Articles
37
Documents
KETERBACAAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 KELAS VII DENGAN GRAFIK RAYGOR

BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku teks merupakan salah satu faktor penunjang untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Salah satu syarat buku teks yang baik adalah  kesesuaian tingkat keterbacaannya dengan tingkat perkembangan kognisi peserta didik pengguna buku teks tersebut.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui  tingkat keterbacaan buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 tingkat SMP kelas VII. Keterbacaan buku teks diukur dengan menggunakan grafik Raygor. Metode yang digunakan adalah deskriftif analisis dengan grafik Raygor. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Sampel dari penelitian ini adalah   delapan teks dari buku  bahasa Indonesia Kurikulum 2013 kelas VII. Setiap satu bab diambil satu teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk buku teks bahasa Indonesia kelas VII, dari delapan teks yang dianalisis, empat teks sesuai tingkat keterbacaanya (50%),  tiga teks tidak sesuai  (37,5%), dan satu teks  invalid (12,75%).  Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa keterbacaaan buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 tingkat SMP Kelas VII menggunakan grafik Raygor  kurang sesuai dengan peserta didik sasaran.   Kata Kunci : buku teks, keterbacaan, dan grafik raygor.

KAJIAN STUKTURAL CERPEN KEMBANG MAYANG KARYA TITIE SAID

BAHAS Vol 23, No 3 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerpen Kembang Mayang ini bertema tentang emansipasi perempuan. Cerpen ini menggunakan alur maju meskipun ada sedikit flashback di tengah penceritaan. Akan tetapi, flashback di sini tidak mempengaruhi jalan cerita secara menyeluruh, hanya sekedar memperkuat jalan cerita saja. Tokoh utama dalam cerpen Kembang Mayang adalah tokoh Eka. Sedangkan tokoh ibu, bapak, Mulyo dan ketujuh adiknya hanya tokoh tambahan yang hanya sekedarnya yang berfungsi sebagai penguat cerita. Tokoh Eka berwatak keras, bertanggung jawab, dan penyayang. Cerpen ini berlatar pada dini hari menjelang shubuh di sebuah rumah di Ciganjur. Pengarang pada cerpen Kembang Mayang menggunakan sudut pandang ketiga pelaku utama: tidak menggunakan kata aku, tapi menceritakan si tokoh utama hanya menggunakan kata ganti nama. Cerpen ini menggunakan gaya bahasa yang lugas dan sederhana. Meskipun sedikit  diselingi dengan perumpamaan-perumpamaan tertentu. Akan tetapi, tidak mengubah kelugasannya.   Kata Kunci: Kajian Struktural, cerpen Kembang Mayang

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GENRE SASTRA DI SEKOLAH BERDASARKAN PERMENRISTEKDIKTI NOMOR 44 TAHUN 2015

BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara akhir penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran mata kuliah genre sastra di sekolah berdasarkan Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unimed. Metode peneltian yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan (R&D), yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Setelah dilakukan penelitian, maka didapatlah temuan penelitian yang merupakan kesimpulan dari hasil penelitian ini, yaitu: (1) setelah diadakan diskusi dengan beberapa dosen kelompok bidang keahlian (KDBK) pengajaran di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unimed dinyatakan bahwa dosen memberikan tanggapan positif terhadap perangkat pembelajaran mata kuliah genre sastra di sekolah yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 dirasakan/diyakini sangat membantu dan memotivasi mahasiswa dalam pembelajaran; (2) prototipe perangkat pembelajaran mata kuliah genre sastra di sekolahtersebut telah disusun melalui persiapan dan eksplorasi menjadi produk awal perangkat pembelajaran; (3) melalui tiga langkah validasi telah dikembangkan produk awal perangkat pembelajaran genre sastra di sekolahyang telah teruji validitasnya dan efektivitasnya melalui uji-t non-Independent, tiga langkah pengembangan tersebut yaitu: (a) expert judgment; (b) pengembangan awal lapangan dan perbaikan; dan (c) pengembangan utama dan perbaikan; (4) Pengujian efektivitas perangkat pembelajaran yang dihasilkan sebagai bahan penunjang pembelajaran genre sastra di sekolah dilakukan dengan membandingkan antara hasil pre-test dan post-test dengan uji statistik melalui uji-t non-Independent. Hasil uji-t menyatakan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara pre-test dan post-test hasil kegiatan pembelajaran mata kuliah genre sastra di sekolahyang dikembangkan berdasarkan Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015.

ANALISIS INTERFERENSI BAHASA BATAK TOBA PEMANDU WISATA DESA SIALLAGAN TOBA SAMOSIR

BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Batak  Toba merupakan salah satu bahasa daerah yang menjadi kekayaan linguistik dan kultur Indonesia. Penelitian ini dibatasi pada masalah interferensi gramatis bahasa Batak Toba yang dilakukan oleh pemandu wisata desa Siallagan Toba Samosir. Interferensi gramatis mencakupi morfologis dan sintaktis. Dari analisis tersebut dapat kita simpulkan bahwa  bahasa kedua yaitu bahasa Indonesia yang diperoleh oleh  Masyarakat yang berbahasa Batak Toba terdapat  interferensi bahasa yaitu terjadinya Kesalahan kosakata, sintaksis, gramatikal.   Kata Kunci: interferensi, bahasa Batak Toba,

KETERBACAAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 KELAS VII DENGAN GRAFIK RAYGOR

BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku teks merupakan salah satu faktor penunjang untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Salah satu syarat buku teks yang baik adalah  kesesuaian tingkat keterbacaannya dengan tingkat perkembangan kognisi peserta didik pengguna buku teks tersebut.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui  tingkat keterbacaan buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 tingkat SMP kelas VII. Keterbacaan buku teks diukur dengan menggunakan grafik Raygor. Metode yang digunakan adalah deskriftif analisis dengan grafik Raygor. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Sampel dari penelitian ini adalah   delapan teks dari buku  bahasa Indonesia Kurikulum 2013 kelas VII. Setiap satu bab diambil satu teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk buku teks bahasa Indonesia kelas VII, dari delapan teks yang dianalisis, empat teks sesuai tingkat keterbacaanya (50%),  tiga teks tidak sesuai  (37,5%), dan satu teks  invalid (12,75%).  Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa keterbacaaan buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 tingkat SMP Kelas VII menggunakan grafik Raygor  kurang sesuai dengan peserta didik sasaran.   Kata Kunci : buku teks, keterbacaan, dan grafik raygor.

PEMBELAJARAN BERBASIS INTERNET MENGGUNAKAN SCHOOLOGY PADA MATA KULIAH PENGANTAR ILMU BAHASA DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FBS UNIMED

BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini bermaksud menghasilkan media pembelajaran dengan mengembangkan portal e learning berbasis schoology dalam pembelajaran pada mata kuliah Pengantar Ilmu Bahasa di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unimed. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan atau prosedur: (1) studi pendahuluan atau eksplorasi untuk mengetahui kebutuhan mahasiswa terhadap proses pembelajaran berbasis internet; (2) pengembangan produk awal (prototype) model pembelajaran berbasis internet dengan memanfaatkan schoology  (3)  pengujian produk awal (prototype) melalui uji coba terbatas dan luas untuk megetahui tingkat efektivitas model pembelajaran berbasis internet yang sudah dirancang. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Tingginya tingkat kebutuhan mahasiswa dan dosen terhadap model pembelajaran berbasis internet di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unimed. (2) Rancangan pengembangan model pembelajaran berbasis internet dengan menggunakan schoology terdiri dari tiga fase, yakni fase analisis kebutuhan, fase  desain, serta  fase pengembangan dan implementasi. Pada fase desain dilakukan validasi ahli. Hasil validasi ahli isi materi berada pada kualifikasi baik (88%), hasil validasi ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik (80%), hasil evaluasi ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik (85%), hasil uji perorangan berada pada kualifikasi baik (75%), hasil uji kelompok kecil berada pada kualifikasi baik (80,8%), dan hasil uji lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (91,5%). (3) Tahapan selanjutnya adalah implementasi model pembelajaran dengan menguji tingkat efektivitas model pembelajaran tersebut. Hasil uji efektivitas model pembelajaran menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mata kuliah Pengantar Ilmu Bahasa sebelum dan sesudah  menggunakan  model pembelajaran berbasis internet dengan menggunakan schoology. Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran berbasis internet dengan menggunakan schoology efektif untuk  meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengantar Ilmu Bahasa di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unimed tahun pembelajaran 2017-2018.

PENGGUNAAN BAHASA GAUL DI KALANGAN REMAJA KABANJAHE KABUPATEN KARO : SUATU TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK

JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED) Vol 4, No 3 (2015): JURNAL SASINDO
Publisher : JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk kosakata bahasa gaul di kalangan remaja Kabanjahe Karo. Menggambarkan penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja Kabanjahe peserta berdasarkan kata. Menggambarkan penggunaan bahasa gaul antara faktor-faktor berdasarkan Remaja Kabanjahe menggambarkan situasi penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja Kabanjahe berdasarkan topik. Hasil Penggunaan bahasa gaul kosakata kalangan remaja Jl. Surbakti menghemat Kabanjahe Karo dapat dilihat dari segi penggunaannya yang terdiri dari penggunaan kosakata dan masyarakat lokal atau hanya digunakan di daerah-daerah tertentu. Dari segi bentuk kosa kata yang dapat diklasifikasikan ke dalam bentuk singkatan, akronim bentuk, tema. Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja Jl. Surbakti menghemat Kabanjahe Karo dapat dilihat dari peserta mengatakan faktor terdiri dari berbicara dengan ayah, berbicara kepada ibu, berbicara kepada bibi, berbicara dengan tetangga, dan berbicara dengan orang asing, penggunaannya dalam kategori langka. Sementara kakak, adik, teman biasa, dan teman-teman dalam kategori sering. Penggunaan bahasa gaul di kalngan teens Jl. Menyimpan Surbakti Kabanjahe Karo berdasarkan diskusi faktor situasional pada umumnya dalam kategori sering dan jarang, termasuk berbicara dengan rekan-rekan di kafe, berbicara dengan rekan-rekan di kelas, berbicara dengan rekan-rekan di halaman sekolah, berbicara dengan rekan-rekan di rumah, dan berbicara dengan rekan-rekan di transportasi umum. Kata kunci: Bahasa Gaul, bahasa, daerah, remaja, sosiolinguistik.

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KARIKATUR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT OLEH SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Kode: Jurnal Bahasa Vol 4, No 2 (2015): KODE
Publisher : Kode: Jurnal Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh media pembelajaran karikatur terhadap kemampuan menulis teks  anekdot oleh siswa kelas x sma negeri  5 medan sebanyak 440 siswa dan sampel penelitian sebanyak 80 orang.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain posttest-only control group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tulis. Nilai rata-rata kelas yang tidak menggunakan media karikatur 72 sedangkan yang menggunakan media karikatur 83. Pengujian hipotesis  = 5,60 , kemudian dikonsultasikan dengan t pada taraf  signifikan 5% = 1,99 dan taraf signifikan 1% = 2,64. Oleh karena  yang diperoleh lebih besar dari , yaitu 1,99<5,60>2,64 maka             hipotesis nihil () ditolak. Hal ini membuktikan bahwa media pembelajaran karikatur berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks anekdot oleh siswa kelas X SMA Negeri 5 Medan. Kata kunci : media karikatur, anekdot

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KARIKATUR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT OLEH SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Kode: Jurnal Bahasa Vol 4, No 2 (2015): KODE
Publisher : Kode: Jurnal Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh media pembelajaran karikatur terhadap kemampuan menulis teks  anekdot oleh siswa kelas x sma negeri  5 medan sebanyak 440 siswa dan sampel penelitian sebanyak 80 orang.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain posttest-only control group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tulis. Nilai rata-rata kelas yang tidak menggunakan media karikatur 72 sedangkan yang menggunakan media karikatur 83. Pengujian hipotesis  = 5,60 , kemudian dikonsultasikan dengan t pada taraf  signifikan 5% = 1,99 dan taraf signifikan 1% = 2,64. Oleh karena  yang diperoleh lebih besar dari , yaitu 1,99<5,60>2,64 maka             hipotesis nihil () ditolak. Hal ini membuktikan bahwa media pembelajaran karikatur berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks anekdot oleh siswa kelas X SMA Negeri 5 Medan. Kata kunci : media karikatur, anekdot

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER PROGRAM VISUAL BASIC 6.0 TERHADAP KEMAMPUAN EFEKTIF MEMBACA SISWA KELAS X SMA SWASTA AL-ULUM MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Kode: Jurnal Bahasa Vol 4, No 2 (2015): KODE
Publisher : Kode: Jurnal Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh memedia pembelajaran berbasis komputer terhadap kecepatan efektif membaca (KEM) siswa kelas X SMA Swasta Al-Ulum Medan tahun ajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Al-Ulum Medan sebanyak 155 orang. Sampel diambil sebanyak 66 orang dari dua kelas, 33 orang untuk kelas eksperimen dan 33 orang untuk kelas kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu untuk mengetahui pengaruh metode yang digunakan. Alat pengumpulan data adalah tes pilihan berganda. Hasil belajar dengan menggunakan media berbasis komputer berada dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 72,72. Jika dibandingkan dengan menggunakan media konvensional dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 50,3. Analisis pengelolaan data dalam penelitian ini dengan menggunakan uji “t”. Dengan uji “t”, komparasional diperoleh t hitung= 4,13 dan t tabel pada taraf signifikan 5%=1,67 dan pada taraf signifikan 1%=2,39, dengan df= 66-2= 64, digunakan df yang paling dekat dengan 64. Hipotesis diterima jika t₀ >  (1,67<4,13>2,39). Dengan demikian, hipotesis diterima. Ini menyatakan bahwa teknik Tri-Fokus mempunyai pengaruh terhadap kecepatan efektif membaca pada siswa kelas X SMA Swasta Al-Ulum Medan tahun ajaran 2014/2015. Kata kunci    : Kecepatan Efektif Membaca, Program Visual Basic 6.0