Articles

Found 4 Documents
Search

PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA ANTARA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MODEL DIRECT INTRUCTION PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 14 PALU Kurahman, Taufik; Ali, Muhammad; Pasaribu, Marungkil
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 4, No 2 (2016): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.238 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar fisika antara menggunakan model Problem Based Learning dengan model Direct Intruction pada siswa kelas VII SMP Negeri 14 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain ?The Non Equivalen Pretest-Posttest Design?. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik ?purposive sampling?, dimana kelas VII B2 dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang sebagai kelas eksperimen pertama dan kelas VII B3 dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang sebagai kelas eksperimen kedua. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar fisika dalam bentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil analisis data pretest, kelas eksperimen pertama memperoleh skor rata-rata sebesar 5,89 dengan standar deviasi sebesar 2,04, sedangkan kelas eksperimen kedua memperoleh skor rata-rata sebesar 5,86 dengan standar deviasi sebesar 1,99. Hasil uji kesamaan dua rata-rata menunjukan bahwa sebelum diberi perlakuan tidak terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara kelas eksperimen pertama dan kelas eksperimen kedua. Sedangkan berdasarkan hasil analisis data posttest, kelas eksperimen pertama memperoleh skor rata-rata sebesar 15,89 dengan standar deviasi sebesar 2,24, sedangkan kelas eksperimen kedua memperoleh skor rata-rata sebesar 13,95 dengan standar deviasi sebesar 2,13. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung (2,985) > ttabel (2,017). Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara menggunakan model Problem Based Learning dengan model Direct Intruction pada siswa kelas VII SMP Negeri 14 Palu. Terdapatnya perbedaan hasil belajar fisika antara kelas eksperimen pertama dan kelas eksperimen kedua diduga karena antara model Problem Based Learning dan model Direct Intruction memiliki proses atau tahap pembelajaran yang berbeda.   Kata kunci : Model Problem Based Learning, Model Direct Intruction, Hasil Belajar Fisika.  
Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Dan Media Tanam Pada Perkecambahan Benih Karet (Hevea brasiliensis) Kurahman, Taufik; Ramlah, Ramlah
Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 2 November 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Zat pengatur tumbuh atonik pada perkecambahan benih karet (hevea brasiliensis), mengetahui pengaruh media tanam pada perkecambahan benih karet (hevea brasiliensis) dan untuk mengetahui interaksi perlakuan antara pengaruh pemberian Zat pengatur tumbuh atonik dan media tanam pada perkecambahan benih karet (hevea brasiliensis). penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Januari hingga bulan Maret  2013, di Desa Sangatta Utara Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan analisis Faktorial 4x3 dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) atonik pada perkecambahan benih karet (Hevea brasiliensis) dengan dosis 3 ml/ L air (A3) memberikan hasil yang terbaik pada parameter laju perkecambahan yaitu 22,65 hari, persentase perkecambahan umur 30 hari setelah tanam 69,44 % dan tinggi tanaman umur 40 dan 50 HST yaitu 28,21 cm dan 35,98 cm sedangkan pada umur 60 hari setelah tanam tidak memberikan hasil yang terbaik. Pengaruh media tanam pada perkecambahan benih karet (Hevea brasiliensis) dengan perlakuan M3 (topsoil+pasir+pupuk organik) dengan perbandingan 1:1:1 memberikan hasil yang terbaik pada parameter pengamatan laju perkecambahan  yaitu 22,43 hari, persentase perkecambahan umur 30 hari setelah tanam 75,00 % dan tinggi tanaman umur 40 dan 50 dan 60 HST yaitu 27,40 cm, 34, 68 cm dan 47,55 cm. Tidak ada pengaruh interaksi antara perlakuan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) atonik dan media tanam pada perkecambahan benih karet (Hevea brasiliensis).
NILAI, PERAN, SERTA FUNGSI SHALAT DAN MASJID DALAM MENYIKAPI PROBLEMATIKA MASYARAKAT MODERN Kurahman, Taufik
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.962 KB)

Abstract

Religion doesn’t only teach vertical worship, but also teaches horizontal worship. The point is that religion leads people, as social beings, to live kindly with others. Shalat in Islam contains two aspects above. Prayers (shalat) are preferred for doing congregrated. The aims are to gether people in one place, so they able to socialize with others. In addition, masjid can also be used as a socialization place, not only as a worship place. Even less in modern era, where there is a distance between individuals and their society. To treat the disease of modern society, the author sees that masjid can be used as a medium to unite the individualist modern society. In this case, the autor makes Masjid Nabawi as a model role. By observing the values of congregational prayer, roles and functions of Masjid Nabawi in Prophet era, the author offers that masjid can be used as a place for society to socialize.
Implementasi Metode Clustering K-Means untuk Mengelompokan Baut Pada Toko Ali Baut Berdasarkan Ukuran Diameter, Pajang, dan Pitch Wiharja, Cep Adi; Kurahman, Taufik; Romansah, Wahyu Pebi; Riyadi, Sugeng
Bianglala Informatika Vol 6, No 2 (2018): Bianglala Informatika 2018
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.807 KB) | DOI: 10.31294/bi.v6i2.5955

Abstract

Abstrak ? Pengelompokan baut merupakan bagian proses dari penjulan baut agar mudah dalam menentukan ukuran baut sesuai dengan kebutuhan, tetapi pengelola toko ali baut terkendala dalam menentukan klasifikasi baut tersebut. Untuk mencapai tujuannya, perusahaan harus bisa mengembangkan proses bisnis secara terkomputerisasi sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Tujuan yang hendak dicapai dalam peneitian ini adalah untuk membuat terobosan baru dalam mengelompokan baut yang dilakukan oleh Toko Ali Baut secara komputerisasi. Dengan metode Clustering K-Means untuk mengelompokan baut berdasarkan ukuran diameter, panjang, dan pitch.  Pemilihan Dreamweaver CS6 dan Apache, serta bahasa pemograman HTML, PHP, Javascript, SQL, dan CSS sebagai perangkat pemrograman dan database yang digunakan dalam pembuatan aplikasi pengelompokan baut berbasis website. Kesimpulan dari penilitian adalah perancangan sistem informasi pengelompokan baut ini sebagai solusi terbaik untuk membantu pengelola toko ali baut dalam pengklasterisasian setiap produk baut yang dijualnya.   Kata kunci :  Data Mining, Clustering, K-Means, Baut, Ukuran