Syahnan Daulay, Syahnan
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRITERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS OLEH SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Basastra Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan menulis teks prosedurkompleks pada siswa kelas X SMK N 1 SiantarKabupatenSimalungunTahun Pembelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK N 1 Siantaryang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 181 orang. Dari jumlah tersebut ditetapkan sampel sebanyak 25 orang siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen dengan modelone-group pre-test posttest design.Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah tes penugasan hasil karya (tertulis). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks prosedurkompleksdengan menerapkan model pembelajaran inkuiri termasuk kategori baik dengan rata-rata 80,2, sedangkan kemampuan siswa dalam menulisteks prosedurkompleks sebelum menerapkan model pembelajaran inkuiritermasuk dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 73,2. Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa nilai rata-rata menulis teksprosedurkomplekssiswa setelah perlakuan lebih tinggi daripada nilai sebelum perlakuan. Pengujian hipotesis thitung = 3,30 kemudian dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikan 5% = 2,06. Karena thitung = 3,30> ttabel = 2,06, maka hipoteis nihil (H0) ditolak. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh positifterhadapkemampuan menulis teksprosedurkompleksoleh siswa kelas X SMK N 1 SiantarKabupatenSimalungun.   Kata kunci: model pembelajaran inkuiri, menulis teks prosedurkompleks

PENGGUSURAN DIALEK MEDAN OlEH DIALEK JAKARTA

BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Indonesia dialek Jakarta sudah mulai menggusur bahasa Indonesia dialek Medan. Penggusuran ini disebabkan oleh pencitraan ”baik” dialek Jakarta dan berkurangnya kepercayaan diri penduduk Medan dalam menggunakan dialek mereka sendiri. Apabila kita menganggap penggusuran dialek Medan oleh dialek Jakarta sebagai masalah, kita perlu melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya. Salah satu yang akan berdampak besar adalah menggalakkan penggunaan dialek Medan di media massa Medan.

PENGGUSURAN DIALEK MEDAN OlEH DIALEK JAKARTA

BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Indonesia dialek Jakarta sudah mulai menggusur bahasa Indonesia dialek Medan. Penggusuran ini disebabkan oleh pencitraan ”baik” dialek Jakarta dan berkurangnya kepercayaan diri penduduk Medan dalam menggunakan dialek mereka sendiri. Apabila kita menganggap penggusuran dialek Medan oleh dialek Jakarta sebagai masalah, kita perlu melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya. Salah satu yang akan berdampak besar adalah menggalakkan penggunaan dialek Medan di media massa Medan.

META PESAN DALAM PERSPEKTIF MEME KOMIK INDONESIA

BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.969 KB)

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan hasil kajian tentang praanggapan, implikatur, dan entailmen yang terkandung dalam empat wacana meme komik Indonesia. Data penelitian yang berupa empat wacana Meme Comic Indonesia bersumber dari situs web www.memecomic.id. Kajian dilakukan dengan menerapkan metode padan pragmatik dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya berupa teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutannyateknik hubung banding (HB) piranti berupa daya banding yangbersifat mental.Hasil kajian menunjukkan bahwa meme komik Indonesia memiliki unsur peniruan menggunakan sebuah gambar ilustrasi, gambar yang konkret, dan gambar-gambar berdasarkan fenomena alam dan sosial. Meta pesan meme berfungsi sebagai media pengungkap perasaan, kritikan, pernyataan, dan tanggapan mengenai fenomena yang sering atau sedang terjadi. Komposisi kata dan gambar yang terdapat dalam meme telah mampu memunculkan praanggapan leksikal, faktual, konterfaktual, dan struktural; implikatur praanggapan, konvensional dan nonkonvensional; dan entailmen bagi pembacanya. Entailmen dari keselurahan data bersifat mutlak, tiga meme menggambarkan entailmen secara tersirat dan satu meme menggambarkan entailmen secara tersurat. Dengan demikian direkomendasikan agar penyampaian pesan melalui meme disampaikan dengan menggunakan bahasa yang santun dan tidak mengandung unsur sara. Penyampaian pesan, informasi, saran, atau kritik di media sosial terutama dalam bentuk meme sebaiknya menggunakan pilihan kata yang baik agar terhindar dari kesalahpahaman dan tidak ada pihak tertentu yang merasa tersinggung atau dirugikan. Selain itu, penggunaan gambar pada meme sebaiknya lebih selektif dan mengedepankan  etika.

PENGEMBANGAN MODUL MENULIS CERPEN BERDASARKAN TEKNIK 3M UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo
Publisher : JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN MODUL MENULIS CERPEN BERDASARKAN TEKNIK 3M UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 OlehDesri Cristina Sihombing, Dr. Syahnan Daulay, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengembangkan modul pada pembelajaran menulis cerpen, (2) mendeskripsikan kelayakan dan keefektifan penerapan Lembar modul pada pembelajaran menulis cerpen dalam pembelajaran, (3) menganalisis kemampuan siswa dalam mengerjakan modul. Penelitian ini menggunakan sampel 45 peserta didik dengan metode Research and Development (R&D) dengan model Hannafin dan Peck sebagai pengembangan intruksional yang membantu proses pengembangan modul, Hannafin dan Peck yang berarti Needs Assess (Analisis Kebutuhan), Design (Desain), Develop/Implement (Pengembangan dan Implementasi) . Instrumen yang digunakan adalah angket check list, pada validasi tim ahli materi, ahli desain, dan guru bidang studi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan modul untuk pembelajaran menulis cerpen untuk siswa kelas XI SMP Negeri 5 Medan Tahun Pembelajaran 2016-2017. Tergolong dalam kategori “Sangat Baik”. Dapat dilihat dari hasil rata-rata penilaian tim ahli materi yang memperoleh skor 94,8% yang dapat dikategorikan sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat dari kelayakan isi materi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa. Hasil dari penilaian tim ahli desain memperoleh skor 90,9% yang dikategotikan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari kelayakan kegrafikan modul. Dan hasil penilaian dari materi selaku guru bidang studi memperoleh skor 92,2% yang dapat dikategorikan sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat dari kelayakan isi materi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa. Dan diperkuat dari hasil uji coba produk pada uji coba kelompok kecil yang mencapai skor 84,23%  dan uji coba kelompok besar dengan skor 87,6% yang dapat dikategorikan sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul pada pembelajaran menulis cerpen berdasarkan teknik 3M yang dikembangkan dengan menggunakan model Hannafin dan Peck dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran.Kata kunci : Pengembangan Modul, Teks Cerpen, Model Hannafin dan Peck 

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI OLEH SISWA KELAS VII MTS AS-SYARIF KUALA BERINGIN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Kode: Jurnal Bahasa Vol 4, No 1 (2015): kode
Publisher : Kode: Jurnal Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Oleh Siswa Kelas VII MTs As-Syarif Kuala Beringin Tahun Pembelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini berjumlah 64 siswa MTs As-Syarif Kuala Beringin. Pengambilan data digunakan dalam dalam bentuk penugasan yaitu menulis teks deskripsi, yaitu kelas eksperimen 32 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen one-group pre-test post-test design. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”. Dari perolehan data menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share termasuk dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata (mean) yang diperoleh siswa adalah 69,66, sedangkan kemampuan siswa menulis teks deskripsi sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata (mean) yang diperoleh siswa adalah 81,84. Selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikan5% atau 1% dengan dk = (N1+N2)- 2= (32+32)-2= 62. Pada tabel t dengan dk = 62 diperoleh taraf  signifikan 5% = 2,00 dan taraf signifikan 1% = 2,66. Oleh karena t0 yang diperoleh lebih besar dari ttabel, yaitu 1,68<5,72> 2,66, maka hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatiftipe think pair share terhadap kemampuan teks deksripsi oleh siswa kelas VII Mts As-Syarif Kuala Beringin Tahun Pembelajaran 2014/2015. Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share. Menulis Teks Deskripsi

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI OLEH SISWA KELAS VII MTS AS-SYARIF KUALA BERINGIN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Kode: Jurnal Bahasa Vol 4, No 1 (2015): kode
Publisher : Kode: Jurnal Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PenelitianinibertujuanuntukmengetahuiPengaruhModelPembelajaranKooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Oleh Siswa Kelas VII MTs As-Syarif Kuala Beringin Tahun Pembelajaran 2014/2015. Populasipenelitianiniberjumlah64siswaMTs As-Syarif Kuala Beringin. Pengambilan data digunakan dalam dalam bentuk penugasan yaitu menulis teks deskripsi, yaitukelaseksperimen32siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimenone-group pre-test post-test design. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”. Dari perolehan data menunjukkanbahwakemampuansiswadalammenulis teks deskripsi sebelummenggunakanmodel pembelajarankooperatif tipe think pair sharetermasukdalamkategoricukupdengannilai rata-rata (mean) yang diperolehsiswaadalah69,66, sedangkankemampuansiswamenulis teks deskripsisesudahmenggunakanmodelpembelajarankooperatif tipe think pair share termasukdalamkategoribaikdengannilai rata-rata (mean) yang diperolehsiswaadalah81,84. Selanjutnyadikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikan5% atau 1% dengan dk = (N1+N2)- 2= (32+32)-2= 62. Pada tabel t dengan dk = 62 diperoleh taraf  signifikan 5% = 2,00 dan taraf signifikan 1% = 2,66. Oleh karena t0 yang diperoleh lebih besar dari ttabel, yaitu 1,68<5,72> 2,66, maka hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatiftipe think pair share terhadap kemampuan teks deksripsi oleh siswa kelas VII Mts As-Syarif Kuala Beringin Tahun Pembelajaran 2014/2015. Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share. Menulis Teks Deskripsi

ANALISIS MODALITAS DALAM BAHASA NIAS

Basastra Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan cara pengungkapan modalitas, jenis modalitas, dan  makna modalitas dalam bahasa Nias. Data penelitian ini adalah aspek modalitas yang ditemukan dalam penggunaan bahasa Nias. Dengan menerapkan  metode deskriptif-kualitatif data modalitas dikumpulkan melalui instrumen lembar isian, alat perekam, dan alat tulis. Di samping itu, digunakan juga metode simak dan metode cakap (Sudaryanto, 1998; Mahsun, 2005). Sumber data diperoleh dari wacana lisan melalui wawancara dengan informan dan dari wacana tulis yang bersumber dari beberapa dokumen tertulis seperti buku berbahasa Nias. Informan penelitian dipilih berdasarkan kriteria berikut: (1) penutur asli bahasa Nias; (2) fasih menggunakan bahasa Nias dan bahasa Indonesia; (3) informan telah berusia dewasa antara usia 30 tahun hingga 60 tahun.Data penelitian dianalisis menggunakan teknik komparatif, yakni menganalisis realisasi wujud, jenis, dan distribusi modalitas dalam bahasa Nias dan mengkomparasikannya dengan realisasi wujud, jenis, dan distribusi modalitas dalam bahasa Indonesia sebagai rujukan. Dengan pendekatan ini, diharapkan akan dapat diungkapkan secara objektif data modalitas bahasa Nias. Metode padan translasional (Sudaryanto, 1998: 14; Djajasudarma, 1993: 58) digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis dan makna modalitas.Hasil penelitian mendeskripsikan makna modalitas intensional yang ditemukan dalam bahasa Nias terdiri atas kadar makna ‘Keinginan’, ‘Kemauan’, ‘Maksud’, ‘Harapan’, ‘Doa (Harapan)’, ‘Ajakan’, ‘Pembiaran’, dan ‘Permintaan’. Makna modalitas deontik yang ditemukan dalam bahasa Nias terdiri atas kadar makna ‘Keizinan’ dan Kadar Makna ‘Perintah’. Makna modalitas dinamik yang ditemukan dalam bahasa Nias terdiri atas kadar makna ‘Kemampuan’, ‘Keizinan’ , dan ‘Keyakinan’, serta makna modalitas epistemik yang ditemukan dalam bahasa Nias terdiri atas kadar makna ‘Kemungkinan’, ‘Keteramalan’, ‘Keharusan’, dan Kadar Makna ‘Kepastian’. 

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI (INQUIRYBASEDLEARNING)TERHADAP KEMAMPUANMENGANALISISTEKS NEGOSIASISISWAKELASX SMA NEGERI2KABANJAHE TAHUN PEMBELAJARAN2015/2016

Basastra Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning) Terhadap Kemampuan Menganalisis Teks NegosiasiSiswa Kelas X SMA Negeri 2 KabanjaheTahun Pembelajaran 2015/2016. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kabanjahe sebanyak 320 orang dan pengambilan sampel dilakukan secara random sampling, sehingga diperoleh sampel penelitian sebanyak 32 orang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen one group pre-test dan post-test design. Instrumen yang digunakan adalah tes menganalisis teks negosiasi. Nilai rata-rata sebelum perlakuan (pre-test) adalah 69,06, standar deviasi 9,39, dan standar error 1,68 sedangkan nilai rata-rata setelah perlakuan adalah 78,59, standar deviasi 9,53, dan standar error 1,71. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata menganalisis teks negosiasi setelah perlakuan lebih tinggi daripada nilai sebelum perlakuan. Pengujian hipotesis thitung = 3,98 kemudian dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikasi 5%= 1,70. Karena thitung = 3,98 > ttabel = 1,70 maka hipotesis nihil (Ho) ditolak. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuri mempengaruhi kemampuan menganalisis teks negosiasisiswa kelas X SMA Negeri 2 KabanjaheTahun Pembelajaran 2015/2016.   Kata kunci:Model Pembelajaran inkuiri, Menganalisis, Teks negosiasi.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRITERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS OLEH SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Basastra Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan menulis teks prosedurkompleks pada siswa kelas X SMK N 1 SiantarKabupatenSimalungunTahun Pembelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK N 1 Siantaryang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 181 orang. Dari jumlah tersebut ditetapkan sampel sebanyak 25 orang siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen dengan modelone-group pre-test posttest design.Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah tes penugasan hasil karya (tertulis). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks prosedurkompleksdengan menerapkan model pembelajaran inkuiri termasuk kategori baik dengan rata-rata 80,2, sedangkan kemampuan siswa dalam menulisteks prosedurkompleks sebelum menerapkan model pembelajaran inkuiritermasuk dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 73,2. Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa nilai rata-rata menulis teksprosedurkomplekssiswa setelah perlakuan lebih tinggi daripada nilai sebelum perlakuan. Pengujian hipotesis thitung = 3,30 kemudian dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikan 5% = 2,06. Karena thitung = 3,30> ttabel = 2,06, maka hipoteis nihil (H0) ditolak. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh positifterhadapkemampuan menulis teksprosedurkompleksoleh siswa kelas X SMK N 1 SiantarKabupatenSimalungun.   Kata kunci: model pembelajaran inkuiri, menulis teks prosedurkompleks