Articles

Found 6 Documents
Search

KALKULUS DIFERENSIAL DAN INTEGRAL OLEH FERMAT

Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Dalam kuliah kalkulus modern, materi tentang pendifferensialan (turunan fungsi) dan konstruksi garis singgung terhadap suatu kurva diberikan terlebih dahulu daripada materi integral dan penentuan luas daerah di bawah suatu kurva. Hal ini berlawanan dengan urutan sejarah perkembangannnya. Penentuan luas daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva telah ditemukan pada zaman kuno. Dalam tulisan ini membahas awal konstruksi garis singgung dan penentuan luas daerah yang dibatasi oleh suatu kurva yang pertama kali dibahas oleh Fermat. Kerja Fermat telah memberikan dasar bagi konsep kalkulus modern, khususnya pendifferensialan dan integral. Selain itu, Fermat dikenal sebagai orang yang memiliki kemampuan luar biasa dalam teori bilangan, antara lain dengan Fermat’s Little Theorem dan Fermat’s Last Theorem.Kata kunci: konstruksi garis singgung, luas daerah, differensial, dan integral, teori fermat. Abstrak. In modern calculus course, the material on derivative of the function and the construction of the tangent to the curve given first than the material on the integral and determining the area under a curve. This is contrary to the historical development. Determination of the area has been limited by several curves have been found in ancient times. In this paper discusses the start of construction of the tangent line and determining the area bounded by a curve that was first discussed by Fermat. Work Fermat has provided the basis for the concept of modern calculus, especially derivative and integral. In addition, Fermat is known as a person who has a remarkable ability in number theory, among others, by Fermats Little Theorem and Fermats Last Theorem.Keywords: construction of a tangent, wide areas, derivative and integral, Fermat Theory.

PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PENALARAN INFERENSIAL STATISTIS

Paedagoria | FKIP UMMat Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Paedagoria | FKIP UMMat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan penalaran inferensial statistis. Tujuan kognitif pembelajaran Statistika adalah untuk mengembangkan kemampuan literasi, penalaran, dan berpikir statistis. Salah satu tujuan dalam penalaran statistis adalah mengembangkan kemampuan penalaran inferensial. Model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan penalaran inferensial statistis adalah model  Statistical Reasoning Learning Environment  (SRLE) yang didasarkan pada teori belajar konstruktivisme. Analisis didasarkan pada: 1) definisi inferensi statistis; 2) definisi penalaran inferensial informal dan formal; 3) kerangka kerja penalaran inferensial informal; 5) model pembelajaran SRLE; dan 6) penelitian terkait penalaran inferensial statistis.Abstract: This article deals with learning that can be used to develop inferential reasoning abilities statistically. The cognitive goal of statistical learning is to develop literacy, reasoning, and statistical thinking skills. One of the goals in statistical reasoning is to develop inferential reasoning abilities. The learning model that can be used to develop static inferential reasoning abilities is Statistical Reasoning Learning Environment (SRLE) model based on constructivism learning theory. The analysis is based on: 1) the definition of statistical inference; 2) the definition of informal and formal inferential reasoning; 3) informal inferential reasoning framework; 5) the learning model of SRLE; and 6) research related to inferential statistical reasoning.

Analisis Materi Graph Pada Buku Teks Pengantar Teori dan Algoritma Graph

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 4 No 1 (2011): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Textbooks or teaching book used in learning and teaching should have special standard that have been achieved, namely standard of material, standard of presentation and standard of language and legibility. The result of analysis has been worked, in the book of ”Pengantar Teori dan Algoritma Graph” indicates that still be gotten some definition that needs to make more clear; and in the book is not be written standard of competition, basic competition, and whatever the focus that must be achieved by the students. Based on the result of analysis, it should be used the other textbooks in learning teaching for the comparisons in understanding the concept completely; so that the students can be saved from misconception and doing something wrong systematically

Perbandingan Efektivitas Krim Urea 10% dan Krim Niasinamid 4% Terhadap Hidrasi Kulit Pasien Dermatitis Atopik

Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak penelitian telah menunjukkan penurunan hidrasi stratum korneum pada kulit pasien dermatitis atopik (DA) dengan atau tanpa lesi dibanding kontrol sehat. Pelembab yang mengandung seramid saat ini banyak tersedia dan sering digunakan untuk meningkatkan hidrasi kulit pasien DA, namun harga pelembab tersebut tidak ekonomis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pelembab yang mengandung urea atau niasinamid juga dapat meningkatkan hidrasi kulit pasien DA secara signifikan dengan  harga lebih ekonomis dibanding pelembab yang mengandung seramid. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas krim urea 10% dan krim niasinaid 4% terhadap hidrasi kulit pasien DA. Pada penelitian eksperimental buta ganda ini, subjek dibagi secara acak menjadi dua kelompok pengobatan yaitu 33 subjek mendapat krim urea 10% dan 33 subjek mendapat krim niasinamid 4% selama 4 pekan. Anamnesis, pengukuran hidrasi kulit pre-ekperimental dan post-eksperimental dilakukan pada semua subjek. Hasil penelitian didapatkan hidrasi kulit post-eksperimental pada kedua kelompok meningkat secara bermakna (p=0.000). Angka kesembuhan hidrasi kulit pada kelompok urea adalah 93.9% dan kelompok niasinamid adalah 84.8%, namun perbedaan tersebut tidak bermakna (p=0.389). Perbandingan efektivitas kedua kelompok didapatkan tidak berbeda secara bermakna (p=0.315). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat perbedaan efektivitas yang bermakna antara krim urea 10%dan krim niasinamid 4% terhadap hidrasi kulit pasien DA.

Konsep Diri Anak-anak Pengguna Aktif Media Sosial

Society Vol 6 No 2 (2018): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.608 KB)

Abstract

Tidak dapat dipungkiri lagi perkembangan teknologi internet saat ini telah banyak memberikan banyak manfaat. Teknologi internet dapat memberikan kemudahan berkomunikasi bagi umat manusia. Hal ini telah membentuk masyarakat digital yang memiliki kebebasan untuk berinteraksi melalui sosial media seperti instagram, facebook, Tik Tok dan sebagainya, tanpa harus dibatasi dengan siapa, dimana, dan kapan atau  penggunaan media sosial  tanpa mengenal gender, pendidikan, status, etnis dan sebagainya. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis peran media sosial dalam pembentukan konsep diri anak-anak pengguna aktif media sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam pada anak-anak pengguna aktif sosial media sosial dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak pengguna aktif sosial media mengkonsepkan diri seperti orang dewasa.  Pembentukan konsep diri yang anak-anak pengguna aktif media sosial adalah hasil dari konten-konten media sosial yang mereka gunakan.

STUDENT'S READING INTEREST IN UNIVERSITY OF BANGKA BELITUNG

Berumpun: International Journal of Social, Politics and Humanities Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Berumpun Journal
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences University of Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is one of countries that has high quantity of people but low in quality. It is shown from the low rating in human development index. Thus, the quality improvement i.e. educational improvement should be implemented effectively. Reading is one of the most crucial element in the field of education.  The low rating of reading interest among Indonesian people becomes a tremendous issue which needs to be solved. To tackle, government implements the reading movement as contained in Act of the Republic of Indonesia number 20 of 2003 and ruled by Ministry of Culture and Education (Permendikbud) number 23 of 2015 about 15 minutes of literacy activities prior to the beginning of the study session. The study aims to identify the university students’ reading interest in University of Bangka Belitung as well as to examine the determinant and the obstacle of the university students’ reading interest. Structured questionnaire and online data collection methods were employed to obtain the primary data from 182 university students in University of Bangka Belitung, Indonesia. The study showed that the reading interest of university students in University of Bangka Belitung were at low score. About one-third of the respondents visited library once a week, one-fourth visited library twice a week and only 8.3 % of the respondents visited library 4 – 5 times a week. Almost one-fourth of respondents had 1 – 4 reading materials. Around half of respondents read less than an hour a day. As the determinant of book reading and library attendance, 61.3 % of the respondents were due to do assignment while only 16 % of respondents were due to habit and need to read. Whereas, as the obstacle to reading, almost half of respondents preferred using gadget, around one-fourth of respondents spent their times with friends and 39.2 % of respondents were too busy with their extracurricular activities on campus.