Noviana Dini Rahmawati, Noviana Dini
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING DENGAN MODEL TAPPS PADA MATERI BARISAN DAN DERET KELAS X SEMESTER I DI SMA NASIMA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 9, No 2 DESEMBER (2015): MPP
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study entitled "Development of Mobile Learning Model TAPPS at Content of Sequences and Series Class X Semester 1 at SMA Nasima Semarang". The problems that arise in this research is "How to develop mobile learning with models TAPPS at Content of Sequences andSeriesinSMANasimaSemarang that is valid?, whether assisted mathematics learning with Mobile learning with models Tapps at Content of Sequences and Series in SMA Nasima Semarang is effective?". The population in this study is students of class X first semester of the school year 2014/2015. While the subject of this study was composed of two classes, they are an experiment class and a control class. The number of research subjects for each class is 22 students. Selection and determination of the subjects of this study were taken by purposive sampling technique. This research is Development Research. Developed device is a Mobile learning media with models Tapps at Content of Sequences and series to improve student achievement that meets the criteria of valid and effective. The procedure of this study refers to the development of 4D Thiagarajan but limited to 3 stages: defining, designing and developing. From the results of the researh, it can be concluded that the development of mobile learning with models Tapps at Content of Sequences and Series has achieved an effective indicator, namely: (1) the product of Mobile learning with models Tapps at Content of Sequences and Series gets a validation assessment of media experts 94.2% and material specialists 97.4% with decent criteria. (2) There is a positive response to the mobile learning media demonstrated the effect of 90.3% contribution. (3) Experimental class learning achievement was higher than the control class learning achievement as indicated by the their averages: the average for experimental class is  94.28 and the average of the control class is 92.59. The results of this study can be used as input for the teacher to try to do the math instructional media development by leveraging technologies such as mobile learning for learning, so that will add insight for teachers and students. Keywords: mobile learning, sequence and series, TAPPS models.

PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING DENGAN MODEL TAPPS PADA MATERI BARISAN DAN DERET KELAS X SEMESTER I DI SMA NASIMA SEMARANG

Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengembangan Mobile learning dengan model TAPPS Pada Materi Barisan dan Deret di SMA NASIMA Semarang valid dan mengetahui pembelajaran matematika berbantuan Mobile learning dengan model TAPPS Pada Materi Barisan dan Deret di SMA NASIMA Semarang efektif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X semester I tahun ajaran 2014/2015. Sedangkan subjek penelitian ini adalah terdiri dari 2 kelas yang masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pemilihan dan penentuan subyek penelitian ini diambil dengan teknik sampel bertujuan (purposive sampling). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pengembangan. Perangkat yang dikembangkan adalah media Mobile learning dengan model TAPPS pada Materi Barisan dan Deret untuk meningkatkanprestasi belajar siswa yang memenuhi kriteria valid dan efektif. Prosedur penelitian ini, mengacu pada pengembangan 4D Thiagarajan namun dibatasi sampai 3 tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design) dan pengembangan (develop). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan Mobile learning dengan modelTAPPS Pada Materi Barisan dan Deret telah mencapai indikator efektif, yaitu: (1) produk Mobile learning dengan model TAPPS Pada Materi Barisan dan Deret mendapat penilaian validasi ahli media 94,2% dan ahli materi 97,4% dengan kriteria layak. (2) Terdapat tanggapan yang positif terhadap media mobile learning yang ditunjukkan kontribusi pengaruhnya sebesar 90,3%. (3) Prestasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibanding prestasi belajar kelas kontrol yang ditunjukkan dengan rata – ratanya yaitu rata – rata kelas eksperimen sebesar 94,28 dan rata – rata kelas kontrol sebesar 92,59. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guruuntuk mencoba melakukan pengembangan media pembelajaran matematika dengan memanfaatkan teknologi yang berupa mobile learning untuk pembelajaran, sehingga akan menambahwawasan bagi guru maupun siswa.Kata Kunci: mobile learning,  barisan dan deret, model TAPPS.

PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING DENGAN MODEL TAPPS PADA MATERI BARISAN DAN DERET KELAS X SEMESTER I DI SMA NASIMA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 9, No 2 DESEMBER (2015): MPP
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study entitled "Development of Mobile Learning Model TAPPS at Content of Sequences and Series Class X Semester 1 at SMA Nasima Semarang". The problems that arise in this research is "How to develop mobile learning with models TAPPS at Content of Sequences andSeriesinSMANasimaSemarang that is valid?, whether assisted mathematics learning with Mobile learning with models Tapps at Content of Sequences and Series in SMA Nasima Semarang is effective?". The population in this study is students of class X first semester of the school year 2014/2015. While the subject of this study was composed of two classes, they are an experiment class and a control class. The number of research subjects for each class is 22 students. Selection and determination of the subjects of this study were taken by purposive sampling technique. This research is Development Research. Developed device is a Mobile learning media with models Tapps at Content of Sequences and series to improve student achievement that meets the criteria of valid and effective. The procedure of this study refers to the development of 4D Thiagarajan but limited to 3 stages: defining, designing and developing. From the results of the researh, it can be concluded that the development of mobile learning with models Tapps at Content of Sequences and Series has achieved an effective indicator, namely: (1) the product of Mobile learning with models Tapps at Content of Sequences and Series gets a validation assessment of media experts 94.2% and material specialists 97.4% with decent criteria. (2) There is a positive response to the mobile learning media demonstrated the effect of 90.3% contribution. (3) Experimental class learning achievement was higher than the control class learning achievement as indicated by the their averages: the average for experimental class is  94.28 and the average of the control class is 92.59. The results of this study can be used as input for the teacher to try to do the math instructional media development by leveraging technologies such as mobile learning for learning, so that will add insight for teachers and students. Keywords: mobile learning, sequence and series, TAPPS models.

PENGEMBANGAN E-MODUL GEOMETRI DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI SEKOLAH DASAR

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.555 KB)

Abstract

Abstract: This study aims at developing 4D model into 3D following define, design, and development phase. E-module with RME approach is firstly validated by media expert, material expert and also questionnaire of student response. It obtained a score of 85.2% from a material expert, 89.2% from media expert validation 89.2%, and 85.2% from students’ response, hence, E-modules developed deserve to be utilized with the very good category. In addition, the experiment class’ learning outcomes are better than control classes. Therefore, E-module development with RME approach is feasible and can be used in elementary mathematics learning particularly in Geometry learning.Keywords: development, e-module, RME, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan model 4D menjadi 3D dengan tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), dan development (pengembangan). E-modul dengan pendekatan PMR terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli media, ahli materi dan juga angket tanggapan siswa. Diperoleh rata-rata penilaian validasi ahli materi 85,2%, validasi ahli media 89,2%, penilaian tanggapan siswa 85,2%, Jadi media E-modul layak digunakan dengan kategori sangat baik. Hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Jadi pengembangan E-modul dengan pendekatan PMR layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika SD khususnya geometri.Kata Kunci: pengembangan, e-modul, PMR, Sekolah Dasar

PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING DENGAN MODEL TAPPS PADA MATERI BARISAN DAN DERET KELAS X SEMESTER I DI SMA NASIMA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 9, No 2 DESEMBER (2015): MPP
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.419 KB)

Abstract

This study entitled "Development of Mobile Learning Model TAPPS at Content of Sequences and Series Class X Semester 1 at SMA Nasima Semarang". The problems that arise in this research is "How to develop mobile learning with models TAPPS at Content of Sequences andSeriesinSMANasimaSemarang that is valid?, whether assisted mathematics learning with Mobile learning with models Tapps at Content of Sequences and Series in SMA Nasima Semarang is effective?". The population in this study is students of class X first semester of the school year 2014/2015. While the subject of this study was composed of two classes, they are an experiment class and a control class. The number of research subjects for each class is 22 students. Selection and determination of the subjects of this study were taken by purposive sampling technique. This research is Development Research. Developed device is a Mobile learning media with models Tapps at Content of Sequences and series to improve student achievement that meets the criteria of valid and effective. The procedure of this study refers to the development of 4D Thiagarajan but limited to 3 stages: defining, designing and developing. From the results of the researh, it can be concluded that the development of mobile learning with models Tapps at Content of Sequences and Series has achieved an effective indicator, namely: (1) the product of Mobile learning with models Tapps at Content of Sequences and Series gets a validation assessment of media experts 94.2% and material specialists 97.4% with decent criteria. (2) There is a positive response to the mobile learning media demonstrated the effect of 90.3% contribution. (3) Experimental class learning achievement was higher than the control class learning achievement as indicated by the their averages: the average for experimental class is?é?á 94.28 and the average of the control class is 92.59. The results of this study can be used as input for the teacher to try to do the math instructional media development by leveraging technologies such as mobile learning for learning, so that will add insight for teachers and students. Keywords: mobile learning, sequence and series, TAPPS models.

EFEKTIVITAS VISUALIZATION AUDITORY KINESTETIC DAN TWO STAY TWO STRAY BERBANTUAN LECTORA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA

JIPMat Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.692 KB)

Abstract

Penelitian ini di  latar belakangi dengan pentingnya hasil belajar siswa. Alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah menggunakan model Visualization Auditory Kinestetic dan Two Stay Two Stray berbantuan software  Lectora. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifitas model Visualization Auditory Kinestetic dan Two Stay Two Stray berbantuan software  Lectora terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Kesatrian 2 Semarang. Sampel penelitian adalah kelas XI MIPA 1 sebagai kelas dengan model Visualization Auditory Kinestetic berbantuan software Lectora, kelas XI MIPA 2 sebagai kelas dengan model Two Stay Two Stray berbantuan software Lectora dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelas konvensional. Data penelitian ini diperoleh melalui post test. Berdasarkan hasil perhitungan Anava satu jalur dengan  yaitu  menyebabkan  ditolak, berarti terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan model Visualization Auditory Kinestetic berbantuan software Lectora, Two Stay Two Stray berbantuan software Lectora dan konvensional. Selanjutnya digunakan uji pasca Anava antara kelas Visualization Auditory Kinestetic dan konvensional dengan menggunakan uji Scheffe’ menghasilkan  yaitu  menyebabkan  ditolak, berarti model Visualization Auditory Kinestetic berbantuan software Lectora lebih efektif dibandingkan dengan model konvensional terhadap hasil belajar siswa. Uji pasca Anava antara kelas Two Stay Two Stray dan konvensional dengan menggunakan uji Scheffe’ menghasilkan  yaitu menyebabkan  ditolak, berarti Two Stay Two Stray berbantuan software Lectora lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan konvensional terhadap hasil belajar siswa.

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS WOLFRAM MATHEMATICA PADA MATA KULIAH ALJABAR LINIER

Euclid Vol 3, No 1 (2016): Euclid Vol 3 No.1 Januari 2016
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pendidikan matematika semester 2 tahun 2014/2015 Universitas PGRI Semarang dengan menggunakan bahan ajar berbasis wolfram mathematica pada mata kuliah aljabar linear. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 tahun 2014/2015. subjek penelitian ini terdiri dari 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pemilihan subyek penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian yaitu kreativitas dan prestasi belajar. Cara pengambilan data dengan observasi dan tes prestasi belajar. Dari hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar berbasis wolfram mathematica pada mata kuliah aljabar linear melalui uji statistika memenuhi kriteria efektif dengan ketuntasan belajar lebih dari 65 yaitu 73,09 dan kreativitas mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar sebesar 17,5%. Selain itu, kelas eksperimen mempunyai rata-rata sebesar 73,09 dan kelas kontrol mempunyai rata-rata sebesar 62,81. Dengan demikian, kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Keyword: wolfram mathematica, Aljabar linear, bahan ajar

Pengenalan Entrepreneurship Variasi Olahan Ikan Patin di Grobogan

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2018): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3074.83 KB)

Abstract

Kondisi di Desa Karangpaing Penawangan Grobogan menunjukkan bahwa mayoritas penduduknya 80% petani, 5% pedagang dan 5 % PNS dan 10 % buruh tani. Berdasarkan info dari Pemerintah kabupaten Grobogan yang sedang menggalakkan kegiatan kewirausahaan yaitu melalui usaha perikanan. Desa Karangpaing memiliki potensi untuk mengembangkan perikanan karena daerah Desa Karangpaing dialiri oleh aliran irigasi bendungan Kedung Ombo sehingga memudahkan masyarakat dalam budidaya ikan, berdasarkan data dilapangan menunjukkan bahwa sebagian kecil masyarakatnya pernah mencoba usaha perikanan ikan lele tetapi belum ada yang sukses, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dan teknis yang baik. Oleh sebab itu perlu diperkenalkan budidaya ikan yang lain seperti ikan patin yang nilai jualnya lebih tinggi dan lebih tahan terhadap hama dibanding ikan lele biasa. Hal ini menjadikan kami harus melakukan kerjasama dengan RW 1 dan RW 2 desa Karangpaing. Tujuan utama yang dibidik adalah mengembangkan kembali semangat warga untuk berwirausaha dalam bidang perikanan, menjadikan Desa Karangpaing menjadi sentra budidaya ikan patin dan meningkatkan taraf hidup warga. Target pada tahun pertama adalah warga RW I dan RWII mampu membuat tempat pembibitan ikan patin, memproduksi ikan patin, membuat variasi olahan ikan patin dan mampu memasarkan produk ikan patin. Kegiatan yang sudah dilakukan adalah 1) Penyuluhan tentang budidaya ikan Patin dan desain kolam ikan, 2) pembuatan kolam ikan patin 3) pelatihan tentang pembuatan variasi olahan ikan Patin dan packing hasil olahan, 4) workshop tentang strategi pemasaran produk ikan Patin. Dalam pelatihan variasi olahan ikan patin telah dilakukan pelatihan pembuatan variasi olahan ikan patin yang diikuti 2 kelompok yaitu gendhing jaya dan Nambangan Jaya dengan hasil olahan seperti pepes ikan patin, kripik kulit ikan patin, abon ikan patin dan nugget ikan patin, masyarakat sangat antusias mengikuti dan melakukan produksi secara mandiri.