Articles

Found 13 Documents
Search

EPIDERMAL GROWTH FACTOR RECEPTOR (EGFR) AND CARCINOEMBRYONIC ANTIGEN (CEA) RELATIONSHIP OF LUNG ADENOKARSINOMA IN SAIFUL ANWAR HOSPITA MALANG

Berkala Kedokteran Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: EGFR mutations is associated with sensitivity to tyrosine kinase inhibitors (TKI’s) therapy which are found in Lung Adenocarcinoma. There are some limitations in detecting EGFR mutation. CEA is also expected to predict treatment efficiency of EGFR-TKIs therapy. In this study, we investigated the relationship between serum Carcinoembryonic antigen (CEA) and Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) Mutations in Lung Adenocarcinoma patient. Methods : The research was conducted in Dr. Saiful Anwar General Hospital Malang. From May 2014 to November 2015, 54 lung adenocarcinoma patients who had underwent measurements of EGFR  mutation and serum CEA level were retrospectively recruited. None of them had surgery, radiotherapy, chemotherapy and  targeted therapy. EGFR mutation was detected using PCR, serum CEA levels were analyzed using electrochemical luminescence. Result: Abnormal serum levels of CEA were significantly associated with EGFR mutation (95% CI, P=0,043) with an odds ratio of 3.4 (95% CI: 1.010-11.451). The area under the ROC curve for CEA was 0.558 (95% CI, P=0.078). Conclusion: Serum CEA is associated with mutation of EGFR in lung adenocarcinoma patients.  Keywords : Lung cancer, adenocarcinoma, EGFR, CEA

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jurnal Pendidikan Karakter No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi April 2015, TH. V, No.1
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam buku teks bahasa Indonesia SMP yang dipakai di DIY. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang berwujud kajian tekstual. Sumber data penelitian adalah buku teks bahasa Indonesia SMP kelas VII, VIII, dan IX yang dipakai di DIY. Analisis data dilakukan dengan metode padan subjenis inferensial. Validitas data dengan validitas semantik sedangkan reliabilitas data dengan teknik intrarater dan interater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter dalam buku teks pelajaran Bahasa Indonesia SMP di DIY ditemukan terdiri atas lima hubungan karakter. Kelima hubungan karakter tersebut, meliputi nilai karakter manusia terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan bangsa. Di antara kelima hubungan karakter dalam buku teks pelajaran, hubungan karakter manusia terhadap Tuhan yang paling sedikit ditemukan. Sebaliknya, karakter manusia terhadap diri sendiri dan sesama lebih intensif kemunculannya. Hal itu menyiratkan bahwa penulis buku ingin menekankan pada aspek manusia yang memiliki kehidupan pribadi dan kehidupan sosial. Kata Kunci: pendidikan karakter, buku teks, SMP CHARACTER EDUCATION VALUES IN THE INDONESIAN LANGUAGE TEXT BOOKS FOR JUNIOR HIGH SCHOOLS IN SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA Abstract: This study aimed at describing the character education values in the Indonesian language textbooks used for junior high schools in DIY. This research was a descriptive textual study. The data sources were the Indonesian language textbooks used in grades VII, VIII, and IX of junior high schools in DIY. Data analysis was performed using inferential subtype match. Validity of the data used semantic validity, while reliability of data used techniques of intrarater and interater. The results showed that the values of character education in the Indonesian language textbooks for junior high schools in the province consisted of five character relationships. The five relationships included the value of human characters towards God, ourselves, others, the environment, and the nation. Among the five relationships in textbooks, the character of the relationship between man and God was found to be the least. In contrast, the human character of relationship between self and others apperared to more intensive. This implies that the author wants to emphasize the human aspect that has a stronger tendency towards personal and social lives. Keywords: character education, textbooks, SMP

PENENTUAN CERITA RAKYAT SENTANI, JAYAPURA, KASUARI DAN BURUNG PIPIT SEBAGAI BAHAN BACAAN SISWA SD (The Determination of Sentani, Jayapura Folktale’s “Kasuari dan Burung Pipit” as Reading Material of Elementary School Students)

METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.395 KB)

Abstract

Jayapura, khsususnya Sentani memiliki banyak cerita rakyat. Namun, cerita tersebut belum banyak dimanfaatkan untuk bahan bacaan anak. Oleh sebab itu, penelitian terhadap cerita rakyat Kasuari dan Burung Pipit ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan teori struktural, tahapan perkembangan intelektual anak Jean Piaget, dan nilai-nilai pendidikan karakter oleh Kementerian Pendidikan Nasional 2010—2025. Hasilnya dapat diketahui bahwa cerita ini layak dijadikan bahan bacaan untuk anak SD dengan rentang usia 7—11 tahun. Kasuari dan Burung Pipit memiliki struktur cerita yang sederhana yang ditunjukkan dengan penggunaan alur linear, tokoh cerita berwatak datar (flat character) yang ditampilkan secara hitam putih, dan pemakaian kosakata serta kalimat yang sederhana. Di samping itu, di dalam cerita Kasuari dan Burung Pipit juga terkandung nilai karakter yang berhubungan dengan diri sendiri, meliputi karakter bertanggung jawab, kerja keras, dan percaya diri.Abstract: In Jayapura, specially in Sentani, there are a lot of folktales. However, they have not optimally been utilized as the children reading material . Hence, the research on the folkltale “Kasuari dan Burung Pipit” is significant to conduct. This research applies  structural theory, Jean Pidget’s  theory of children’s intellectual development stages, and values of character educa- tion by Ministry of Education and Culture of  2010-2025. The results reveal that the story is suitable as  the children  reading material for Elementary School students of 7—11 years old. “Kasuari dan Burung Pipit” has a simple plot structure shown by the linear plot, the flat characters presenting them as black and white, and the use of simple vocabulary and simple sentence. Fur- thermore, the moral values of the story are    responsibility, hard work, and self confidence.

THE CORRELATION BETWEEN SELF-CONFIDENCE AND THE STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE OF AMIK GLOBAL KENDARI

Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.608 KB)

Abstract

The correlation between self-confidence and the students’ speakingperformance. Thesis of Amik Global Kendari. The research aims finding outthe correlation between the students’ self-confidence and their speakingperformance. The method applied in this research was correlation itemployed of instrument namely questionnaire basic on indicators both ofthem. The questionnaire was used to find out the students’ self-confidenceand the students’ speaking performance. The population of the secondsemester, fourth semester and six semester students were 130 and the sampleconsisted of 30 students of Amik Global Kendari in academic year 2014-2015. The data collected by analyzed by using SPSS version 22, byconsulting with the standard of critical value (r) 5 % of significance and thenumber of sample (N) = 30. Participants’ mean score of self-confidence68.1333, and students’ speaking performance 67.2667 and participants’standard deviation of the students’ self-confidence 6.9063 and the students’speaking performance 6.61208, the sig. (2 tailed) 0.000 0.05, mean that thereis any positively significant correlation between students’ self-confidence andthe students’ speaking performance about 91.8 %, on sig. 95%.Keywords: Self-Confidence, Speaking Performance

PERANAN EKSTRAKURIKULER SENI KALIGRAFI DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH NUNU PALU

Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.36 KB)

Abstract

Skripsi ini mengkaji tentang ekstrakurikuler seni kaligrafi di MA Muhammadiyah Nunu Palu yang dapat menghasilkan kreativitas peserta didik. Dalam skripsi ini bertujuan untuk menjawab permasalahan pokok tentang bagaimana peranan ekstrakurikuler seni kaligrafi dalam meningkatkan kreativitas peserta didik. Permasalahan yang dapat diidentifikasikan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan ekstrakurikuler seni kaligrafi dan implikasi ekstrakurikuler seni kaligrafi terhadap peningkatan kreativitas peserta didik di MA Muhammadiyah Nunu Palu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data kemudian dianaalisis melalui pengolahan data dan analisa data.. Hasil penelitian peranan ekstrakurikuler seni kaligrafi dalam meningkatkan kreativitas peserta didik memiliki peran besar sehingga berpengaruh terhadap kreativitas peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian peranan ekstrakurikuler seni kaligrafi yaitu kaligrafi merupakan warisan kebudayaan islam yang masih dapat dinikmati sampai sekarang, merupakan perpanjangan fikiran manusia yang salah satu sarananya adalah pena, merupakan sarana informasi yang memiliki keindahan yang bernilai budaya. Pelaksanaan ekstrakurikuler seni kaligrafi ialah dengan menjelaskan materi tentang teknik-teknik dasar penulisan kaligrafi dengan contoh kalimat dipapan tulis kemudian peserta didik menyalinnya di atas kertas HVSnya masing-masing, menyediakan ruangan agar mereka lebih leluasa dalam berkreasi. Implikasi penelitian dapat dijadikan pertimbangan bahwa peranan ekstrakurikuler seni kaligrafi memiliki peran dalam meningkatkan kreativitas peserta didik seperti peserta didik lebih pandai dalam menulis arab, menumbuhkan sikap religius, menimbulkan sifat krreatif, dan sebagai sarana mencari rezeki.

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA PERMISIF TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL REMAJA DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM

Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.713 KB)

Abstract

Pendidikan anak di peroleh terutama melalui interaksi antara orang tua-anak. Dalam pola asuh orang tua akan menunjukan sikap dan perlakuan tertentu sebagai perwujudan pendidikan terhadap anaknya. Perkembangan  sosial emosional yang beragam, diantaranya ada anak yang bisa membina hubungan dengan teman sebaya serta orang yang baru dikenal, ada yang suka menyendiri serta pendiam.Pendidikan Islam merupakan suatu proses pembentukan individu berdasarkan ajaran-ajaran Islam yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Muhammad SAW. Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif Independen variabel pada penelitian ini adalah Pola asuh orang tua permisif (X), sedangkan variabel pada penelitian ini adalah Perkembangan sosial emosional (Y). Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, angket dan dokumentasi. dengan subjek penelitian berjumlah 35 orang.Metode analisa data pada penelitian ini adalah pertama, analisis statistik yang berfungsi untuk mengetahui distribusi frekuensi hasil temuan data dilapangan. Berdasarkan nilai signifikan dari tabel Coefficients diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05, kemudian berdasarkan nilai t diketahui nilai thitung  sebesar  sedangkan nilai ttabel pada taraf kesalahan 5 % = 1,011, dengan demikian maka pernyataan dapat ditulis bahwa, thitung >ttabel (9.388<1,011), tingkat pengaruh pola asuh orang tua permisif terhadap perkembangan sosial emosional remaja di Desa Ngatabaru. sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pola asuh orang tua permisif (X) berpengaruh terhadap variabel perkembangan sosial emosional (Y),  hasilnya signifikan hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh positif antara pola asuh orang tua permisif terhadap perkembangan sosial emosional remaja di Desa Ngatabaru.   dan korelasi tersebut menunjukkan semakin tinggi pola asuh orang tua permisif, maka akan semakin rendah perkembangan sosial emosionalnya.

MASALAH PIAUD GURU DALAM MENCAPAI PRESTASI BELAJAR DI KEMERGARDEN SINGGANI DESA SILAMPAJANG DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM

Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.6 KB)

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah masalah guru PIAUD dalam prestasi belajar. di TK Singgani Silampajang dalam kajian pendidikan islami, yang diformulasikan menjadi dua subs, yaitu 1. Bagaimana uraian masalah guru PIAUD dalam prestasi belajar di TK Singgani Desa Silampajang, dan 2. Bagaimana dampak masalah guru PIAUD dalam pembelajaran prestasi di Taman Kanak-Kanik Singgani dalam tinjauan pendidikan islamis. Tujuan penelitian ini adalah 1. untuk mengetahui gambaran masalah guru PIAUD dalam prestasi belajar di TK Singgani Desa Silampajang, dan 2. Untuk mengetahui pengaruh masalah guru PIAUD dalam prestasi belajar di TK Singgani Sinlampajang dalam kajian pendidikan islam . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang terdiri dari jenis penelitian, observasi, dokumentasi, pedoman wawancara, pendekatan reserch, jadwal penelitian, setting penelitian, kehadiran peneliti, sumber data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan memeriksa validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Masalah guru PIAUD dalam prestasi belajar di Taman Kanak-Kanak Singgani Desa Silampajang adalah orang tua siswa masih sulit untuk bekerja sama atau bekerja sama karena usaha mereka, TK tidak memiliki cukup penjaga dan guru karena kesejahteraan mereka belum maksimal. 2. Dampak masalah guru PIAUD dalam prestasi belajar di Taman Kanak-Kanak Singgani Desa Silampajang dalam kajian pendidikan Islam adalah pelaksanaan program tidak berjalan maksimal karena kurang partisipasi masyarakat, sedangkan pendidikan harus diperhatikan oleh semua elemen. Dengan kata lain, pembangunan sarana dan prasarana tidak berjalan dengan lancar karena hanya mengharapkan subsidi dari pemerintah. Orang tua dan wali siswa sulit untuk berpartisipasi. Guru tidak fokus pada pengajaran karena dia juga berfungsi sebagai penjaga. Guru harus bekerja ekstra untuk memenuhi kebutuhannya, karena gajinya di taman kanak-kanak tidak mencukupi.

The correlation Between Motivation and Self-Confidence on Students’ Speaking Performance at Islamic Religion Education Study Program Faculty of Tarbiyah IAIN Kendari

ELT-Lectura Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to find out: (1) the correlation between motivation and students’ speakingperformance; (2) the correlation between self-confidence and students’ speaking performance; (3) thesimultaneous contributed of motivation and self-confidence toward speaking performance; (4) which variableserves as the better predictor on speaking performance. Population of the study was 520 university students.Samples were determined using, firstly, a stratified random sampling; secondly simple random sampling, theresulting in 84 samples of the second, the fourth, the sixth, and eighth semester of Islamic religion educationstudy program Tarbiyah Faculty of IAIN Kendari in academic year 2015/2016. Data analyzed descriptively byconducting correlational design and multiple linear regressions using the SPSS 22. Data were collected by usingquestionnaires, speaking test and interview. The result finding showed that (1) there was a significant correlationbetween motivation and speaking performance. The contribution of motivation on speaking performance 59,1%,the correlation both of them ,769.** (2) there was significant correlation of Self-confidence on speakingperformance that’s accounts for 74,6%, and the correlation both of them ,864.** (3) motivation and selfconfidencecontributed simultaneously toward speaking performance 79, 5%, R² is 0,795. and the rest 29,1%accounted for the other variable. (4) this can be showed self-confidence is better predictor on speakingperformance than motivation.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL GEOMETRI MELALUI MEDIA BENDA ALAM PADA KELOMPOK B2 DI PAUD NOSARARA KEL. TALISE VALANGGUNI KEC.MANTIKULORE DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM

Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.174 KB)

Abstract

Penelitian  ini bertujuan  untuk  meningkatkan kemampuan  mengenal geometri melalui media benda alam pada anak Kelompok B2 PAUD Nosarara Palu. Metode Penelitian mencakup jenis penilitian, kehadiran peneliti, proses penelitian, lokasi penelitian, desain penelitian, tekhnik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, tekhnik analisis data, dan pengecekan keabsahan data. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif. Subjek penelitian ini adalah  15 anak Kelompok B Nosarara Palu, yang terdiri dari 8 laki-laki dan 7 perempuan. Objek penelitian adalah kemampuan anak dalam mengenal Geometri dengan mempergunakan media benda alam yang   dianggap menarik dan bentuknya bervariasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi kemampuan berhitung dan menulis angka diudara, tes lisan kemampuan mengenal Geometri dan tes tertulis kemampuan menebalkan angka dan menulis Geometri.Teknik analisis data yang digunakanya itu teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Adapun indikator keberhasilan PTK dari keseluruhan jumlah nilai anak memperoleh nilai rata-rata ≥7,0 (skala 0-10) sehingga dapat dikatakan baik. Hasil penelitian menujukkan bahwa kemampuan mengenal Geometri dalam tinjaun pendidikan Islam pada hakikatnya Allah swt telah menyebutkan Geometri dalam al-Qur’an namun sifatnya masih bersifat umum jika dipahami ayat tersebut secara komprenhensif. Di samping itu, pada Pratindakan kemampuan anak mengenal Geometri adalah 5,94 termasuk dalam kriteria kurang. Pada tindakan I nilai rata-ratanya meningkat menjadi 6,42 termasuk dalam kriteria cukup. Pada tindakan II rata-rata nilai anak meningkat menjadi 7,02 termasuk dalam kriteria baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bermain sambil belajar dengan menggunakan media benda-benda alam lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan mengenal Geometri  sebagai lambang banyaknya  benda  pada  anak PAUD.

MITOS MENARUH LAMPU DI ATAS KUBURAN PLASENTA BAYI DI DESA LAKEA I KECAMATAN LAKEA KABUPATEN BUOL DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM

Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.488 KB)

Abstract

Permasalahan dalam peneilitian ini adalah tentang mitos menaruh lampu di atas kuburan plasenta bayi di Desa Lakea I Kecamatan Lakea Kabupaten Buol Dalam Tinjauan Pendidikan Islam, dengan pokok Bahasan bagaimana deskripsi mitos menaruh lampu di atas kuburan plasenta bayi di Desa Lakea I Kecamatan Lakea Kabupaten Buol serta bagaimana tinjauan pendidikan Islam mengenai hal tersebut. Adapun tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui mitos menaruh lampu di atas kuburan plasenta bayi di Desa Lakea I Kecamatan Lakea Kabupaten Buol serta untuk mengetahui tinjauan Pendidikan Islam tentang hal tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif. Data yang penulis peroleh dalam penyusunan skripsi ini melalui data primer dan data sekunder. Adapun hasil penelitian adalah (a). Plasenta harus diberi lampu karena jika tidak diberi lampu maka bayi menderita sakit, seperti demam, sering menangis tengah malamnya, dan tangisan jabang bayi yang tidak wajar yaitu menangis tetapi tidak mengeluarkan air mata. Ini merupakan pertanda jika bayi diganggu oleh makhluk halus dan sejenisnya, (b).Lampu itu bisa menolong sang bayi, atau jika tidak memasang akan terdapat bahaya pada bayi yang baru dilahirkan. Lampu yang dipasang diatas kuburan merupakan alat penerang bagi bayi hidup di dunia. Tinjauan Pendidikan Islam tentang Menaruh Lampu di Atas Kuburan Plasenta Bayi yakni : (a) Tradisi menaruh lampu diatas kuburan plasenta merupakan ritual yang tidak terdapat dalam Al-Quran dan Hadis Nabi Muhammad SAW, yang menjelaskan bahwa ada hubungan ghaib antara plasenta dengan nasib bayi yang baru lahir. (b) Kehidupan bayi ditentukan oleh plasentanya, bukan oleh tugas pendidikan dari kedua orang tuanya dan lingkungannya.