David Laksamana Caesar, David Laksamana
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Jumlah Bakteri Patogen dalam Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngesrep Banyumanik Semarang Tahun 2014 Caesar, David Laksamana; Nurjazuli, Nurjazuli; Wahyuningsih, Nur Endah
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA Vol 14, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.084 KB)

Abstract

Background : Pneumonia is an acute respiratory tract infections, in which there is inflammation in the lung tissue, caused by microorganisms such as viruses, bacteria, fungi, inhaled foreign particles or irradiation. Semarang is a city with a high incidence of pneumonia, subdistrict Banyumanik is a district with a high incidence rate is 103.25 per 1000 population in 2012. Methods : This is an observasional reseach using case control design. The population in this research is 162 children under five years, using Random Sampling techniques, a sample of 70 children under five years.The data collection method in this research is the measurement by using the colony counter, lux metter, thermohygrometer, observations, questionnaires, interviews, and documentation. And data analysis in this study using chi square test and logistic regression test. Results : The results showed there was no significant relationship between the amount of bacterial pathogen in the house with incidence of pneumonia onchildren under five years with p value (0.356); OR (4.387); CI 95% (0.465-41.404) for Staphilococcus aureus, p value (0.112); OR (2.364), CI 95% (0.807-6.927) for Klebsiella pneumoniae, and p value (0.473); OR (1.410); CI 95% (0.551) for Pseudomonas aeruginosa. No significant relationship between temperature, lighting, and ventilation with the incidence of pneumonia on children under five years with p value (0.101);OR (2.522);CI 95% (0.821-7.748), p (0.614); OR (3.188); CI 95% (0.315-32.144), p (0.632); OR (0.795); CI 95% (0.311-2.034). Any relationship humidity with pneumonia the incidence of pneumonia on children under five years with p value (0.012); OR (0.265), CI 95% (0.092-0.765). Conslusion : The conclution of this reseach is a significant relationship between humidity with pneumonia on children under five years in working areas Public Health Center Ngesrep Banyumanik Semarang 2014. Keyword : Bacterial Pathogen, Pneumonia for Children Under Five Years, Ngesrep Bayumanik
FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUANGAN DENGAN ANGKA KUMAN UDARA RUANG RAWAT INAP GEDUNG SITI HAJAR RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN HADLIRIN JEPARA Muntaha, Rizal; Caesar, David Laksamana
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.474 KB)

Abstract

Udara merupakan tempat kuman untuk hidup dan berkembang. Kualitas udara di ruang rawat inap rumah sakit perlu diperhatikan karena udara menjadi media penularan penyakit. Suhu dan kelembaban termasuk faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan pertumbuhan kuman. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik ruangan yaitu suhu dan kelembaban dengan angka kuman udara di ruang rawat inap Gedung Siti Hajar Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara.Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, rancangan cross sectional. Populasi dan sampel seluruh ruang rawat inap Gedung Siti Hajar. Instrumen yang digunakan adalah thermohygrometer dan Microbial Air Sampler (MAC). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Kendall Tau.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang rawat inap Gedung Siti Hajar mempunyai rata-rata suhu 30,10°C, kelembaban 73,89% dan angka kuman udara 164 CFU/m3. Hasil uji Kendall Tau hubungan suhu dengan angka kuman udara diperoleh p value 0,496 dan hubungan kelembaban dengan angka kuman udara diperoleh p value 0,040.Tidak ada hubungan antara suhu dengan angka kuman udara. Kelembaban mempunyai hubungan dengan angka kuman udara dengan kekuatan korelasi lemah. Saran yang dapat diberikan kepada pihak rumah sakit yaitu agar suhu dan kelembaban disesuaikan dengan baku mutu Keputusan Menteri Kesehatan No. 1204/Menkes/SK/X/2004.Kata kunci: faktor lingkungan fisik, angka kuman udara, ruang rawat inap
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGESREP BANYUMANIK SEMARANG TAHUN 2014 Caesar, David Laksamana
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2015
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.313 KB)

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut, dimana terjadi peradangan pada jaringan paru – paru yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, menghirup partikel asing atau iradiasi. Semarang merupakan kota dengan insidensi pneumonia yang tinggi, yaitu Kecamatan Banyumanik insidensi pneumonia di kecamatan ini adalah 103,25 per 1000 populasi pada tahun 2012. Faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian penyakit ini antaralain suhu, kelembaban, dan pencahayaan dalam rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ngesrep Semarang tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol dengan total populasi 162 responden dan sampel 70 responden. Dan analisis data dalam penelitian ini menggunanakn uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kelembaban rumah dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p value 0,012, tidak ada hubungan antara suhu rumah dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p value 0,101, dan tidak ada hubungan antara pencahayaan dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p value 0,614.Kata Kunci   : Suhu, Kelembaban, Pencahayaan, Pneumonia Balita
HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN DI TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Ari, Raras Putri; Caesar, David Laksamana
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.153 KB)

Abstract

Terminal Penumpang merupakan salah satu bagian dari pelabuhan yang terdiri dari banyak fasilitas diantaranya rumah makan. Rumah makan adalah usaha komersial yang ruang lingkup kegiatanya menyediakan makanan dan minuman untuk umum ditempat usahanya. Untuk meningkatkan kualitas makanan, perlu adanya pengelolaan makanan yang baik sesuai dengan persyaratan higiene dan sanitasi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui higiene dan sanitasi makanan di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dilakukan pada 27 April sampai 03 Mei 2016. Populasi penelitian ini yaitu seluruh rumah makan yang ada di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang berjumlah 18 rumah makan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No 1098/ MENKES/ SK/ VII/ 2003. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis higiene sanitasi makanan menunjukan kondisi rumah makan masih dibawah batas nilai minumum 700, antara lain kelayakan lokasi, bangunan dan fasilitas sanitasi yang tidak memenuhi syarat sebanyak (100%), proses pengolahan dan penyimpanan makanan yang tidak memenuhi syarat sebanyak (83,3%), kondisi peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan makanan yang tidak memenuhi sebanyak (38,9%), dan sanitasi penjamah makanan yang tidak memenuhi syarat sebanyak (72,2%). Jadi kelayakan higiene sanitasi makanan di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (100%) tidak memenuhi syarat. Kata Kunci: Higiene, Sanitasi Makanan, Rumah Makan
PERBEDAAN KADAR BOD LIMBAH CAIR SEBELUM DAN SETELAH MELEWATI BIOFILTER TANAMAN CATTAIL (Typha angustifolia) Prasetyo, Pujo; Caesar, David Laksamana
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.431 KB)

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari industri tapioka masih mengandung padatan tersuspensi dan terlarut yang dapat mencemari perairan salah satunya adalah tingginya kadar BOD, oleh karena itu harus diturunkan kadarnya sebelum dibuang ke perairan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara biofilter. Biofilter yang digunakan adalah menggunakan tanaman Cattail (Thypa angustifolia) dengan sistem Constructed wetland. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar BOD limbah cair sebelum dan setelah melewati biofilter tanaman cattail (Typha angustifolia) dengan sistem constructed wetland. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Dalam penelitian ini digunakan pendekatan pre-test post-test design. Sampel penelitian adalah limbah cair industri tapioka di Desa Ngemplakkidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Kemudian dilakukan perlakuan dengan menggunakan biofilter tanaman Cattail (Typha angustifolia) usia tanam 10 hari. Analisa data yang digunakan adalah Uji Paired T Test. Nilai rata-rata sebelum perlakuan sebesar 613,99 mg/L, Nilai rata-rata setelah perlakuan sebesar 367,89 mg/L. Sedangkan rata-rata prosentase penurunan kadar BOD adalah 41,54%. Hasil analisis Uji Normalitas data sebelum perlakuan sebesar 0,530 dan nilai setelah perlakuan sebesar 0,530. Nilai tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 0,005 > 0,530 maka data terdistribusi normal, maka dapat dilakukan Uji Paired T Test. Berdasarkan hasil Uji Paired T Test diperoleh nilai T sebesar 215,159 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 artinya ada perbedaan kadar BOD sebelum dan setelah melewati biofilter tanaman Cattail (Typha angustifolia). Berdasarkan analisa dan pembahasan diatas terdapat perbedaan kadar BOD antara sebelum dan setelah melewati biofilter tanaman Cattail. Kata Kunci : BOD, Biofilter, Tanaman Catail, Limbah Cair Tapioka
ANALISIS KUALITAS FISIK AIR DESA CRANGGANG KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS Caesar, David Laksamana; Prasetyo, Eko
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Vol 5, No 1 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.537 KB)

Abstract

ABSTRAK Air merupakan kebutuhan dasar bagi setiap makhluk hidup, begitu pula manusia. Air yang dapat dikonsumsi harus memenuhi beberapa persyaratan wajib yang di atur dalam peraturan menteri kesehatan nomor 492 tahun 2010, meliputi persyaratan mikrobiologis, kimia, dan fisik. Apabila salah satu parameter tidak dapat dipenuhi, maka air tersebut tidak layak untuk digunakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Berdasarkan data survei pendahuluan yang dilakukan tahun 2016, 53,65% penduduk Cranggrang masih menggunakan air sungai sebagai air baku untuk kegiatan mandi, cuci, dan kakus (MCK), sedangkan sisanya 46,35% menggunakan air perpipaan dari Gunung Muria. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas fisik air bersih di Desa Cranggang Kecamatan Dawe Kudus. Penilitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 sampel. Instrumen yang digunakan adalah turbidimeter dan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat. Baku mutu kadar kekeruhan air berdasarkan Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 yaitu 5 NTU. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 86,67% kadar kekeruhan air bersihnya dibawah standar baku mutu, sedangkan 13,33% masih lebih dari baku mutu. Rata-rata kadar kekeruhan air di Desa Cranggang yaitu 2,77 NTU. Sedangkan variabel kualitas fisik yang lain yaitu bau dan rasa 100% sampel air memenuhi baku mutu. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas fisik air bersih di Desa Cranggang meliputi kekeruhan, bau, dan rasa memenuhi syarat kesehatan. Kata Kunci : Kualitas Fisik, Air Bersih
TOTAL COLIFORM AIR BERSIH PADA RUMAH MAKAN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Kadarsih, Puput; Caesar, David Laksamana
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.015 KB)

Abstract

Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Rumah makan adalah setiap usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya. Total Coliform merupakan kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya kontaminasi feses atau indikasi adanya pencemaran pada air dan dapat menimbulkan masalah kesehatan pada manusia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 5 sampel air bersih. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar checklist, serta lembar pengukuran Most Probable Number (MPN) air bersih. Berdasarkan hasil analisis laboratorium pada 5 sampel air bersih diketahui seluruh sampel air bersih melebihi NAB yang diperkenankan yaitu 10/100 ml dengan rincian 4 sampel memiliki nilai MPN > 2400/100 ml dan 1 sampel memiliki nilai MPN 460/100 ml. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa kualitas bakterilogis air bersih di rumah makan terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang belum memenuhi syarat kesehatan.Kata Kunci : Total Coliform, Air bersih, Rumah makan
PENGARUH MEDIA BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG SANITASI LINGKUNGAN PADA KADER KESEHATAN DESA CRANGGANG Caesar, David Laksamana; Dewi, Ervi Rachma
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.258 KB)

Abstract

Berdasarkan data profil kesehatan Indonesia tahun  2015, cakupan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Indonesia memang masih rendah. Buruknya kondisi sanitasi ini, berdampak pada masih tingginya kasus water borne disease seperti diare. Selain itu, rendahnya akses sanitasi dasar mengakibatkan  tingginya jumlah balita stunting atau pendek. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan rendahnya cakupan sanitasi dasar ini adalah pengetahuan masyarakat tentang sanitasi yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh media buku saku terhadap pengetahuan tentang sanitasi lingkungan pada kader kesehatan Desa Cranggang. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen, dengan desain one group pre test post test. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 sampel, dengan instrument yang digunakan untuk pengambilan data adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai pre test responden adalah 77, sedangkan rata-rata skor post test adalah 88. Hasil analisis statistik menggunakan uji regresi linier diperoleh nilai p value 0,0001 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan pemberian buku saku terhadap pengetahuan tentang sanitasi lingkungan pada kader kesehatan di Desa Cranggang, dengan nilai koefisien 0,598. Kata Kunci : Buku Saku, Sanitasi, Pengetahuan
EFEKTIVITAS GRADASI WARNA KUNING SEBAGAI ATRAKTAN FLY GRILL Lestari, Happy Budi; Caesar, David Laksamana
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Volume 14. No. 1. Tahun 2019
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Beberapa jenis spesies lalat berperan dalam masalah kesehatan lingkungan dan kesehatan manusia yang salah satunya berupa diare. Lalat tidak dapat diberantas habis tetapi dapat dikendalikan sampai dengan batas yang tidak membahayakan atau menimbulkan masalah bagi kesehatan masyarakat. Cara yang paling mudah dan cepat untuk mengukur tingkat kepadatan lalat yaitu dengan menggunakan fly grill. Fly grill merupakan alat berupa potongan kayu yang disusun untuk melakukan survei kepadatan lalat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas warna kuning fly grill dalam menarik lalat. Metode: Penelitian ini dilakukan di TPS Pasar Jepang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Posttest Only Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yang artinya semua anggota populasi dijadikan sampel. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji One Way Annova.  Hasil: Persentase lalat yang hinggap pada warna kuning muda sebanyak 15,16%, warna kuning kenari sebanyak 46,87% dan warna kuning tua sebanyak 37,96%. Berdasarkan uji statistik menunjukan terdapat perbedaan efektivitas warna kuning fly grill dalam menarik lalat (p=0.0001). Kesimpulan: Fly grill warna kuning kenari efektif dalam menarik lalat karena mampu menarik lalat untuk hinggap sebanyak 46,87%.