Articles

Found 8 Documents
Search

Grand Watudodol Underwater Coastal Cleanup Sulistiono, Sulistiono; Setiarina, Diah Etika Maharatih; Adharani, Nadya; Wardhana, Megandhi Gusti
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 2, No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v2i1.35162

Abstract

Pantai Grand Watudodol Banyuwangi memiliki potensi alami yaitu terumbu karang dan biota-biota asosiasnya yang masih cukup bagus. Keindahan pemandangan taman bawah laut tersebut harus dijaga dari berbagai jenis sampah. Sampah-sampah yang ada di terumbu karang Grand Watudodol berasal dari sampah-sampah yang hanyut dari sungai terbawa ke muara sampai ke pantai. Untuk menjaga kebersihan terumbu karang maka masyarakat sekitar pantai harus menjaga kebersihan pantai Grand Watudodol secara rutin agar dapat  memuaskan wisatawan. Tahapan-tahapan Grand Watudodol underwater coasatal cleanup yaitu dengan membagi tiga area yaitu area yang terendam air, area yang berbatasan dengan air dan area yang sama sekali tidak terendah air. Hasi bersih pantai didapatkan sampah organik dan sampah anorganik yang sebagian besar adalah kiriman dari luar bukan dari wisatawan pantai tersebut.
UPAYA MINIMALISASI DAMPAK PENCEMARAN DARI LIMBAH LEMURU SEBAGAI BAHAN BAKU NATA DE FISH DI KECAMATAN MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI Adharani, Nadya; Kurniawati, Any; Sulistiono, Sulistiono; Wardhana, Megandhi Gusti
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.028 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.1.1-10

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella longiceps) merupakan primadona bagi daerah Banyuwangi khususnya di Kecamatan Muncar. Potensi ikan lemuru yang cukup banyak dimanfaatkan menjadi olahan produk makanan bagi perusahaan yang berdiri di sekitaran Kecamatan Muncar. Mengingat kandungan protein yang cukup tinggi didalam limbah ikan lemuru yang berasal dari buangan limbah perusahaan, maka penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah lemuru sebagai bahan baku nata de fish sebagai upaya meminimalisir dampak pencemaran. Sebanyak 4 perlakuan dilakukan dalam menentukan formulasi nata de fish, P2.C merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan nata de fish hingga 980 gr, dengan hasil kandungan proksimat (karbohidrat, protein, lemak, serat, nitrogen, mineral) yang lebih baik dibandingkan nata de coco. Selain meminimalisasi dampak pencemaran, nata de fish merupakan kreativitas olahan produk perikanan di Banyuwangi.
Manajemen Kualitas Air Dengan Teknologi Bioflok: Studi Kasus Pemeliharan Ikan Lele (Clarias Sp.) Adharani, Nadya; Soewardi, Kadarwan; Syakti, Agung Dhamar; Hariyadi, Sigid
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 21, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.093 KB) | DOI: 10.18343/jipi.21.1.35

Abstract

Biofloc technology is one of the alternative to overcome the problem of water quality of cultivation environment which was adapted from conventional waste management techniques. The purpose of this study was to assess the young catfish culture by applying bioflocs of some consortium products, such as Bacillus megaterium (BM), Supernit (SP), Depok 165 (DP165), Kayajaga (KJ) compared to non biofloc application for improving the water quality. The results of this study and statistical test showed that the lowest concentration of TAN by probiotic KJ was about 2.56 mg L-1, while the control was about 5.47 mg L-1, and the consortium of bacteria gave effect to  TAN value (p<0.05). The Lowest concentration of amonia by probiotic KJ was about 0.0001853 mg L-1, while control was about 0.0003973 mg L-1, and the consortium of bacteria did not give effect to amonia value (p>0.05). The lowest concentration of nitrite by probiotic BM was about 0.065 mg L-1, while the control  was about 0.124 mg L-1, and the consortium of bacteria gave effect to the nitrite value (p<0.05). The lowest concentration of nitrate by probiotic BM was about 1.203 mg L-1, while the control was about 3.437 mg L-1, and the consortium of bacteria gave effect to the nitrate value (p<0.05). Consortium of bacteria gave effect to the COD value (p<0.05), but all bioflocs treatments had an average value of COD higher than the control. The conclusion that the bioflocs aplication was able to improve the water quality shown by decreasing parameter values of TAN concentrations, ammonia, nitrite, and nitrate.
FORTIFIKASI SURIMI IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) UNTUK MENINGKATKAN PROTEIN KUE DONAT Hidayat, Nova Bagus; Ridho, Rosyid; Adharani, Nadya; Kurniawati, Any
JURNAL LEMURU Vol 1 No 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.2 KB)

Abstract

Diversivikasi produk perikanan dengan memanfaatkan surimi berbahan dasar ikan kuniran sebagai bahan tambahan pembuatan kue donat dapat meningkatkan kualitas gizi terhadap kandungan protein pada kue donat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan surimi ikan kuniran pada donat yang paling disukai serta kandungan kadar protein pada semua kue donat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu dengan persentase penambahan ikan surimi sebanyak 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% serta 70 panelis tidak terlatih. Parameter yang diamati adalah kadar protein surimi ikan kuniran, kadar protein kue donat dan uji hedonik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur kue donat. Berdasarkan hasil penelitian surimi ikan kuniran memiliki kandungan kadar protein sebesar 34.14%. Kadar protein kue donat tertinggi terdapat pada penambahan surimi ikan kuniran sebanyak 40% yakni sebesar 17.09%. Pada perlakuan penambahan surimi ikan kuniran 30% menghasilkan donat yang paling disukai dibandingkan perlakuan lainnya, dengan kandungan protein sebesar 14.69 %.
SUPLEMENTASI TEPUNG IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN PROTEIN PADA KUE TERANG BULANG Pratama, Angga Eka; Ridho, Rosyid; Adharani, Nadya; Kurniawati, Any
JURNAL LEMURU Vol 1 No 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.522 KB)

Abstract

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan ikan lele dumbo maka perlu adanya penelitian tentang diversifikasi produk olahan ikan lele dalam bentuk tepung sebagai bahan baku pembuatan kue terang bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein kue terang bulan dengan penambahan tepung ikan lele, mengetahui tingkat kesukaan (uji hedonik) konsumen terhadap kue terang bulan dan mengetahui formulasi yang tepat dalam membuat kue terang bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan pengolahan kue terang bulan perlakukan 0 (kontrol), penambahan tepung ikan sebesar 5%, 10%. 15%, 20%. Data protein kemudian dianalisis dengan SEM (Standard Error of Mean) menggunakan Microsoft excel 2007. Hasil uji proksimat kadar protein tertinggi yaitu pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata 18,8%, sedangkan untuk kadar protein terendah pada perlakuan K dengan nilai rata-rata 6,19%. Untuk uji hedonik pada parameter warna nilai tertinggi pada perlakuan K dengan nilai rata-rata 4,21, parameter aroma nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,17, parameter rasa nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,19 dan parameter tekstur nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,18. Berdasarkan pengujian hedonik, maka perlakuan P1 merupakan perlakuan pengolahan yang memiliki nilai kesukaan tertinggi dari panelis, yaitu dengan penambahan tepung ikan lele sebesar 5%.
AKSELERASI PERFORMA IKAN LELE DENGAN SISTEM BIOFLOK MENGGUNAKAN PROBIOTIK FISH MEGAFLOK Dediyanto, Kristian; Sulistiono, Sulistiono; Utami, Arfiati Ulfa; Adharani, Nadya
JURNAL LEMURU Vol 1 No 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.327 KB)

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu hasil budidaya air tawar yang sangat tinggi populasinya dalam jumlah produksi yang dihasilkan. Budidaya ikan lele di Banyuwangi khususnya di kecamatan Muncar banyak dikembangkan karena cara budidaya yang sangat mudah dan permintaan masyarakat sendiri akan ikan lele yang tinggi. Cara budidaya ikan lele yang sangat mudah dan tradisional sehingga masyarakat pembudidaya kurang memperhatikan kualitas ikan yang dihasilkan. Untuk memperbaiki kualitas ikan yang dihasilkan perlu dilakukan penelitian tentang cara budidaya yang baik, salah satunya dengan menggunakan sistem budidaya bioflok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui performa ikan, kualitas air, dan efisiensi pakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data Survival Rate yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas air sistem budidaya non bioflok kurang baik yang ditunjukkan dengan tingginya kadar amonia 6-8 mg/L, sedangkan kualitas air budidaya sistem bioflok cukup baik yang ditunjukkan dengan rendahnya kadar amonia 0,25-1 mg/L. Performa ikan yang dihasilkan sistem biofloklebih cepat, ditunjukkan dengan meningkatkan nilai efisiensi pakan dan dapat menekan nilai konversi pakan, sedangkan performa ikan non bioflok kurang cepat dengan efisiensi pakan yang rendah dan tidak dapat menekan nilai konversi pakan. Sehingga budidaya sistem bioflok dengan menggunakan Probiotik Fish Megafloc dapat menghasilkan kualitas air yang baik dan pemberian pakan yang lebih efisien.
PERPINDAHAN ONTOGENETIK HABITAT IKAN DI PERAIRAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE Findra, Muhammad Nur; Hasrun, La Ode; Adharani, Nadya; Herdiana, Lella
Media Konservasi Vol 21, No 3 (2016): Media Konservasi Vol. 21 No. 3 Desember 2016
Publisher : Deparement of Forest Resources Conservation and Ecotourism - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.371 KB) | DOI: 10.29244/medkon.21.3.304-309

Abstract

Ontogenetic of fish is a term used to study the development of the behavior of an individual throughout its life (life-span) from hatched to death. The mangrove ecosystem is a potential habitat for fish, especially the juvenile stage. Juvenile found in this habitat is an important economically fish. In various types of fish, the phenomenon of increasing the size of the fish body followed by changes in the types of food causing ontogenetic habitat of fish. It is evident in yellow snapper Lutjanus argentiventris. The juveniles live in mangrove habitat to approximately 100 mm or 300 days old, after which the fish move to deeper surrounding habitat. Mangrove forest that has a high complexity is to serve as an adaptation of fish to avoid predators and foraging. Several different habitats, both the mangrove ecosystem and other ecosystems provide different foods according to the needs at each phase-change of fish life. Animals that undergo ontogenetic habitat drift has management consequences that are more sensitive than animals inhabiting on single habitat. Hence, particularly habitat conservation resource management is needed. Not only conservation of the habitat, but also other habitats related to  the migration of fish.   Keyword: conservation, diet, growth, mangrove, ontogenetic
MODIFICATION OF BEAN SPROUT AND UREA MEDIA TO SPIRULINA PLATENSIS CULTURE Adharani, Nadya; Citra, Selly Candra; Hidayat, Nova Bagus; Susanto, Agung Hermawan; Saputra, Angga
UNEJ e-Proceeding 2016: Proceeding The 1st International Basic Science Conference
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of microalgae culture Spirulina platensis is interesting until now, this was caused S. platensis has multi-function in several sector. High price of commercial media for the culture needs prompting to search alternative medium which is not expensive, such as sprouts extract (ET) and Urea. The Data of research from the experiment on commercial media and alternative using Standard Error of the Mean (SEM) are : The threatment K (Kontrol) with commercial media ?walne?, the growth of S. Platensis cell is 22105 cell/ml and protein levels is 22.17%. Treatment P4 with alternative media (6% ET+120 ppm urea) showed that result of growth of S. Platensis cell is not too different to the threatment K, the result is 21136 cell/mL and protein level is 18.55%. Both experiment showed that the difference of growth cell between both experiment is not significant. Another result of treatment which used alternative media are: Treatment P2 (6% ET+100 ppm) growth cell is 16.383 cell/mL, protein level is 17.07%; Treatment P1 (4% ET+ 100ppm) growth cell is 10.7669 cell/mL, protein level 10.10%. The lowest of growth cell is treatment P3 (4% MT+120 ppm), growth cell is 10.769 cell/mL and protein level 13.81%. The conclusion is combination of ET and urea able to replace medium of microalga culture, it is like commercial medium "walne" as the culture medium for the growth of S. platensis.