Aris Sudomo, Aris
Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis Jl. Raya Ciamis-Banjar Km 4, Ciamis 46201

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

THE GROWTH OF SENGON AND NILAM ON LOAMY SAND SOIL IN AGROFORESTRY SYSTEM Sudomo, Aris
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2007.1.2.63-72

Abstract

Research of loamy and soil influence on growth ofagroforestry sengon and nilam was conducted in private forestland in Sukamulih Vilage, Sariwangi Sub-Distric, Tasikmalaya District on November 2004 to November 2006. Two kinds ofsoil sample were taken from the upper and down part ofprivate forestland area. The research was conducted by analizing those soil samples in the laboratory. The result shows that the private forest land has loamy sand soil its texture with low rate offerlility. The planting activity was conducted in 3 blocks ofplanting area and 48 sengon were ptanted each block. The diameter and height ofsengon tree in loamy sand soil have good rate ofgrowth, which is 7.28 in of height and 9.48 of diameter in 24 months old. Meanwhile, nilam has 64.32 cm of height, 141.68 branches and 2.9 ofwet weight in 3 months old after cutting in the monoculture planting puttern. The loamy sond soil texture gives the positive influence on sengon and nilam growth. Therefore sengon and are potentially to developedin private forest development and degraded forestland rehabilitation.
INFLUENCE OF NPK TABLET ON THE EARLY GROWTH OF SENGON (Paraserianthes falcataria L. Forberg) Sudomo, Aris
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 1, No 3 (2007): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2007.1.3.109-114

Abstract

The research is aimed to improve the productivity of sengon by testing the influence of NPK tablet as with four levels on growth. The research was conduced on November 2005 to August 2007 in the private forest in Sukamulih village. Sariwangi  Sub-District. The Design was Randomized Comlete Block Design (RCBD). The four treatments were no obtained from sengon,s growth on 21 months old minus its growth on 5 months old (fertilizing time). The result shows that faouir treatments of NPK tablets quantity to the sengon give insignificant influuence to the growth of sengon,s height and diameter in 21 months old 5 months old.
INTENSITAS DAN MOTIVASI MASYARAKAT DALAM PENGAMBILAN TUMBUHAN HUTAN SECARA ILEGAL DI SEKSI KONSERVASI WILAYAH II TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO Sudomo, Aris; Siarudin, M.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian intensitas dan motivasi masyarakat dalam pengambilan tumbuhan hutan secara ilegal dilakukan di SKW II Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang meliputi empat resort yaitu : Resort Bodogol, Resort Cimande, Resort Cisarua, dan Resort  Bojong Murni. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara atas dasar kuesioner terhadap 118 responden yang mewakili masyarakat sekitar hutan di empat resort tersebut. Data  yang  diperoleh  dianalisis  secara  deskriptif.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa  intensitas  kasus pengambilan tumbuhan hutan secara ilegal tahun 2005 untuk setiap resort di SKW II TNGP adalah Resort Cisarua sembilan kasus, Resort Bojong Murni 11 kasus, Resort Cimande tiga kasus, dan Resort Bodogol 14 kasus dengan jenis-jenis tumbuhan yang diambil antara lain: kayu pertukangan (Altingia excelsa Noronha, Schima wallichii (DC) Korth.), kayu bakar (Calliandra sp., bambu Gigantochloa spp.), pakis (Diplazium sp.), dan tanaman hias. Pelaku pengambilan tumbuhan hutan secara ilegal berasal dari masyarakat sekitar hutan. Pengambilan kayu bakar secara ilegal merupakan gangguan yang dominan karena terjadi di semua resort dan semakin meningkat dalam kurun waktu 2003-2005; pada tahun 2003 tercatat 16 pikul, kemudian pada tahun2004  tercatat  32  pikul,  dan  pada  tahun  2005  mencapai  93  pikul.  Berdasarkan jumlah  penduduk  yang mengambil tumbuhan hutan secara ilegal, urutan tingkat kerawanan terhadap gangguan hutan dari yang paling rawan adalah Resort Cisarua, Resort Cimande, Resort Bodogol, dan Resort Bojong Murni. Tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang keberadaan TNGP sebagai kawasan konservasi relatif masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari 59,86% masyarakat yang belum tahu keberadaan taman nasional. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat dari masing-masing resort tentang TNGP dari yang tertinggi adalah Resort Bodogol, Resort Cisarua, Resort Cimande, dan Resort Bojong Murni. Sebagian besar masyarakat sekitar hutan melakukan pengambilan tumbuhan hutan secara ilegal (bambu dan kayu bakar) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (88,2%), dan sebagian kecil karena perintah orang lain yang akan membeli hasilnya (2,3%), atau karena sudah menjadi kebiasaan dan menganggap sebagai tindakan yang diperbolehkan (2,8%). Penduduk yang melakukan pengambilan tumbuhan hutan secara ilegal (bambu dan kayu bakar) sebagian besar adalah buruh (66,2%) yang rata-rata berpendidikan Sekolah Dasar (92,2%) dan berpenghasilan di bawah Rp 100.000,00 per bulan (59,9%).
PENGARUH MEDIA ORGANIK DAN TANAH MINERAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN INDEKS MUTU BIBIT MINDI Sudomo, Aris; Santosa, Harry Budi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan campuran bahan organik dan tanah mineral sebagai media sapih terhadap pertumbuhan dan indeks mutu bibit mindi. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Kehutanan Ciamis pada bulan Juni 2008 s/d Januari 2009. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah CRD (Complete Random Design) dengan tujuh perlakuan yaitu C1 (tanah + pupuk kandang  (3:1)), C2 (tanah), C3 (tanah + pupuk kandang + sekam padi (1:1:1)), C4 (tanah + pupuk kandang + pasir (1:1:1)), C5(tanah + pupuk kandang + serbuk sabut kelapa (1:1:1)), C6 ((tanah + pupuk kandang + serutan kayu gergajian (1:1:1)) dan C7 ( tanah + pupuk kandang + abu sekam padi (1:1:1)). Hasil penelitian menujukkan bahwa tujuh media yang diujikan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter, tinggi, berat kering total dan indeks mutu bibit mindi. Pertumbuhan tinggi dan diameter bibit mindi dengan media C1 (41,175 cm/0,305 cm) dan C4 (37,789 cm/0,326 cm) yang berbeda nyata lebih baik dibanding media lainnya. Berat kering total bibit mindi pada media C1 (2,189 gram) dan C4 (2,785 gram) yang relatif lebih baik meskipun tidak berbeda nyata dengan media C3 (2,123 gram), C5 (2,067 gram) dan C7 (2,140 gram). Indeks mutu bibit dengan media C3 (0,033) yang relatif lebih baik tetapi tidak berbeda nyata dengan C1 (0,026), C4 (0,025) dan C7 (0,031). 
PENGARUH MEDIA ORGANIK DAN TANAH MINERAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN INDEKS MUTU BIBIT MINDI Sudomo, Aris; Santosa, Harry Budi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2011.8.3.263-271

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan campuran bahan organik dan tanah mineral sebagai media sapih terhadap pertumbuhan dan indeks mutu bibit mindi. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Kehutanan Ciamis pada bulan Juni 2008 s/d Januari 2009. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah CRD (Complete Random Design) dengan tujuh perlakuan yaitu C1 (tanah + pupuk kandang  (3:1)), C2 (tanah), C3 (tanah + pupuk kandang + sekam padi (1:1:1)), C4 (tanah + pupuk kandang + pasir (1:1:1)), C5(tanah + pupuk kandang + serbuk sabut kelapa (1:1:1)), C6 ((tanah + pupuk kandang + serutan kayu gergajian (1:1:1)) dan C7 ( tanah + pupuk kandang + abu sekam padi (1:1:1)). Hasil penelitian menujukkan bahwa tujuh media yang diujikan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter, tinggi, berat kering total dan indeks mutu bibit mindi. Pertumbuhan tinggi dan diameter bibit mindi dengan media C1 (41,175 cm/0,305 cm) dan C4 (37,789 cm/0,326 cm) yang berbeda nyata lebih baik dibanding media lainnya. Berat kering total bibit mindi pada media C1 (2,189 gram) dan C4 (2,785 gram) yang relatif lebih baik meskipun tidak berbeda nyata dengan media C3 (2,123 gram), C5 (2,067 gram) dan C7 (2,140 gram). Indeks mutu bibit dengan media C3 (0,033) yang relatif lebih baik tetapi tidak berbeda nyata dengan C1 (0,026), C4 (0,025) dan C7 (0,031). 
INTENSITAS DAN MOTIVASI MASYARAKAT DALAM PENGAMBILAN TUMBUHAN HUTAN SECARA ILEGAL DI SEKSI KONSERVASI WILAYAH II TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO Sudomo, Aris; Siarudin, M.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2008.5.5.435-449

Abstract

ABSTRAK Penelitian intensitas dan motivasi masyarakat dalam pengambilan tumbuhan hutan secara ilegal dilakukan di SKW II Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang meliputi empat resort yaitu : Resort Bodogol, Resort Cimande, Resort Cisarua, dan Resort  Bojong Murni. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara atas dasar kuesioner terhadap 118 responden yang mewakili masyarakat sekitar hutan di empat resort tersebut. Data  yang  diperoleh  dianalisis  secara  deskriptif.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa  intensitas  kasus pengambilan tumbuhan hutan secara ilegal tahun 2005 untuk setiap resort di SKW II TNGP adalah Resort Cisarua sembilan kasus, Resort Bojong Murni 11 kasus, Resort Cimande tiga kasus, dan Resort Bodogol 14 kasus dengan jenis-jenis tumbuhan yang diambil antara lain: kayu pertukangan (Altingia excelsa Noronha, Schima wallichii (DC) Korth.), kayu bakar (Calliandra sp., bambu Gigantochloa spp.), pakis (Diplazium sp.), dan tanaman hias. Pelaku pengambilan tumbuhan hutan secara ilegal berasal dari masyarakat sekitar hutan. Pengambilan kayu bakar secara ilegal merupakan gangguan yang dominan karena terjadi di semua resort dan semakin meningkat dalam kurun waktu 2003-2005; pada tahun 2003 tercatat 16 pikul, kemudian pada tahun2004  tercatat  32  pikul,  dan  pada  tahun  2005  mencapai  93  pikul.  Berdasarkan jumlah  penduduk  yang mengambil tumbuhan hutan secara ilegal, urutan tingkat kerawanan terhadap gangguan hutan dari yang paling rawan adalah Resort Cisarua, Resort Cimande, Resort Bodogol, dan Resort Bojong Murni. Tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang keberadaan TNGP sebagai kawasan konservasi relatif masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari 59,86% masyarakat yang belum tahu keberadaan taman nasional. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat dari masing-masing resort tentang TNGP dari yang tertinggi adalah Resort Bodogol, Resort Cisarua, Resort Cimande, dan Resort Bojong Murni. Sebagian besar masyarakat sekitar hutan melakukan pengambilan tumbuhan hutan secara ilegal (bambu dan kayu bakar) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (88,2%), dan sebagian kecil karena perintah orang lain yang akan membeli hasilnya (2,3%), atau karena sudah menjadi kebiasaan dan menganggap sebagai tindakan yang diperbolehkan (2,8%). Penduduk yang melakukan pengambilan tumbuhan hutan secara ilegal (bambu dan kayu bakar) sebagian besar adalah buruh (66,2%) yang rata-rata berpendidikan Sekolah Dasar (92,2%) dan berpenghasilan di bawah Rp 100.000,00 per bulan (59,9%).
PENGGUNAAN ZAT PENGATUR TUMBUH ROOTONE-F PADA STEK PUCUK MANGLID (Manglietia glauca BI) Sudomo, Aris; Rohandi, Asep; Mindawati, Nina
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 10, No 2 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2013.10.2.57-63

Abstract

Manglid (Manglietia glauca BI) merupakan tanaman andalan Jawa Barat, Indonesia, karena cepat tumbuh dan banyak kegunaannya, namun teknik pembibitannya khususnya secara vegetatif belum dikuasai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh 6 dosis hormon Rootone-F terhadap kemampuan hidup dan pertumbuhan stek pucuk manglid. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Completely Random Design (CRD) dengan 6 perlakuan yaitu kontrol (tanpa hormon), Rootone-F 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 500 ppm dan dioles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Rootone-F 100 ppm menghasilkan jumlah tunas tertinggi dibanding perlakuan lain (peningkatan 55% terhadap kontrol), panjang akar tertinggi sebesar 8,85 cm (peningkatan 34,46% dibanding kontrol) dan jumlah akar terbanyak sebesar 6,75 buah (peningkatan 40,74% dibanding kontrol). Pada parameter persentase hidup pemberian Rootone-F dioles menghasilkan nilai tertinggi yaitu 22,68% dan tidak berbeda nyata dengan pemberian Rootone-F 100 ppm (20,68%).
MUTU BIBIT MANGLID (Manglieta glauca BI) PADA TUJUH JENIS MEDIA SAPIH Sudomo, Aris; Rachman, Encep; Mindawati, Nina
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 7, No 5 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2010.7.5.265-272

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis media sapih yang mampu menghasilkan pertumbuhan dan mutu bibit Manglieta glauca BI terbaik. Penelitian dilakukan di persemaian Balai Penelitian Kehutanan Ciamis dari bulan Februari 2008 s/d September 2008. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 jenis media sapih yaitu M1 (Tanah + Pupuk kandang (3:1)), M2 (Tanah), M3 (Tanah + Pupuk kandang + Sekam padi (1:1:1)), M4 (Tanah + Pupuk kandang + Pasir (1:1:1)), M5(Tanah + Pupuk kandang + Serbuk sabut kelapa (1:1:1)), M6 ((Tanah + Pupuk kandang + Serbuk gergaji (1:1:1)) dan M7 ( Tanah + Pupuk kandang + Abu sekam padi (1:1:1)). Masing-masing perlakuan 60 bibit sehingga total bibit yang diperlukan adalah 7 x 60 = 420 bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran media M4 (Tanah+ Pupuk kandang+Pasir (1:1:1)) memberikan pertumbuhan diameter (0,469 cm), tinggi (22,678 cm) dan jumlah daun (9,978) M. glauca BI yang lebih baik dibanding media lainnya. Campuran media M5 (tanah+pupuk kandang+serbuk sabut kelapa (1:1:1)) memberikan berat kering akar (2,096), berat kering batang dan daun (4,046) dan indeks mutu bibit (0,132) M. glauca BI yang terbaik dibanding media lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan campuran media M4 dan M5 masing-masing memberikan pertumbuhan dan indeks mutu bibit yang terbaik dalam teknik pembibitan M. glauca BI. .
THE GROWTH OF Gmelina arborea Linn SEEDLING BY USING MICHORIZA, ENRICHMENT ORGANIC FERTILIZER AND WOOD VINEGAR Sudomo, Aris; Hani, Aditya; Suhaendah, Endah
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2007.1.2.73-80

Abstract

The objective of the research to find out the influence of michoriza, enrichmeni organic fertilizer, and wood vinegar combination on growth of G. arboreaseedling. The research was conducted in the. nursery, area of Foresny Research Instiude on November 2006 to January 2007. The research used the Complete Random Design (CRD) with 6 (six) treatments. The research shows that the michoriza, enrichmentorganicfertilizer and wood vinegar combination produces 50.87 cmof the best growth of trees height. The influence organic fertifizer in treatment combination (M1N0C0vs M1N1C0) has a significant result on growth G. arborea seedlings height. The treatment combination MINICO (44,63 cm) showed a better result than the M1N0C0 (35,55 cm). The influence of wood vinegar treatment combination has not significant result on growth G. arborea seedlings height.
THE EFFECT OF NUMBER ON AXILLARY BUDS ON THE SURVIVAL RATE AND GROWTH OF CUTTING OF FOUR MULBERY HYBRID Sudomo, Aris; Pudjiono, Sugeng
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2007.1.1.29-42

Abstract

The study aimed to examine the effect of number of axillary buds on different types of mulberry hybrid and their interaction on the survival rate and cutting growth. The research was conducted using Random Design of Factorial Group (RDFG). It consists of two treatment factors, i.e. four type of mulberry hybrid (M. SHA 4 x M. LUN 109, M. multicaulis x M. indica, M. australis x M. indica, M. nigra x M. indica) and four different numbers of axillary buds with 3 replications and 30 replicates for each unit experiment. The research shows that there were effect of axillary bud number, types of mulberry hybrid, and their interaction on the survival rate and growth of stem cutting of mulberry hybrid. The number of axillary bud for the best growth of stem cutting of mulberry hibrid for the best sprout length of cutting and the highest survival percentage (81, 668%) was the 3 axillary buds, while the 4 buds was the best according to the rank of whole parameter. The best cutting type of mulberry hybrid according to the rank of whole parameter was M. australis x M. indica. Interaction beetwen mulberry hybrid and the best sprout number according to the rank of whole parameter was M. australis x M. indica with 4 sprout number.