p-Index From 2014 - 2019
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-DIMAS
Eva Ardiana Indrariani, Eva
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

IBM PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SEBAGAI WUJUD PEMBELAJARAN ETIKA PERCAKAPAN ANAK BAGI IBU-IBU PKK MAGARSARI MARGOYOSO JEPARA

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKomunikasi berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kepadaorang lain atau sebaliknya. Salah satu bentuk komunikasi manusia di antaranyayaitu dengan percakapan atau tindak tutur. Dengan bertutur manusia dapat salingbertukar informasi. Namun dalam bertutur manusia juga memiliki aturan-aturanyang harus dipatuhi, agar etika percakapan yang santun dapat diwujudkan melaluikomunikasi. Dalam kasus masyarakat terutama para ibu di Margoyoso yangmayoritas menggunakan bahasa Indonesia sebagai komunikasi, banyak di antaraanak mereka bertutur tanpa memperhatikan prinsip kesantunan sehingga dinilaikurang santun.Dalam penyuluhan ini, solusi yang ditawarkan adalah memberipenyuluhan dengan strategi kronologis. Metode pelaksanaan kegiatan yangdigunakan dalam kegiatan IbM ini adalah penyuluhan dan pendampingan. Adapunmateri yang diberikan meliputi: konsep prinsip kesantunan, macam-macamprinsip kesantunan, dan contoh dari macam-macam prinsip kesantunan. Tahappertama ini, tim pengabdian memberikan materi dasar dan pendampingan yangmengarah pada pemahaman mitra untuk mengajarkan anak berkomunikasi denganmenggunakan konsep prinsip kesantunan berbahasa Indonesia. Setelahpenyampaian materi tersebut dilakukan, peserta diberi kesempatan untuk bertanyadan praktik.Hasil dari kegiatan ini: ibu-ibu PKK menguasai konsep etika percakapanberbahasa Indonesia yang santun untuk diajarkan pada anak. Ibu-ibu PKK jugamampu mengajarkan komunikasi berbahasa Indonesia pada anak denganmemerhatikan konsep prinsip kesantunan. Ibu-ibu PKK menjadi tentor pada ibuibulain untuk memberikan pembelajaran pada anak agar dapat berkomunikasidengan memerhatikan etika percakapan yang santun melalui pengetahuan prinsipprinsipkesantunan berbahasa Indonesia.

IBM PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SEBAGAI WUJUD PEMBELAJARAN ETIKA PERCAKAPAN ANAK BAGI IBU-IBU PKK MAGARSARI MARGOYOSO JEPARA

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2014): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.54 KB)

Abstract

AbstrakKomunikasi berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kepadaorang lain atau sebaliknya. Salah satu bentuk komunikasi manusia di antaranyayaitu dengan percakapan atau tindak tutur. Dengan bertutur manusia dapat salingbertukar informasi. Namun dalam bertutur manusia juga memiliki aturan-aturanyang harus dipatuhi, agar etika percakapan yang santun dapat diwujudkan melaluikomunikasi. Dalam kasus masyarakat terutama para ibu di Margoyoso yangmayoritas menggunakan bahasa Indonesia sebagai komunikasi, banyak di antaraanak mereka bertutur tanpa memperhatikan prinsip kesantunan sehingga dinilaikurang santun.Dalam penyuluhan ini, solusi yang ditawarkan adalah memberipenyuluhan dengan strategi kronologis. Metode pelaksanaan kegiatan yangdigunakan dalam kegiatan IbM ini adalah penyuluhan dan pendampingan. Adapunmateri yang diberikan meliputi: konsep prinsip kesantunan, macam-macamprinsip kesantunan, dan contoh dari macam-macam prinsip kesantunan. Tahappertama ini, tim pengabdian memberikan materi dasar dan pendampingan yangmengarah pada pemahaman mitra untuk mengajarkan anak berkomunikasi denganmenggunakan konsep prinsip kesantunan berbahasa Indonesia. Setelahpenyampaian materi tersebut dilakukan, peserta diberi kesempatan untuk bertanyadan praktik.Hasil dari kegiatan ini: ibu-ibu PKK menguasai konsep etika percakapanberbahasa Indonesia yang santun untuk diajarkan pada anak. Ibu-ibu PKK jugamampu mengajarkan komunikasi berbahasa Indonesia pada anak denganmemerhatikan konsep prinsip kesantunan. Ibu-ibu PKK menjadi tentor pada ibuibulain untuk memberikan pembelajaran pada anak agar dapat berkomunikasidengan memerhatikan etika percakapan yang santun melalui pengetahuan prinsipprinsipkesantunan berbahasa Indonesia.

PEMANFAATAN BARANG BEKAS BOTOL PLASTIK DALAM PEMBUATAN VERTICAL GARDEN

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2016): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5090.233 KB)

Abstract

Saat ini tidak mudah mendapatkan lahan luas yang dapat dilakukan untuk penghijauan atau penanaman beraneka macam tanaman hias maupun apotik hidup di lingkungan masyarakat di perkotaan. Hal tersebut disebabkan karena mahalnya tanah yang ada di perkotaan terutama yang berada di pusat kota dan jalan raya. Harga jual tanah dapat berkali lipat mahal dibandingkan di daerah yang jauh dari keramaian. Berdasarkan tersebut dibutuhkannya kegiatan inovatif dan kreatif yang menunjang kemajuan perkotaan atau kota besar salah satunya dengan kegiatan penghijauan wilayah dengan cara vertical garden. Tujuan diadakan kegiatan pengabdian ini adalah untuk melestarikan penghijaun dalam masyarakat kelurahan Sarirejo dengan cara penanaman tanaman secara vertikal dengan memanfaatkan barang bekas yaitu botol plastik. Metode kegiatan yang dilakukan dengan dengan memberikan sosialisasi pentingnya penghijauan di perkotaan dan implementasi kegiatan dengan mempratekkan materi yang telah disampaikan oleh tim  Pengabdi. Maka dari itu pengabdian ini mengenai Pemanfaatan barang bekas botol plastik dalam pembuatan Vertical Garden yang dilaksanakan di kelurahan Sarirejo Kecamatan Semarang Timur dengan peserta Ibu-Ibu PKK. Oleh karena itu kegiatan ini berjudul IbM PKK Kelurahan Sarirejo Kecamatan Semarang Timur.Kata kunci: botol plastik bekas, vertical garden