Faisol Asip, Faisol
Departement of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, Sriwijaya University, Inderalaya, South Sumatera 30662, Indonesia

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH PERLAKUAN ASAM DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP PEMBENTUKAN BIOETANOL DENGAN BAHAN BAKU SABUT KELAPA Asip, Faisol; Febrianti, Bella; Giberallah, Siti
Jurnal Teknik Kimia Vol 23, No 3 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabut kelapa merupakan salah satu bahan limbah yang memiliki kandungan lignoselulosa yang cukup tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Pada umumnya sabut kelapa digunakan sebagai kerajinan tangan atau hanya dibuang dan dibakar begitu saja. Dengan kadar selulosa sebesar 44,4433% sabut kelapa dapat dikonversi menjadi bioetanol yang merupakan bentuk  pemanfaatan yang lebih berguna dan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam kuat (H2SO4) dan asam lemah (CH3COOH) pada delignifikasi untuk  menurunkan kadar lignin pada sabut kelapa dengan variasi konsentrasi 1, 3, 5%.  Setelah itu dilakukan proses hidrolisis dengan larutan basa (KOH 5%) yang selanjutnya dilakukan proses fermentasi dengan waktu 3, 5, 7 hari menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae. Dari hasil penelitian yang didapat kadar lignin terendah didapatkan pada sampel H2SO4 5%, sedangkan dari hasil hidrolisis didapat kadar glukosa tertinggi didapatkan oleh sampel H2SO4 5%, dan kadar bioetanol terbesar adalah 5,7768 %v/v yang didapatkan dari sampel H2SO4 5% dengan waktu fermentasi optimal selama 5 hari.
PENGARUH SUHU SERTA KOMPOSISI CAMPURAN ARANG JERAMI PADI DAN BATUBARA SUBBITUMINUS PADA PEMBUATAN BRIKET BIOARANG Muharyani, Reesi; Pratiwi, Dina; Asip, Faisol
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A rice straw has a big potential and could be used as a raw material bio coal briquette make. The objective of this research is for improving the quality of rice straws with mixed subbituminus coal which carbonated, in order to get the optimal composition of bio coal briquette. The variables used in this research are the carbonated of temperature (400 - 600 0C) and the composition rice straws charcoal and sago powder. The optimal carbonated temperature was obtained of rice straws 500 0C during 15 minutes and subbituminus coal was 550 0C during 45 minutes. The result showed that the mixing between rice straws and subbituminus coal has a big influence to the calorific value of bio coal briquette which is = 5117.86 cal/g, inherent moisture = 4.89%, ash contain = 16.94%, volatile matter = 24.65% and fixed carbon = 53.52%. Overall the quality of briquette from rice straws and subbituminus coal was good enough, so it can be used as an alternative fuel. 
Bioethanol Production from Coconut Fiber Using Alkaline Pretreatment and Acid Hydrolysis Method Miftahul Jannah, Asyeni; Asip, Faisol
International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology Vol 5, No 5 (2015)
Publisher : International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.087 KB) | DOI: 10.18517/ijaseit.5.5.570

Abstract

Supporting Indonesia government program to decrease fuel consumption, using renewable energy such of bioethanol is one of the best ways. This research was done in order to utilize agriculture waste (coconut fiber) as raw material to produce bioetanol. However, coconut fiber contents lignin that will inhibit conversion process of glucose into ethanol. In this research, pretreatment steps aim to release and breakdown lignin in coconut fiber. Pretreatment was conducted by using alkaline method with 3% Sodium Hydroxide solution. Hydrolysis method was used to produce glucose by using Sulfuric Acid solution with various concentrations (1%, 2%, 3%, and 4 %) while in fermentation process used Saccharomyces cerevisiae with various times (5, 7, 9, and 11 days) and distillation used to get pure product of bioethanol. The results showed that higher H2SO4 concentration using on hydrolysis process made more glucose converted to bioethanol. The highest bioethanol content produced was 5.9420% from sample of 4% H2SO4 in 7 days of fermentation.
PENGARUH TEMPERATUR KARBONISASI DAN KOMPOSISI ARANG TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET DARI CAMPURAN CANGKANG BIJI KARET DAN KULIT KACANG TANAH Asip, Faisol; Sandra, Elvia; Nurhasanah, Suzy
Jurnal Teknik Kimia Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biobriquette is an alternative solid fuel which can be made from material that contains cellulose with high carbon content. There are many materials that can be used as a feedstock to make biobriquette, such as straw, rice husk, coconut shell, sawdust, rubber seeds shell, and peanuts shell. The feedstocks that used in this research are rubber seeds shell and peanuts shell. The purpose of this reasearch is to increase the caloric value of the biobriquette by carbonizing both feedstocks with certain composition mixture (9RS:14PS, 9RS:9PS, 14RS:9PS) at certain temperature (350˚C, 400˚C, 450˚C, dan 500˚C). The result of this research shows that best quality of biobriquette with caloric value 6294,4 cal/gr is obtained from feedstocks mixture of 14 gram rubber seeds shell and 4 gram peanuts shell, where optimum temperature of 500˚C. Biobriquette with the addition of gum, the caloric value increases to 6904,8 cal/gr.
PENGARUH BASA TERHADAP PENURUNAN LIGNIN DAN KONSENTRASI HCl PADA HIDROLISA SABUT KELAPA UNTUK MEMPRODUKSI BIOETANOL Asip, Faisol; Wibowo, Yoga Permana; Wahyudi, Reza Trisna
Jurnal Teknik Kimia Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan enargi pada saat ini terus mengalami peningkatan, sedangkan cadangan fosil terus mengalami penurunan seiring dengan penggunaannya. Tingginya penggunaan energi ini mendorong untuk dikembangkannya energi alternatif seperti biomassa salah satunya yaitu bioetanol. Bahan baku dalam pembuatan bioetanol yaitu biomassa yang mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin salah satunya adalah sabut kelapa. Sabut kelapa adalah limbah dari buah kelapa yang bisa menyebabkan pencemaran lingkungan dan aroma tidak sedap pada lingkungan jika tidak dimanfaatkan. Sabut kelapa memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi untuk diolah menjadi energi alternatif bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi bioetanol melalui proses Alkaline pretreatment menggunakan NaOH dan NH4OH dengan konsentrasi 1%M, 3%M, dan 5%M, kemudian dilanjutkan dengan proses hidrolisa asam menggunakan HCl 2%M, 4%M, dan 6%M. Glukosa yang dihasilkan dari proses hidrolisa kemudian difermentasi selama 7 hari dengan penambahan Saccaromyces cerevisiae 1% (w/v) dari volume yang difermentasi. Hasil penelitian menunjukkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 5,3053% dihasilkan dari perlakuan pretreatment NaOH 5%M dengan hirolisa HCl 6%M saat hidrolisa.Kata Kunci :Alkaline Pretreatment,Bioetanol, Fermentasi, Hidrolisa,Sabut Kelapa
PEMBUATAN BRIKET DARI CAMPURAN LIMBAH PLASTIK LDPE, TEMPURUNG KELAPA DAN CANGKANG SAWIT Asip, Faisol; Anggun, Tiara; Fitri, Nurzeni
Jurnal Teknik Kimia Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Low Density Poly Ethylene (LDPE) merupakan  jenis plastik yang sering kita jumpai berakhir sebagai limbah rumah tangga, misalnya kantong plastik dan plastik wrap. Plastik jenis ini memiliki nilai kalor yang sangat tinggi, yaitu 11.172 kalori/gram; namun akan cepat habis jika dibakar karena kadar volatile matter-nya yang mencapai 99%. Pencampuran limbah plastik LDPE dengan arang bahan biomassa seperti cangkang sawit dan tempurung kelapa yang dikenal memiliki nilai kalor tinggi dan kadar volatile matter cukup rendah dinilai sangat berpotensi untuk dijadikan sumber energi alternatif; yaitu briket; dengan kualitas yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi campuran (plastik LDPE:cangkang sawit:tempurung kelapa) dan karakteristik briket terbaik berdasarkan standar briket yang ada. Cangkang kelapa sawit yang digunakan merupakan hasil karbonisasi pada temperatur yang divariasikan mulai dari 4000C, 4500C, hingga 5000C. Briket dicetak dengan menggunakan perekat kanji sebanyak 2% lalu dikeringkan pada temperatur 400 C selama 48 jam. Briket terbaik diperoleh  pada komposisi 10% massa limbah plastik LDPE, 50% massa Cangkang Sawit temperatur karbonisasi 5000C, dan 40 % massa Tempurung Kelapa dengan nilai kalor 7.508 kalori/gram, kadar air 4,30%, volatil matter 26,78%, dan Fixed carbon 64,97%. Briket terbaik yang dihasilkan telah memenuhi standar briket PERMEN no. 47 Th.  2006 dan standar Jepang.Kata kunci : briket, plastik LDPE, cangkang sawit, tempurung kelapa
PENGARUH ADSORBEN DIATOMACEOUS EARTH TERHADAP PENURUNAN KADAR BESI DAN ION SULFAT DARI AIR ASAM TAMBANG Asip, Faisol; Chintyani, Noffa
Jurnal Teknik Kimia Vol 21, No 4 (2015): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air asam tambang bisa mencemari lingkungan dan dapat menyebabkan terjadinya perubahan kualitas air jika tidak diolah sebelum dibuang ke lingkungan. AAT mempunyai pH yang rendah juga mengandung konsentrasi ion logam berat yang tinggi seperti aluminium (Al), besi (Fe), dan mangan (Mn). Penelitian ini menggunakan air asam tambang sintetik yang karakteristiknya sama dengan air asam tambang limbah industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah air asam tambang menjadi air bersih yang sesuai dengan baku mutu air sehingga tidak mencemari lingkungan. Pengolahan air asam tambang ini dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan diatomaceous earth sebagai adsorben. Variabel yang diteliti adalah ketinggian adsorben, laju alir dan waktu operasi.  Parameter yang diuji adalah pH, Total Dissolved Solid (TDS) dan kandungan ion sulfat dan logam besi. Hasil yang diperoleh menunjukkan semakin tinggi adsorben,lama waktu operasi, laju alir yang rendah maka semakin tinggi pH yang dihasilkan, penurunan TDS yang lebih tinggi, serta penyerapan ion sulfat dan logam besi yang semakin besar.Kata kunci: air asam tambang sintetik, adsorpsi, diatomaceous earth 
ADSORBSI H2S PADA GAS ALAM MENGGUNAKAN MEMBRAN KERAMIK DENGAN METODE TITRASI IODOMETRI Asip, Faisol; Okta, Thomas
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 4 (2013): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas alam adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang mempunyai komponen utama berupa CH4 yang banyak digunakan sebagai bahan bakar maupun bahan baku dalam suatu industri, oleh karena itu distribusi gas alam merupakan bagian yang penting dalam menunjang kegiatan industri saat ini. Pada gas alam terdapat senyawa H2S yang merupakan salah satu zat pengotor utama yang harus dipisahkan. Membran adalah salah satu  alat pemisah berupa penghalang yang bersifat selektif yang dapat digunakan sebagai adsorbsi H2S pada gas alam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi membran keramik terhadap daya adsorbsi H2S dengan aditif  berupa zeolit dan ZnO. Metode titrasi iodometri adalah metode yang digunakan untuk mengetahui kandungan H2S pada gas alam. Dari hasil penelitian, membran keramik yang mengadung 25% ZnO dapat mengurangi kadar H2S sebesar 87,57%.Kata Kunci: Adsorbsi, Gas alam, Membran Keramik, Titrasi Iodometri
PEMBUATAN OIL ADSORBANT DARI ECENG GONDOK Asip, Faisol; Afrizal, Roby; Rosa, Sari Sekar
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 4 (2008): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah minyak bumi baik yang berasal dari tumpahan, ceceran ataupun minyak bekas pakai baik didarat maupun dibadan air (sungai, danau, laut dll.) yang timbul akibat kegiatan industri ataupun rumah tangga dapat menimbulkan kerusakan ekosistem bila tidak ditanggulangi secara efisien, efektif dan bijak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan ukuran luas permukaan sorbent dan waktu kontak eceng gondok dengan minyak bumi yang optimal terhadap rendemen penyerapan limbah minyak bumi. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengolah limbah tersebut melalui proses adsorpsi dengan variasi waktu kontak yaitu 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Selain itu, juga dilakukan dengan variasi ukuran partikel yaitu 1 mm, 500 µm, dan 250 µm. Kemudian hasilnya dianalisis untuk menghitung efisiensi daya serap dari sorbent eceng gondok tersebut. Hasil penelitian dilaboratorium menunjukkan adanya kenaikan massa sorbent setelah mengalami proses adsorpsi terhadap minyak bumi. Sehingga, didapat waktu kontak dan ukuran partikel yang optimal terhadap rendemen penyerapan minyak bumi yaitu pada saat waktu kontak 2 jam dengan ukuran partikel 1000 µm yang diperoleh efisiensi sebesar 85,66%.
PENGARUH KONSENTRASI NaOH DAN WAKTU PELEBURAN PADA PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU Asip, Faisol; Febrianti, Rizka; Novitasari, Tiara
Jurnal Teknik Kimia Vol 21, No 3 (2015): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagasse (ampas tebu) merupakan residu padat pada proses pengolahan tebu menjadi gula yang masih belum banyak dimanfaatkan menjadi produk yang mempunyai nilai tambah. Ampas tebu yang mengandung  selulosa sekitar 37% berpotensi  sebagai bahan baku  dalam pembuatan asam oksalat. Asam oksalat digunakan sebagai bahan pencampur zat warna dalam industri tekstil dan cat, menetralkan kelebihan alkali pada pencucian dan sebagai bleaching, bahan  pelapis  yang  melindungi  logam  dari korosif dan pembersih untuk radiator otomotif dan  logam. Proses pembuatan asam oksalat terdiri dari : peleburan alkali dengan larutan natrium hidroksida, pengendapan dengan larutan kalsium klorida, pengasaman dengan larutan asam sulfat dan kristalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi natrium hidroksida 0,5 N ; 1,5 N ; 2,5 N ; 3,5 N ; 4,5 N dengan  variasi waktu peleburan yitu 30;60;90;120 menit variasi waktu peleburan terhadap yield asam oksalat yang dihasilkan. Yield asam oksalat tertinggi dihasilkan pada konsentrasi 3,5 N dengan waktu 1 jam sebesar 17,93%.