Bambang sulanjari, Bambang
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA PAUD MELALUI TEMBANG DOLANAN KELURAHAN METESEH, KECAMATAN TEMBALANG, KOTA SEMARANG

E-DIMAS Vol 6, No 01 MARET (2015): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pendidikan  anak  usia  dini  dilakukan  dengan  tujuan  memberikan  konsep  yang bermakna bagi  anak melalui pengalaman nyata dan bermakna. Hanya melalui pengalaman nyata dan bermaknalah anak menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu (curiousity) secara optimal  Upaya pembentukan konsep yang bermakna dalam pendidikan anak usia dini, erat sekali dengan pembentukan karakter pada diri peserta didik. Pendidikan karakter adalah pendidikan   budi   pekerti   plus,   yaitu   pendidikan   yang   melibatkan   aspek   pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi adalah bekal terpenting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan yang akan dihadapi kelak. Salah  satu  warisan  budaya  yang  dahulu  digemari  oleh  anak-anak  (Jawa)  adalah tembang dolanan. Tembang dolanan ini bukan hanya berfungsi sebagai lagu yang biasanya     dinyanyikan oleh anak-anak ketika bermain dan bersosialisasi dengan lingkungannya, atau lagu    sekedar hiburan semata-mata. Lebih    dari    itu tembang    dolanan merupakan    karya seni yang  sangat menarik karena di dalamnya terkandung makna yang tersirat, berisi pesan- pesan moral yang penting sebagai pembentuk karakter yang baik bagi anak bangsa Program Ipteks bagi masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk membentuk karakteristik anak usia dini melalui tembang dolanan. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan pembelajaran karakter anak usia dini melalui tembang dolanan. Peserta pelatihan adalah para tutor PAUD dan kader Tutor PAUD di lingkungan kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang.   Kata kunci: Pendidikan anak usia dini, pembentukan karakter, dan tembang dolanan

TEMBANG DAN MODEL PENGAJARANNYA

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 1, No 2 (2011): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.024 KB)

Abstract

The major of Tembang is a small partof theconstellation ofthe Java languagecurriculum that included in theclumps. Due toaless strategicposition, thismajor is often overlooked,butiffurtherexplored,this major is so potentialtodevelop thecharacterof students. At least, tembang can be utilizedmosteffectivelytodevelop thefourlanguage skills: listening, reading, writingand speaking.Competenciescan be developedin thetembanglearningof them arethe studentsable tosing thesong, phrasing thesongandmakesong.Learningmodel selectionis crucial in thesuccess oftembanglearning. Creativityof teachersin selectingandimplementinglearning modelis very influentialon the success oftembanglearning, therefore teachersmust be creativeto determine the modelaccordingto the circumstances. In terms ofsongselection ofteaching methods, teachers can developmethods that areinheritedancestors, such asmethods of learningwith playing, the method of learningwith moving, step bystepmethod, andkaraoke method.

PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA PAUD MELALUI TEMBANG DOLANAN KELURAHAN METESEH, KECAMATAN TEMBALANG, KOTA SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.05 KB)

Abstract

Abstrak ?é?á Pendidikan?é?á anak?é?á usia ?é?ádini ?é?ádilakukan?é?á dengan ?é?átujuan?é?á memberikan?é?á konsep ?é?áyang bermakna bagi ?é?áanak melalui pengalaman nyata dan bermakna. Hanya melalui pengalaman nyata dan bermaknalah anak menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu (curiousity) secara optimal ?é?áUpaya pembentukan konsep yang bermakna dalam pendidikan anak usia dini, erat sekali dengan pembentukan karakter pada diri peserta didik. Pendidikan karakter adalah pendidikan?é?á ?é?ábudi?é?á ?é?ápekerti?é?á ?é?áplus,?é?á ?é?áyaitu?é?á ?é?ápendidikan?é?á ?é?áyang?é?á ?é?ámelibatkan?é?á ?é?áaspek?é?á?é?á pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi adalah bekal terpenting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan yang akan dihadapi kelak. Salah ?é?ásatu ?é?áwarisan ?é?ábudaya ?é?áyang ?é?ádahulu ?é?ádigemari ?é?áoleh ?é?áanak-anak ?é?á(Jawa) ?é?áadalah tembang dolanan. Tembang dolanan ini bukan hanya berfungsi sebagai lagu yang biasanya ?é?á ?é?á dinyanyikan oleh anak-anak ketika bermain dan bersosialisasi dengan lingkungannya, atau lagu?é?á?é?á ?é?ásekedar hiburan semata-mata. Lebih?é?á?é?á ?é?ádari?é?á?é?á ?é?áitu tembang?é?á?é?á ?é?ádolanan merupakan?é?á?é?á ?é?ákarya seni yang?é?á sangat menarik karena di dalamnya terkandung makna yang tersirat, berisi pesan- pesan moral yang penting sebagai pembentuk karakter yang baik bagi anak bangsa Program Ipteks bagi masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk membentuk karakteristik anak usia dini melalui tembang dolanan. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan pembelajaran karakter anak usia dini melalui tembang dolanan. Peserta pelatihan adalah para tutor PAUD dan kader Tutor PAUD di lingkungan kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang. ?é?á Kata kunci: Pendidikan anak usia dini, pembentukan karakter, dan tembang dolanan

Kemampuan Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 Revisi 2017 Guru Bahasa Jawa Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Semarang

Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 11, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.873 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan memaparkan kemampuan guru Bahasa Jawa Kota Semarang menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang selaras dengan kurikulum 2013 revisi 2017. Indicator untuk mengetahui kemampuan guru menyusun RPP adalah tujuh aspek, yaitu: pengembangan indikator; penentuan tujuan pembelajaran; penentuan materi/bahan ajar; penentuan sumber belajar; penentuan metode pembelajaran; penentuan media pembelajaran; dan penilaian.Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di kota Semarang. Data penelitian ini adalah RPP hasil karya guru Bahasa Jawa Kota Semarang yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis model interaktif, meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan kemampuan guru Bahasa Jawa dalam menyusu RPP. Dari tujuh aspek yang diamati, aspek keenam: kemampuan menentukan media pembelajaran merupakan aspek yang paling bagus dengan 98.21. Guru sudah mampu memanfaatkan kemajuan teknologi sesuai dengan karaketristik siswa yang diajarnya. Aspek ke tujuh, yaitu kemampuan menentukan penilaian menduduki tempat paling rendah, yakni 65.87. Hal ini disebabkan karena sebagian besar guru belum tepat dalam menentukan teknik penilaian, bentuk instrument, dan penyusunan rubrik penilaian. Kata Kunci: Guru Bahasa Jawa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Kurikulum 2013