Syahruni Thamrin, Syahruni
Agriculture Faculty, Universitas Gadjah Mada

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Efisiensi Teknis Usahatani Kopi Arabika di Kabupaten Enrekang Thamrin, Syahruni
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.221 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi teknis usahatani kopi arabika di Kabupaten Enrekang. Populasi dari penelitian ini adalah petani kopi arabika, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif, analisis efisiensi teknis dan inefisiensi teknis. Estimasi dilakukan dengan menggunakan fungsi produksi frontir stokastik. Faktor-faktor yang berpengaruh sangat nyata pada efisiensi teknis kopi adalah luas lahan, penggunaan pupuk Urea, ZA dan tenaga kerja. Rata-rata efisiensi teknis petani responden adalah 0,89. Berarti petani telah efisien secara teknis khususnya dalam mengalokasikan sumberdaya dan memanfaatkan teknologi budidaya yang ada. Sementara itu hasil estimasi dengan menggunakan metode MLE, variable yang signifikan dan berkorelasi negatif adalah jumlah anggota keluarga.
KAJIAN PENGGUNAAN KLON UNGGUL KAKAO PADA PERKEBUNAN RAKYAT DI KABUPATEN BONE Junaedi, Junaedi; Thamrin, Syahruni; Baba, Basri
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan tanaman merupakan kunci penting keberhasilan usaha tani pekerbunan termasuk pada usaha tani kakao yang  saat ini menjadi prioritas utama usaha tani perkebunan di Sulawesi Selatan. Penggunaan klon unggul kakao yang sesuai diikuti dengan kultur teknis yang baik merupakan syarat utama tercapainya produktivitas yang tinggi serta mutu produk yang diharapkan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pertanaman klon kakao yang  telah diterapkan serta mendeskripsikan jenis-jenis klon unggul kakao pada perkebunan rakyat yang ada di Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pertanaman kakao yang diusahakan oleh petani pada umumnya dilaksanakan secara poliklonal, baik dengan menggunakan 2 (dua) klon maupun 3 (tiga) klon pada lahan yang sama. Klon-klon yang digunakan adalah MCC 02, S1 dan S2. Klon-klon ini telah dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari rehabilitasi tanaman kakao melalui kegiatan sambung samping (86,67%) dan sisanya melalui penanaman kembali (replanting) (13,33%) menggunakan bibit yang berasal dari klon unggul kakao baik MCC 02, S1 maupun S2.
Efisiensi Teknis Usahatani Kopi Arabika di Kabupaten Enrekang Thamrin, Syahruni
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture Gadjah Mada University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.221 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi teknis usahatani kopi arabika di Kabupaten Enrekang. Populasi dari penelitian ini adalah petani kopi arabika, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif, analisis efisiensi teknis dan inefisiensi teknis. Estimasi dilakukan dengan menggunakan fungsi produksi frontir stokastik. Faktor-faktor yang berpengaruh sangat nyata pada efisiensi teknis kopi adalah luas lahan, penggunaan pupuk Urea, ZA dan tenaga kerja. Rata-rata efisiensi teknis petani responden adalah 0,89. Berarti petani telah efisien secara teknis khususnya dalam mengalokasikan sumberdaya dan memanfaatkan teknologi budidaya yang ada. Sementara itu hasil estimasi dengan menggunakan metode MLE, variable yang signifikan dan berkorelasi negatif adalah jumlah anggota keluarga.
Pengaruh Teknik Penyungkupan Terhadap Pertumbuhan Tunas Sambungan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Thamrin, Syahruni; Isnaini, Junyah Leli; Risaldi, Idris
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to determine the use of biological liquid fertilizer on the growth of robusta coffee plants. Conducted at the experimental farm of Estate Crops Cultivation Department of PangkepState Polytechnic of Agriculture, which lasted for 3 months. The study used a Randomized Block Design with treatments as follows: concentration of fertilizer 100 ml, concentration of 150 ml, and concentration of 200 ml. Based on the experimental results obtained, it can be concluded that application of the different concentration of the biological liquid fertilizer gave insignificant effects on the growth of the three-months-old robusta coffee seeds. The application of the fertilizer 200 ml resulted in the highest average of plant height (6.25 cm)and stem diameter (0.13cm).  Concentration of 100 ml of the fertilizer produced the highest average number of leaves (7 leaves). Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan pupuk cair hayati terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta. Dilaksanakan di kebun  percobaan Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Pangkap, yang berlangsung selama 3 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan: konsentrasi pupuk100 ml, konsentrasi 150 ml, dan konsentrasi 200 ml. Berdasarkan hasil percobaan yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi pupuk cair hayati memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta yang telah berumur 3 bulan. Pemberian pupuk dengan konsentrasi 200 ml menghasilkan pertumbuhan rata-rata tinggi tanaman dan diameter batang terbaik yaitu rata-rata tinggi tanaman 6,25 cm dan rata-rata diameter batang 0,13 cm. Pemberian pupukdengankonsentrasi 100 ml menghasilkan rata-rata jumlah daun yang terbanyak yaitu 7 helai.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI KOPI ARABIKA DI KABUPATEN ENREKANG SULAWESI SELATAN Thamrin, Syahruni
Agric Vol 26 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.502 KB)

Abstract

This study aims to identify and analyze the factors that affect the production of Arabica coffee in Enrekang. This study used survey method to conduct interviews with 100 randomly sampled Arabica coffee farmers and site visit to their farms. Factors affecting farm production were analyzed using the Cobb Douglass production function and estimated using least squares method . There were ten coffee production factors assessed: land size, number of productive plants, quantities of Urea, ZA, SP36, KCl, pesticides, herbicides, manure, as well as labor force. Variables that significantly affect Arabica coffee production in Enrekang are the amount of urea, ZA, herbicides, manure, and labor.
APPLICATION OF DRIP IRRIGATION ON COTTON PLANT GROWTH (Gossypium sp.) Thamrin, Syahruni; Budiman, Budiman; Darwisah, Baso; Junaedi, Junaedi
Agric Vol 29 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.462 KB)

Abstract

Kondisi penanaman kapas di Sulawesi Selatan selalu terkendala dalam pemenuhan air. Semua tahap pertumbuhan tanaman tidak optimal untuk meningkatkan produksi, sehingga perlu adanya teknologi pengelolaan air yang baik, seperti melalui penyediaan air bersih dengan sistem irigasi tetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan irigasi pada tanaman kapas dengan menggunakan sistem irigasi tetes. Model aplikasi dengan merancang sistem irigasi tetes dan penanaman kapas di lahan disiapkan sebagai plot demonstrasi. Pengamatan dilakukan pada fase perkecambahan dan fase vegetatif tanaman awal. Berdasarkan hasil desain irigasi tetes, laju alir emiter (EDR) adalah 34.266 mm / jam dengan waktu operasi 4.08 menit / hari. Dari pengamatan pertumbuhan kapas, diketahui bahwa waktu perkecambahan berlangsung dari 6 sampai 13 hari setelah tanam, rata-rata tinggi tanaman mencapai 119,66 cm, dengan jumlah daun rata-rata 141,93 buah dan jumlah bolls rata-rata 57,16 boll.
PRODUCTION OF COTTON PLANTS USING DRIP IRRIGATION IN TWO DIFFERENT PLANTING YEARS Thamrin, Syahruni; Junaedi, Junaedi; Darwisah, H Baso
Agric Vol 30 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.142 KB)

Abstract

Tanaman kapas membutuhkan persyaratan ketersediaan air yang cukup, utamanya pada saat perkecambahan dan pertumbuhan serta kondisi yang kering saat panen. Pada irigasi tetes, pengairan bisa disesuaikan dengan kebutuhan air setiap jenis tanaman yang berbeda-beda tergantung pada fase pertumbuhan dan jenis tanamannya.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kapas yang menggunakan sistem irigasi tetes pada dua musim tanam yang berbeda.  Penelitian dilakukan selama 2 (dua) tahun berturut-turut, penelitian pertama: penanaman dengan menggunakan irigasi tetes dilakukan pada bulan Agustus 2017 dan dilanjutkan penanaman kedua  pada bulan Mei 2018.  Penelitian dilaksanakan di Desa Turucinnae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan.  Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan lapangan dalam bentuk demonstrasi plot dengan menggunakan desain eksprimen dan analisis dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan irigasi tetes pada dua musim tanam yang berbeda. Pertumbuhan vegetatif tanaman kapas yang menggunakan irigasi tetes pada tahun 2017 memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun 2018 dilihat dari tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan produksi tanaman kapas yang menggunakan irigasi tetes pada tahun 2017 lebih besar dibanding yang ditanam tahun 2018 dilihat dari segi jumlah boll yang terbentuk dan berat kapas yang diproduksi.
Respon Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea Canephora L.) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi Pupuk Cair Hayati Tjanring, Junaedi; Thamrin, Syahruni; Suriyadi, Suriyadi
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3364.166 KB)

Abstract

The study aimed to determine the use of biological liquid fertilizer on the growth of robusta coffee plants. Conducted at the Experimental Garden Department of Plantation Plant Cultivation, Pangkajene and Islands State Polytechnic, which lasted for 3 (three) months. The study used a Randomized Block Design (RBD) with no setting (P0), concentration of 100 ml (P1), concentration of 150 ml (P2), and concentration of 200 ml (P3). Based on the experimental results obtained, it can be concluded that the contribution of biological liquid fertilizer gives different changes to the growth of robusta coffee plant seeds that have been developed for 3 months. The application of fertilizer with a concentration of 200 ml resulted in the growth of the average plant height and stem diameter the best, namely the average plant height of 6.25 cm and the average stem diameter increase of 0.13 cm. While giving the concentration of 100 ml produces the highest average number of leaf growth, namely 7 strands.
Pertumbuhan Murbei (Morus alba L.) pada Berbagai Lama Perendaman Ekstrak Bawang Merah Thamrin, Syahruni; Rahmiarwianti, Rahmiarwianti
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 4 No 1 (2015): Agroplantae, Vol 4 No 1 Juli 2015
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.87 KB)

Abstract

Tujuan percobaan ini adalah untuk mempelajari pertumbuhan tanaman murbei terhadap berbagai lama perendaman ekstrak bawang merah. Hasil percobaan ini menjadi  informasi mengenai pertumbuhan murbei pada berbagai lama perendaman ekstrak bawang merah sebagai hormon tumbuh alami. Percobaan dilaksanakan pada bulan September hingga November 2014di kebun percobaan Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 (empat) perlakuan yaitu p0 (kontrol), p1 (direndam 4 jam), p3 (direndam 8 jam), p4 (direndam 12 jam). Hasil percobaan menunjukkan bahwa secara visual perlakuan lama perendaman 12 jam memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap tinggi tanaman (51,36 cm ) dan jumlah daun murbei (37 helai).
UJI PENGHAMBATAN PERKECAMBAHAN BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PERENDAMAN ALLELOPATI EKSTRAK BERBAGAI ORGAN TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersium L.) kafrawi, kafrawi; Kumalawati, Zahraeni; Thamrin, Syahruni
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui penghambatan perkecambahan  benih kakao pada berbagai variasi jenis zat allelopati dari ekstrak tanaman tomat dan pengaruh terhadap pertumbuhan bibit kakao. Percobaan terdiri atas 2 bagian. Bagian pertama yaitu mengamati viabilitas benih kakao yang diberi allelopati ekstrak berbagai organ tanaman tomat dengan cara perlakuan perendaman benih kakao, sedangkan percobaan kedua mengamati pertumbuhan benih kakao yang telah diberi allelopati, dan percobaan disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas 4 macam  perlakuan yaitu: tanpa perlakuan (M0), ekstrak daun tomat buah (M1), ektrak batang tomat buah (M2), ekstrak daun tomat sayur (M3), dan ekstrak batang tomat sayur (M4). Hasil percobaan menunjukkan bahwa penghambatan pengecambahan terbaik diperoleh dari perlakuan pemberian  allelopati ekstrak daun tanaman tomat sayur dengan daya kecambah terkecil sebesar 20% dan indeks vigor sebesar 10,42, sedangkan pertumbuhan vegetatif bibit kakao terbaik akibat perendaman allelopati ekstrak  tanaman tomat diperoleh dari kontrol (tanpa perlakuan) yaitu tinggi tanaman (13,53 cm), jumlah daun, (10,50 helai ), luas daun (13,53 cm2) dan volume akar (10,67 mL), kecuali diameter batang yang terbaik pada ekstrak allelopati daun tanaman tomat buah ( 3,57 mm).