Articles

Found 17 Documents
Search

Risk Quotient of Airborne Paraquat Exposure among Workers in Palm Oil Plantation Maksuk, Maksuk; Malaka, Tan; Suheryanto, Suheryanto; Umayah, Abu
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 7, No 2: June 2018
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.427 KB)

Abstract

Paraquat is the herbicide widely used at palm oil plantations, although usage it in some countries has been banned and restricted. Paraquat spraying was not appropriate procedure could be polluted the environment and lead to health disorders workers. Paraquat could enter the body through inhalation, dermal and ingestion, one of frequent routes through inhalation during spraying weeds in plantation areas. This study aimed was to analyze potential inhalation dose and Risk Quotient to workers at palm oil plantation. This research was a descriptive study with cross sectional design and analysis of environmental health risk methods. Airborne Paraquat residue was collected from 8 workers with occupational activity as a supervisor and sprayer. Airborne Paraquat residue was measured for 25 minutes during spraying by using personal air sampler at worker’s breathing zone. Airborne Paraquat residue was detected by High Performance Liquid Chromatography (HPLC) with NIOSH 5003 methods. The average of airborne Paraquat residue was 0.0125 mg/m3, it values was less than the Threshold Limit Value (0.05 mg/m3) of American Conference of Government Industrial Hygienists, but the average of potential inhalation dose was 0.001 mg/kg/day for worker’s weight 55 kg, it was value higher than Acceptable Operator Exposure Limit (0.0005 mg/kg/day) and the calculation of Risk Quotient (RQ) was more than 1, it conditions was unacceptable for workers. Although, airborne Paraquat residue were safe, but potential inhalation dose and Risk Quotient (RQ) were unsafe for workers, cause it can be lead to lung function disorders. Therefore, for further studies it was necessary to assess the lung function of workers and the use of personal protective equipment must be completely and standard.
Kandungan Tembaga (Cu) dan Timbal (Pb) pada Lamun Enhalus accoroides dari Perairan Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Ismarti, Ismarti; Ramses, Ramses; Amelia, Fitrah; Suheryanto, Suheryanto
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.085 KB)

Abstract

The objective of the present study was to analyze the metal content of copper and lead in Enhalus accoroides seagrass in Batam Island waters. Samples of seagrass (E. accoroides) were collected from six locations along the western region of Batam Island then dried and performed with acid destruction. The measurements of Cu and Pb in the samples were conducted by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result showed that there was an increasing of copper and lead contaminant level on sample E accoroides during two periods in a year.  The Cu level ranged from 0.63 to 46.1 mg/kg, meanwhile, lead level ranged from  2.14 to 10.52mg/kg respectively. The highest accumulation of copper and lead were recorded on leaves, it was reached 10.81 mg/kg and 5.98mg/kg, respectively.Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan logam tembaga (Cu) dan timbal (Pb) pada lamun Enhalus accoroides di sepanjang perairan barat Pulau Batam. Sampel lamun dikumpulkan dari enam lokasi  kemudian dikeringkan dan dilakukan destruksi dengan asam. Penentuan kadar logam tembaga dan timbal dalam sampel dilakukan dengan spektrometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kadar logam Cu dan Pb pada sampel lamun E. accoroides selama 2 periode sampling dalam 1 tahun. Kadar logam Cu dan Pb pada lamun secara berturut berada pada rentang 0.63-46.1 mg/kg dan 2.14-10.52mg/kg. Akumulasi logam Cu dan Pb dalam lamun E. accoroides tertinggi pada bagian daun sebanyak 10.81 mg/kg Cu dan 5.98 mg/kg Pb. 
KOMUNITAS ARTHROPODA TANAH DI KAWASAN SUMUR MINYAK BUMI DI DESA MANGUNJAYA, KECAMATAN BABAT TOMAN, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN Muli, Risda; Irsan, Chandra; Suheryanto, Suheryanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.256 KB)

Abstract

Pencemaran tanah yang diakibatkan oleh penambangan minyak bumi berpengaruh terhadap lingkungan, vegetasi, dan kelimpahan arthropoda. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dampak pencemaran minyak bumi di tanah terhadap komunitas Arthropoda. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan struktur komunitas arhtropoda tanah di sekitar lokasi eksplorasi minyak bumi. Kelembapan, pH, suhu tanah, dan kadar TPH tanah diukur dan dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap indeks keanekaragaman, dominansi, dan kemerataan arthropoda. Penelitian dilakukan di sumur minyak bumi Desa Mangunjaya Kecamatan Babat Toman pada tanggal 19-24 Februari 2015. Arthropoda dikoleksi menggunakan pit fall traps dan corong barlese-tullgren, pengambilan sampel dilakukan di 96 titik. Identifikasi arthropoda dilakukan di Laboratorium Entomologi Jurusan Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian. Analisis kadar TPH tanah menggunakan metode Gravimetri dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata TPH dan pH tanah di lokasi eksplorasi minyak bumi yang dilakukan oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih rendah daripada eksplorasi oleh masyarakat. Kelembaban dan suhu tanah di lokasi eksplorasi oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih tinggi daripada di lokasi eksplorasi masyarakat. Kadar TPH, pH, kelembaban, dan suhu tanah tidak berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman, dominansi, dan kemerataan arhtropoda. Rata-rata indeks keanekaragaman arthropoda tergolong rendah dengan nilai indeks kurang dari 1. Soil contamination caused by the extraction of petroleum affects the environment, vegetation, and abundance of arthropods. Therefore, it is necessary to study the impact of oil pollution on the ground against arthropod community. The research has conducted to determine the differences of terrestrial arthropod around petroleum exploration. Moisture, pH, temperature, and soil TPH (Total Petroleum Hydrocarbon) levels were measured and analyzed to determine its effect on the diversity index, dominance, and evenness of arthropods. The research has been done in the petroleum wells in Mangunjaya village of Babat Toman Toman districts on February 19 to 24, 2015. Arthropods samples were taken using pit fall traps and funnel barlese-tullgren, total sampling points are 96 points. Identification of the arthropod family has been done in Entomology Laboratory of the Agriculture Plant Disease Faculty Sriwijaya University. Analysis of soil TPH levels are using Gravimetry methods carried out in the Chemistry Laboratory of Science Faculty, Sriwijaya University. The results showed an average TPH and pH of soil in petroleum exploration conducted by Pertamina EP 1 Field Asset Ramba lower than in locations that made exploration by the public. Moisture and soil temperature at the location of the exploration by Pertamina EP 1 Field Asset Ramba are higher than in public exploration location. TPH levels, pH, moisture, and soil temperature do not affect the diversity, dominance, and evenness arhtropod index. However, the average index of arthropod diversity is low with an index value of less than 1.
KOMUNITAS ARTHROPODA TANAH DI KAWASAN SUMUR MINYAK BUMI DI DESA MANGUNJAYA, KECAMATAN BABAT TOMAN, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN Muli, Risda; Irsan, Chandra; Suheryanto, Suheryanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.868 KB)

Abstract

STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA TUMBUHAN DARI PERAIRAN BATAM, KEPULAUAN RIAU STUDY OF HEAVY METALS CONTENT IN PLANTS FROM COAST BATAM, RIAU ISLANDS Ismarti, Ismarti; Ramses, Ramses; Amelia, Fitrah; Suheryanto, Suheryanto
JURNAL DIMENSI Vol 6, No 1 (2017): JURNAL DIMENSI (MARET 2017)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.286 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan menentukan kadar logam tembaga (Cu), kadmium (Cd) dan timbal (Pb) pada berbagai jenis tumbuhan di perairan Batam. Sampel tumbuhan yang dianalisis meliputi lamun, makro alga dan mangrove yang diambil dari enam lokasi sepanjang perairan barat pulau Batam. Penentuan kadar logam Cu, Cd dan Pb mengacu pada metode SNI dengan menggunakan Spektrometri Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar logam berat Cu, Cd dan Pb pada sampel di semua lokasi bervariasi dan telah melebihi baku mutu yang ditetapkan di Indonesia (Cu dan Pb 0,008 mg/kg dan Cd 0,001 mg/kg). Rata-rata kadar logam Cu dan Pb tertinggi ditemukan pada sampel dari area Pelabuhan Sekupang yaitu 23,94 mg/kg dan 11,24 mg/kg. Rata-rata kadar logam Cd tertinggi yaitu 0,49 mg/kg ditemukan di area Pelabuhan Sagulung. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa perairan pulau Batam telah tercemar logam Cu, Pb dan Cd.Kata kunci: pencemaran laut, logam berat, metode AAS, pulau BatamAbstractThis study is aim to determine level of heavy metals copper (Cu), cadmium (Cd) and lead (Pb) in various sample of plants that collected from coast Batam have been done. Sample of plants are seagrass, macro algae and mangrove from six locations along west Batam island. Determination of heavy metals Cu, Cd and Pb refer to SNI method using Atomic Absorption Spectrophotometric. The result of analysis show that concentrations of Cu, Cd and Pb in all locations was exceed Indonesia regulation (Cu and Pb 0,008 mg/kg, Cd 0,001 mg/kg). The highest average concentrations of Cu and Pb found at samples from Sekupang Port are 23,94 mg/kg and 11,24 mg/kg respectively. The highest average concentrations of Cd are 0,49 mg/kg found at Sagulung’s samples. Based on these result, it was concluded that coastal water of Batam Island have been contaminated with metals Cu, Pb and Cd.Keywords: marine pollution, heavy metals, AAS method, Batam island
Komunitas Arthropoda Tanah di Kawasan Sumur Minyak Bumi di Desa Mangunjaya Kecamatan Babat Toman Muli, Risda; Irsan, Chandra; Suheryanto, Suheryanto
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.369 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan struktur komunitas arhtropoda tanah di sekitar lo-kasi eksplorasi minyak bumi.. pH, kelembapan dan suhu tanah) serta kadar TPH diukur dan dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap indeks keanekaragaman, dominansi dan kemerataan arthropoda. Lokasi pengambilan sampel di sumur minyak bumi di desa Mangunjaya kecamatan Babat Toman pada tanggal 19-24 Februari 2015. Sampel arthropoda diambil dengan menggunakan pit fall traps dan corong barlese-tullgren, to-tal titik pengambilan sampel yaitu 96 titik. Identifikasi famili arthropoda dilakukan di Laboratorium Entomologi Jurusan Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian. Analisis kadar TPH tanah dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya menggunakan metode Gravimetri. Hasil identifikasi famili arthropo-da dilanjutkan dengan penghitungan indeks keanekaragaman, dominansi dan kemerataan arthropoda. Anali-sis Varian pada taraf 5 % dilakukan untuk mengetahui pengaruh lokasi eksplorasi dan jarak tumpahan minyak bumi dari sumur minyak bumi terhadap kadar TPH, pH, kelembapan, suhu, indeks keanekaragaman, domi-nansi dan kemerataan arthropoda. Analisis Regresi multi-linier dilakukan untuk mengetahui hubungan kadar TPH tanah terhadap pH, kelembapan dan suhu tanah serta hubungan indeks komunitas terhadap TPH, pH, ke-lembapan dan suhu tanah. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata TPH dan pH tanah di lokasi eksplorasi mi-nyak bumi yang dilakukan oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih rendah daripada di lokasi yang dila-kukan eksplorasi oleh masyarakat. Kelembapan dan suhu tanah di lokasi eksplorasi oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih tinggi daripada di lokasi eksplorasi masyarakat. Kadar TPH, pH, kelembapan dan suhu ta-nah tidak berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman, dominansi dan kemerataan arhropoda dikedua lo-kasi eksplorasi minyak bumi (Pertamina Asset 1 Field Ramba. Tetapi, rata-rata indeks keanekaragaman arthro-poda tergolong rendah dengan nilai indeks tertinggi di lokasi eksplorasi oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ram-ba (0,95).
Distribusi Logam Kadmium dalam Air dan Sedimen di Sungai Musi Kota Palembang Emilia, Ita; Suheryanto, Suheryanto; Hanafiah, Zazili
Jurnal Penelitian Sains Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.294 KB)

Abstract

This aims of this research is to determine of cadmium in water and sediment Musi River Palembang. Technical method sampling by purposive. Data collected from eight sample point and determination of cad-mium contaminant using by AAS methode. The results a averageof cadmium (Cd) is0.0091mg/Lwith a range 0.0021-0.0137mg/L,and lower from threshold of PERDA the South Sumatra No.16of 2005. The average of cadmium (Cd) sediments is.1520mg/kg with range 0.1000-0.1890mg/kg, and lower from threshold of Dutch Quality Standards for Metalsi sediment.
Penggunaan Metoda Pembangkit Hidrid Sistem Batch Spektrofotometri Serapan Atom Untuk Analisa Timbal Pada Air Hujan di Kotamadya Palembang Lesbani, Aldes; Suheryanto, Suheryanto; Aslihayati, Aslihayati
Jurnal Penelitian Sains No 10 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.032 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis timbal pada smpel air hujan di Kotamadya Palembang pada bulan september-oktober 1998 dengan metode pembangkit hidrid sistem batch spektrofotometri serapan atom dengan menginjeksi cuplikan, asam dan oksidator setelah reduktor masuk kedalam reaktor hidrida. Dalam penelitian ini dipelajari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap otomisasi timbul yang meliputi suhu pengatoman, konsentrasi asam laktat, konsentrasi kalium dikromat, konsentrasi natrium hidroksida dan konsentrasi natrium borohidrid. Keberhasilan metoda analisis ini dievaluasi dengan menentukan limit deteksi, sensitivitas dan kecermatannya, setelah itu digunakan untuk analisis sampel air hujan di Kotamadya Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengatoman terbaik untuk analisis timbul dicapai pada suhu 550° C, konsentrasi asam laktat 5% (v/v), konsentrasi kalium dikromat 0,3% (w/v), konsentrasi reduktor natrium borohidrid 2% (w/v) dalam natrium hidroksida 0,4% (w/v). Metoda ini mempunyai sensitivitas sebesar 0,004 satuan absorbansi, limit deteksi sebesar 15,43 ng/mL serta kecermatan yang dinyatakan dalam relatif standar deviasi (RSD) sebesar 23,88% dan kadar timbal rata-rata keseluruhan di Kotamadya Palembang untuk bulan september-oktober 1998 adalah 16,97 ng/mL.
Analisis Pencemaran Udara oleh Tilibal (Pb) dengan Bioindikator Pohon Angsana di Kota Palembang Samat NR, Samat NR; Mardiati A, Mardiati A; Suheryanto, Suheryanto; Lesbani, Aides
Jurnal Penelitian Sains No 12 (2002)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6250.656 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis pencemaran udara oleh Timbal (Pb) dengan bioindikator daun dan kulit batang pohon angsana di bebaapa jalur jalan di Kota Palennbang dengan metoda Spektrofotometri ser apan Atom (SSA) Dalam penelitian ini dipelajari sebaran timbal (Pb) pada daun dan kullt batang  pohon angsana sebagai bio indikator pencemaran udara di Kota Palembang. Sampel diambil menggunakan metode random  sampling  berdasarImn kepadatan lalu-lintas dan keberadaan pohon angsana pada beberapa jalur jalan di Kota Palembang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kadar  Timbal (Pb) bavariasi pada beberapa jalan dengan kisaran kadar 0,062 – 0,185 mg/g dan pada kulit batang adalah 0,075 mg/g sedangkan pada daun 0,111 mg/g. Serta Kadar sebaran timbal (Pb) pada kulit batang rata-rata adalah 0,089 mg/g dan pada daun 0,092 mg/g. Kadar Timbal (Pb) rata-rata tertinggi pada sampel kulit batang terdapat di Jalan Veteran yaitu 0,129 mg/g dan kadar terendah di jalan Diponegoro yakni 0,098 mg/g. Sedangkan pada sampel daun, kadar Timbal (Pb) rata-rata tertinggi di Jalan Jenderal Sudirman yakni 0,097 mg/g dan kadar terendah di Jalan Diponegoro yakni 0,085 mg/g. 
Kajian Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) pada Kompartemen di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan Palembang Warsinah, Warsinah; Suheryanto, Suheryanto; Windusari, Yuanita
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.97 KB)

Abstract

Telah dilakukan kajian cemaran logam Timbal pada kompartemen lingkungan sekitar TPA Sukawinatan Palembang. Tujuan penelitian untuk menganalisis distribusi Timbal pada air dan sedimen di kolam lindi dan perairan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei analitik. Sampel diambil berdasarkan metode purposive sampling dengan mempertimbangkan jarak dan kondisi lingkungan. Sampel air dan sedimen diambil dari 7 titik sampling di sekitar outlet lindi, aliran lindi dan aliran sungai Sedapat. Penentuan konsentrasi logam timbal menggunakan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar timbal pada kompartemen air berkisar 0,01 – 0,09 mg/L dengan kadar timbal rata-rata zona inti TPA 0,043mg/L zona penyangga dan budidaya TPA 0,028 mg/L, kadar timbal tertinggi di oulet lindi. Kadar timbal pada kompartemen sedimen berkisar 4,38 mg/kg - 29,44 mg/kg dengan kadar timbal rata- rata zona inti TPA 15,143 mg/kg, rata rata zona penyangga dan budaya TPA 7,895 mg/L, kadar timbal tertinggi di outlet lindi. Berdasarkan Pergub No.8 tahun 2012.kadar Timbal pada kompartemen air di TPA Sukawinatan Palembang belum melampaui ambang batas yang ditentukann, namun demikian tidak dapat dikatakan bahwa perairan disekitar TPA tergolong aman, karena logam timbal memiliki sifat akumulatif. Untuk kompartemen sedimen kadar timbal relatif lebih tinggi dari kompartemen air, hal ini menunjukkan adanya akumulasi logam timbal pada sedimen.