Articles
16
Documents
ANALISIS KESANTUNAN IMPERATIF PADA INTERAKSI ANTARPEMUDA DALAM KOMUNITAS MEDAN LIVERPUDLIAN COMMUNITY (KAJIAN PRAGMATIK)

JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo
Publisher : JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Willy Firdaus. 209210030. Analisis Kesantunan Imperatif pada Interaksi Antarpemuda dalam Komunitas Medan Liverpudlian community (Kajian Pragmatik). Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Medan. 2017.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kesantunan imperatif pada interaksi antarpemuda dalam Komunitas Medan Liverpudlian dengan kajian pragmatik. Jenis penelitian yang dipakai penulis adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan agar memperoleh data secara mendetail dan menyeluruh adalah teknik simak dan teknik cakap.Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat 52 wujud pemakaian kesantunan imperatif, meliputi 25 wujud imperatif (tuturan bermakna pragmatik) dan 27 kesantunan imperatif, meliputi kesantunan linguistik (faktor panjang pendek tuturan, faktor urutan tutur, faktor intonasi tuturan dan isyarat-isyarat kinesik, dan faktor ungkapan-ungkapan penanda kesantunan yang meliputi penanda kesantunan tolong, dan ayo) dan kesantunan pragmatik (kesantunan pragmatik imperatif dalam tuturan deklaratif dan kesantunan pragmatik imperatif dalam tuturan interogatif). Makna dasar pragmatik imperatif nonstruktural, yaitu makna perintah, makna permintaan, dan makna nasehat (rekomendasi). Strategi kesantunan imperatif, yaitu strategi 1 (kurang santun), strategi 2 (agak santun), strategi 3 (lebih santun), dan strategi 4 (paling santun).Penulis berharap ada penelitian lanjutan yang lebih spesifik terhadap kesantunan imperatif dengan kajian yang menarik, sampel besar, dan teknik analisis yang lebih mendalam untuk mendapatkan hasil kajian yang lebih baik. Kata Kunci: Interaksi, Kesantunan Imperatif, Pragmatik

KONTEKS MAKNA DALAM PRASUPOSISI, IMPLIKATUR DAN INFERENSI

BAHAS Vol 18, No 3 (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam berkomunikasi pembicara dan pendengar dibatasi oleh beberapa hal. Dari segi pembicara ada faktor pendengar, pembaca, topik yang hendak dibicarakan, situasi atau kondisi, waktu kita mengucapkan ataupun menuliskan gagasan yang login kita sampaikan.Dari segi pendengar, aspek-aspek yang turut menentukan pemahaman pembicaraan itu ada tiga yaitu : (1) prasuposisi, (2) implikatur, (3) inferensi.   Kata Kunci : konteks makna, prasuposisi, implikatur, inferensi

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap kemampuan menulis puisi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Swasta Istiqlal Delitua tahun pembelajaran 2014/2015. Untuk penelitia

Asas: Jurnal Sastra Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Asas: Jurnal Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap kemampuan menulis puisi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Swasta Istiqlal Delitua tahun pembelajaran 2014/2015. Untuk penelitian tersebut diambil kelas VII-1 yang berjumlah 30 siswa. Sampel diambil dari pupulasi yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan data dilakukan dengan penarikan sampel secara purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan design one group pre-test and post-test. Dalam penelitian ini, kelas eksperimen diberi tes kemampuan menulis puisi sebelum dan sesudah menggunakan model picture and picture. Dari distribusi data yang diperoleh: 1) kelompok pre-test memiliki rata-rata 60,3 dengan standar deviasi 9.17; dan 2) kelompok post-test memiliki rata-rata 77.6 dengan standar deviasi sebesar 6.79. Hasil perhitungan uji normalitas pre-test memperoleh harga Lhitung < Ltabel (0.084 < 0.161). kelompok post-test memperoleh harga Lhitung < Ltabel (0.154 < 0.161). Hal ini membuktikan bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal. Hasil perhitungan homogenitas  memperoleh harga Fhitung < Ftabel (1,82 < 1,84). Hal ini membuktikan sampel berasal dari populasi yang homogen.  Perhitungan uji hipotesis dengan Tabel t pada taraf signifikan  =0,05 dengan df = N-1, df= 30-1 = 29 pada taraf nyata α = 5% = 2,04. Karena Thitung > Ttabel, yaitu 10,13 > 2,045, maka hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis alternative (Ha) diterima. Berdasarkan pengujian hipotesis di atas, dengan demikian dapat disimpulkan ada pengaruh dalam menggunakan model pembelajaran picture and picture terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas VII SMP Swasta Istiqlal Delitua Tahun Pembelajaran 2014/2015.   Kata Kunci : Model pembelajaran Picture and Picture, menulis puisi.

METAFORA DALAM TANGGAP WACANA PANYANDRA UPACARA PANGGIH MANTEN ETNIS JAWA

JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo
Publisher : JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

METAFORA DALAM TANGGAP WACANA PANYANDRA UPACARA PANGGIH MANTEN ETNIS JAWAOlehGunawanDr. Malan Lubis, M.Hum.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis metafora yang terdapat dalam Panyandra Upacara Panggih Manten Etnis Jawa. Serta makna yang terkandung pada metafora tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan teknik wawancara, teknik catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah Mencatat hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti terhadap informan, Mengidentifikasi dan menerjemahkan tanggap wacana panyandra upacara panggih manten kedalam bahasa Indonesia, Mengelompokkan dan menjelaskan kandungan makna metafora dari tanggap wacana panyandra upacara panggih manten etnis jawa, dan kemudian melakukan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan mengenai jenis-jenis metafora yang terdapat dalam panyandra upacara panggih manten etnis jawa serta menjelaskan makna yang terkandung didalam metafora tersebut. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terdapat 21 satuan metafora pada panyandra upacara pernikahan adat Jawa, dan telah memenuhi semua kategori yang ada dalam hierarki ruang persepsi manusia model Michael Haley dan menempatkan kategori living sebagai kategori ruang persepsi manusia dengan presentase tertinggi yakni 30% (6 satuan), selanjutnya adalah kategori object dan human dengan jumlah presentase 15% (masing-masing 3 satuan), selanjutnya urutan ketiga adalah kategori cosmos, energy, dan animate dengan jumlah presentase 10% (masing-masing 2 satuan, sementara tiga kategori selanjutnya memiliki jumlah presentase terendah yaitu kategori being, substance, dan terrestrial yang memiliki jumlah presentase 5% (masing-masing 1 satuan). Kata Kunci: Metafora, Panyandra Panggih Manten,  Semantik.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED) Vol 4, No 3 (2015): JURNAL SASINDO
Publisher : JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis MasalahTerhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Medan tahun pembelajaran 2014/2015yang berjumlah 250 orang siswa. Sampel diambil secara acak kelas yaitu kelas VII H yang berjumlah 32 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Instrument yang digunakan adalah tes esai. Dari pengolahan data menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VII SMP Negeri 6 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015 sebelum menggunakan model pembelajaran berbasis masalahdi kelas eksperimen masuk ke dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata = 64,5, standar deviasi = 8,11 sedangkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VII SMP Negeri 6 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015 sesudah menggunakan model pembelajaran berbasis masalahmasuk ke dalam kategori baik dengan nilai rata-rata = 80,00, standar deviasi = 6,97. Dari uji homogenitas di dapat bahwa sampel penelitian ini berasal dari populasi yang homogen. Setelah uji normalitas dan homogenitas, didapatlah to sebesar 7,09. Selanjutnya to diketahui, kemudian dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikasi 5% dengan df=N-1=32-1=31 diperoleh taraf signifikansi 5% = 0,8, karena to yang diperoleh lebih besar dari tabel yaitu 1,10 > 0,8, maka hipotesis diterima. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atas penerapan strategi pembelajaran berbasis masalahterhadap kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015   Kata kunci : model pembelajaran berbasis masalah, menulis teks eksplanasi  

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENEMUKAN NILAI CERPEN “DOKTER” KARYA PUTU WIJAYA OLEH SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SIDIKALANG TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016

Asas: Jurnal Sastra Vol 4, No 1 (2015): asas
Publisher : Asas: Jurnal Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan menemukan nilai-nilai yang terkandung di dalam  cerpen “Dokter” karya Putu Wijaya pada siswa kelas X AK 3 MK Negeri 1 Sidikalang yang terdiri dari 9 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 359 orang. Dari jumalah tersebut ditetapkan sampel sebanyak 39 orang siswa. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan model one-group pre-test posttest design. Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah tes essay (tertulis). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan  uji “t”. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan siswa  dalam  menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen dengan  menerapkan  model pembelajaran  discovery  learning termasuk  kategori baik dengan rata-rata 76,66, sedangkan kemampuan siswa dalam menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen  sebelum menerapkan model discovery learning termasuk dalam kategori kurang dengan nilai rata-rata 52, 56.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen setelah perlakuan lebih tinggi daripada sebelum perlakuan . Pengujian hipotesis thitung = 6,09 kemudian dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikan 5% = 1,99. Karena thitung = 6,09> ttabel = 1,99    maka hipoteis nihil (H0) ditolak. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen “dokter” karya Putu Wijaya Kata kunci: model pembelajaran discovery learning, menemukan nilai cerpen”Dokter”

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TATARAN SINTAKSIS PADA PIDATO SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TIGANDERKET TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

Basastra Vol 6, No 3 (2017): JURNAL BASASTRA
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan sintaksis yang meliputi: (1) kesalahan penggunaan struktur frasa pada Pidato kelas XI SMA Negeri 1 Tiganderket, (2) kesalahan penggunaan struktur kalimat pada Pidato kelas XI SMA Negeri 1 Tiganderket. Subjek penelitian ini adalah pidato  siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tiganderket Tahun Pembelajaran 2016/ 2017. Objek penelitian ini adalah frasa dan kalimat.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (Human instrumen), yaitu sebagai instrumen kunci dengan bantuan instrumen pendukung yang berupa tabel data. Penelitian ini juga menggunakan kriteria-kriteria sebagai perangkat lunak untuk memudahakan dalam pengambilan data dan analisis data. Kriteria-kriteria yang digunakan adalah kriteria untuk menentukan kesalahan penggunaan frasa dan kesalahan penggunaan kalimat. Hasil pembahasan menunjukkan Jumlah keseluruhan kalimat yang  mengandung  kesalahan sintaksis dari 38 pidato yaitu  221 kesalahan dengan perincian 58,15 %, kesalahan dalam bentuk frasa 127 (57, 46 %) kesalahan dalam bentuk kalimat 94 (42,53%).Kata Kunci: Frasa, Kalimat.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ULASAN DRAMA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 8 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016

Basastra Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan menulis teks ulasan drama siswa kelas XI SMK Negeri 8 Medan. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa yang ditetapkan dari sebagian jumlah populasi yang ada, sebanyak 464 siswa.Penelitian ini bersifat eksperimen dengan model one group pre-test post-test design. Dari pengolahan data diperoleh hasil pre-test dengan rata-rata 52,22 standar deviasi 12,933 serta empat kategori nilai yakni katgori sangat baik 0%, baik 19,5%, cukup baik 2,5% dan kurang baik 55,5% sedangkan hasil post-test diperoleh rata-rata 87,5 standar deviasi 11,149 dengan empat kategori nilai yakni kategori sangat baik 66,7% kategori baik 27,8% kategori cukup baik 5,5% dan kategori kurang baik 0%. Dari uji homogenitas didapat bahwa sampel penelitian ini berasal dari populasi yang homogen. Setelah uji normalitas dan homogenitas, didapatlah to sebesar 12,228 setelah to diketahui, kemudian dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikan 5% dengan df = N-1 = 36-1 = 35, dari df 35 diperoleh taraf signifikan 5% = 2,03. Karena to yang diperoleh lebih besar dari ttabel yaitu 12,228 > 2,03 hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berdasarkan analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh secara positif terhadap kemampuan menulis teks ulasan drama siswa kelas XI SMK Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016. Kata Kunci :Model Pembelajaran Inkuiri, Teks Ulasan Drama

ANALISIS WACANA KRITIS (PERSPEKTIF MULTIMODAL)

BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perspektif analisis wacana kritis mengkaji wacana dari berbagai sudut  dengan mengembangkan berbagai teknik untuk mengkaji bahasa dari sudut fungsi. Wacana dari sudut fungsi dipandang sebagai implimentasi pemanfaatan sumber daya dalam mengaktualisasi makna. Pemanfaatan sumber daya yang ada dalam wacana dalam kacamata semiotik sosial dapat dilakukan dengan kajian multimodal. Wacana dipandang tidak hanya dari segi verbal namun segala sesuatu yang mendukung penciptaan makna seperti visual. Analisis wacana ini menggabungkan analisis multifungsi bahasa  berbasis Linguistik Fungsional Sistemik, Halliday (fungsi ideasional, fungsi interpersonal dan fungsi tekstual) untuk mengkaji komponen verbal  dengan analisis multimodal Kress Van Leeuwen untuk mengkaji komponen visual.  Kata Kunci : linguistik fungsional sistemik, metafungsi bahasa,           analisis multimodal

ANALISIS WACANA KRITIS (PERSPEKTIF MULTIMODAL)

BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perspektif analisis wacana kritis mengkaji wacana dari berbagai sudut  dengan mengembangkan berbagai teknik untuk mengkaji bahasa dari sudut fungsi. Wacana dari sudut fungsi dipandang sebagai implimentasi pemanfaatan sumber daya dalam mengaktualisasi makna. Pemanfaatan sumber daya yang ada dalam wacana dalam kacamata semiotik sosial dapat dilakukan dengan kajian multimodal. Wacana dipandang tidak hanya dari segi verbal namun segala sesuatu yang mendukung penciptaan makna seperti visual. Analisis wacana ini menggabungkan analisis multifungsi bahasa  berbasis Linguistik Fungsional Sistemik, Halliday (fungsi ideasional, fungsi interpersonal dan fungsi tekstual) untuk mengkaji komponen verbal  dengan analisis multimodal Kress Van Leeuwen untuk mengkaji komponen visual.  Kata Kunci : linguistik fungsional sistemik, metafungsi bahasa,           analisis multimodal