan alat kesehatan. Pada perencanaan pengadaan alat kesehatan, diPuskesmas sering mengalami keterlambatan pengadaan serta pengadaan alat kesehatan belumterealisasi dengan baik sehingga dalam memberikan pelayanan pasien di Puskesmas menjadi kurangefektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat informasi lebih mendalam tentanggambaran perencanaan pengadaan alat kesehatan di Puskesmas Siompu Kabupaten Buton SelatanTahun 2015 ditinjau dari sumber daya manusia, saran dan prasarana, biaya/dana, metode, sertapermintaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, yang terdiri dari 2 orang informan kunci dan 3orang informan biasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pengadaan alat kesehatan diPuskesmas Siompu berdasarkan sumber daya manusia yang ada, kelengkapan sarana dan prasarana,biaya yang dialokasikan tidak cukup, tidak adanya metode atau pedoman dalam penyusunanperencanaan, pengadaan alat berdasarkan kebutuhan alat di Puskesmas serta di sesuaikan dengananggaran yang dialokasikan pertahunnya, serta menetukan jumlah permintaan alat denganmengidentifikasi kebutuhan berdasarkan anggran yang tersedia.Kata kunci: Perencanaan,  Alat kesehatan, Puskesmas
STUDI PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN BERJENJANG DI RUMAH SAKIT BAHTERAMAS TAHUN 2018 Dosi, Nurmay Purma; Suhadi, Suhadi; Lisnawaty, Lisnawaty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.807 KB)

Abstract

Rumah Sakit Bahteramas sebagian besar memiliki pasien rujukan terbanyak baik dari Puskesmas maupunRumah Sakit Kabupaten. Tujuan penelitian adalah untuk Mengetahui pelaksanaan sistem rujukan berjenjang diRumah Sakit Bahteramas, ditinjau dari sistem informasi rujukan, kepatuhan petugas pada SOP rujukan, dan dasarpemilihan rujukan dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi dimana penelitian iniadalah wawancara mendalam dengan informan bertujuan untuk memperoleh informasi lebih mendalam tentangPelaksanaan Sistem Rujukan Berjenjang di Rumah Sakit Bahteramas. Kriteria informan biasa adalah pasien yangtelah melakukan rujukan dari tahap I,II,dan III. Sedangkan untuk kriteria informan kunci adalah yang bertugassebagai petugas kesehatan di ruangan pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem rujukan di Rumah SakitBahteramas sudah dilaksanakan sesuai dengan peraturan PMK No.01 tahun 2012 seperti sistem penerimaan pasien,serta kelengkapan sarana dan prasarana. Selain itu Rumah Sakit Bahteramas sudah menerapkan SOP pada setiappetugas dan proses rujukan sudah mengacu pada SOP rujukan serta proses koordinasi sesuai PMK RI No.28 Tahun2014. Namun dalam pelayanan dari petugas masih kurang dan petugas yang berhak mengantar pasien belummaksimal, serta kepatuhan petugas pada SOP rujukan untuk kesiapan petugas dari tingkat Puskesmas dan RumahSakit Kabupaten yang melakukan rujukan belum maksimal dan yang menjadi dasar pasien mel akukan rujukan diRumah Sakit Bahteramas karena kurangnya sarana dan prasarana. Saran saya untuk penelitian ini Petugas harussiap dalam melakukan rujukan tanpa ada perintah dari dokter serta sarana dan prasarana di Puskesmas atau RumahSakit Kabupaten harus diadakan.Kata kunci : Sistem rujukan, SOP rujukan, RS
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS TOMIA TIMUR KELURAHAN TONGANO TIMUR KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2015 Widiani, Irna; Junaid, Junaid; Lisnawaty, Lisnawaty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.758 KB)

Abstract

Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia serta menjadi hak asasi bagisetiap orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatanpelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) di Puskesmas Tomia Timur Kelurahan Tongano Timur KabupatenWakatobi tahun 2015. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatanCross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua yang membutuhkan KIA khususnya ibu hamildan ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Tomia Timur Kelurahan Tongano Timur Kabupaten Wakatobidengan jumlah 106 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil dan ibu menyusui di KelurahanTongano Timur dengan jumlah 51 orang, sedangkan responden adalah suami atau istri yang rumah tangganyaterpilih sebagai sampel dengan teknik pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling).Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan taraf kepercayaan 90% (α = 0,1). Hasiluji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan pemanfaatanpelayanan kesehatan (p = 0,085), ada hubungan yang signifikan antara akses dengan pemanfaatan pelayanankesehatan (p = 0,003) dan ada hubungan yang signifikan antara tradisi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan (p = 0,000).Kata kunci: pemanfaatan pelayanan kesehatan, pendapatan, akses, tradisi
THE EFFECT OF TURMERIC AND GARLIC PHYTOBIOTIC ADDITION WITH DIFFERENT DURATION STORAGE ON THE FUNGAL COLONY IN FEED PURWANTI, SRI; ALAM, GEMINI; A. SYAMSU, JASMAL; AGUSTIN, LAILY; SAPSUHA, YUSRI; LISNAWATY, LISNAWATY
JURNAL PETERNAKAN Vol 13, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v13i2.2421

Abstract

Turmeric and garlic phytobiotic contain bioactive substances, each of which has a function as an antifungal. The study aims to determined to test the ability turmeric and garlic phytobiotic pressed fungal colonies in the feed with different storage time. The data were analyzed by a factorial experimental design with 5 treatments 4 replications and 2 repetitions. The first factor types phytobiotic and the second factor was storage duration. R0 = basal ration (without phytobiotic), R1 = basal ration + 0.3% synthetic antifungal, R2 = basal ration + 2.5% turmeric, R3 = basal ration + 5% garlic, R4 = (basal ration + 2.5% turmeric+ 5% garlic. W0, W1, W2 and W3 respectively with storage time 0, 2, 4 and 6 weeks. Samples were taken from each experimental unit homogeneously. The results showed the average fungal colonies of garlic phytobiotic treatment (26.06±44.76 CFUx103/g) in 2-week storage time (25.20±22.52 CFUx103/g) lower than the provision of synthetic preservatives (57.75±52.03 CFUx103/g) and the control treatment (74.87±70.69 CFUx103/g). Fungal colonies increases rapidly with increasing length of time of storage. The conclusion of this study was that the additon of turmeric and garlic phytobiotic capable as an antifungal in feed.
STUDI TENTANG PENGELOLAAN PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DI PUSKESMAS KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA TAHUN 2017 Susianti, Susianti; Lisnawaty, Lisnawaty; Andisiri, Wa Ode Sitti Nur Zalmariah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.309 KB)

Abstract

BOK merupakan bantuan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mendukung operasional Puskesmasdalam rangka pencapaian program kesehatan prioritas nasional, khususnya kegiatan promotif dan preventif sebagaibagian dari upaya kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenaipengelolaan dana BOK di Puskesmas Kulisusu Kabupaten Buton Utara tahun 2017. Jenis penelitian ini adalahpenelitian kualitatif dengan indepth interview dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini dilaksanakan bulanMaret Sampai April 2017. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam ( indepth interview) pada informankunci (Kepala Puskesmas sekaligus bendahara BOK) yang terlibat secara langsung dalam pengelolaan dana BOK, daninforman biasa (programmer yaitu tenaga kesehatan yang berjumlah 5 orang) yang mengamati serta terlibat dalampelaksanaan pengelolaan dana BOK. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari aspek perencanaan yang disesuaikandengan hasil kesepakatan yang dibahas dalam rapat Mini Lokakarya, kemudian dari aspek pelaksanaan kegiatannyasesuai dengan POA yang telah disusun berdasarkan Petunjuk Teknis kemudian dibuatkan laporan pertanggungjawaban untuk pencairan dana. Pengawasan pengelolaan dana BOK di Puskesmas Kulisusu dilakukan oleh masing masingProgrammer, Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan serta dari BPK dan Inspektorat. Namun dalampelaksanaannya masih ada beberapa hal yang menjadi masalah yaitu kurangnya pelatihan pengelolaan programBOK, kurangnya sarana transportasi untuk turun kelapangan, keterlambatan programmer dalam menyetor laporanpertanggung jawaban, dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program.Kata kunci: Perencanaan, Pelaksanaan, Pencatatan dan Pelaporan pengelolaan BOK, Puskesmas
STUDI PELAYANAN KESEHATAN PESERTA BPJS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KENDARI TAHUN 2016 Annur, Wa Ode Fifin; Lisnawaty, Lisnawaty; Akifah, Akifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.468 KB)

Abstract

Mutu pelayanan rumah sakit dapat mempengaruhi penilaian dari pasien sebagai customer rumah sakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan kesehatan peserta BPJS di ruang rawat inap rumah sakitBhayangkara Kendari tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptifmenggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, pemeriksaan dokumen, dandokumentasi dengan peneliti berperan sebagai instrumen utama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwapelayanan administrasi di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari mudah dan tidak berbelit-belit. Dari aspek PelayananMedis di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari diketahui bahwa pelayanan medis yang dilakukan oleh dokterterhadap pasien dilakukan dengan baik, ramah, sopan, mulai dari cek tekanan darah, menanyakan keluhan pasien,dan dengan tidak langsung memeriksa melainkan bertanya tentang mengenai keluhan penyakit apa yang dideritapasien. Dari aspek Pelayanan Keperawatan dapat diketahui bahwa setiap pelayanan keperawatan yang dilakukanoleh tenaga perawat tersebut memuaskan pasien, sudah cepat, segera dan akurat serta efisien dan efektif.Sedangkan Pelayanan Penunjang Medis di dapatkan hasil bahwa pelayanannya tidak mempersulit dalammemperoleh pelayanan penunjang karena sudah disediakan oleh petugas serta kemampuan petugas dalammemberikan penjelasan terkait pelayanan penunjang tersebut. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semuapelayanan yang diberikan dirumah sakit Bhayangkara sudah baik, seperti pelayanan administrasi, pelayananmedis, pelayanan keperawatan dan pelayanan penunjang medis.Kata Kunci : pelayanan administrasi, pelayanan medis, pelayanan keperawatan, pelayanan penunjang medis .
STUDI PROSES PENGAJUAN KLAIM PASIEN BPJS INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI TAHUN 2017 Asis L, Indrawati; Lisnawaty, Lisnawaty; Andisiri, Wa Ode Sitti NurZalmariah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.651 KB)

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah badan hukum yang dibentuk dengan Undang-Undanguntuk menyelenggarakan program jaminan sosial sebagai tindak lanjut dari pada Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) bertujuan untuk pembiayaan kesehatan. Untuk itu, dalam rangka memahami dengan jelas dan lengkapsystem kesehatan maka perlulah dipahami pula tentang subsistem pembiayaan kesehatan. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui proses pengajuan klaim pada pasien BPJS Instalasi rawat inap Rumah Sakit UmumDaerah Kota Kendari tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Penelitian ini dilakukan di RSUD Kota Kendari. Namun kenyataanya hal ini masih kurang dimengerti dan dipahamisepenuhnya dimana masih terdapat permasalahan antara pelayanan kesehatan yang diterima dengan tuntutanpengajuan klaim dan rumah sakit, yaitu pengajuan klaim tidak sesuai dengan prosedur dan jumlah klaim yangditerima rumah sakit tidak sesuai dengan jumlah yang diklaimkan rumah sakit sehingga menimbulkan masalahbagi RSUD Kota Kendari. Kelengkapan pengisian dokumen rekam medis sangat penting dilakukan. Rekam medisberfungsi sebagai tanda bukti sah yang dimiliki oleh setiap pasien dan dapat dipertanggungjawabkan secarahukum. Oleh karena itu, rekam medis yang lengkap harus diisi dengan lengkap dan jelas tentang semuapelayanan yang diberikan kepada pasien. Ketidaklengkapan kode diagnosis/tindakan yang berisi tentang datamedis pasien akan mempengaruhi proses penentuan dalam klaim BPJS. Dari hasil penelitian menunjukan bahwamasih terdapat beberapa masalah dalam proses pengklaiman salah satunya adalah ketidak lengkapan berkasklaim dan perbedaan jumlah pembayaran klaim yang diterima oleh rumah sakit.Kata Kunci: BPJS, Kelengkapan Informasi, Persetujuan Klaim, Pembayaran Klaim