Marsetyawan HNES, Marsetyawan
Bagian Histologi dan Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Expression of MRP8/MRP14 mRNA in Monocytes of Periodontitis: Comparison between Diabetic and Non Diabetic Patients Syaify, Ahmad; Barunawati, Sri Budi; Suryono, Suryono; HNES, Marsetyawan
The Indonesian Journal of Dental Research Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/theindjdentres.9986

Abstract

The severity of periodontitis on patients with type 2 Diabetes Mellitus patients was strongly thought caused by decreasing of leukocytes function such as monoctyes and neutrophils. In our previous research it was found that calprotectin (MRP8/MRP14) level in leukocytes of periodontitis patients with type 2 DM was higher than periodontitis in non DM. The aim of this study was to determine calprotectin (MRP8/MRP14)mRNA expression in human monocytes of periodontitis patients with type 2 DM and without DM. Monocytes were isolated from the peripheral blood of periodontitis patients with uncontrolled type 2 DM, controlled type 2 DM, and non DM. The expression of total RNA calprotectin (MRP8 and MRP14) were detected by RTPCR using GAPDH as the innate control. It was observed that the value of MRP8/MRP14 mRNA expression DM patients were higher than non DM, and the highly significant increase expression (p<0.05) was on the uncontrolled type 2 DM. The basal level of MRP8/MRP14 expression increased in monocyte of periodontitis and type 2 DM patients compared with non diabetes subjects. It was suggested that high basal level MRP8/MRP14 has role in the regulation of severity periodontitis with diabetes mellitus.
Pengaruh Ekstrak Metanol Akar Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia, Jack.) terhadap Jumlah Splenosit Mencit Diinfeksi Listeria monocytogenes Darmawati, Idiani; HNES, Marsetyawan; Herwiyanti, Sri
Jurnal Mutiara Medika Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.454 KB)

Abstract

Percobaan ini dirancang untuk mempelajari pengaruh ekstrak metanol akar E. longifolia, Jack (MEEL) pada respon imun spesifik dengan penekanan khusus pada jumlah splenoctyes. Desain penelitian adalah posttest only control group design. Empat puluh delapan tikus betina Balb / c yang digunakan di seluruh. Empat puluh delapan tikus yang digunakan berpikir studi, dan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol hanya menerima aquadest. Kelompok II, III, dan IV diberikan 100, 200 , dan 400 mg / kgBB per hari, masing-masing yang MEEL diberikan bersama 14 hari. Kemudian, pada hari-15, diinfeksi Listeria monocytogenes. Observasi dilakukan pada hari 0, 3, dan 10 setelah infeksi. Jumlah splenocytes layak diukur dengan MTT Assay. Data dianalisis menggunakan Anova satu jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol E. longifolia, Jack pada 200 mg / kg BB per hari sejauh 14 hari dapat meningkatkan persentase splenocytes, dan puncaknya terdeteksi pada hari-0 infeksi, pada Kii 11.363% yaitu, pada hari-3 setelah infeksi di KIII, yaitu 10.433% dan pada hari-10 di KIII yaitu 8.907%. Uji Anova menunjukkan perbedaan bermakna dengan pengecualian kelompok I dengan IV, dan II dengan III dan III dengan IV. Disimpulan ekstrak metanol E. longifolia, Jack. root mampu meningkatkan persentase splenocytes di Balb / c tikus yang terinfeksi dengan L. monocytogenes.
Calprotectin mRNA (MRP8/MRP14) expression in neutrophils of periodontitis patients with type 2 diabetes mellitus Syaify, Ahmad; HNES, Marsetyawan; Sudibyo, Sudibyo; Suryono, Suryono
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 42, No 3 (2009): (September 2009)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/j.djmkg.v42.i3.p130-133

Abstract

Background: Calprotectin, a major cytosolic protein of leukocytes, is detected in neutrophils and monocytes/machrophages. This protein is known to be a marker for several inflammatory diseases including periodontitis. In type 2 diabetes mellitus patients, the severity of periodontitis was strongly thought to be caused by decreasing of leukocytes function such as neutrophils. Previous research found that the calprotectin level in serum of periodontitis patients with type 2 DM is higher than periodontits patients non DM. Purpose: The aim of this study was to determine calprotectin mRNA (MRP8/MRP14) expression in human neutrophils of periodontitis patients with type 2 diabetes mellitus. Methods: Neutrophils were isolated from the peripheral blood of periodontitis patients with uncontrolled type 2 DM, controlled type 2 DM, and non DM. The expression of calprotectin mRNA (MRP8 and MRP14) were detected by RTPCR. Result: The result showed that the value of mRNA calprotectin expression in DM patients were higher than non DM, and the highest expression was on the uncontrolled type 2 DM. Conclusion: The basal level of calprotectin mRNA MRP8/MRP14 expression increased in neutrophil of periodontitis patient with type 2 DM compared non diabetic subjects. It was suggested that high basal level of calprotectin mRNA has a role in the regulation of periodontitis severity with diabetes mellitus patients.
Sifat fisik hidroksiapatit sintesis kalsit sebagai bahan pengisi pada sealer saluran akar resin epoxy (Physical properties of calcite synthesized hydroxyapatite as the filler of epoxy-resin-based root canal sealer) Mulyawati, Ema; HNES, Marsetyawan; Sunarintyas, Siti; Handajani, Juni
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 46, No 4 (2013): (December 2013)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/j.djmkg.v46.i4.p207-212

Abstract

Background: The filler addition to resin based sealers will enhance the physical properties of the polymer. Because of its biological properties, the synthetic hydroxyapatite (HA) has been proposed as filler for dental material such as composite resin. The calcite synthesized HA is the HA produced of calcite minerals that came from many Indonesian mining. Purpose: The aim of study was to determine the effect of different concentration of calcite synthesized HA as the filler of the epoxy-resin-based root canal sealer on the physical properties such as its contact angle, the film thickness and the microhardness. Methods: The crystal of the calcite synthesized hydroxyapatite with the size between 77.721-88.710 nm and the ratio of Ca/P 1.6886 were synthesized at Ceramic Laboratory, Mechanical Engineering, using wet method of hydrothermal microwave. The powders of the epoxy- resin were prepared by added the synthesized hydroxyapatite crystal in 5 different weight ratios (e.g.: HA-10%, HA-20%, HA-30%, HA-40% and HA-50%). Each of these was mixed with the paste of 3:1 ratio using spatula on a glass plate until homogen and then measuring the contact angle and the film thickness. Microhardness test was conducted after the mixture of experimental sealer was stored for 24 hrs at 37 oC to reach perfect polymerization. Results: All of contact angles were <90o and were not significantly different to each other (p= 0.510). All groups had a film thickness in accordance with ISO 6876 (<50 um) and with no statistical difference (p= 0.858). In the HA of 10%, 20%, 30% seen that the microhardness were increased, while in the HA-50% was decreased and in the HA-40% has the same microhardness to the control groups (HA-0%). Conclusion: Calcite synthesized HA as the filler did not affect contact angle and film thickness of the sealer. Microhardness of the epoxy-resin based sealer could be increased using maximum 30% of the calcite synthesized HA as the filler.Latar belakang: Penambahan bahan pengisi pada sealer berbahan dasar resin akan meningkatkan sifat fisik polimer. Karena sifat biologis bagus, hidroksiapatit (HA) sintetis digunakan sebagai bahan pengisi material kedokteran gigi seperti resin komposit. Hidroksiapatit sintesis kalsit merupakan HA yang hasilkan dari mineral kalsit berasal dari berbagai daerah pertambangan di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh berbagai konsentrasi HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer berbahan dasar resin epoksi terhadap sifat fisiknya yaitu sudut kontak, ketebalan film dan kekerasan mikronya. Metode: Kristal HA sintesis kalsit yang berukuran 7,721-88,710 nm dengan rasio Ca/P 1,6886 diperoleh dari sintesis di Laboratorium Keramik, Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada menggunakan wet method dengan microwave hidrotermal. Serbuk resin epoksi dipersiapkan dengan menambahkan kristal HA sintesis kalsit dalam lima konsentrasi yang berbeda yaitu HA-10%, HA-20%, HA-30%, HA-40% dan HA-50% (dalam berat). Masing-masing serbuk diaduk dengan pasta resin epoksi dengan perbandingan 3:1 menggunakan spatula di atas glassplate hingga homogen, selanjutnya dilakukan pengukuran sudut kontak dan ketebalan film. Pengukuran kekerasan mikro dilakukan setelah sealer disimpan dalam inkubator 37 oC selama 24 jam sehingga mencapai polimerisasi sempurna. Hasil: Semua kelompok menunjukkan bahwa sudut kontak <90o dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,510). Semua kelompok menunjukkan bahwa ketebalan filmnya sesuai dengan ISO 6876 (<50 um) dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,858). Pada kelompok HA-10%, 20% dan 30% kekerasan mikronya meningkat, sedangkan pada HA-50% menurun dan HA-40% kekerasannya sama dengan kelompok kontrol (HA-0%). Simpulan: Penambahan hingga 50% HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer resin epoksi tidak mempengaruhi sudut kontak dan ketebalan film. Kekerasan sealer dapat ditingkatkan dengan menambahkan HA sintesis kalsit maksimum hingga 30%.
Deteksi Antibodi IGA-Spesifik dalam Saliva Penderita Demam Dengue dengan Teknik Elisa Rumende, Rooije RH; HNES, Marsetyawan; Sutaryo, Sutaryo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 2 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam dengue (DD) merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue. Pemeriksaan secara serologis terhadap infeksi dengue dangan menggunakan darah sampai saat ini masih terdapat beberapa kendala. Kendala yang sering dijumpai adalah pasien tidak bersedia karena merasa takut dan sakit saat pengambilan darah. Saat ini sedang dikembangkan pemeriksaan serologis menggunakan saliva dengan alasan lebih mudah, tidak intervensif dan lebih ekonomis. Pengembangan pemeriksaan diarahkan pada deteksi antibodi yang ada dalam saliva. Deteksi antibodi (IgG dan IgM) pada saliva yang terifeksi dengue telah dilaksanakan, sedangkan IgA-spesifik hingga kini belum pernah diperiksa. Tujuan penelitian umum adalah untuk mendeteksi IgA-spesifik terhadap virus dengue pada saliva anak-anak yang terinfeksi DD dengan teknis ELISA. Sedangkan tujuan khusus adalah mendapatkan gambaran kadar IgA-spesifik terhadap virus dengue secara sekuensial (serial) pada saliva anak-anak terinfeksi DD dengan teknik ELISA. Metodologi yang digunakan penelitian ini ada dua tahap. Pertama, pengumpulan saliva individu sehat dan saliva penderita DD/demam nondengue menurut gejala klinis? sesuai kriteria WHO. Kedua, deteksi IgA-spesifik dalam saliva individu (anak) sehat dan saliiva penderita DD/demam nondengue dengan teknik ELISA. Pengumpulan saliva penderita (secara serial) dilakukan di Bagian Anak/SMF RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Saliva individu (anak) sehat dikumpulkan sekali bertempat di Yogyakarta. Hasil penelitian adalah IgA-spesifik pada saliva anak-anak yang terifeksi DD dapat dideteksi dengan teknik ELISA. Dari 14 sampel saliva dari anak-anak yang sehat, cut off value didapat 0,417. Kesimpulan penelitian adalah IgA-spesifik terhadap virus dengue pada saliva anak-anak yang terifeksi dengue dapat terdeteksi. Rerata kadar OD dari penderita demam nondengue (tifoid) mengalami fluktuasi dan dalam tingkat dengue negatif.