Ismail Setyopranoto, Ismail
Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK UGM / Unit Stroke RSUP Dr Sardjito

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Development of motor learning implementation for ischemic stroke: finding expert consensus

Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 49, No 4 (2017)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main purpose of this study was to investigate motor learning implementation forischemic stroke from experts on the field of motor learning in stroke patients includingthe neurologist, medical rehabilitation specialists and physiotherapists. To collect thedata and answer the research questions, statements were made on the basis of thestudy of literature and the grains exploration of the statements in the questionnaire usingthe Delphi Method. Formulation development model was based iteration or judgmentof experts. Validation assessment statement grain tested by the Content Validity Ratio(CVR) and Content Validity Index (CVI) was used to analyze the data. The finding clearup that CVR value of each item statement was 1 and the value of CVI also 1. There were6 indicators in a 26-point declaration on the implementation of the development model ofmotor learning intervention for ischemic stroke. Six indicators included basic theories thatsupport the importance of intervention motor learning, motor learning stages, principlesof motor learning, dosage, timing of and kinds of motor learning interventions that can beprovided as well as application development intervention model motor learning, allowinggiven for ischemic stroke. In conclusion, based on the content validity of the results ofthe consensus expert judgments are six indicators of the importance of motor learningapplication for ischemic stroke.

Role of oxidative stress on acute ischaemic stroke

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 7, No 4, (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

After the onset of a stroke, blood flows disrupted in areas affected by vascular occlusion limit the delivery of oxygen and metabolic substrates to neurons causing ATP reduction and energy depletion. The glucose and oxygen deficit that occurs after severe vascular occlusion is the origin of the mechanisms that lead to cell death and cerebral injury caused of oxidative stress. Oxidative stress constitutes mechanism of injury of many types of disease processes. On oxidative stress occurs on the increase in ROS and RNS. This paper will discuss about cerebral ischemia that causes activation of ROS and RNS, also the mechanisms that play a role in cell death after cerebral ischemia, for example the role of phospholipase, Haber-Weiss reaction, and lipid peroxidation. It is also described about anti-oxidants to fight free radicals, for examples glutathione peroxidase, catalase and superoxide dismutase.

Pajanan toluen udara dan kejadian neuropati saraf tepi di percetakan offset

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 10 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air toluene exposure and peripheral neuropathy cases in offset printingPurposeThe purpose of this paper was to determine the relationship between toluene exposure in the air at each workstation in offset printing with the incidence of peripheral neuropathy.MethodsA cross-sectional study was conducted involving total sampling of the offset printing workers who met the criteria. ResultsThe study found that there was no correlation between toluene exposure in the air with the incidence of peripheral neuropathy in offset printing workers in Sleman. Based on the ENMG test, there were only 21.42% workers diagnosed with peripheral neuropathy from 14 workers diagnosed with neuropathy; and it can be ascertained that these were not caused by toluene exposure in the air. ConclusionThere was no correlation between toluene exposure in the air in offset printing with peripheral neuropathy for this study. Weight, length of work, and education were the factors of toluene exposure found in this study. Workers need to pay attention to the limits of the length of exposure.

Hubungan antara Periodontitis, Aterosklerosis dan Stroke Iskemik Akut

Jurnal Mutiara Medika Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.354 KB)

Abstract

During the last two decades, there has been an increasing interest in the impact of oral health on atherosclerosis and subsequent cerebrovascular disease. Cerebrovascular diseases or stroke are among the most prevalent causes of death and disablement in industrialized countries. The expression stroke summarizes sudden central nervous deficits of different but always vascular etiologies. Periodontitis has been related to stroke, butfindings have been inconsistent. Chronic infectious diseases, including periodontal disease, were linked to stroke risk. Gingivitis and periodontitis are among the most common human infections. Gingivitis can develop within days and includes inflammatory changes of the gingiva most commonly induced by accumulation of dental plaque.Periodontitis results from a complex interplay between chronic bacterial infection and the inflammatory host response, leading to irreversible destruction of tooth-supporting tissues, with tooth loss as a common end point. Periodontitis is associated with elevated markers of inflammation that are themselves indicators of stroke risk. Bacteria from periodontal pockets can enter the bloodstream during activities such as chewing or tooth brushing, and periodontal pathogens were identified in carotid plaques, but their role in atherogenesis is not yet understood. Selama dua dekade ini, terjadi peningkatan perhatian yang luar biasa terhadap penelitian tentang pengaruh kesehatan mulut dan aterosklerosis yang selanjutnya menyebabkan penyakit serebrovaskuler. Salah satu penyakit tersebut adalah periodontitis yang diduga berhubungan dengan stroke, walaupun demikian beberapa penelitian masih belum ada yang konsisten tentang hubungan tersebut. Penyakit infeksi kronik, termasuk penyakit jaringan periodontal, sudah ada beberapa penelitian yang membuktikan berhubungan dengan faktor risiko stroke. Gingivitis dan periodontitis masih merupakan penyakit infeksi rongga mulut yang sering dijumpai di masyarakat. Gingivitis dapat berkembang dalam beberapa hari dan selanjutnya menyebabkan perubahan inflamasi gingiva dan kemudian terjadi akumulasi plak gigi.Periodontitis merupakan hasil dari mekanisme yang komplek antara infeksi bakteri kronik dan respon inflamasi dari host, dan selanjutnya menyebabkan destruksi yang ireversibel pada jaringan pendukung gigi, dan akhirnya akan menyebabkan kehilangan gigi. Periodontitis sering didapatkan adanya peningkatan petanda-petanda inflamasi, dan hal tersebut juga merupakan infikator dari faktorrisiko stroke itu sendiri. Bakteri yang berasal dari pocket periodontal dapat masuk ke dalam aliran darah selama teijadi aktivitas rongga mulut misalnya pada waktu mengunyah atau gosok gigi, dan bakteri-bakteri periodontal yang patogen dapat diidentifikasi pada plak karotis, tetapi pengaruhnya terhadap proses pembentukan plak aterom (atherogenesis) belum dapat diketahui.

Dukungan keluarga dan kualitas hidup bagi penderita stroke pada fase pasca akut di Kabupaten Wonogiri

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 8 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stroke merupakan penyebab kematian ketiga diseluruh dunia setelah penyakit jantung dan kanker. Akibat yang ditimbulkan akibat stroke  berupa kecacatan fisik seperti mobilitas atau keterbatasan aktivitas sehari hari, dan ketidakmampuan secara psikososial seperti kesulitan dalam sosialisasi. Sehingga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien stroke pasca akut memerlukan dukungan dari keluarga, teman maupun petugas kesehatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga (emosional, informasi, instrumental dan penghargaan) dengan kualitas penderita stroke pada fase pasca akut di Kabupaten Wonogiri.Metode: Rancangan penelitian ini adalah studi cross-sectional dengan jumlah sampel 161 penderita stroke pasca akut. Pengumpulan data melalui wawancara dan rekam medis. Uji hipotesis pada analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman’s  rank dan analisis multivariat menggunakan uji regresi linier ganda.Hasil: Terdapat hubungan dukungan informasi (p-value: 0,000), dan dukungan penghargaan (p-value: 0,000) dengan kualitas hidup penderita stroke pasca akut.Kesimpulan: Adanya dukungan keluarga ditinjau dari dukungan informasi dan dukungan penghargaan dengan kualitas hidup penderita stroke pasca akut.  

Evaluasi Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional terhadap Pasien Stroke di RSUP Dr. Sardjito

Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Since 2014, Indonesia has implemented universal health coverage. In Indonesia, it was named as Jaminan Kesehatan Nasional or JKN. “Quality control and cost control” is the tagline of these program. Health provider such as doctors, nurses and the others health provider must control the quality and the cost of the patient’s treatment. Stroke, as one of the disease which needed such a complex treatment, must be treated as effective as possible.Aim: The aim of this study is evaluating the implementation of the JKN in stroke care especially in Central hospital. Measuring the quality of the care in stroke unit is compulsory in implementation research. Knowing acceptability and fidelity of the rules from JKN by the doctors must be described.Method: This study is mixed method with sequential explanatory design. The qualitative research was a cross sectional research which began in June 15th-July 31st. Interview from three doctors in stroke unit Sardjito General Hospital were performed to know the acceptability of the program.Result: The quality of care in Unit Stroke RSUP Dr. Sardjito from the doctors are good. Rationalization of the drugs and safety of the patients were prioritized. From that conditions the unit got a debt condition. The financial performance from one patient could get debt up to eleven million rupiahs. From the qualitative research, the acceptability of the national formulation slightly didn’t accept by the doctors. Neuro protector and another kind of drugs isn’t on the list. rtPA which can be found in the list is too expensive. Reimbursement from the BPJS was too low. Homecare as one the rehabilitation isn’t covered by BPJS. Back referral system to general practitioner isn’t accepted by the neurologist because of the lack of the facility in puskesmas or PPK I. Research and education in academic hospital didn’t do well because of the lack of patients.Conclusion: National formularies are needed to revised based on the patients need. Reimbursement from BPJS should be higher than before. Homecare patients should be guaranteed by BPJS. Keywords: Universal health coverage, stroke, quality care, implementation research ABSTRAKLatar Belakang: Era baru program asuransi kesehatan nasional mulai 1 Januari 2014 yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan yang mempunyai target bahwa seluruh masyarakat telah menjadi peserta BPJS pada tahun 2019. Apresiasi diberikan kepada pemerintah atas usahanya melaksanakan JKN. Dalam pelaksanaannya, evaluasi perlu dilakukan terhadap program ini. Stroke sebagai salah satu penyakit mematikan dan perlu manajemen yang menyeluruh patut untuk dievaluasi. Penerimaan penyedia pelayanan kesehatan dalam hal ini dokter perlu diidentifikasi.Tujuan: 1) Mengukur kinerja pelayanan; 2) Mengukur kinerja keuangan; 3) mengetahui penerimaan dan ketaatan pemberi pelayanan terhadap aturanMetode: mixed method dengan desain sekuensial ekplanasi. Penelitian kualitatif merupakan cross sectional dimulai 15 Juni–31 Juli. Interview dengan tiga dokter di Unit Stroke Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito dilakukan untuk menggambarkan penerimaan.Hasil: Mutu pelayanan penyakit stroke sudah sesuai dengan mutu standar. Rasionalisasi obat, maupun pemulangan pasien tetap sesuai standar. Performa keuangan dari Unit Stroke mengalami kerugian. Penerimaan dari para dokteer terkait beberapa aturan seperti sistem rujukan dan standar tarif belum diterima sepenuhnyaKesimpulan: Permasalahan program Jaminan Kesehatan Nasional masih terjadi. Perbedaan persepsi antara pembuat aturan dengan pemberi pelayanan masih menonjol. Performa keuangan dari unit stroke mengalami kerugian walaupun mutu pelayanan sudah dilakukan secara optimal. Sistem rujukan terutama rujuk balik belum dapat dirasa layak oleh para dokter karena keterbatasan di PPK I. Pelayanan home care yang biasa digunakan tidak dapat optimal karena peserta asuransi belum mendapatkan jaminan untuk memperoleh pelayanan home care. Kata Kunci: jaminan kesehatan nasional, stroke, quality care, implementation research

HUBUNGAN THRIVE SCORE TERHADAP BARTHEL INDEX PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT DI UNIT STROKE RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) DR. SARDJITO

Callosum Neurology Vol 1 No 2 (2018): Callosum Neurology
Publisher : PERDOSSI cabang Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prediktor awal yang akurat terhadap luaran fungsional sangat diperlukan dalam tatalaksana pasien stroke iskemik akut. THRIVE (The Total Health Risk In Vascular Events) score telah divalidasi dan digunakan sebagai prediktor luaran pasien stroke iskemik akut yang akan menjalani prosedur endovaskular maupun recombinant-tissue Plasminogen Activator (r-tPA) intravena. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan THRIVE score terhadap skor Barthel Index pada pasien dengan stroke iskemik akut di Unit Stroke RSUP Dr. Sardjito. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan metode potong lintang. Diagnosis stroke iskemik ditegakkan dengan pemeriksaan Computed Tomography (CT)-sken kepala. Data THRIVE score yang meliputi data The National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS), usia, riwayat menderita diabetes mellitus (DM), hipertensi, dan atrial fibrilasi (AF) diambil melalui formulir laporan kasus. Nilai skor Barthel Index diambil saat pasien keluar rumah sakit. Hasil: Subjek penelitian berjumlah 90 dengan proporsi 60 subjek laki-laki (66,6%) dan 30 subjek perempuan (33,3%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya korelasi signifikan antara tingginya THRIVE score dengan rendahnya skor Barthel Index dengan nilai p = 0,001 (p <0,05). Simpulan: Nilai THRIVE score saat masuk yang tinggi berhubungan dengan skor Barthel Index pasien yang rendah saat keluar rumah sakit. Kata Kunci: Stroke Iskemik Akut, Luaran Klinis, THRIVE Score, Barthel Index.

GAMBARAN DEFISIT NEUROLOGIS PASIEN SINDROM KORONER AKUT PASCA TINDAKAN PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION

Callosum Neurology Vol 1 No 1 (2018): Callosum Neurology
Publisher : PERDOSSI cabang Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Komplikasi neurologis pasca tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) jarang terjadi, namun berkaitan dengan mortalitas dan morbiditas tinggi. Defisit neurologis berupa gangguan gaya berjalan dan cacat visual akibat infark lobus oksipital dan serebelar paling sering terjadi, dan terkadang tidak disadari oleh para ahli jantung. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran defisit neurologis yang terjadi pada pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) setelah tindakan PCI di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito. Metode: Studi deskriptif data rekam medis pasien SKA yang mengalami defisit neurologis saat dan pasca prosedur PCI yang dikonsulkan ke Bagian Neurologi RSUP Dr. Sardjito pada Januari 2016 hingga Juni 2017. Hasil: Sebanyak 1.409 pasien yang menjalani prosedur PCI hanya 34 (2,4%) pasien yang mengalami defisit neurologis dan didiagnosis sebagai stroke. Diagnosis terbanyak adalah stroke infark pada 33 (97,1%) pasien. Sebanyak 25 (73,5%) pasien mengeluhkan gejala multipel sedangkan 9 (26,5%) bergejala tunggal. Defisit neurologis tersering adalah defisit motorik (25 pasien) dan penurunan kesadaran (11 pasien). Pemeriksaan Computed Tomography (CT)-scan kepala menunjukkan lesi multipel pada 21 (61,8%) pasien. Lokasi lesi terbanyak terjadi di lobus parietalis pada 11 pasien. Sirkulasi anterior (74%) lebih banyak terlibat dibandingkan sirkulasi posterior (26%). Simpulan: Defisit neurologis setelah tindakan PCI bervariasi, terbanyak adalah defisit motorik dan penurunan kesadaran. Kata Kunci: Defisit Neurologis, Stroke, Sindrom Koroner Akut, Percutaneous Coronary Intervention

LAPORAN SERI KASUS: STROKE PERDARAHAN PADA PASIEN DENGAN KEHAMILAN

Callosum Neurology Vol 1 No 2 (2018): Callosum Neurology
Publisher : PERDOSSI cabang Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan dan pascapersalinan dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke melalui mekanisme. Tidak banyak laporan kasus mengenai variasi manifestasi klinis stroke perdarahan pada kehamilan dan pasca persalinan menjadi alasan pemilihan kasus ini. Kasus: Kasus 1: Ny. A berusia 36 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 33 minggu dengan sindrom peningkatan tekanan intrakranial (PTIK), gangguan komunikasi, dan kelemahan anggota gerak kanan mendadak. Pasien rutin menggunakan kontrasepsi suntik, memiliki riwayat hipertensi sebelum kehamilan anak kedua, menyangkal mengidap penyakit kencing manis dan dislipidemia. Kesadaran pasien compos mentis dengan perdarahan intraserebral (PIS) di temporalis sinistra sebanyak 21mL. Kasus 2: Ny. S berusia 38 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 35 minggu dengan sindrom PTIK, kelemahan anggota gerak kanan, pelo, dan perot yang mendadak. Pasien menyangkal memiliki riwayat hipertensi, kencing manis, stroke sebelumnya, dislipidemia, dan penyakit jantung. Kesadaran pasien sopor (E3V2M5) dengan PIS di temporoparietalis sinistra sebanyak 42,5mL. Diskusi: Kedua pasien dirawat di Unit Stroke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito mengalami PIS dengan kecurigaan lesi vaskular sekunder (AVM atau aneurisma) sebagai etiologinya. Penatalaksanaan pada kedua pasien menggunakan panduan terapi PIS serta menyesuaikan kondisi ibu dan janin. Simpulan: Kondisi PIS dalam kehamilan dan pascapersalinan menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Penatalaksanaan stroke selama kehamilan memerlukan perawatan interdisipliner dari bedah saraf, neurologi, dan obstetri. Kata Kunci: Stroke, Perdarahan Intraserebral, Kehamilan

PERBEDAAN LUARAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE ISKEMIA AKUT DENGAN KONDISI HIPOALBUMINEMIA DAN TANPA HIPOALBUMINEMIA

Callosum Neurology Vol 1 No 1 (2018): Callosum Neurology
Publisher : PERDOSSI cabang Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang memiliki hipoalbuminemia saat masuk rumah sakit berisiko tinggi mengalami komplikasi, luaran fungsional yang buruk dan berhubungan dengan peningkatan risiko kematian. Penilaian luaran fungsional dengan Index Barthel dianggap sensitif untuk menilai disabilitas serta mudah untuk dikerjakan. Tujuan: Untuk membandingkan luaran fungsional pasien stroke akut dengan kondisi hipoalbuminemia dan tidak hipoalbuminemia. Metode Penelitian: Penelitian analitik observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian diambil dari rekam medis pasien stroke infark dengan kondisi hipoalbuminemia dan tanpa hipoalbuminemia. Diagnosis stroke ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan hasil Computed Tomography Scan. Metode statistik uji Mann Whitney digunakan untuk membandingkan luaran fungsional pasien stroke iskemia akut dengan kondisi hipoalbuminemia dan tanpa hipoalbuminemia. Hasil: Rerata skor Indeks Barthel kelompok hipoalbuminemia sebesar 40,33 ± 24,81 sedangkan kelompok tanpa hipoalbuminemia sebesar 87,67 ± 24,1. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna (p= 0,00). Simpulan: Terdapat perbedaan nilai luaran fungsional pada pasien stroke akut dengan kondisi hipoalbuminemia dan tanpa hipoalbuminemia. Kata Kunci: Stroke Iskemik Akut, Hipoalbuminemia, Albumin, Indeks Barthel