Articles

Found 8 Documents
Search

PELUANG DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN MAKROALGA NON BUDIDAYA SEBAGAI BAHAN PANGAN DI PULAU LOMBOK Ghazali, Mursal; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Agrotek UMMat Vol 5, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.939 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v5i2.705

Abstract

Makanan merupakan salah satu dari tiga kebutuhan pokok manusia yang tidak dapat diganti. Salah satu sumber bahan pangan yang belum mendapatkan perhatian yang serius bersumber dari laut seperti rumput laut. Sebagian kecil jenis rumput laut memang telah dikembangkan secara massal tetapi sebagian besar belum mendapat perhatian yang serius. Beberapa jenis makroalga non budidaya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Pulau Lombok sudah sejak lama. Oleh sebab itu, artikel ini dibuat bertujuan untuk mengetahui jenis rumput laut apa saja yang dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir Pulau Lombok dan bagaimana peluang serta tantangan pengembangan rumput laut non budidaya sebagai sumber bahan pangan di Pulau Lombok. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan pemanfaatan alga di pulau Lombok lebih banyak pada alga merah yaitu jenis Acanthopora sp, Hypnea sp, Sarcodia sp, dan Halimenia sp.  Sementara itu, alga hijau dua jenis yaitu Codium sp dan Caulerpha sp serta satu jenis alga coklat yaitu Sargassum sp. Peluang pengembangan makroalga non budidaya masih sangat tinggi disebabkan karena kandungan nutrisi lengkap, sumber bahan makanan, peluang dijadikan sebagai komoditi ekonomi. Meskipun demikian terdapat kendala dalam pengembangannya yakni paket pengembangan belum memadai, masyarakat belum memahami manfaat rumput laut, isu pencemaran lingkungan, dan beberapa jenis rumput laut sebagai absorban logam berat.
Pelacakan Virus Bercak Putih pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Lombok dengan Real-Time Polymerase Chain Reaction (DETECTION OF WHITE SPOT SYNDROME VIRUS IN LITOPENAEUS VANNAMEI IN LOMBOK ISLAND USING REAL-TIME POLYMERASE CHAIN REACTION) Arafani, Lulu; Ghazali, Mursal; Ali, Muhamad
Jurnal Veteriner Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

White spot syndrome virus (WSSV) is one of the most threatening diseases in shrimp and othercrustaceans affecting global shrimp farming. Since firstly detected in Taiwan in 1992, the disease hasspread globally and followed with considerable socio-economic consequences. This research was performedto detect the WSSV infection in shrimp farming in Lombok Island’s (West Nusa Tenggara) using real-timepolymerase chain reaction. Samples of vaname (Litopenaeus vannamei) were collected from several shrimpfarming in Lombok. Results indicated that the spread of WSSV has reached shrimp farms in Lombok,especially in Lendang Jae, West Lombok. Therefore, a biosurveillance program is strongly recommendedto government to avoid and halt the spread of the disease in East Indonesia region .
DETEKSI BAKTERI PATOGEN YANG BERASOSIASI DENGAN Kappaphycus alvarezii (Doty) BERGEJALA PENYAKIT ICE-ICE Nurhidayati, Sri; Faturrahman, Faturrahman; Ghazali, Mursal
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.637 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v1i2.53

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan  salah satu spesies makro alga yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Penyakit utama yang menyerang budidaya rumput laut ini adalah penyakit ice-ice  yang  dapat menurunkan hasil panen hingga 70-80%.  Tujuan penelitian iniadalah  untuk mengetahui bakteri patogen yang berasosiasi dengan K. alvarezii bergejala penyakit ice-ice dan mengetahui agen penyebab penyakit ice-ice. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Sampel K. alvarezii yang bergejala ice-ice diambil dari lokasi budidaya di Teluk Bumbang Dusun Gerupuk Lombok Tengah. Sampel tersebut kemudian dibawa ke Laboratorium Biologi untuk diisolasi bakteri yang berasosiasi dengan K. alvarezii bergejala ice-ice. Terhadap isolat yang diperoleh dilakukan karakterisasi parsial. Selanjutnya dilakukan uji patogenisitas (postulat Koch) untuk mengetahui apakah bakteri yang diperoleh merupakan agen penyebab penyakit ice-ice. Hasil isolasi menunjukkan terdapat 28 isolat bakteri yang berasosiasi dengan K. alvarezii bergejala ice-ice. Selanjutnya, uji postulat Koch memperlihatkan hanya satu isolat yang mampu menyebabkan gejala ice-ice yaitu isolat K25Kata Kunci : Kappaphycus alvarezii, penyakit ice-ice, postulat Koch
JENIS-JENIS MAKROALGA EPIFIT PADA BUDIDAYA (Kappaphycus alvarezii) DI PERAIRAN TELUK GERUPUK LOMBOK TENGAH Ghazali, Mursal; Mardiana, Mardiana; Menip, Menip; Bangun, Bangun
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.18 No.2 Juli-Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.561 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i2.861

Abstract

Abstract:Epiphytes are organisms that attach to other organisms to support their growth and development. One type of epiphytes that has a negative impact on the host is algae (macroalgae). This algae is a competing organism for cultivation algae (Kappaphycus alvarezii). This research was conducted From May to October 2017 in Gerupuk Bay, Central Lombok. The aim of the research is to find out the types of macroalgae epiphytes on macroalgae kappaphycus alvarezii. This research was conducted using exploratory methods by taking seaweed samples overgrown with epiphytes, the research data obtained were descriptive analisys. As supporting data, environmental parameters are measured including temperature, pH, salinity, DO, phosphate, and NH4. Based on the results of exploration found 13 species of epiphytic algae in kappaphycus alvarezi cultivation, namely: Chaetomorpha linum, Chaetomorpha linum, Cladophora dalmatica, Acanthophora spicifer, Batrachospermum sp, Callithamnion sp., Caulachantus ustulatus, Ceramium sp, Hypnea spinnosa, Hypnea spinella, Hypnea sp, Polysiphonia brodiaei , Spyridia filamentosa. The type of epiphytes found that grows in both cultivation methods and some others are found only in one method. Meanwhile, data on environmental parameters are in the optimal range for macroalgae growth.This data is expected to be used as a consideration for the cultivateddevelopment in the Gerupuk Bay cultivation center. Keywords : Macroalgae, Epiphytes, Aquaculture,  Kappaphycus alvarezii
PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK Sargassum aquifolium Akbar, Bambang Ali; Cokrowati, Nunik; Ghazali, Mursal; Sunarpi, S; Nikmatullah, Aluh
Jurnal Kelautan Vol 9, No 1: April (2016)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.15 KB) | DOI: 10.21107/jk.v9i1.1055

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan Sargassum aquifolium dengan konsentrasi dan lama waktu perendaman yang berbeda terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, serta mengetahui pengaruh penggunaan S. aquifolium terhadap persentase kadar karaginan K. alvarezii. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium dan faktor 2 berupa perlakuan lama perendaman. Faktor 1 terdiri atas 4 perlakuan konsentrasi perendaman yaitu kontrol (K0), konsentrasi 5% (K1), 10% (K2), 15% (K3). Faktor 2 terdiri atas 3 taraf yaitu lama perendaman 30 menit (T1), 60 menit (T2) dan 90 menit (T3).  Data variabel penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Perlakuan K1T3 (perendaman dengan konsentrasi 5% selama 90 menit) menunjukkan hasil tertinggi dari perlakuan lainnya, nilai laju pertumbuhan spesifik 6.11%, pertumbuhan mutlak 663.89 gram, berat kering 197.80 gr dan nilai kadar karaginan yaitu 53.33%. Berat kering terendah diperoleh pada perlakuan K3T3 (perendaman dengan konsentrasi 15% selama 90 menit). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii dan kadar karaginan tertinggi adalah 53.33% terdapat pada perlakuan  konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium 5% dengan perendaman selama 90 menit.Kata Kunci: berat kering, ekstrak, karaginan, perendaman, pertumbuhan.GROWTH PERFORMANCE OF Kappaphycus alvarezii WITH ADDING Sargassum aquifolium EXTRACTABSTRACTThis research purpose is to study the effect of adding Sargassum aquifolium extract dan time of submersion for growth performance and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii. This research used completely randomized design with factorial treatment, consist of two factors. The first factor is concentrations of Sargassum aquifolium extract. The second factor is time of submersion. The first factor consist of 4 treatments are control (K0), consentrasion 5% (K1), 10% (K2), 15% (K3). The second factor consist of submersion time of 30 minutes (T1), 60 minutes (T2) dan 90 minutes (T3). Variable datas of this research was analized using ANOVA (Analysis of Variance) at 5%. The result showed that Sargassum aquifolium extract was not significantly affected growth performace of Kappaphycus alvarezii (P>0,05). K1T1 (submersion with a concentration of 5% during 90 minutes) showed the higest results from other treatments, specific growth 6.11%, absolute growth 663.89 g, dry weight 197.80 g and carrageenan content 53.33%. The lowest dry weight is K3T3 (submersion with a concentration of 15% during 90 minutes). The conclusion are Sargassum aquifolium extract did not have any real effect on performance growth of Kappaphycus alvarezii and the highest levels of 53.33% carrageenan contained in the treatment Sargassum aquifolium extract concentration of 5% with submersion time of 90 minutes.Keywords: carrageenan, dry weigth, extract, growth, submersion.
KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN PISANG DI DAERAH LOMBOK Kurnianingsih, Rina; Ghazali, Mursal; Astuti, Sri Puji
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.18 No.2 Juli-Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v18i2.790

Abstract

Abstract:The aim of this research is to identify cultivars of bananas are cultivated in the Lombok based on morphological characterization (pseudostem, leaves, and flowers). This research was explorative by identifying directly into the field of cultivated banana cultivars. There are 19 cultivars of banana plants cultivated in Lombok. There are variations in the morphological characteristics of the pseudostem, leaves, and flowers, except on petiole margins, male bract shape, and lobe colour of compound tepal. Especially for the characterization of free tepal, only one Ketip cultivars that do not have free tepal. Key words : Banana, morphological, characterization Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis pisang yang dibudidayakan di daerah Lombok berdasarkan karakterisasi morfologi (pseudostem/batang semu, daun dan bunga). Penelitian ini bersifat eksploratif dengan mengidentifikasi secara langsung ke lapangan jenis tanaman pisang yang dibudidayakan. Terdapat 19 kultivar tanaman pisang yang dibudidayakan di Lombok. Karakteristik morfologi bervariasi pada pseudostem, daun, dan bunga, kecuali pada keadaan tepi pelepah daun, ukuran bractea, warna lobe pada compound tepal. Khusus untuk karakteristik free tepal, hanya kultivar Ketip yang tidak memiliki free tepal.  Kata Kunci : Pisang, Morfologi, Karakterisasi
Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik Kresek Sebagai Upaya Pemberdayaan Buruh Wanita Pengangkut Pasir di Desa Marong Jamaq kecamatan Selaparang Mataram Nusa Tenggara Barat astuti, sri puji; Kurnianingsih, Rina; Ghazali, Mursal; Sunarwidhi, Eka; Sunarpi, Sunarpi
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2019): Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v3i1.21987

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan khalayak buruh wanita pengangkut pasir di Desa Marong Jamaq Kelurahan Karang baru Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, telah selesai dilaksanakan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan dan mengasah keterampilan membuat produk dekoratif berbahan dasar sampah plastik kresek, memotivasi warga untuk mengembangkan kreativitas dan membuat usaha mandiri berbasis keterampilan mengolah sampah plastik kresek. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Focus Group Discussion, yang mencakup pelatihan, pembinaan dan evaluasi untuk memantau keberhasilan kegiatan menggunakan metode observasi. Materi yang disampaikan meliputi bahaya sampah plastik kresek bagi kesehatan dan lingkungan, upaya penanganan sampah plastik kresek skala rumah tangga, melatih pembiasaan dalam menciptakan lingkungan bersih, alternatif pemanfaatan sampah plastik kresek, aneka olahan sampah plastik kresek menjadi bahan dekoratif. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini, sebanyak 100% peserta memahami materi yang disampaikan, sebanyak 85% peserta memahami cara pembuatan bahan dekoratif dari sampah plastik kresek, sebanyak 95% peserta termotivasi untuk menerapkan dan mengembangkan aneka model produk dekoratif, dan sebanyak 90% peserta termotivasi untuk memasarkan produk dekoratif yang dibuat. AbstractCommunity service activities with an audience of women labour for carrying sand in Marong Jamaq Village, Karang baru SubDistrict, Selaparang District, Mataram City, have been done. The aim of this activity were provided skills of make decorative products from rubbish of plastic bag, to motivate Marong Jamaq community to develop creativity and create independent business-based on skills in processing plastic bag. The activity was carried out with a Focus Group Discussion approach, which included training, coaching and evaluation to monitor the success of activities using the observation method. The material presented included the effect of plastic waste for health and environment, the utilization of plastic bag, practicing habituation of clean life, the alternatives of plastic create, the plastic bag create into decorative materials. The conclusions of this activity, as many as 100% of participants understood the material presented, as many as 85% of participants understood how to make decorative materials from plastic bag, as many as 95% of participants were motivated to apply and develop of various decorative product models, and as many as 90% of participants were motivated to sell decorative products hand made. 
Pemanfaatan Ekstrak Rumput Laut Sebagai Pupuk Organik Pada Pertanian Lahan Sempit Di Desa Lepak Lombok Timur Ghazali, Mursal; Aryanti, Evy; Kurnianingsih, Rina; Sunarpi, Sunarpi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.226

Abstract

Abstrak. Pertanian merupakan sektor yang memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia sebagian besar memanfaatkan pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun setiap tahun luas lahan pertanian terus mengalami penurunan, akibat alih fungsi lahan. Disisi lain, jumlah penduduk terus mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah penduduk menumbuhkan kesadaran untuk memanfaatkan lahan yang sempit untuk bercocok tanam. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk penyadaran kepada masyarakat untuk menggunakan pupuk organik ramah lingkungan yang salah satunya ialah penggunaan ekstrak Sargassum sp. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 bulan yaitu mulai Agustus sampai dengan November 2017.  Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui dua metode yaitu melalui diskusi kelompok dan partisipatif. Pada saat diskusi kelompok disampaikan tentang pemanfaatan lahan pekarangan dan potensi pemanfaatan esktrak Sargassum sp serta penggunaan kotoran ternak kambing sebagai media tana. Sedangkan pada metode partisipatif, masyarakat dibagikan pot percobaan sebagai media tanaman untuk diaplikasikan oleh masyarakat sendiri. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan diskusi, hal ini disebabkan karena Sargassum sp bukan jenis tumbuhan yang asing, tetapi mereka baru tahu bahwa tumbuhan tersebut dapat dijadikan sebagai pupuk. Selain  itu, hasil pemeliharaan yang dilakukan oleh masyarakat sebagian menunjukkan hasil yang positif dan sebagaian yang lain tidak berhasil. Ketidakberhasilan disebabkan karena banyak faktor diantaranya: dimakan ayam dan kambing. Kata Kunci: Musim Kering, Lahan Sempit dan Sayuran