Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN IKAN RUCAH BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BAUNG (Mystus nemurus C.V) DALAM SANGKAR ., Asyari; Muflikhah, Niam
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2005): Desember 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tambahan ikan rucah terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan baung (Mystus nemurus) dalam sangkar telah dilakukan penelitian di sungai Lempuing Sumatera Selatan. Percobaan menggunakan 9 buah sangkar ukuran 1 m x 1 m x 1 m dengan metoda Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang diuji adalah pemberian pakan tambahan ikan rucah dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu: pemberian pakan 4% dalam seminggu (A); pemberian pakan 8% dalam seminggu (B); dan pemberian pakan 12% dalam seminggu (C). Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (p < 0.05) terhadap pertumbuhan, namun tidak berbeda nyata (p > 0.05) terhadap kelangsungan hidup ikan baung. Laju pertumbuhan harian tiap perlakuan masing-masing adalah0.97% (A), 1.23% (B) dan 1.41% (C), sedangkan konversi pakan adalah 4.78 untuk perlakuan A, 4.27 untuk perlakuan B dan 4.26 untuk perlakuan C.Kata kunci: ikan rucah, ikan baung, sangkar.
PEMELIHARAAN IKAN BAUNG (Mystus nemurus) DALAM BERBAGAI LINGKUNGAN DAN SISTEM WADAH BUDI DAYA Muflikhah, Niam; Asyari, Asyari
Media Akuakultur Vol 2, No 2 (2007): (Desember 2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.2.2.2007.71-76

Abstract

Ikan baung (Mystus nemurus) merupakan salah satu jenis ikan perairan umum yang hidup di sungai-sungai sampai ke bagian hilir dan rawa banjiran di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Di Sumatera, selain di Sungai Musi dijumpai juga di Sungai Indragiri, Siak, Kampar di Riau, dan DAS Batanghari di Jambi. Walaupun secara alami ikan ini hidup di sungai-sungai dan rawa banjiran, namun berbagai sistem pemeliharaan bisa diterapkan terhadap ikan tersebut antara lain sistem keramba, hampang, maupun dalam kolam, demikian pula cara pemeliharaan dapat dilakukan secara monokultur maupun polikultur terutama dengan ikan yang cenderung herbivora.
SUMBER DAYA PERIKANAN PERAIRAN SUNGAI BATANG HARI JAMBI Nurdawati, Syarifah; Muflikhah, Niam; Sunarno, Mas Tri Djoko
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3841.223 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.1.2006.1-9

Abstract

Sungai Batang hari Jambi merupakan peraaran yang potensial sebagar penghasil ikan hias dan ikan konsumsi. Memiliki panjang + 1.740 km dan mempunyai 7 cabang sungai besar dan pada cabang-cabangnya terdapat anak-anak sungai dan danau-danau yang menjadi daerah asuhan anak-anak ikan Kualitas air baik tisika maupun kimia cukup baik terutama di bagian hulu dan tengah daerah aliran sungai. Perubahan kualitas air terjadi karena adanya perubahan fluktuasi air yang terjadi pada musim hujan dan kemarau. lkan yang terdapat di daerah aliran Sungai Batanghari Jambi terdapat 56 jenis ikan hias dan 22 jenis sudah diperdagang kan serta 76 jenis ikan konsumsi. Penangkapan ikan dllakukan pada awal musim hujan sedangkan untuk penangkapan ikan h16 dilakukan pada musim hujan.