Sumiyarti Sumiyarti, Sumiyarti
Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH NISBAH BAGI HASIL, PRODUK DOMESTIK BRUTO, SUKU BUNGA DEPOSITO DAN INFLASI TERHADAP SIMPANAN MUDHARABAH DI PERBANKAN SYARIAH INDONESIA PERIODE 2004.1­2009.2

Media Ekonomi Vol 18, No 1 (2010)
Publisher : FEB Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focused on examination impact of Profit Sharing Ratio (NSM) to Mudharabahsavings in Indonesia Syariah Bank. The model used in this study is the Multiple LinearRegression OLS methods (Ordinary Least Square) with the time series data in period2004.1-2009.2. But in this model, we also considerd Gross Domestic Product (PDB), DepositInterest Rate (RSK), and Inflation (INF) as control variables. The results of the researchare variables of Profit Sharing Ratio (NSM), Deposit Interest Rate (RSK) and Inflation(INF) are affected not statistically affected Mudharabah Savings. The other side, thevariable of Gross Domestic Product (GDP) statistically affects Mudharabah Savings. Theinterest of people on Mudharabah Savings is not because of the Profit Sharing Ratio thatbecome the main determinant in Mudharabah Saving but of the more Islamic System.

APAKAH HIPOTESIS “EXPORT LED GROWTH” BERLAKU DI INDONESIA?

Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 16 Nomor 2, Oktober 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.252 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to test whether the hypothesis of "export led growth" applies to the Indonesian economy. The term "export led growrth" refers to a situation where a country's exports become the motor of economic growth. To achieve these objectives research using data GDP (Y) as a proxy for economic growth and serve as the dependent variable, and manufacturing exports (X), capital goods imports (M), the stock of capital (K) and labor (L) as independent variables. Of all variables used, variable labor value or coefficient greatest. While variable manufacturing exports had the smallest coefficient. Although when compared with other control variabe, the role of manufacturing exports variable in influencing economic growth (GDP) is relatively small, but the statistical significance of the test results may indicate that the alleged hypothesis of "export led growth" applies in Indonesia can be accepted.Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menguji apakah hipotesis “export led growth” berlaku untuk perekonomian Indonesia. Istilah “export led growrth” merujuk pada suatu keadaan dimana ekspor suatu negara menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Untuk mencapai tujuan tersebut studi menggunakan data PDB (Y) sebagai proksi pertumbuhan ekonomi dan berlaku sebagai variabel dependen, serta ekspor manufaktur (X), impor barang modal (M), stok kapital(K) serta tenaga kerja (L) sebagai variabel independen. Dari seluruh variabel yang digunakan, variabel tenaga kerja memiliki nilai atau koefisien yang paling besar. Sedangkan variabel ekspor manufaktur memiliki koefisien yang paling kecil. Meskipun bila dibandingkan dengan variabel kontrol lainnya, peran variabel ekspor manufaktur dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi (PDB) relatif sangat kecil, namun signifikansi hasil uji statistik dapat menunjukkan bahwa dugaan hipotesis “export led growrth” berlaku di Indonesia dapat diterima.

ANALISIS KLASTER BELANJA SOSIAL,BELANJA EKONOMI, PERTUMBUHAN EKONOMI,DAN KEMISKINAN KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA BARAT

PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pola pertumbuhan ekonomi kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan analisis klaster. Dalam konteks itu, pertumbuhan ekonomi diformulasikan sebagai variabel yang dipengaruhi oleh belanja sosial dan ekonomi di masing-masing daerah. Selanjutnya, penelitian ini juga ingin melihat efek dari dua pengeluaran ini bersama-sama dengan pertumbuhan ekonomiterhadap kemiskinan di setiap daerah. Studi ini menemukan adanya kecenderungan daerah-daerah di Provinsi Jawa Barat lebih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi ketimbang pengurangan kemiskinan. Secara umum, dampak belanja sosial dan belanja ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan lebih banyak terjadi kota ketimbang kabupaten.

ANALISIS KLASTER BELANJA SOSIAL,BELANJA EKONOMI, PERTUMBUHAN EKONOMI,DAN KEMISKINAN KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA BARAT

Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 buku II
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pakar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang polapertumbuhan ekonomi kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat denganmenggunakan analisis klaster. Dalam konteks itu, pertumbuhan ekonomidiformulasikan sebagai variabel yang dipengaruhi oleh belanja sosial danekonomi di masing-masing daerah. Selanjutnya, penelitian ini juga ingin melihatefek dari dua pengeluaran ini bersama-sama dengan pertumbuhan ekonomiterhadap kemiskinan di setiap daerah. Studi ini menemukan adanyakecenderungan daerah-daerah di Provinsi Jawa Barat lebih berorientasi padapertumbuhan ekonomi ketimbang pengurangan kemiskinan. Secara umum,dampak belanja sosial dan belanja ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi dankemiskinan lebih banyak terjadi kota ketimbang kabupaten.