Articles

Found 9 Documents
Search

Development of Blood Stock Decision Supporting System in The Blood Transfusion Unit of PMI Banjar District Branch, South Kalimantan, to Support Blood Stock Planning Rizani, Khairir; Purnami, Cahya Tri; Dharminto, Dharminto
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : S2 IKM FKM UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blood transfusion unit of Indonesian Red Cross (PMI) Banjar district branch provided service togovernment and private hospitals and also health clinics in the district of Banjar and severalsurrounding districts/cities. Transfusion unit of PMI Banjar district branch had not utilized computerbase information system. Data input was still done by filling the forms, data was written in theregistration books, data management process was done by counting manually using calculator,Data storage was still mixed with other data, data searching required longer time (> 5 minutes),prediction/estimation had not been done in the blood requirement planning.The objective of this study was to develop blood stock decision supporting system in the bloodtransfusion unit of PMI Banjar district branch, South Kalimantan, to support blood stock planning.Development of the system was based on FAST (Framework for the Application of System Thinking)steps. This study was a qualitative research. Study variables were the ease of access, validity,completeness and appropriateness. The study object was a blood stock decision supporting systemin the transfusion unit of PMI Banjar district branch to support blood stock planning and users.The study subject was the researcher herself/himself. Study instrument used in this study was interviewguideline and observation forms. Content analysis was used to analyze the data.The result of the study found a system problem on the performance, economic, control efficiencyand service. The user needs for data input, data management process and output was known. Basicdata system design was obtained, blood requirement prediction model was available, and textmessaging (SMS) gateway model for output of blood stock information for external user wasavailable. The quality of information was improving such as improvement in the ease of obtaininginformation; the produced information was more complete, more appropriate and more accurate.Suggestions for blood transfusion unit of PMI Banjar district branch are it is better to apply thesystem and conducting socialization to the community to use SMS in order to obtain information onthe blood stock through both leaflet and printing or electronic media. It is important to develop anapplication to manage the donors via SMS alert to remind their next giving blood donation schedule,to give thank you and awards to the donors.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KETAATAN POLA MAKAN PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI BESAR BANJARBARU Rizani, Khairir; Suroto, Suroto; Rizani, Akhmad
Jurnal Skala Kesehatan Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.472 KB)

Abstract

Diabetes Melitus adalah kelainan metabolik yang ditandai dengan intoleren glukosa. Penyakit ini dapat dikelola dengan menyesuaikan perencanaan makanan , kegiatan jasmani dan pengobatan yang sesuai dengan konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia dan perlunya diadakan pendekatan individual bagi edukasi diabetes, yang dikenal dengan Pentalogi Terapi DM meliputi:  Diet/pengaturan makan, latihan fisik, penyuluhan kesehatan masyarakat, obat hipoglikemi dan cangkok pangkreas. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeratif kronik yang dapat dikendalikan dan keberhasilan pengobatan salah satunya adalah ketaatan dalam pola makan. Ketaatan penderita DM dalam pola makan perlu dukungan dari berbagai pihak, diantaranya adalah dukungan keluarga.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan ketaatan pola makan penderita DM. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional . Sampel pada penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sei Besar Banjarbaru. Teknik sampling yang dipergunakan adalah accidental sampling..  Analisis data dengan menggunakan spearman Rank dengan taraf signifikasi α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p = 0,003 < α = 0,05, maka ho ditolak, jadi ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan ketaatan pola makan penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Sei Besar Banjarbaru. Diharapkan bagi penderita untuk senantiasa meningkatkan ketaatan dalam program pengobatan dan pengelolaan diit (pola makan) sehingga glukosa darah bisa terkontrol dan dapat dipertahankan dalam batas yang normalKata Kunci : Dukungan Keluarga dan Ketaatan Pola Makan
STUDI TENTANG DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DEPRESI PADA NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK MARTAPURA KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Suroto, Suroto; Firdaus, Syamsul; Rizani, Khairir
Jurnal Skala Kesehatan Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.559 KB)

Abstract

Pelayanan kesehatan pada anak sama seperti orang dewasa, yakni mencakup kesehatan fisik, psikososial dan spiritual. Anak-anak yang berstatus narapidana tentu lebih rentan dan mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan psikososial, karena anak terpisah dari lingkungan keluarga dan lingkungan teman sebayanya. Masalah psikososial merupakan suatu keadaan yang mengindikasikan individu mengalami suatu perubahan emosional yg dapat  berkembang menjadi patologis (gangguan jiwa)  apabila terus berlanjut. Hasil Riskedas tahun 2007 menunjukkan bahwa di Kalimantan Selatan terdapat masalah psikososial sebesar 11,3 %, hampir sama dengan prevalensi nasional yaitu 11,6 %.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang dukungan keluarga terhadap kejadian  depresi pada narapidana anak di lembaga pemasyarakatan Martapura Kab Banjar Prov Kalimantan Selatan. Jenis penelitian Kuantitatif dan desainnya  adalah  “Cross Sectional”. Sampel penelitian adalah seluruh anak yang berstatus sebagai terpidana yang berada di Lapas Martapura Kabupaten Banjar, dengan teknik sampling “ total sampling”. Pengumpulan data dilakukan kuesioner A untuk karakteristik anak dan dukungan keluarga, sedangkan kuesioner B untuk pengukuran depresi dengan instrument Beck Depression Inventory (BDI).  Analisis data dilakukan dengan análisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai p = 0,7 >  α = 0,05 , maka ho diterima, jadi tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan  tingkat depresi pada narpidana anak. Kejadian  dipresi yang terjadi pada naripidana anak ditentukan oleh factor lain. Hal tersebut  akan dapat  dijadikan dasar  bagi Lapas, perawat, institusi pendidikan dan Kemenkes serta KemenKum dan Ham  dalam peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kesehatan jiwa bagi napi anak. Key word : Psikosial narapidana anak
GAMBARAN FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PENGHUNI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KLAS IIA MARTAPURA bahriansyah, bahriansyah; Firdaus, syamsul; Rizani, Khairir
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.875 KB)

Abstract

Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah yang serius bagi masyarakat, karena dapat mempengaruhi siapa saja tanpa mengenal status, golongan dan tingkat ekonomi. Di Indonesia saat ini diperkirakan 5,8 juta penduduk menjadi penyalahguna narkoba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar faktor eksternal mendukung terhadap penyalahgunaan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Martapura. Penelitian ini dengan metode penelitian analisis deskriptif persentasi. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 82 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal mendukung terjadinya penyalahgunaan narkoba, meliputi faktor lingkungan terdiri dari faktor komunikasi  sebanyak 32 orang (39%), faktor pengawasan sebanyak 33 orang (40%), faktor harmonis sebanyak 32 orang (39%), serta faktor disiplin sebanyak 32 orang (39%). Faktor pergaulan terdiri dari faktor solidaritas sebanyak 40 orang (49%), faktor persaingan sebanyak 38 orang (46%). Faktor ketersediaan barang narkoba terdiri dari faktor kemudahan sebanyak 31 orang (38%), faktor harga sebanyak 30 orang (37%). Kesimpulan bahwa faktor pergaulan tidak sehat seperti solidaritas serta persaingan lebih dominan dalam mendukung terjadinya penyalahgunaan narkoba. Diharapkan kepada pengguna narkoba terendah tidak berkelanjutan menjadi tingkat pengguna yang lebih tinggi dan sebaliknya tingkat pengguna tertinggi dapat dikurangi dengan cara pengguna narkoba melakukan hal-hal positif seperti mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di lapas sehingga mengalihkan hal-hal negatif ke hal-hal positif. Pengguna narkoba juga diharapkan membentuk kelompok diskusi atau keagamaan dengan penghuni lainnya
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE PADA ANAK USIA SEKOLAH BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENDIDIKAN DAN PEKERJAANDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMINGGIR KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2016 azmi, rizwan; Rizani, Khairir; Kholik, syaifulloh
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.77 KB)

Abstract

Penyakit diare di Kalimantan Selatan masih termasuk dalam salah satu golongan penyakit terbesar yang angka kejadiannya relatif cukup tinggi. Keadaan ini di dukung oleh faktor lingkungan, terutama kondisi sanitasi dasar yang masih tidak baik, misalnya penggunaan air untuk keperluan sehari-hari yang tidak memenuhi syarat, jamban keluarga yang masih kurang dan keberadaannya kurang memenuhi syarat, serta kondisi sanitasi perumahan yang masih kurang dan tidak hygienis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu berdasarkan karakteristik tentang diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Paminggir. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak usia sekolah, dan sample dalam penelitian ini berjumlah 78 responden. Untuk mengetahu tingkat pengetahuan ibu adalah dengan cara membagikan kuesioner kepada ibu yang menjadi responden.Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden berpendidikan menengah yaitu 43 orang (55.1%) dan bekerja 52 orang (66,7%), lalu banyak reponden berpengetahuan kurang 31 orang  (39.7%), kemudian banyak responden berpengetahuan cukup dengan pendidikan pada tahap menengah yaitu 24 orang (30.7%), dan banyak responden berpengetahuan cukup yang bekerja sebanyak 20 orang (25.6%).Upaya yang dapat dilakukan adalah agar ibu lebih banyak mencari informasi tentang diare melalui berbagai macam media, dan petugas kesehatan seharusnya lebih intensif dalam melakukan penyuluhan kesehatan dengan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya
PAPARAN INFORMASI DAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG TINDAKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI SMA NEGERI 1 GAMBUT TAHUN 2016 sari, Endah Yusliana; Firdaus, syamsul; Rizani, Khairir
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.237 KB)

Abstract

Penyalahgunaan narkoba terjadi karena kurang atau tidak memahami apa narkoba itu. Remaja tidak tahu atau kurang memahami hal-hal yang berhubungan dengan narkoba sehingga tidak dapat memberikan informasi atau pendidikan yang jelas akan bahaya narkoba. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui paparan informasi dan pengetahuan siswa tentang tindakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA di SMA Negeri 1 Gambut.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Sampel adalah siswa SMA Negeri 1 Gambut sebanyak 82 orang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan analisis univariat.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa SMA Negeri 1 Gambut terpapar informasi tentang NAPZA sebanyak 56 orang (68,29%). Sebagian besar tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Gambut dalam kategori baik sebanyak 73 orang (89%).Dari penelitian ini diharapkan agar mempertahankan dan meningkatkan paparan informasi tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada siswa dengan memberikan edukasi lebih banyak mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan penyebaran informasi seperti poster,kliping. 
HUBUNGAN PATIENT BELIEVE DAN DUKUNGAN KELUARGA TENTANG PROGRAM DIIT DENGAN KEPATUHAN MELAKSANAKAN DIIT PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI BESAR BANJARBARU Suroto, Suroto; Rizani, Khairir
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.531 KB)

Abstract

 Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeratif kronik yang dapat dikendalikan dan keberhasilan pengobatan salah satunya adalah ketaatan dalam pola makan. Ketaatan penderita DM dalam pola makan perlu dukungan dari berbagai pihak, diantaranya adalah dukungan keluarga.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan patient believe dan dukungan keluarga dengan kepatuhan penatalaksanaan diit penderita DM. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional . Sampel pada penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sei Besar Banjarbaru. Teknik sampling yang dipergunakan adalah accidental sampling..  Analisis data dengan menggunakan Spearman Rank dengan taraf signifikasi α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai  p = 0,529 > α = 0,05 maka ho diterima yang berarti tidak ada hubungan antara keyakinan (patient believe)  dengan kepatuhan diit penderita DM dan  p = 0,003 < α = 0,05, maka ho ditolak, jadi ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan ketaatan pola makan penderita DM. Diharapkan bagi penderita untuk senantiasa meningkatkan keyakinan dan kepatuhan dalam program pengobatan dan pengelolaan diit (pola makan) sehingga glukosa darah bisa terkontrol dan dapat dipertahankan dalam batas yang normal Kata Kunci : Patient Believe, Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Diit
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN NIAT MAHASISWI DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI POLTEKKES KEMENKES BANJARMASIN TAHUN 2014 Rizani, Khairir; Ilmi, Bahrul; Sari, Tari Kemuning
Jurnal Skala Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.46 KB)

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan pemeriksaan yang bertujuan menemukan tumor atau kanker oleh penderita sendiri. SADARI dilakukan sejak usia 20 tahun karena dapat menghindarkan wanita dari kanker payudara. Sebesar 85% gangguan dalam payudara di ketahui pertama kali oleh penderita sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan niat mahasiswi dengan perilaku SADARIDesain penelitian korelasional dengan pendekatan Crosssectional. Populasi seluruh mahasiswi semester VI Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan jumlah 125 orang. Analisis yang menggunakan uji statistik chi squere dengan taraf signifikasi 0,05 (5%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,4% mahasiswi memiliki perilaku kurang dalam melakukan SADARI, 80% mahasiswi memiliki pengetahuan baik dan 92,8% mahasiswi memiliki niat positif dalam melakuan SADARI. Terdapat hubungan pengetahuan mahasiswi tentang SADARI dengan perilaku mahasiswi dalam melakukan SADARI dengan p value =0,001 dan terdapat hubungan niat mahasiswi melakukan SADARI dengan perilaku mahasiswi dalam melakukan SADARI dengan p value = 0,032.Saran dari penelitian adalah diadakan pemberian informasi yang edukatif yaitu penyuluhan tentang SADARI, diadakan pemeriksaan SADARI secara rutin dan teratur, melakukan pemeriksaan SADARI yang lengkap dan sesuai prosedur.  Kata Kunci : Pengetahuan, Niat,Perilaku, SADARI.
TINGKAT PENDIDIKAN DAN LAMA KERJA PERAWAT DENGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG RESUSITASI JANTUNG PARU DI RUANG IGD RSUD. Dr. MOCH.ANSARI SALEH BANJARMASIN Rizani, Khairir; Kholik, Syaifullah; Permadi, Muhammad Bambang
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 2 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keperawatan gawat darurat merupakan pelayanan keperawatan yang komprehensif diberikan kepada pasien dengan injuri akut atau sakit yang mengancam kehidupan. Penanganan kasus – kasus di lahan keperawatan gawat darurat dibutuhkan perawat yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang baik tentang sebuah tindakan keperawatan. Penelitian bertujuan untuk menganalisa hubungan tingkat pendidikan dan lama kerja perawat dengan tingkat pengetahuan perawat tentang resusitasi jantung paru di ruang IGD rumah sakit Dr. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 71,9% perawat berpendidikan DIII Keperawatan dan sebanyak 40,6% perawat berada pada kategori lama kerja baru (<6 tahun). Untuk tingkat pengetahuan perawat sebanyak 56,3% berada dalam kategori baik. Uji statistik pada penelitian menggunakan uji korelasi gamma. Untuk variabel tingkat pendidikan dengan nilai p value = 0,980. Untuk variabel lama kerja nilai p value = 0,919. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dan lama kerja perawat dengan pengetahuan perawat tentang resusitasi jantung paru di IGD RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Tingkat pendidikan dan lama kerja perawat tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan perawat tentang resusitasi jantung paru. Sehingga rumah sakit secara umum dan instalasi gawat darurat pada khususnya dapat meningkatkan pengetahuan perawat melalui berbagai pelatihan gawat darurat secara berkesinambungan.   Kata Kunci : Pendidikan, Lama Kerja, Pengetahuan