p-Index From 2014 - 2019
3.561
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tomalebbi
LUKMAN ILHAM, LUKMAN
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM GUGATAN SEDERHANA (SMALL CLAIM COURT) DALAM PENYELESAIAN PERKARA WANPRESTASI DI PENGADILAN NEGERI MAKASSAR WAHYUNINGSIH, SRI; ILHAM, LUKMAN; DAHRI, IRSYAD
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.697 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui,(1) Penerapan sistem Gugatan Sederhana (Small Claim Court) dalam penyelesaian perkara wanprestasi di Pengadilan Negeri Makassar (2) Kendala penerapan sistem Gugatan Sederhana (Small Claim Court) dalam Penyelesaian Perkara Wanprestasi di Pengadilan Negeri Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif normatif dengan teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dokumentasi.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan sistem gugatan sederhana telah berusaha memenuhi ketentuan tata cara penyelesaian gugatan sederhana sesuai dengan PERMA Nomor 2 Tahun 2015 ditinjau dari aspek kriteria perkara dan prosedur tahapan beracara gugatan sederhana, namun belum cukup efektif dalam hal limitasi waktu penyelesaian dimana terdapat satu perkara yang melebihi batasan waktu penyelesaian yakni lebih dari 25 hari sejak sidang pertama. (2) Penerapan gugatan sederhana dalam penyelesaian perkara wanprestasi di Pengadilan Negeri Makassar terdapat kendala internal dan eksternal dalam pelaksanaannya (a) kendala internal tidak adanya peraturan yang jelas mengenai mekanisme eksekusi khususnya upaya paksa terhadap putusan-putusan gugatan sederhana, (b) kendala eksternal yaitu domisili tergugat yang pada blangko pendaftaran hanya berdasarkan keyakinan penggugat sehingga memunculkan kemungkinan tergugat telah pindah domisili dan berbeda yuridiksi hukum dengan penggugat dan masih kurangnya sosialisasi mengenai tata cara penyelesaian gugatan sederhana membuat pihak berperkara tidak paham mengenai alur proses penyelesaian perkara. Kata Kunci : Penerapan, Gugatan Sederhana, Wanprestasi,  ABSTRACT: This study aims to determine, (1) Application of a Small Claim Court system in the settlement of a case of default in the Makassar District Court (2) Constraints in the application of a Small Claim Court in Settlement of Default Cases in the Makassar District Court. This type of research uses descriptive normative method with data collection techniques, namely through observation, interviews, documentation. From the results of the study indicate that (1) The application of a simple lawsuit system has attempted to fulfill the requirements for simple lawsuit settlement in accordance with PERMA Number 2 of 2015 in terms of Case criteria and procedure for the stages of a lawsuit are simple, but not effective enough in terms of limitation of the time of settlement where there is a case that exceeds the time limit for completion of more than 25 days from the first trial. (2) The application of a simple lawsuit in the settlement of a default case in the Makassar District Court has internal and external constraints in its implementation (a) internal constraints in the absence of clear regulations regarding the mechanism of execution, especially forced efforts against simple lawsuit, (b) external constraints, namely The defendants domicile, whose registration is only based on the plaintiffs conviction, raises the possibility that the defendant has moved domicile and different legal jurisdictions with the plaintiff and the lack of socialization regarding the procedure for settling a simple lawsuit makes the litigant unaware of the process of settlement. Keywords: Application, Simple Suit, Default
STRATEGI PEMENANGAN ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN TERPILIH DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF 2014 ( STUDI PADA KANTOR DPRD KOTA MAKASSAR). ALAM, MABRUR; ILHAM, LUKMAN
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 2, Juni 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.943 KB)

Abstract

Penelitian Ini bertujuan Untuk mengetahui latar belakang kaum perempuan untuk maju dalam dunia politik khususnya dalam Pemilihan legislatif Tahun 2014 di DPRD kota Makassar Dan Untuk mengetahui sejauh mana strategi pemenangan yang dilakukan oleh para calon legislatif perempuan di Kota Makassar. Dalam penelitian ini digunakan  desain penelitian kualitatif. yang bertujuan untuk menggambarkan proses atau strategi pemenangan calon legislatif perempuan dalam memenangkan pemilihan legislatif tahun 2014. Dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah semua angggota dewan perempuan di DPRD kota Makassar yang berjumlah delapan orang, teknik penarikan sampelnya menggunakan total sampling yakni penentuan sampel sesuai dengan jumlah populasi yang ada. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan Kepustakaan, sedangkan Teknik analisis data yang digunkan ialah analisis deskriptif yakni menjabarkan peristiwa-peristiwa yang diteliti. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang kaum perempuan maju dalam pemilihan umum legislatif tahun 2014 yakni (1)rendahnya keterwakilan perempuan di dunia politik, (2) pengabdian kepada masyarakat, (3) dukungan dari keluarga, (4) adanya pemberlakuaan Kouta 30% perempuan dalam dunia politik. Sementara Itu Strategi pemenangan yang dilakukan oleh kaum perempuan dalam pemilihan legislatif 2014 yakni : (1) pembentukan tim, (2) , mapping wilayah, (3) Kampanye, (4) meraih simpati dari tokoh masyarakat yang menjadi daerah pemilihan (5) Investasi sosial.Kata Kunci : Strategi Pemenangan, Anggota Legislatif Perempuan This study aims to find out the background of womens progress in politics, especially in the parliamentary elections of 2014 in the city of Makassar DPRD And To determine the extent of winning strategies undertaken by women candidates in Makassar. This study used a qualitative research design. which aims to describe the process or winning strategies of women candidates in winning legislative elections in 2014. In this research study was the subject of all the members of the board of women in Parliament Makassar totaling eight people, the sampling technique sampling sample using the total sample determination in accordance with the number of population which exists. As for the data collection techniques used were interviews and literature, while the data analysis technique is used mainly descriptive analysis that describes the events studied. The results of this study indicate that the background of women forward in the legislative elections of 2014: (1) the low representation of women in politics, (2) community services, (3) the support of the family, (4) the pemberlakuaan Kouta 30% of women in the world of politics. While That strategy winning is done by women in legislative elections held in 2014, namely: (1) the formation of the team, (2), mapping the area, (3) Campaign, (4) gain the sympathy of the public figures who become electoral districts (5) Social investment ,Keywords: Winning Strategies, Member of the Legislative Women
PERANAN HAKIM DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KABUPATEN PANGKEP ., ASRIANI; ILHAM, LUKMAN
Jurnal Tomalebbi Volume II, Nomor 2, September 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.122 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peranan hakim dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Pangkep. (2) Kendala-kendala yang dihadapi hakim dalam penanganan penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Pangkep. (3) Upaya hakim dalam meminimalisir terjadinya perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Pangkep. Penelitian ini menggunakan metode bentuk deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan  jumlah hakim dalam lingkup  Pengadilan Agama Kabupaten Pangkep yang berjumlah 9 orang hakim. Dalam penelitian ini tidak dilakukan penarikan sampel karena populasinya terjangkau. Pengumpulan data dilakukan melalui tekhnik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peranan hakim dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Pangkajenne yaitu Hakim menasehati  dan memberikan ilmu pengetahuan berupa pemahaman kepada pihak yang ingin melakukan perceraian,sebelum melakukan persidangan.Terkadang hakim mengalami kendala-kendala dalam memberikan pemahaman atau memberikan nasehat didalam persidangan berupa pengarahan yang tidak bisa diterima bagi para pihak berperkara yang mempunyai latar belakang pendidikan yang rendah atau yang sangat rendah. Sehinga upaya hakim dalam menanggapi terjadinya Perkara Perceraian itu beragam artinya memberikan tanggapan sesuai dengan kondisi masyarakat yang ada atau melakukan suatu penyuluhan bersama instansi yang terkait yang tidak sebatas membahas tentang perceraian,tapi penyuluhan tentang meminimalisir terjadinya pernikahan di usia dini yang sering terjadi didalam masyarakat.KATA KUNCI: Hakim, Pengadilan Agama, Perkara Perceraian
STUDI TENTANG TINDAK PIDANA PENCURIAN YANG DILAKUKAN OLEH GENG MOTOR DI KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS PADA KANTOR POLRESTABES MAKASSAR) ARTINA, FITRIAH; ILHAM, LUKMAN
Jurnal Tomalebbi Volume II, Nomor 2, September 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.019 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui motif pelaku geng motor dalam melakukan Tindak Pidana Pencurian di Kota Makassar, (2) Mengetahui upaya preventif dan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh geng motor di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, populasi dalam penelitian ini semua kasus tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh Geng Motor di Kota Makassar Tahun 2013 yang selesai ditangani di Kantor Polrestabes Makassar yakni berjumlah 13 kasus, penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel populasi yaitu sebanyak 13 kasus Tindak Pidana Pencurian yang dilakukan oleh Geng Motor di Kota Makassar Tahun 2013 yang selesai ditangani di Kantor Polrestabes Makassar. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik  analisis deskrptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Motif pelaku geng motor di Kota Makassar dalam melakukan tindak pidana pencurian yakni didorong oleh keinginan untuk mencari kesenangan dan popularitas, serta adanya perebutan posisi kepemimpinan dalam geng motor tersebut. (2) Upaya yang dilakukan oleh aparat kepolisian  terhadap tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh geng motor di Kota Makassar yakni: (a) Upaya preventif atau pencegahan (1) Melalui penyuluhan terhadap anak-anak sekolah dengan mengirimkan perwakilan dari pihak kepolisian untuk menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah yang ada di Kota Makassar secara bergantian, (2) Menyatukan persepsi dengan masyarakat, tokoh agama, toko pemuda, dan anggota TNI untuk sepakat melarang keras terhadap keberadaan geng motor di kota makassar berupa pemasangan spanduk yang dipasang di daerah rawan geng motor, (3) Melakukan patroli blok pada tempat-tempat yang dianggap rawan terjadinya kejahatan yang dilakukan oleh geng motor. (b) Upaya reprsif atau penindakan yang dilakukan oleh kepolisian polrestabes makassar terhadap tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh geng motor harus sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku yakni dalam hal ini harus berdasar pada KUHP dan KUHAP.Kata Kunci : Tindak pidana, pencurian, geng motor
PERAN PANITIA PENGAWAS PEMILU DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF DI KOTA MAKASSAR ., SULAEMAN; ILHAM, LUKMAN
Jurnal Tomalebbi Volume II, Nomor 1, Maret 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.956 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui peran panitia pengawas pemilu dalam pelaksanaan pemilihan umum legislatif di kota makassar, (2) untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berpengaruh  terhadap kinerja panitia pengawas pemilu dalam pelaksanaan pemilihan umum legislatif di kota makassar. Penelitian ini mengunakan metode survey yang desainnya dirancang dengan menggunakan Desain Deskriptif Kualitatif. Dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Panwaslu kota makassar, anggota legislatif terpilih dalam masa bakti 2014- 2019, tokoh- tokoh masyarakat. Sementara penarikan sampelnya menggunakan Non Probability Sample untuk tujuan tertentu saja yang dianggap memiliki keterkaitan dengan objek yang diteliti karena tidak semua elemen dalam populasi mendapat kesempatan yang sama untuk dapat menjadi responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Peran panitian Pengawas Pemilu Kota Makassar dalam penyelenggaraan pemilihan umum legislatif belum melaksanakan fungsinya secara maksimal, hal tersebut dapat dilihat dari pelaksaan setiap tahapan- tahapan penyelenggaraan pemilu, mulai dari pengawasan terhadap pemutahiran data pemilu (DPT), pelaksanaan kampanye yang dilakukan oleh calon legislatif, pengadaan Logistik pemilu, pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, pergerakan surat suara/ rekapitulasi surat suara serta pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan pemilu masih banyak pelanggaran. (2) Faktor yang berpengaruh terhadap kinerja panwaslu kota makassar adalah (a) Faktor struktur, meliputi panwaslu yang bersifat ad hoc, jumlah personil, sarana penunjang, serta dana dalam operasional. (b) Faktor Substansi, berupa regulasi/ aturan yang dibuat oleh pemerintah yang memiliki banyak celah sehingga dapat memungkinkan seseorang melakukan pelanggaran pemilu. (c) Faktor Culture/ budaya.(3) Solusi untuk menciptakan pemilu yang demokratis adalah (a) Regulasi Dan Penerapannya, (b) Peningkatan Sumber Daya Manusia, dan (c) Perbaikan Anggaran, Infrastruktur/ Fasilitas.KATA KUNCI: Panitia Pengawas, Pemilu Legislatif
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPERCAYAAN DAN KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KINERJA ANGGOTA DPRD KOTA MAKASSAR (STUDI PADA MASYARAKAT KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR) PRATAMA, MUHAMMAD ARIEF; ILHAM, LUKMAN
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 2, Juni 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.017 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasi dan deskriptif. Penelitian ini dilakukan melalui survei dengan menggunakan kuesioner yang disebar kepada sampel dari populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah 108.984 jiwa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan rumus slovin, Jumlah sampel 204 orang yang didapatkan dengan menggunakan rumus slovin akan dibagi menjadi 6 sehingga jumlah sampel masing-masing kelurahan yakni 34 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling.Teknik analisis data yang digunakan yaitu a)Statistik deskriptif b)Uji Asumsi berupa (1) Uji Normalitas, (2) Uji Linieritas, c) Uji Korelasi, d) Uji Detrminasi (R2), e) Uji t, f) Uji Korelasi Ganda, g) Uji F. Hasil analisis korelasi diperoleh korelasi antara tingkat kepercayaan dengan kinerja anggota DPRD (r) adalah 0,727. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang positif antara tingkat kepercayaan dengan kinerja anggota DPRD. Dari analisis uji t, bahwa nilai t Hitung sebesar 15,047. didapatkan angka sebesar 1,971. Karena t hitung > t (15,047 > 1,971), artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepercayaan terhadap kinerja anggota DPRD Kota Makassar.Hasil analisis korelasi diperoleh antara tingkat kepuasan dengan kinerja anggota DPRD (r) adalah 0,809, menunjukkan terjadi hubungan yang positif antara tingkat kepuasan dengan kinerja anggota DPRD. Dari analisis uji t, t hitung > t (19,572 > 1,971),ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepuasan terhadap kinerja anggota DPRD Kota Makassar.Dari analisis korelasi ganda di atas diperoleh korelasi antara tingkat kepercayaan dan tingkat kepuasan terhadap kinerja anggota DPRD Kota Makassar (R) adalah 0,827, terjadi hubungan yang positif antara tingkat kepercayaan dan tingkat kepuasan terhadap kinerja anggota DPRD Kota Makassar. Dari analisis uji F, didapatkan bahwa nilai F Hitung sebesar 217,205. Berdasarkan F Tabel didapatkan angka sebesar 3,04. Karena F hitung > F Tabel (217,205 > 3,04), maka Ho ditolak, artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepercayaan dan kepuasan terhadap kinerja anggota DPRD Kota Makassar.Kata Kunci : Tingkat Kepercayaan, Kepuasan Masyarakat, Kinerja Anggota DPRD This study is a quantitative research using correlation and descriptive approach. This research was conducted through a survey using a questionnaire that was distributed to a sample of the population. The population in this study is 108 984 inhabitants. While the sample is determined by a formula slovin, number of samples of 204 people who obtained using the formula slovin will be divided into 6 so that the number of samples each village that is 34 respondents. The sampling technique used in this study is simple random sampling.Teknik data analysis used is a) Descriptive statistics b) Test assumptions are (1) Normality Test, (2) Test of linearity, c) Correlation, d) Test Detrminasi (R2 ), e) Test t, f) correlation Ganda, g) F. Test results of correlation analysis obtained correlation between the level of trust with the performance of members of parliament (r) is 0.727. This shows that there is a positive relationship between the level of trust in the performance of legislators. From the analysis of the t test, that the value t count amounted to 15.047. obtains the figure of 1,971. Because t count> t (15.047> 1.971), meaning that there is a significant relationship between the level of confidence in the performance of legislators Makassar.Hasil obtained correlation analysis between the level of satisfaction with the performance of members of Parliament (r) is 0.809, showed a positive relationship between the level of satisfaction with the performance of legislators. From the analysis of the t test, t> t (19.572> 1.971), there was a significant relationship between the level of satisfaction with the performance of legislators Makassar.Dari multiple correlation analysis is obtained correlation between the level of trust and satisfaction with the performance of legislators Makassar ( R) is 0.827, occurs a positive relationship between the level of trust and satisfaction with the performance of legislators Makassar. From the analysis of the F test, it was found that the value of F count of 217.205. Based on figures obtained Table F of 3.04. Since F arithmetic> F table (217.205> 3.04), then Ho is rejected, it means that there is a significant relationship between the level of trust and satisfaction with the performance of legislators Makassar.Keywords: Confidence, Public Satisfaction, Performance DPRD Member
TINJAUAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJA PRE DELIVERY CENTRE (PDC) PT. HADJI KALLA SUPRIYATMAN, AGUNG PRAKASA; ILHAM, LUKMAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 2, Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.351 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilaksanakan di perusahaan, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan K3 dan upaya yang dilakukan perusahaan dalam mengatasi hambatan dalam pelaksanaan program K3 di perusahaan Pre Delivery Centre (PDC) PT. Hadji Kalla Makassar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini adalah informan kunci yaitu ketua anggota Safety, Health, and Environment (SHE) yang merupakan ahli K3 dan informan pendukung terdiri dari 3 (tiga) orang anggota SHE dan karyawan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) Pelaksanaan program K3 pada pekerja Pre Delivery Centre (PDC) PT. Hadji Kalla menekankan  produktivitas kerja karyawan berdasarkan program yang dilaksanakan di perusahaan yaitu: (a) peraturan keselamatan kerja bagi karyawan berdasarkan hasil adopsi dari OHSAS 18001 dan UU No. 13 tahun 2003, (b) pembinaan K3 dilaksanakan dengan menggunakan metode komunikasi proaktif, pelatihan dan motivasi, (c) penyediaan fasilitas dan sarana K3 meliputi: MCK, kamar ganti dan istirahat karyawan, mushollah, kantin, rest area, dan APD, (d) pemberian pelayanan kesehatan bagi pekerja baik penyakit akibat kerja maupun penyakit bawaan; (2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan K3 adalah tersedianya fasilitas dan sarana K3 yang memadai sedangkan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan K3 yaitu kurangnya kesadaran karyawan dalam menggunakan APD dan rendahnya kesadaran karyawan terhadap K3; (3) Upaya dalam mengatasi hambatan tersebut adalah dengan memberikan training, re-training, counseling, pemberian peringatan lisan dan tulisan, serta pengawasan oleh manajemen. Kata Kunci: Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) ABSTRACT: This study aims to find out the implementation of Occupational Safety and Health (K3) implemented in the company, the factors that support and hamper the implementation of K3 and efforts made by the company in overcoming obstacles in the implementation of the OHS program in the company Pre Delivery Center (PDC) PT . Hadji Kalla Makassar. This research is descriptive research using qualitative approach. Technique of data collection is done by observation, interview, and documentation. The informant in this research is the key informant that is the chairman of Safety, Health, and Environment (SHE) member who is an OSH expert and supporting informant consists of 3 (three) SHE members and employees. Data analysis technique used is interactive model. The results showed that. (1) Implementation of Occupational Health and Safety program of Pre Delivery Center (PDC) workers of PT. Hadji Kalla emphasizes the work productivity of employees based on the programs implemented in the company, namely: (a) work safety regulations for employees based on the adoption of OHSAS 18001 and Law no. (C) the provision of facilities and facilities K3 include: MCK, changing rooms and rest employees, mushollah, canteen, rest area, and PPE, (d) ) the provision of health services for workers of both occupational and congenital diseases; (2) Supporting factors in the implementation of K3 is the availability of facilities and facilities K3 adequate while the obstacles encountered in the implementation of K3 is the lack of awareness of employees in using PPE and low awareness of employees against K3; (3) Efforts to overcome these obstacles is to provide training, re-training, counseling, oral and written warning, and supervision by management. Keywords: Occupational Safety and Health (K3) 
PELAKSANAAN TRADISI UPACARA ADAT PATTAUNGENG DI TINCO KELURAHAN OMPO KECAMATAN LALABATA KABUPATEN SOPPENG OCTAVIA, LESTARI; ILHAM, LUKMAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.724 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan upacara adat pattaungeng dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan upacara Adat Pattaungeng di Tinco. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dan jenis penelitian kualitatif. Berdasarkan sumbernya, jenis data dalam penelitian ini yaitu data kualitatif. Data kualitatif diperoleh langsung dari 20 informan. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi masyarakat dalam pelaksanaan upacara adat pattaungeng di Kelurahan Tinco Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, beranggapan bahwa tradisi tersebut sah-sah saja dilaksanakan sebagai sikap untuk menghargai dan menghormati peninggalan nenek moyang dan leluhur. Selain itu, masyarakat beranggapan upacara adat pattaungeng memberikan manfaat bagi mereka yang melaksanakannya seperti mereka akan terhindar dari malapetaka atau bahaya. 2) Faktor pendukung yang menyebabkan pelaksanaan upacara adat pettaungeng masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat di daerah Tinco kelurahan Ompo yaitu adanya niat dari dalam diri untuk membudayakan dan melestarikan upacara adat pattaungeng, adanya kecintaan terhadap budaya itu sendiri, adanya penerus atau pergantian generasi yang akan melaksanakan sehingga budaya tersebut tetap terlaksana dan bertahan didalam masyarakat. Sedangkan yang dianggap sebagai penghambat pelaksanaan upacara adat pattaungeng seperti ketidakmampuan masyarakat untuk mempertahankan budaya lokal sendiri, masih adanya masyarakat yang beranggapan bahwa kebudayaan tersebut merupakan kebudayaan kuno, banyaknya budaya asing yang masuk di kabupaten Soppeng dan masih adanya masyarakat yang kurang peduli terhadap upacara adat pattaungeng tersebut.Kata Kunci : Pelaksanaan, Adat Pattaungeng  ABSTRACT: This study aims to determine the public perception of the implementation of traditional ceremonies and factors that support and hamper the implementation of traditional ceremonies Pattaungeng in Tinco. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through observation, interviews, and documentation. This research uses phenomenological approach and qualitative research type. Based on the source, the type of data in this study is qualitative data. Qualitative data were obtained directly from 20 informants. The data have been obtained from the results of the study processed by using descriptive qualitative analysis. The results showed that: 1) Public perception in the implementation of traditional ceremony of pattaungeng in Tinco Village, Lalabata Sub-district, Soppeng Regency, assumed that the tradition was legitimately implemented as an attitude to appreciate and respect the relics of ancestors and ancestors. In addition, the community thinks the traditional ceremony of pattaungeng provides benefits to those who carry it out as they will be spared from calamity or danger. 2) Supporting factors that cause the implementation of traditional ceremony pettaungeng still held by the community in the Tinco Ompo urban area that is the intention of the inside to cultivate and preserve the traditional ceremony of pattaungeng, the love of the culture itself, the successor or succession of the generation that will carry out so the culture remains in place and survives in society. While those considered as obstacles to the implementation of traditional ceremonies such as pattaungeng inability of the community to maintain their own local culture, there are still people who think that the culture is an ancient culture, the many foreign cultures that enter in Soppeng district and still the people who are less concerned about the ceremony pattaungeng. Keywords: Implementation, Adat Pattaungeng
PEMBINAAN MORAL NARAPIDANA NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KLAS II A SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA ILHANA, NUR; ILHAM, LUKMAN; ., MUSTARI
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 3, September 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.718 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian bertujuan untuk mengetahui, program pembinaan moral narapidana narkotika di lapas narkotika Sungguminasa, pelaksanaan pembinaan moral, dan faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan pembinaan moral. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengetahui pembinaan moral narapidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas II A Sungguminasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Program pembinaan moral di Lembaga pemasyarakatan Narkotika Klas II A Sungguminasa meliputi pembinaan kesadaran beragama, pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara, dan pembinaan kesadaran hukum 2) Pelaksanaan pembinaan moral narapidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas II A Sungguminasa belum terlaksana maksimal yang disebabkan karena masih kurangnya partisipasi  narapidana dalam mengikuti pembinaan dan kurangnya pengawasan dari petugas lapas 3) Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembinaan moral narapidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas II A Sungguminasa yakni faktor internal maupun eksternal dari narapidana. faktor internal yaitu motivasi narapidana dalam mengikuti pembinaan. Sedangkan faktor eksternal antara lain sarana dan prasarana yang belum memadai dalam pelaksanaan pembinaan. kuantitas dan kualitas petugas lapas, serta terbatasnya anggaran.Kata Kunci: Pembinaan Moral, Narapidana, Lembaga Pemasyarakatan,  ABSTRACT: The study aims to find out, the program of moral guidance of narcotic inmates in Saranuminasa Narcotics Prison, the implementation of moral coaching, and factors that influence in the implementation of moral coaching. To achieve that goal the researcher uses data collection techniques through, interview, observation and documentation. Data obtained from the results of research processed by using qualitative analysis to determine the moral guidance of Narcotic prisoners in Class II Narcotics Prison A A Sungguminasa. The results of the study indicate that (1) the program of moral guidance in Class II Narcotics Prison A Sungguminasa includes the promotion of religious awareness, the development of national and state consciousness, and the development of legal awareness 2) The implementation of moral guidance of narcotic prisoners in Class II Narcotics Prison A Sungguminasa not yet done maximal due to lack of participation of prisoners in following the guidance and lack of supervision from prison officers 3) Factors affecting the implementation of moral guidance of narcotic prisoners in the Class II Narcotics Prison A Sungguminasa namely internal and external factors of inmates. internal factors namely the motivation of prisoners in following the coaching. While external factors include facilities and infrastructure that have not been adequate in the implementation of coaching. quantity and quality of prison officers, and limited budget.Keywords: Moral Coaching, Prisoners, Penitentiaries
PERANAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN PEDESAAN TERPADU (STUDI DI DESA PAKATTO KECAMATAN BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA) SETIAWAN, MATHIAS FANDY; ILHAM, LUKMAN
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.456 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang: (1) Peranan lembaga pemberdayaan masyarakat desa dalam mengatasi permasalahan pembangunan pedesaan terpadu di Desa Pakatto Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa, (2) Faktor penghambat dan pendorong dalam meningkatkan pembangunan pedesaan terpadu di Desa Pakatto Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengurus lembaga pemberdayaan masyarakat desa yang jumlah keseluruhannya adalah 9 orang, teknik sampel yang digunakan sebanyak 9 informan. Dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dilakukan berdasarkan pertimbangan dari pelaksanaannya untuk mencapai tujuan tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Peranan LPMD dalam meningkatkan pembangunan desa terpadu di Desa Pakatto Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa yaitu sebagai penyalur aspirasi masyarakat, sebagai penggerak partisipasi masyarakat dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat telah mengatasi permasalahan dengan baik dalam pembangunan. 2). Faktor penghambat yaitu kualitas sumber daya manusia, rendahnya swadaya masyarakat terhadap pembangunan desa terpadu dan faktor pendorong dalam meningkatkan pembangunan desa terpadu yaitu sumber daya aparatur desa, partisipasi masyarakat dan sumber dana desa.Kata Kunci : Peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Pembangunan, Desa.This study aims to provide an overview of: (1) The role of institutions rural community empowerment in addressing the problems of integrated rural development in the Village Pakatto District of Bontomarannu Gowa, (2) inhibiting factors and driving in promoting integrated rural development in the Village Pakatto District of Bontomarannu District Gowa. The method used is a qualitative descriptive study, the population in this study were all official institutions rural community empowerment which in aggregate was 9, a technique used as a sample 9 informant. By using purposive sampling technique that is based on consideration of its implementation to achieve certain goals. The data collection was done by using in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study show that: 1). LPMD role in promoting integrated rural development in the Village Pakatto Bontomarannu District of Gowa is as the voice of the community, as a driver of community participation and public services have to overcome the problems well under construction. 2). Inhibiting factor is the quality of human resources, low nongovernmental towards integrated rural development and the driving factor in improving the unified village development personnel resources of the village, community participation and funding sources of the village.Keywords: Role of Rural Community Empowerment Institution (LPMD), Development, Rural