Anggito P. Tetuko, Anggito P.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

REMANENSI DAN FLUX DENSITY DARI BERBAGAI BENTUK GEOMETRI MAGNET PERMANEN Nurdiyansyah, Lukman Faris; Tetuko, Anggito P.; Aryanto, Didik; Sebayang, Perdamean
Telaah Vol 32, No 1 (2014)
Publisher : Research Center for Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

dari berbagai bentuk geometri magnet permanen berbasis ferrite (BaFe12O19) dan logam tanah jarang (NdFeB). Nilai remanensi magnet (Br) diperoleh dari kurva histerisis (B-H curve) yang diukur dengan alat permagraph dan flux density Bz diukur secara langsung dengan menggunakan gaussmeter. Bentuk geometri dan jenis sampel uji adalah cube, ring, dan disk dari magnet permanen berbasis NdFeB dan BaFe12O19. Dari hasil penelitian diketahui bahwa magnet permanen berbasis NdFeB memiliki nilai remanensi yang lebih besar dibanding dengan magnet permanen berbasis BaFe12O19. Dari pengukuran magnet permanen berbasis BaFe12O19 didapatkan nilai Br = 1:17 kG untuk bentuk geometri ring dan untuk disk didapat sebesar Br = 1:78 kG, sedangkan dari magnet permanen berbasis NdFeB yang berbentukcube (tipe 1), cube tipe 2, dan disk didapatkan nilai Br = 7:5 kG, Br = 10:8 kG, dan Br = 5:2 kG. Untuk pengukuran flux density Bz sebagai fungsi jarak z didapatkan kesesuaian antara eksperimen dan teori. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai Br dan Bz sangat dipengaruhi oleh bentuk geometri dan jenis magnet permanen.
PEMBUATAN UNIT PENGOLAHAN AIR KOTOR MOBILE MENJADI AIR BERSIH DAN LAYAK MINUM DENGAN KAPASITAS 10 LITER/MENIT Tetuko, Anggito P.; Sebayang, P; Muljadi, Muljadi; Indayaningsih, Nanik
Jurnal Ecolab Vol 4, No 1 (2010): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.583 KB)

Abstract

Air kotor dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat, karena bisa mencemari sumber air dengan penyakit ini danbakteri, seperti E. coli. Untuk mengatasi masalah ini, teknologi yang tepat diperlukan untuk mengubah air kotormenjadi air bersih dan air minum. Satu teknologi adalah membuat sistem penyaringan air dengan menggunakanair sungai dan output bisa langsung minum. Dirancang dan dibangun penyaringan air kemudian diuji yang terdiriatas kualitas air dan kapasitas produksi. Kualitas air Sungai Cisadane, air bersih dan air minum dianalisis; terdiriatas fisik, kimia, dan mikrobiologi. Teknologi yang digunakan dalam unit penyaringan air didasarkan pada penyaringanair secara fisis dengan menggunakan sistem penyaringan dengan media filter granular dan disertai denganproses penyaringan menggunakan reverse osmosis (RO) dan ultraviolet (UV). Hasil penelitian menunjukkanbahwa kapasitas aktual air bersih dan air minum adalah serupa dengan perhitungan desain. Kapasitas air bersihsebenarnya 26,7 l/menit dan kapasitas berdasarkan perhitungan adalah 25,12 l/min. Sementara air minum adalahkapasitas 10,3 l/menit dan kapasitas berdasarkan perhitungan adalah 16,60 l/min. Air bersih telah lulus air bersihstandar tetapi tidak dapat digunakan sebagai air minum, dan setelah melalui proses osmosis terbalik (RO), dapatdigunakan sebagai air minum.
99 PEMBUATAN BAHAN FILTER KERAMIK BERPORI BERBASIS ZEOLIT ALAM DAN ARANG SEKAM PADI Sebayang, P.; Muljadi, -; Tetuko, Anggito P.
Teknologi Indonesia Vol 32, No 2 (2009)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The porous ceramics filter material have been made from natural zeolit and rice husk charcoal with composition variation (in % of mass). The preparation of zeolit was done using ball mill for 24 hours and rice husk charcoal was prepared using vibrating mill for 1 hour until it can be through out in 100 mesh shieve. The two raw materials about 2 grams were mixed with addition 50 ml of Polivinylalcohol (PVA), then it was mixed again until homogeny. The sample was dried pressed with pressure of 25 kgf/cm and dried in a drying oven at 60 C for 24 hours. The sintering process was done using electrical furnace with heating rate of 10C/minute until it reached temperature of 900 and 1000 C, and holded for 2 hours. From the result of porouc ceramics filter material, the optimum composition is 40% rice husk coke + 60% Zeolit with sintering temperature = 1000 C. At this condition, the properties are density = 2,16 g/cm, shrinkage = 35,94%, porosity = 66,05%, water absorption = 31,10%, modulus of rupture = 7,47 MPa, compressive strength = 4,38 MPa, and coefficient of thermal expansion = 5 x 10 -6 C-1. The result of XRD shows that zeolit has major phase of mordenite (Na8[Al8Si40O96].24H2O) and minor phase of clinoptilolite (Na6[Al6Si36O72].24H2O). The result of XRD on 40% rice husk coke + 60% Zeolit and sintering temperature = 1000 C shows that the major phase is mullite (3Al2O3SiO2) and the minor phase is tridimite (SiO2). Meanwhile, the picture of SEM shows that porous ceramics have irregular particle with size between 110 ?m and its pore size can reaches 20 ?m.