Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KECAMATAN ABELI TAHUN 2018 Hermawati, Hermawati; Suhadi, Suhadi; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.352 KB)

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pernafasanbagian atas dan bagian bawah. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat menimbulkan gejala ringan (batuk,pilek), gejala sedang (sesak) bahkan sampai gejala yang berat. Komplikasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)yang berat mengenai jaringan paru dapat menyebabkan terjadinya pneumonia. Pneumonia merupakan penyakitinfeksi penyebab kematian nomor satu pada balita. Jumlah kematian pada balita Indonesia sebanyak 151.000kejadian, dimana 14% dari kejadian tersebut disebabkan oleh pneumonia. Tujuan penelitian ini untukmengetahui adakah hubungan faktor lingkungan dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut(ISPA) di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kecamatan Abeli Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitiananalitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Penentuan sampel dalam penelitianini menggunakan pendekatan Random Sampling. Dengan sampel 73 responden yang menderita penyakit InfeksiSaluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kecamatan Abeli. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu tidak ada hubunganyang bermakna antara kepadatan hunian dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)dengan nilai p-Value = 0,691. Tidak ada hubungan antara penggunaan anti nyamuk bakar dengan kejadianpenyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan nilai p-Value = 0,605. Ttidak ada hubungan yangbermakna antara penggunaan bahan bakar untuk memasak dengan kejadian penyakit Infeksi SaluranPernapasan Akut (ISPA) dengan nilai p-Value =0,254. Tidak ada hubungan yang bermakna antara keberadaanperokok dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan nilai p-Value = 0,285.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara kepadatan hunian, penggunaan anti nyamukbakar, penggunaan bahan bakar untuk memasak dan keberadaan perokok dalam rumah dengan kejadianpenyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).Kata Kunci : Kepadatan Hunian, Penggunaan Anti Nyamuk Bakar, Bahan Bakar Untuk Memasak, KeberadaanPerokok, ISPA