Ismail Setyopranoto, Ismail
Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK UGM / Unit Stroke RSUP Dr Sardjito

Published : 11 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Callosum Neurology

HUBUNGAN THRIVE SCORE TERHADAP BARTHEL INDEX PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT DI UNIT STROKE RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) DR. SARDJITO Kenedi, John; Paryono, Paryono; Setyopranoto, Ismail
Callosum Neurology Vol 1 No 2 (2018): Callosum Neurology
Publisher : PERDOSSI cabang Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29342/cnj.v1i2.25

Abstract

Latar Belakang: Prediktor awal yang akurat terhadap luaran fungsional sangat diperlukan dalam tatalaksana pasien stroke iskemik akut. THRIVE (The Total Health Risk In Vascular Events) score telah divalidasi dan digunakan sebagai prediktor luaran pasien stroke iskemik akut yang akan menjalani prosedur endovaskular maupun recombinant-tissue Plasminogen Activator (r-tPA) intravena. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan THRIVE score terhadap skor Barthel Index pada pasien dengan stroke iskemik akut di Unit Stroke RSUP Dr. Sardjito. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan metode potong lintang. Diagnosis stroke iskemik ditegakkan dengan pemeriksaan Computed Tomography (CT)-sken kepala. Data THRIVE score yang meliputi data The National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS), usia, riwayat menderita diabetes mellitus (DM), hipertensi, dan atrial fibrilasi (AF) diambil melalui formulir laporan kasus. Nilai skor Barthel Index diambil saat pasien keluar rumah sakit. Hasil: Subjek penelitian berjumlah 90 dengan proporsi 60 subjek laki-laki (66,6%) dan 30 subjek perempuan (33,3%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya korelasi signifikan antara tingginya THRIVE score dengan rendahnya skor Barthel Index dengan nilai p = 0,001 (p <0,05). Simpulan: Nilai THRIVE score saat masuk yang tinggi berhubungan dengan skor Barthel Index pasien yang rendah saat keluar rumah sakit. Kata Kunci: Stroke Iskemik Akut, Luaran Klinis, THRIVE Score, Barthel Index.
GAMBARAN DEFISIT NEUROLOGIS PASIEN SINDROM KORONER AKUT PASCA TINDAKAN PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION Tamaroh, Emi; Asmedi, Ahmad; Setyopranoto, Ismail
Callosum Neurology Vol 1 No 1 (2018): Callosum Neurology
Publisher : PERDOSSI cabang Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29342/cnj.v1i1.3

Abstract

Latar Belakang: Komplikasi neurologis pasca tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) jarang terjadi, namun berkaitan dengan mortalitas dan morbiditas tinggi. Defisit neurologis berupa gangguan gaya berjalan dan cacat visual akibat infark lobus oksipital dan serebelar paling sering terjadi, dan terkadang tidak disadari oleh para ahli jantung. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran defisit neurologis yang terjadi pada pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) setelah tindakan PCI di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito. Metode: Studi deskriptif data rekam medis pasien SKA yang mengalami defisit neurologis saat dan pasca prosedur PCI yang dikonsulkan ke Bagian Neurologi RSUP Dr. Sardjito pada Januari 2016 hingga Juni 2017. Hasil: Sebanyak 1.409 pasien yang menjalani prosedur PCI hanya 34 (2,4%) pasien yang mengalami defisit neurologis dan didiagnosis sebagai stroke. Diagnosis terbanyak adalah stroke infark pada 33 (97,1%) pasien. Sebanyak 25 (73,5%) pasien mengeluhkan gejala multipel sedangkan 9 (26,5%) bergejala tunggal. Defisit neurologis tersering adalah defisit motorik (25 pasien) dan penurunan kesadaran (11 pasien). Pemeriksaan Computed Tomography (CT)-scan kepala menunjukkan lesi multipel pada 21 (61,8%) pasien. Lokasi lesi terbanyak terjadi di lobus parietalis pada 11 pasien. Sirkulasi anterior (74%) lebih banyak terlibat dibandingkan sirkulasi posterior (26%). Simpulan: Defisit neurologis setelah tindakan PCI bervariasi, terbanyak adalah defisit motorik dan penurunan kesadaran. Kata Kunci: Defisit Neurologis, Stroke, Sindrom Koroner Akut, Percutaneous Coronary Intervention
LAPORAN SERI KASUS: STROKE PERDARAHAN PADA PASIEN DENGAN KEHAMILAN Sebayang, Ditha Praritama; Setyopranoto, Ismail; Setyaningsih, Indarwati
Callosum Neurology Vol 1 No 2 (2018): Callosum Neurology
Publisher : PERDOSSI cabang Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29342/cnj.v1i2.31

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan dan pascapersalinan dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke melalui mekanisme. Tidak banyak laporan kasus mengenai variasi manifestasi klinis stroke perdarahan pada kehamilan dan pasca persalinan menjadi alasan pemilihan kasus ini. Kasus: Kasus 1: Ny. A berusia 36 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 33 minggu dengan sindrom peningkatan tekanan intrakranial (PTIK), gangguan komunikasi, dan kelemahan anggota gerak kanan mendadak. Pasien rutin menggunakan kontrasepsi suntik, memiliki riwayat hipertensi sebelum kehamilan anak kedua, menyangkal mengidap penyakit kencing manis dan dislipidemia. Kesadaran pasien compos mentis dengan perdarahan intraserebral (PIS) di temporalis sinistra sebanyak 21mL. Kasus 2: Ny. S berusia 38 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 35 minggu dengan sindrom PTIK, kelemahan anggota gerak kanan, pelo, dan perot yang mendadak. Pasien menyangkal memiliki riwayat hipertensi, kencing manis, stroke sebelumnya, dislipidemia, dan penyakit jantung. Kesadaran pasien sopor (E3V2M5) dengan PIS di temporoparietalis sinistra sebanyak 42,5mL. Diskusi: Kedua pasien dirawat di Unit Stroke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito mengalami PIS dengan kecurigaan lesi vaskular sekunder (AVM atau aneurisma) sebagai etiologinya. Penatalaksanaan pada kedua pasien menggunakan panduan terapi PIS serta menyesuaikan kondisi ibu dan janin. Simpulan: Kondisi PIS dalam kehamilan dan pascapersalinan menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Penatalaksanaan stroke selama kehamilan memerlukan perawatan interdisipliner dari bedah saraf, neurologi, dan obstetri. Kata Kunci: Stroke, Perdarahan Intraserebral, Kehamilan
PERBEDAAN LUARAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE ISKEMIA AKUT DENGAN KONDISI HIPOALBUMINEMIA DAN TANPA HIPOALBUMINEMIA Citra Mahardina, Dewa Ayu; Setyopranoto, Ismail; Dananjoyo, Kusumo; Darmawan, Anton
Callosum Neurology Vol 1 No 1 (2018): Callosum Neurology
Publisher : PERDOSSI cabang Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29342/cnj.v1i1.5

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang memiliki hipoalbuminemia saat masuk rumah sakit berisiko tinggi mengalami komplikasi, luaran fungsional yang buruk dan berhubungan dengan peningkatan risiko kematian. Penilaian luaran fungsional dengan Index Barthel dianggap sensitif untuk menilai disabilitas serta mudah untuk dikerjakan. Tujuan: Untuk membandingkan luaran fungsional pasien stroke akut dengan kondisi hipoalbuminemia dan tidak hipoalbuminemia. Metode Penelitian: Penelitian analitik observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian diambil dari rekam medis pasien stroke infark dengan kondisi hipoalbuminemia dan tanpa hipoalbuminemia. Diagnosis stroke ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan hasil Computed Tomography Scan. Metode statistik uji Mann Whitney digunakan untuk membandingkan luaran fungsional pasien stroke iskemia akut dengan kondisi hipoalbuminemia dan tanpa hipoalbuminemia. Hasil: Rerata skor Indeks Barthel kelompok hipoalbuminemia sebesar 40,33 ± 24,81 sedangkan kelompok tanpa hipoalbuminemia sebesar 87,67 ± 24,1. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna (p= 0,00). Simpulan: Terdapat perbedaan nilai luaran fungsional pada pasien stroke akut dengan kondisi hipoalbuminemia dan tanpa hipoalbuminemia. Kata Kunci: Stroke Iskemik Akut, Hipoalbuminemia, Albumin, Indeks Barthel
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH PUASA SAAT TERJADINYA STROKE DENGAN NIH STROKE SCALE PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT DI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA Hanjaya, Hermawan; Paryono, Paryono; Setyopranoto, Ismail; Thursina, Cempaka; Satiti, Sekar
Callosum Neurology Vol 2 No 1 (2019): Callosum Neurology
Publisher : PERDOSSI cabang Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29342/cnj.v2i1.43

Abstract

Latar belakang : Hiperglikemia merupakan kejadian yang sering terjadi pada pasien stroke iskemik, Hiperglikemia bisa terjadi pada 20-50% pasien stroke iskemik akut. Hiperglikemia merupakan suatu hal yang berdampak buruk terhadap luaran klinis pasien stroke iskemik, dan juga dapat memperburuk angka kematian pasien stoke. Kadar gula darah puasa(GDP) merupakan salah satu indikator yang praktis dilakukan di praktek klinis untuk menilai kondisi hiperglikemia. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kadar GDP dengan nilai NIH Sroke Scale (NIHSS) pada pasien stroke iskemik akut yang dirawat di RSUP dr Sardjito yogyakarta. Metode : Terdapat 50 pasien stroke iskemik pada bulan Januari-Mei 2018 pada stroke registry yang akan diteliti. Penelitian merupakan penelitian potong lintang. Kadar GDP pasien diambil saat pertama admisi di rumah sakit, dan skor NIHSS akan dihitung saat awal dan akhir saat pasien keluar dari rumah sakit. Hasil : Pada uji korelasi spearman antara kadar GDP dan nilai NIHSS ketika masuk ditemukan analisis statistik yang tidak bermakna (p=0.344), dan nilai serupa (p=0.504) ditemukan antara GDP dengan NIHSS keluar. Sedangkan, chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p=0.03) antara kadar GDP dengan NIHSS Cutoff 7, disertai dengan hubungan klinis yang bermakna, dengan perbedaan proporsi >30%. Uji mann-whitney pada hasil delta NIHSS awal dan akhir tidak menunjukkan adanya hasil yang signifikan (p=0.243) untuk NIHSS masuk, dan (p=0.173) pada NIHSS keluar. Pada uji perbedaan nilai GDP dengan kelompok NIHSS masuk³7 (raking rerata 32.5, n=13)dan <7(ranking rerata 23.04,n=37), p value=0.044. Hasil uji multivariat tidak dapat dilakukan dikarenakan nilai p dari faktor lain >0.25. Simpulan : Terdapat hubungan antara kadar gula darah puasa dengan skor NIHSS masuk dengan nilai cutoff 7, dan juga memiliki nilai luaran NIHSS yang lebih buruk. Kata Kunci : GDP, NIHSS, Stroke Iskemik Akut, Gula darah puasa