Sukarjo Sukarjo, Sukarjo
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah Jln. Lasoso 62 Biromaru, Palu, Sulawesi Tengah 94364

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

OPTIMIZING UTILIZATION OF WATER IN VAN DER WIJCK IRRIGATION SYSTEM BY FUZZY LINEAR PROGRAMMING FOR FARMING SYSTEM Sukarjo, Sukarjo
Widyariset Vol 14, No 2 (2011): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.644 KB)

Abstract

Van Der Wijck irrigation system was applied in Sleman and Bantul district of the Yogyakarta Special Province that has a 3,426.57 ha area. Van Der Wijck is a multipurpose irrigation system because water is used not only for growing crops, but also for sugarcane plantation and fi sh pond. Because the priority service is not clearly defi ned, confl icts among water users are easily occur. The aims of the study were (i) to compute and to predict the water availability both from rainfall and river fl ow, and (ii) to determine the use of the water in order to obtain optimum area of fi sh pond, sugarcane plantation, and other crops passed on discharge availability, seasonal water require-ment, and farm profi t. The results showed that the optimum areas for fi sh pond 17.2 ha and rice fi eld 3,309.57, 2,409.57, and 1,909.57 ha for planting season I, II, and III, respectively. The optimum areas for sugarcane are 35 ha, which is exchangeable with rice area. The optimum area of upland crops for planting season I, II, and III are 100, 1,000, and 200 ha, respectively.
Pengembangan model pembelajaran MORE (Model-Observe-Reflect-Explain) berbantuan electronic book (E-book) untuk mengembangkan karakter konservasi pada perkuliahan Pendidikan IPS SD di PGSD Universitas Negeri Semarang Sukarjo, Sukarjo; Purnomo, Purnomo
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 7, No 2 (2017): MALIH PEDDAS, Volume 7 Nomor 2
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v7i2.1916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menghasilkan model pembelajaran MORE (Model-Observe-Reflect- Explain) berbantuan electronic book (e-book) yang efektif mampu mengembangkan karakter konservasi, (2) menguji tingkat efektivitas model pembelajaran MORE (Model-Observe-Reflect- Explain) berbantuan electronic book (e-book) dalam mengembangkan karakter konservasi, (3) menguji tingkat efektivitas model pembelajaran MORE (Model-Observe-Reflect- Explain) berbantuan electronic book (e-book) dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan IPS SD, (4) mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap model pembelajaran MORE (Model-Observe-Reflect- Explain) berbantuan electronic book.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Teknik penelitian yang digunakan antara lain: (1) survey, (2) Delphi, (3) penelitian tindakan kelas, serta (4) eksperimen. Teknik pengumpulan menggunakan : (1) wawancara, (2) studi dokumentasi, (3) observasi, (4) skala sikap kepribadian, (5) tes prestasi belajar, (6) Tes Standard Progressive Matrics (SPM) buatan Raven. Teknik analisis hasil pengembangan model menggunakan: (1) Teknik Delphi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Deskriptif, (4) Teknik t-test. Teknik analisis hasil uji validasi model menggunakan : (1) Teknik t-tes, (2) Analisis Kovarians, (3) Analisis Variance (ANAVA).Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Model pembelajaran MORE (Model-Observe-Reflect- Explain) berbantuan e-book yang efektif memiliki prosedur : (1) tahap pendahuluan, (2) tahap Model, (3) tahap Observe, (4) tahap Reflect, (5) tahap Explain, dan (6) tahap penutup; (2) Dengan mengontrol variabel inteligensi dan pengetahuan awal, model pembelajaran MORE (Model-Observe-Reflect- Explain) berbantuan e-book lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam mengembangkan karakter konservasi, dimana F hitung (Fo) = 3,934 dan F probabilitas (Fp) = 0,055; (3) Dengan mengontrol variabel inteligensi dan pengetahuan awal, model pembelajaran MORE (Model-Observe-Reflect- Explain) berbantuan e-book lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan, dimana F hitung (Fo) = 3,518 dan F probabilitas (Fp) = 0,069; (5) Sejumlah 76,32% mahasiswa PGSD Universitas Negeri Semarang memiliki respon yang sangat baik (skala 3 dan 4 lebih besar dibanding skala 1 dan 2) terhadap model pembelajaran MORE (Model-Observe-Reflect- Explain) berbantuan e-book.Saran-saran yang diajukan terkait dengan hasil penelitian ini antara lain adalah untuk mengembangkan karakter konservasi mahasiswa serta meningkatkan hasil belajar dalam perkuliahan, khususnya di PGSD UNNES, dosen dapat menggunakan model pembelajaran MORE (Model-Observe-Reflect- Explain) berbantuan e-book sebagai salah satu model pembelajaran. .Kata kunci : e-book, karakter, konservasi, MORE
Koefisien Perpindahan Panas Permukaan Bola dengan Aliran Udara Paksa dalam Pipa Rahardjo, B.; Suratmo, B.; Sukarjo, Sukarjo
Agritech Vol 18, No 2 (1998)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.489 KB) | DOI: 10.22146/agritech.19348

Abstract

Handling and processing of agricultural products mostly consist of heat transfer. Commonly the heat process of agricultural products is conducted in closed systems with air forced circulation. The process of heat transfer is significantly controlled by the values of the coefficient of surface heat transfer. Therefore the objectives of the research were to determine the pertinent parameters affecting the coefficient of heat transfer of sphere in forced air circulation and then to develop the mathematical relationship of those parameters. The mathematical relationship was determined using dimensional analysis composing dimensionless numbers such as Nusselt, Reynolds and size ratio. The coefficient of surface heat transfer were determined by heat capacitance method and analytical approaches using samples of spheres made from copper and wood respectively. The results indicate that the relation of the dimensionless groups were significant. The coefficient of surface heat transfer appropriately can be expressed using the pertinent parameters.
Adsorpsi Tanah terhadap Ion Logam Ni(II) dan Zn(II) serta Remediasinya dengan Metode Pencucian Pujiati, Sri Ayu; Susatyo, Eko Budi; Widiarti, Nuni; Sukarjo, Sukarjo
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi awal tentang karakteristik pada tiga jenis tanah dari Magelang, Pati, dan Demak telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi maksimum tanah terhadap ion logam Ni(II) dan Zn(II) serta mengetahui pengaruh pH dan volume air terhadap efektivitas pencucian dalam menurunkan kadar ion logam Ni(II) dan Zn(II). Penelitian ini dilakukan pada 3 jenis tanah dengan tekstur yang berbeda yaitu Andisol (Magelang), Inceptisol (Pati), dan Grumosol (Demak). Kapasitas adsorpsi maksimum tanah ditentukan berdasarkan bentuk linier dari persamaan Langmuir dengan koefisien korelasi antara 0,92 sampai 0,97. Kapasitas adsorpsi tanah terhadap ion logam Ni(II) dan Zn(II) meningkat seiring dengan meningkatnya fraksi liat tanah. Setelah proses adsorpsi, selanjutnya tanah diremediasi dengan metode pencucian secara penggenangan (batch) dan perkolasi. Sampel tanah yang digunakan dalam percobaan ini adalah tanah Grumosol. Metode pencucian secara penggenangan dilakukan dengan cara menggenangi 5 gram tanah dengan air tadah hujan pada pH asam, netral, dan basa. Sedangkan metode pencucian secara perkolasi dilakukan dengan cara mengaliri 5 gram tanah dengan air tadah hujan pada volume 50, 100, dan 150 mL. Pada pencucian dengan metode penggenangan, pH tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pencucian. Sedangkan pada metode perkolasi, efektivitas pencucian meningkat seiring dengan meningkatnya volume air pencuci.
Adsorpsi Logam Cr(VI) Dan Cu(II) Pada Tanah Dan Pengaruh Penambahan Pupuk Organik Wijayanti, Aris; Susatyo, Eko Budi; Sukarjo, Sukarjo; Kurniawan, Cepi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyerapan ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada 3 jenis tanah yang berbeda yaitu jenis tanah Andisol yang berasal dari Magelang, tanah Inseptisol berasal dari Pati,  dan jenis Tanah Grumosol berasal dari Demak. 2 gram masing-masing sampel tanah ditambah dengan aquades, CaCl2 0,01 M dan larutan logam Cu(II) dan Cr(VI) dari konsentrasi 20 ppm hingga 200 ppm. Isoterm Langmuir dan isoterm Freundlich digunakan untuk menganalisis model isoterm adsorpsi yang sesuai. Data adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada ketiga jenis tanah lebih sesuai dengan model isoterm Freundlich dibandingkan dengan isoterm Langmuir. Dari ketiga jenis tanah tersebut persamaaan Freundlich lebih sesuai untuk menggambarkan proses adsorpsinya, baik pada ion logam Cu(II) maupun Cr(VI). Persamaan isoterm Freundlich yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghitung kapasitas adsorpsi. Kapasitas adsorpsi tanah untuk ion logam Cu(II) dan Cr(VI) meningkat seiring dengan meningkatnya pH, kapasitas tukar kation dan jumlah fraksi liat dalam tanah. Kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) tertinggi yaitu pada jenis tanah Grumosol kemudian Inseptisol dan terendah pada jenis tanah Andisol. Adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada tanah Andisol yang telah ditambahkan pupuk organik lebih mengikuti model persamaan Langmuir. Penambahan pupuk kandang dapat mempengaruhi kapasitas adsorpsi, dengan penambahan pupuk kandang kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada tanah Andisol meningkat.  
PENILAIAN RESIKO KONTAMINASI LOGAM BERAT DI LAHAN SAWAH DAN TANAMAN PADI DI DAS BRANTAS, KABUPATEN JOMBANG Handayani, Cicik Oktasari; Sukarjo, Sukarjo; Hidayah, Anik
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.605 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2019.006.1.2

Abstract

Risk assessment of heavy metal contamination is carried out on Pb, Cd, Fe, Cr, Cu, Co, Mn, and Zn metals in four wetland zoning areas in Jombang Regency and determining potential non-carcinogenic and carcinogenic risks to the community. The soil and rice samples from the four rice field zones were destructed by wet ashing method and measured by AAS. The concentration of heavy metals in the soil is Fe> Mn> Zn> Cu> Pb> Co> Cr> Cd. The concentration of heavy metals in the rice is Fe> Mn> Zn> Cu> Cr> Co> Pb> Cd. The ability to transfer heavy metals from soil is to rice Zn> Mn> Cr> Co> Pb> Fe> Cu> Cd, respectively. The daily intake of each heavy metal through rice consumption is Pb (0.003), Cd (0), Fe (0,165), Cr (0.011), Cu (0.013), Co (0.008), Mn (0.072), and Zn (0.074) in mg / (kg.day). Hazard Quotient Pb value is greater than 1, while CR (Cancer Risk) for Cr is greater than 10-4. The potential for total non-carcinogenic risk ranged from 1.82 to 3.79, while the potential carcinogenic risk ranged from 4,5.10-3-6,4.10-3. Long term exposure to heavy metals through rice consumption may pose a potential carcinogenic and carcinogenic health risk to local people. 
Toleransi tanaman kedelai (Glycine max l.) terhadap beberapa konsentrasi ion logam besi (Fe) pada pemberian pupuk kompos Ardiana, Lia; Budiyanto, Susilo; Sukarjo, Sukarjo
Journal of Agro Complex Vol 3, No 3 (2019): Online
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.231 KB) | DOI: 10.14710/joac.3.3.96-104

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan toleransi tanaman kedelai akibat pemberian cemaran logam berat besi dengan beberapa konsentrasi dan pemberian pupuk kompos. Penelitian dilakukan di Rumah Kasa dan Laboratorium Terpadu BALINGTAN (Balai Penelitian Lingkungan Pertanian) Pati, Jawa Tengah dari bulan September - Desember 2017. Rancangan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 4x2 dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu perlakuan konsentrasi ion logam besi (Fe) 0, 100, 200, 300 ppm, dan perlakuan pemberian pupuk kompos 0 kg dan 1 kg sebagai faktor kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase pertumbuhan (tinggi tanaman dan waktu berbunga) pada perlakuan pemberian kompos (1 kg) memberikan pengaruh lebih baik di bandingkan dengan tanpa pemberian kompos (0 kg) pada berbagai konsentrasi cemaran besi. Tanaman kedelai dengan perlakuan tanpa pemberian kompos (0 kg) pada semua konsentrasi cemaran logam mati pada saat proses pembentukan polong. Perlakuan pemberian kompos 1 kg dapat mempertahankan produksi kedelai pada konsentrasi cemaran besi 100 ppm tetapi mengalami penurunan pada konsentrasi 200 ppm dan 300 ppm, serta pemberian kompos pada cemaran konsentrasi 100?300 ppm belum mampu menurunkan kandungan besi biji tanaman, nilainya masih diatas batas ambang yang diijinkan. Kata kunci: kedelai, logam besi, kompos
Respon tanaman kedelai (Glycine max L. Merill) pada berbagai konsentrasi cemaran ion logam Ni2+ dengan pemberian biokompos Fitriani, Ririn Nur; Budiyanto, Susilo; Sukarjo, Sukarjo
Journal of Agro Complex Vol 3, No 3 (2019): Online
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.232 KB) | DOI: 10.14710/joac.3.3.184-193

Abstract

  Penelitian bertujuan untuk mengkaji respon pertumbuhan tanaman kedelai, produksi dan kualitas kedelai pada tanah yang tercemar logam nikel yang diberi biokompos.Penelitian dilakukan di Rumah Kasa dan Laboratorium Terpadu BALINGTAN (Balai Penelitian Lingkungan Pertanian) Pati, Jawa Tengah dari bulan November 2018 ? Februari 2019. Rancangan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 5 x 3 dengan 3 ulangan.Faktor pertama yaitu perlakuan konsentrasi cemarannikel (Ni) 0, 25, 50, 75, 100 ppm dan faktor kedua yaitu perlakuan dosis biokompos 0 ton/ha, 3,5 ton/ha dan 7ton/ha. Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji berganda Duncan (Duncan?s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkanbahwa pada tanah yang diberi biokompos kurang dari 7 ton/ha dan semua tingkat cemaran menunjukkan penurunan pertumbuhandan produksi kedelai. Tanah yang diberi biokompos 7 ton/ha pada perlakuan konsentrasi cemaran nikel 25 ppm menghasilkan produksi kedelai (jumlah polong isi) setara atau sama dengan tanah tanpa cemaran nikel. Konsentrasi nikel dalam biji kedelai pada tanah yang tercemar nikel 25 ppm dengan diberi biokompos 7 ton/ha masih berada diatas ambang batas yang diijinkan. Kata kunci: kedelai, cemarannikel, biokompos
PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERILL) PADA BERBAGAI KONSENTRASI CEMARAN ION LOGAM NI2+ DENGAN PEMBERIAN BIOKOMPOS Fitriani, Ririn Nur; Budiyanto, Susilo; Sukarjo, Sukarjo
Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 17, No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/litbangjateng.v17i2.783

Abstract

The object of this research was to study the response of soybean growth, production and quality of soybeans to nickel metal contaminated soils that were given biocompost. The research was conducted at the Screening and Integrated Laboratory of Agricultural Environment Research Institute (AERI) Pati, Central Java from November 2018 - February 2019. The basic design used in this study was a completely randomized design of 5 x 3 factorial patterns with 3 replications. The first factor was the treatment of the concentration of nickel (Ni) 0, 25, 50, 75, 100 ppm and the second factor was the treatment of biocompost doses of 0 tons / ha, 3.5 tons / ha and 7 tons / ha. Data were analyzed by variance analysis and followed by Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the soil that was given biocompost less than 7 tons / ha and all levels of contamination showed a decrease in soybean growth and production. Soil that is given 7 tons / ha of biocompost in the treatment concentration of 25 ppm nickel contamination produces soybean production (number of filled pods) equal to or equal to land without nickel contamination. The nickel concentration in soybean seeds on 25 ppm nickel contaminated soil with 7 tons / ha of biocompost is still above the allowable limit.