p-Index From 2014 - 2019
2.863
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tomalebbi
HASNAWI HARIS, HASNAWI
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP PERPANJANGAN PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI DESA GARING KABUPATEN GOWA WAHYUNI, SRI; HARIS, HASNAWI; UMAR, FIRMAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 3, September 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.489 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap perpanjangan Plat nomor kendaraan bermotor roda dua di Desa GaringKabupaten Gowa, (2) Faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum masyarakat terhadap perpanjangan plat nomor kendaraan bermotor roda dua di Desa Garing Kabupaten Gowa, (3) Upaya yang dilakukan Samsat Gowa untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam memperpanjang plat nomor kendaraan bermotor. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1)Tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap perpanjangan plat nomor kendaraan bermotor masihrendah hal tersebut tampak pada pelaksanaan indikator kesadaran hukum yang tidak terpenuhi secara keseluruhan dalam hal ini pemahaman hukum, sikap hukum dan pola perilaku hukum dan berdasarkan data yang diperoleh 30 dari 62 pemilik kendaraan tidak melakukan perpanjangan plat nomor kendaraan bermotor. (2) Faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap perpanjangan plat nomor kendaraan bermotor antara lain latar belakang pendidikan rendah, lokasi yang sulit dijangkau dan biaya registrasi yang tinggi. (3) Upaya yang dilakukan samsat gowa untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam memperpanjang plat nomor kendaraan bermotor yaitu memberikan sosialisasi registrasi perpanjangan plat nomor kendaraan bermotor kepada masyarakat dan meningkatkan pelayanan yang baik bagi masyarakat.Kata Kunci: Kesadaran Hukum, Masyarakat, Plat Nomor Kendaraan Bermotor.  ABSTRACT: This research is aimed to know: (1) The level of public legal awareness to the extension of the two-wheeled vehicle number plate in Garing Village, Gowa District, (2) The factor that influences the legal awareness of the community towards the extension of the license plate number in Garing Village, Gowa regency , (3) Efforts by Samsat Gowa to increase public legal awareness in extending the license plate of motor vehicles. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data have been obtained from the results of research processed by using qualitative descriptive analysis techniques. The results showed that: (1) The level of legal awareness of the community towards the extension of license plate number of motor vehicle is still low. It is seen in the implementation of the unfulfilled legal awareness indicator in this case in terms of legal understanding, legal attitude and behavioral pattern and based on the data obtained of the 62 vehicle owners did not renew their license plate number. (2) Factors affecting the level of legal awareness of the community towards the extension of license plate number of motor vehicles such as low education background, difficult location and high registration fee. (3) Efforts by samsat gowa to increase awareness of public law in extending license plate of motor vehicle that is to socialize registration of extension of license plate of motor vehicle to society and improve good service for society.Keywords: Legal Awareness, Society, Motor Vehicle Number Plate.
PERANAN MEDIA GAMBAR (VISUAL) DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn DI SMPN 1 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA WANTI, ANDI SRI WAHYU; HARIS, HASNAWI
Jurnal Tomalebbi Volume II, Nomor 2, September 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.358 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peranan media gambar (visual) dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa  pada mata pelajaran PKn di SMPN 1 Sungguminasa kabupaten Gowa. (2) Faktor-faktor yang menghambat guru dalam menggunakan media visual pada pada mata pelajaran PKn di SMPN 1 sungguminasa kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, peranan media gambar (visual) dalam meningkatkan konsentrasi siswa, dan faktor- faktor yang menghambat guru dalam penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa.  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan mengambil sampel sebanyak 121 peserta didik, dengan teknik sampel praporsi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peranan media gambar (visual) dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan di sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Sungguminas Kabupaten gowa, ialah (a) adanya penyebaran informasi secara meluas dan merata sesuai dengan yang direncanakan, (b) memudahkan guru dalam menyajikan atau menyampaikan materi yang akan disampaikan dan peserta didik lebih mudah menyerap materi yang disampaikan, (c) mampu menarik perhatian peserta didik sehinggah dapat tercapainya proses pembelajaran yang efektif, dan (d) merangsang pemikiran peserta didik untuk ikut memberikan tanggapan atau argument. (2) Faktor penghambat yang dialami guru dalam menggunakan media pembelajaran antara lain: (a) Faktor kurangnya dana, (b) Faktor waktu yang tersedia tidak cukup, (c) Faktor  kondisi peserta didik, (d) Kemampuan pendidik atau Guru dan, (e) Kendala Penggunaan Media pembelajaran .KATA KUNCI: Media gambar (visual), konsentrasi, mata pelajaran PKn
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN FORUM KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT (STUDI DI DESA PANCIRO KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA) BAHAR, HARDIYANTI; HARIS, HASNAWI
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.151 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan (1). Mengetahui latar belakang dari eksistensi forum keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. (2). Mengetahui Persepsi masyarakat terhadap eksistensi forum keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.Desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi kasus yang merupakan salah satu strategi dalam sebuah penelitian kualitatif. Untuk mendapatkan data-data tersebut maka dalam penelitian ini menggunakan proses pengumpulan data dengan metode angket, wawancara,dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik analisis deskriptif. sumber data utama yang dapat dijadikan jawaban terhadap masalah penelitian. Sumber data primer yang dimaksudkan adalah informan utama. Penetapan informan tersebut dilakukan dengan cara purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kita memilih orang sebagai sampel dengan memilih orang yang benar-benar mengetahui atau memiliki kompetensi dengan topik penelitian kita atau mereka yang terlibat secara langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, dan 32 masyarakat yang terpilih sebagai informan tambahan adalah mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Latar belakang dari eksistensi Forum Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa disebabkan karena faktor meningkatnya tingkat kejahatan dikalangan masyarakat, kurang seriusnya aparat penegak hukum dalam menanggulangi tindak kejahatan serta berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum 2. Persepsi masyarakat Desa Panciro pada umumnya sangat setuju dan mendukung keberadaan Forum Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dalam upaya  memberantas pencurian, minuman keras, perjudian dan perzinahan, karena dengan adanya Forum Kemanan dan Ketertiban Masyarakat ini keadaan masyarakat aman dan jarang terjadi kejahatan dikalangan masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten GowaKata Kunci: Persepsi, Forum Keamanan dan Ketertiban MasyarakatABSTRACT: This study aimed (1). Knowing the background of the existence of public order and security forum in the village Panciro Bajeng District of Gowa. (2). Knowing the public perception of the existence of public order and security forum in the village Panciro Gowa.Desain District Subdistrict Bajeng study is a case study that is one strategy in a qualitative study. To get the data in this study using the data collection process by the method of questionnaires, interviews, documentation. Technical analysis of the data used in this research is descriptive analysis techniques. The main data sources that can be used as an answer to the problem of research. The primary data source is meant key informants. The informant determination by purposive sampling, the sampling technique with a certain consideration. We choose as a sample by selecting people who actually know or have the competence to research topics we or those who are directly involved in social interactions studied, and 32 people were selected as informants extra is that they can provide information, although not directly involved in social interaction under study. The results of this study indicate that 1. Background of the existence of the Public Order and Safety Forum in the village Panciro Bajeng District of Gowa due to factors increasing crime rate among the public, law enforcement officers are less serious in tackling crime and the decreasing public confidence in the law enforcement agencies 2. The public perception Village Panciro generally strongly agree and support the existence of the Forum for Security and public Order in the fight against theft, liquor, gambling and adultery, because with the Forum Security and public Order is the state of the community is safe and rare crime among the people in the village Panciro Subdistrict Bajeng GowaKeywords: Perception, Public Order and Safety Forum
APRESIASI PEDAGANG KAKI LIMA TERHADAP MOTTO HIBRIDA SEBAGAI PROGRAM DI KABUPATEN BARRU K, JUMRIAH.; ., MUSTARI; HARIS, HASNAWI
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 3, September 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.459 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui Sikap Pedagang Kaki Lima Terhadap Motto Hibrida Sebagai Program Di Kabupaten Barru, dan (2) untuk mengetahui Perilaku Pedagang Kaki Lima Terhadap Motto Hibrida Sebagai Program Di Kabupaten Barru. Metode penelitian yang digunakan Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Terdapat 20 informan Pedagang Kaki Lima, 10 Informan Pelanggan Pedagang Kaki Lima, 1 informan dari dinas Koperasi, UKM, Dan Perindag, 1 informan dari Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup dan 1 informan dari Satuan Polisi Pamong Praja. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan tabulasi data. Data yang terkumpul diolah dan dibahas menggunakan teknik analisis deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bentuk Apresiasi Pedagang Kaki Lima Terhadap Motto Hibrida Sebagai Program di Kabupaten Barru, yaitu: (1) sikap pedagang kaki lima menunjukkan dukungan yang positif terhadap  Motto Hibrida sebagai Program ditandai dengan (a) menjaga kebersihan, (b) menjaga dan memelihara tanaman, (c) saling memperingati atau mengingatkan dalam menjaga kebersihan. (2) perilaku pedagang kaki lima terhadap Motto Hibrida sebagai Program yaitu ditunjukkan dengan (a) menanam tanaman, (b) menyiapkan tempat sampah, dan (c) melakukan kerja bakti.Kata Kunci: PKL, Sikap, Perilaku, Motto Hibrida  ABSTRACT: This study aims to (1) to know the attitude of street vendors toward hybrid motto as a program in Barru regency, and (2) to know the behavior of street vendors toward hybrid motto as a program in Barru regency. The research method used is qualitative with descriptive research type. There are 20 informants of street vendors, 10 informants of street vendors, 1 informants from the cooperative, SME, and Perindag, 1 informant from the Environmental Management Agency and 1 informant from the Civil Service Police Unit. Data collection techniques were obtained by using observation, interview, and documentation techniques, as well as using qualitative descriptive analysis and tabulation of data. The collected data is processed and discussed using qualitative descriptive analysis technique. The results of the research show the form of Appreciation of Street Traders on Motto Hybrids as a Program in Barru District, namely: (1) the attitude of street vendors shows positive support for Motto Hybrid as Program marked by (a) maintaining cleanliness, (b) maintaining and maintaining plants , (c) commemorate or remind each other in maintaining cleanliness. (2) street hawkers behavior toward Motto Hybrids as Programs is shown by (a) planting crops, (b) preparing trash cans, and (c) doing consecrated work.Keywords: PKL, Attitude, Behavior, Motto Hybrid
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NO 6 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN TAKALAR (STUDI TENTANG ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN TAKALAR) ., NURLIAH; HARIS, HASNAWI
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 2, Juni 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.452 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam melindungi lahan pertanian produktif, 2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasi peraturan daerah No 6 tahun 2012 tentang Rencana tata Ruang Wilayah Kabupaten Takalar terkait tentang alih fungsi lahan pertanian dan 3) Upaya pemerintah dalam mengoptimalisasikan peraturan daerah No 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupten Takalar terkait tentang alih fungsi lahan pertanian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Takalar yang berjumlah 43 orang, dan sampel sebanyak 7 informan. Dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :1) Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Takalar dalam melindungi lahan pertanian agar tidak beralih fungsi yaitu merumuskan kebijakan teknis di bidang perencanaan melalui penelitian, pembinaan dalam pelaksanaan tugas, fungsi pengawasan, melakukan koordinasi dengan instansi lain, dan melakukan evaluasi dan monitoring, 2) Faktor pendukung implementasi Peraturan Daerah No 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten terkait tentang alih fungsi lahan pertaniann di Kabupaten Takalar yatiu : a) Adanya kebijakan otonomi daerah (desentralisasi), b) Adanya dukungan dari lembaga lain, c) Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Sedangkan faktor penghambat yaitu : a) tingginya ego dari beberapa instansi, b) bisnis perumahan semakin berkembang, dan c) kurangnya kesadaran masyarakat, dan 3) Upaya pemerintah dalam mengoptimalisasikan  Peraturan Daerah No 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah terkait tentang alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Takalar yaitu: a) melakukan sosialisasi, b) Melakukan pengawasan, dan c) pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang.Kata Kunci : Implementasi Peraturan Daerah, Alih fungsi Lahan Pertanian.This study aims to determine: 1) The Role of Regional Development Planning Board in protecting productive agricultural land, 2) the factors supporting and hindering the implementation of local regulations No. 6 of 2012 regarding plans The Spatial KabupatenTakalar related about the conversion of agricultural land and 3) government efforts to optimize local regulation No. 6 of 2012 on Spatial Planning Kabupten related Takalar on agricultural land conversion. This study is a qualitative descriptive study and the population in this study are all servants of Regional Planning and Development Agency KabupatenTakalar numbering 43 people, and a sample of seven informants. By using purposive sampling technique. Data were collected by interview and documentation. The results of this study show that: 1) The Role of Regional Development Planning Board KabupatenTakalar in protecting agricultural land from being converted is to formulate technical policy in the field of planning through research, training in the implementation of the tasks, functions of monitoring, coordinating with other agencies, and conducting evaluations and monitoring, 2) factors supporting the implementation of the regional Regulation No. 6 of 2012 on Spatial Planning District related on land conversion pertaniann in Takalar yatiu: a) The existence of regional autonomy (decentralization), b) Support from other agencies, c ) public participation in development planning. While the inhibiting factors, namely: a) the high ego from several agencies, b) the housing business is growing, and c) lack of public awareness, and 3) Government efforts to optimize the Regional Regulation No. 6 of 2012 on Spatial Planning and the Territory of conversion agricultural land in Takalar namely: a) to disseminate, b) to supervise, and c) the imposition of disincentives in the utilization of space.Keywords: Implementation of local regulation, transformation of agricultural land.
STUDI TENTANG PELAYANAN KESEJAHTERAAN WARGA PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI DI KECAMATAN BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA NURDIN, NURUL CHAIRI; HARIS, HASNAWI
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 2, Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.101 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pelaksanaan program kerja di PSTW Gau Mabaji, Tingkat kesejahteraan lansia di PSTW Gau Mabaji dan Hambatan yang terjadi selama pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan di PSTW Gau Mabaji. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pelaksanaan program kerja di PSTW Gau Mabaji berjalan baik, terbukti dari seluruh program kerja yang dilaksanakan, tak ada satu pun yang terhambat dan tidak terlaksana ditambah pendanaan yang lancer dari pihak pemerintah. (2) Tingkat kesejahteraan lansia di PSTW Gau Mabaji sangatlah baik dan sangat memenuhi standar. Lansia yang hidup sudah lama di panti tersebut merasa sangat nyaman dan aman berada disana ditambah pelayanan yang sangat baik oleh pihak pegawai. (3) Hambatan dalam melaksanakan program pelayanan di PSTW Gau Mabaji hamper tidak ada. Itu dikarenakan semua yang dibutuhkan pihak panti sudah tersedia. Adapun hambatan itu datangnya dari pihak lansia itu sendiri yang tidak bisa untuk diatur. Kata Kunci: Pelayanan, Program Kerja, Tingkat Kesejahteraan  ABSTRACT: This study aims to find out, the implementation of work programs in PSTW Gau Mabaji, Level of welfare elderly in PSTW Gau Mabaji and Barriers that occur during the implementation of welfare services program in PSTW Gau Mabaji. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data have been obtained from the results of the study processed by using descriptive qualitative analysis. The result of the research shows that: (1) The implementation of work program in PSTW Gau Mabaji runs well, as evidenced from all work programs implemented, nothing is hampered and not implemented plus financially funded from the government. (2) The level of elderly welfare in PSTW Gau Mabaji is very good and very meet the standards. Elderly elderly living in the orphanage feel very comfortable and safe to be there plus excellent service by the employee. (3) Barriers in implementing service programs in PSTW Gau Mabaji are almost absent. Thats because all the required parties are available. The barriers come from the elderly themselves who can not be arranged. Keywords: Service, Work Program, Level of Welfare
PERAN SAKSI DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA TAKALAR BASRI, NUR IKAWAHYULI; HARIS, HASNAWI
Jurnal Tomalebbi Volume II, Nomor 2, September 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.129 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran saksi dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Takalar, dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi saksi dalam memberikan kesaksian di Pengadilan Agama Takalar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah para penegak hukum, khususnya Hakim di Pengadilan Agama Takalar. Peneliti juga menggunakan studi dokumen sebagai data sekunder, yang mana dokumen ini merupakan kepustakaan yang diperoleh melalui peraturan perundang-undangan sehingga diperoleh data-data yang diperlukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peran saksi dalam suatu persidangan perkara perceraian di Pengadilan Agama Takalar dipandang sangat penting, pembuktian dengan kesaksian merupakan cara pembuktian yang terpenting dalan suatu perkara yang sedang diperiksa di depan Hakim. Suatu kesaksian harus mengenai peristiwa-peristiwa yang dilihat dengan mata sendiri atau yang dialami sendiri oleh seorang saksi. Jadi saksi itu tidak hanya mendengar saja tentang adanya peristiwa-peristiwa dari orang lain. (2) Faktor yang mempengaruhi saksi dalam memberikan kesaksian di Pengadilan Agama Takalar yaitu faktor motivasi, faktor kepribadian dan faktor pengenalan terhadap pelaku dan situasi.KATA KUNCI: Saksi, Perceraian
KESADARAN LINGKUNGAN HIDUP PARA PACCELAYYA DI LINGKUNGAN PALLENGU KELURAHAN PALLENGU KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO IKBAL, .; KASMAWATI, ANDI; HARIS, HASNAWI
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 4, Desember 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.492 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat kesadaran lingkungan hidup para pacce’layya di Lingkungan Pallengu Kelurahan Pallengu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. (2). Upaya kelompok/individu untuk mengatasi limbah sampah dalam meningkatkan kualitas garam dan pengawasan  di Lingkungan Pallengu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknink pengumpulan data dari hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tiga komponen utama, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). tingkat kesadaran lingkungan hidup para  paccelayya masih kurang hal tersebut terlihat dari (a) masih dilihat limbah sampah (b) menunjukkan sikap acuh terhadap limbah sampah pada tambak garam. (c) menunjukkan kurangnya kerja sama antara individu/kelompok dalam menanggulangi limbah sampah (2) upaya kelompok/individu untuk mengatasi limbah sampah untuk meningkatkan kualitas garam dan pengawasan paccelayya (a) Memberikan peralatan dari segi mesin pompa air untuk mendapat air yang bersih (b) Mendata luas lahan tambak garan untuk mengefektifkan pengelolaan.(c) Mendata hasil garam untuk mengecek kualitas garam yang dihasilkan (d) Disiplin dalam bekerja dalam rangka efisiensi peralatan di tambak garam. Kata Kunci: Kesadaran, Lingkungan Hidup.  ABSTRACT: This study aims to determine (1) the level of environmental awareness of the paccelayya in the Environment Pallengu Kelurahan Pallengu District Bangkala Jeneponto Regency. (2). Group / individual effort to overcome waste waste in improving salt quality and supervision in Pallengu Environment Bangkala District Jeneponto Regency. This research is a qualitative descriptive study. Teknink data collection from the results obtained by using qualitative descriptive analysis with three main components, namely data reduction, data presentation, conclusion, and verification. The results showed that: (1). the level of environmental awareness of the paccelayya is still less visible from (a) still seen waste waste (b) showing indifference to waste waste in salt pond. (c) shows the lack of cooperation between individuals / groups in dealing with waste waste (2) group / individual effort to overcome waste waste to improve salt quality and paccele supervision (a) Provide equipment in terms of water pump machine to obtain clean water ) Record area of brackish pond to streamline management (c) Collect salt yield to check the quality of salt produced (d) Discipline in working in order to improve equipment efficiency in salt ponds.Keywords: Awareness, Environment.
PENERAPAN SISTEM FULL DAY SCHOOL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMAN 11 PANGKEP KABUPATEN PANGKEP NUR, MUFLIHA; HARIS, HASNAWI; MUSTARING, .
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 2, Juni 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.16 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan, (1) Untuk mengetahui proses pembentukan karakter melalui sistem Full day school di SMAN 11 Pangkep Kabupaten Pangkep. (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat proses pembentukan karakter melalui sistem Full day school di SMAN 11 Pangkep Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu 10 orang guru, 10 orang peserta didik, dan 5 orang orang tua peserta didik. Sedangkan data sekunder yaitu peraturan perundang–undangan dan dokumen.teknik pengumpulan data meliputi: Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yaitu: (1) Proses pembentukan karakter pada sistem full day school di SMAN 11 Pangkep meliputi nilai karakter religius dilakukan melalui pembiasaan sholat berjamaah, pembiasaan berperilaku sopan dan santun, disiplin dilakukan melalui pembiasaan datang tepat waktu dan pembiasaan mematuhi aturan yang berlaku, gemar membaca dilakukan melalui pembiasaan memanfaatkan waktu istirahat, kerja keras dilakukan dengan upaya bersungguh-sungguh dalam mengatasi hambatan belajar dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya, serta komunikatif dilakukan dengan pembiasaan memanfaatkan waktu istirahat untuk berbagi cerita dengan teman dan berkomunikasi dengan guru serta pembentukan karakter dalam penerapan sistem full day school bertumpu pada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah (2) faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung yaitu: peran guru, sarana dan prasarana, pembina kegiatan ekstrakurikuler dan metode yang sesuai. Sedangkan faktor penghambat yaitu perbedaan karakteristik peserta didik yang berbeda-beda karena masih ada beberapa peserta didik yang masih sulit diatur. Sementara yang lain hanya dirasakan di awal-awal diterapkannya sistem tersebut yaitu di bulan pertama dan kedua penerapan sistem full day school. Kata Kunci : Full day school, Karakter, Peserta Didik ABSTRACT: This study aims, (1) to find out the process of character formation through the Full day school system in SMAN 11 Pangkep, Pangkep Regency. (2) To find out the supporting and inhibiting factors of the process of character formation through the Full day school system at SMAN 11 Pangkep, Pangkep Regency. This type of research is descriptive and uses a qualitative approach. The data sources used are primary data and secondary data. Primary data are 10 teachers, 10 students, and 5 parents of students. While secondary data are laws and documents. Data collection techniques include: Observation, Interview and Documentation. Data analysis used in this study is data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the study, namely: (1) The process of character formation in the full day school system at SMA 11 Pangkep includes the value of religious characters carried out through congregational prayer, habituation to behave politely and politely, discipline is done through habituation to arrive on time and habituation to obey the rules, love of reading is done through habituation to take time off, hard work is done with an earnest effort in overcoming learning barriers and completing tasks as well as possible, and communicative is done by habituating to take breaks to share stories with friends and communicate with teachers and character building in the application of a full day school system rests on extracurricular activities in schools (2) supporting factors and inhibiting factors. Supporting factors are: the role of the teacher, facilities and infrastructure, coaches of extracurricular activities and appropriate methods. While the inhibiting factor is the difference in the characteristics of different students because there are still some students who are still difficult to manage. While others only felt at the beginning of the implementation of the system in the first and second months of the implementation of full day school system. Keywords: Full day school, Character, Students
PERSEPSI GURU DAN SISWA T ERHADAP PENERAPAN LIMA HARI SEKOLAH (FULL DAY SCHOOL) DI SMKN 1 PINRANG HADRIANTI, .; HARIS, HASNAWI; MUSTARI, .
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.783 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan, (1) untuk mengetahui persepsi guru terhadap penerapan lima hari sekolah (full day school) di SMKN 1 Pinrang. (2) untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan lima hari sekolah (full day school) di SMKN 1 Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekskriktif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang terdiri dari tiga yaitu : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu terdiri dari 6 guru dan 10 siswa sedangkan data sekunder yaitu dokumen pendukung lainnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) persepsi guru mengenai penerapan lima hari sekolah (full day school) pada umumnya guru setuju dengan diterapkannya di SMKN 1 Pinrang karena SMKN adalah sekolah kejuruan yang menggunakan waktu yang cukup panjang untuk melakukan kegiatan praktek kejuruan dan perilaku siswa bisa terawasi selama dilingkungan sekolah. (2) persepsi siswa mengenai penerapan lima hari sekolah (full day school) di SMKN 1 Pinrang pada umumnya siswa tidak setuju karena siswa merasa kelelahan, mengantuk dan bosan sehingga aktivitas kelas tidak kondusif dan motivasi belajar siswa menurun serta waktu istirahat siswa tidak menentu. Kata Kunci : Persepsi, Guru, Siswa, 5 Hari Sekolah   ABSTRACT: This study aims, (1) to determine the teachers perception of the application of five school days (full day school) at SMK 1 Pinrang. (2) to find out students perceptions of the application of five school days (full day school) at SMK 1 Pinrang. This study uses a qualitative dexcctive approach. The data collection technique consists of three, namely: observation, interviews, and documentation. In addition, the data sources used are primary data and secondary data. Primary data consists of 6 teachers and 10 students while secondary data is other supporting documents. Based on the results of the study showed that: (1) the teachers perception of the application of the five school days (full day school) in general, the teacher agreed with the application in SMK 1 Pinrang because SMKN is a vocational school that uses a long time to conduct vocational practice and student behavior can be supervised during the school environment. (2) students perceptions of the application of five school days (full day school) at 1 Pinrang Vocational School in general, students did not agree because students felt tired, sleepy and bored so that class activities were not conducive and students learning motivation decreased and students rest periods were erratic. Keywords: Perception, Teacher, Students, 5 School Days